Kisah Pilu Manusia Perahu Vietnam

Sungguh sangat memilukan membaca kisah para pengungsi Vietnam ini. Bermula dari perang saudara antara Vietnam Selatan dengan Vietnam Utara (Vietkong). April 1975 Vietnam Utara memenangkan perang saudara ini dan menimbulkan chaos yg luar biasa. Para penduduk Vietnam Selatan banyak yang mengungsi dengan perahu seadanya, bahkan ada yang bocor. Mereka mengarungi lautan tanpa arah yang tentu sampai akhirnya mereka terdampar di Kepulauan Riau. Tercatat mereka mendarat di Tanjung Tuban, Kepulauan Natuna, Pulang Galang, dan pulau-pulau kecil lain yang tidak berpenghuni.

Sisa Perahu Vietnam

Kurang lebih 250ribu pengungsi Vietnam mendarat ke kepulauan di Indonesia dalam beberapa gelombang. Mereka berjuang hidup mengendarai perahu yang berisikan 40-100 orang tiap perahu. Dan ini menjadi perhatian Indonesia dan dunia internasional. Akhirnya UNHCR (United Nation High Commission for Refugees) dengan disetujui oleh pemerintah Indonesia mendirikan pusat penampungan sementara pengungsian di Pulang Galang. Di sana dibangun berbagai fasilitas seperti rumah sakit, rumah-rumah penampungan pengungsi, rumah-rumah pekerja UNHCR, vihara, gereja, depo bahan bakar, jalan-jalan penghubung dan pelabuhan kecil untuk pasokan kebutuhan hidup. Pelabuhan ini disebut sebagai Pelabuhan Karyapura.

Gereja di P. Galang

Selama tahun 1979 s/d 1996 Pulau Galang menjadi perkampungan Vietnam. Telah beratus-ratus orang Vietnam yg meninggal di sini, selain karena sakit juga karena memang sudah tua. Selama 18 tahun ini pula mereka telah beregenerasi. Tetapi memang pengungsi Vietnam ini diisolasi dari penduduk asli Indonesia. Selain karena demi mudahnya pengawasan, pengaturan dan keamanan, juga karena supaya tidak menyebarnya penyakit di antara kedua bangsa ini. Seperti kita tahu, ada pengungsi ini yang membawa penyakit Vietnam Rose, yaitu suatu penyakit kelamin yang sangat berbahaya.

Di tahun 1996 UNHCR menyatakan tidak lagi memiliki dana untuk membiayai tempat pengungsian di Pulau Galang ini. Akhirnya para pengungsi harus dikembalikan atau berpindah ke negara lain yang mau menampungnya. Kurang lebih 5.000 pengungsi kembali ke Vietnam dan sisanya tersebar ke manca negara, di antaranya ke Australia dan Amerika.

Kini areal ini menjadi areal memorial yang mengingatkan kita akan tragedi di masa lalu. Kita dapat mengunjungi museum konservasi terbuka ini di Pulau Galang. Di sinilah ada peristiwa di suatu masa suatu kekejaman yang penuh dengan kepiluan. Di mana ribuan orang pernah hampir kehilangan harapan hidup dan tidak tahu harus kemana selain ikut terhanyut oleh gelombang laut di atas perahu yang bocor.

Juga suatu bukti bahwa rasa kemanusiaan itu penting dan mendapat tempat terhormat di dunia. Terbukti adanya kerja sama yang sangat baik antara Indonesia dengan UNHC.

Sumber External:

About these ads

Tentang Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Tulisan ini dipublikasikan di Jalan-jalan, Personal. Tandai permalink.

17 Balasan ke Kisah Pilu Manusia Perahu Vietnam

  1. solomon berkata:

    Perasaan yang sama saya rasakan ketika saya mengunjungi pulau Galang beberapa tahun yang lalu. Semoga malapetaka kemanusiaan seperti ini tidak akan terulang lagi di muka bumi ini.

    Solomon S Pribadi
    http://SolomonSolomon.blogspot.com

  2. Kokok berkata:

    saya sebelumnya blm pernah, baru minggu kmrn saat dinas ke batam tepatnya 24 maret 2006 lalu.

    sebelum masuk ke wilayah kamp seorang teman langsung berkomentar, “pilu sekali hawa di sini”. dan sesaat kemudian kami memasuki wilayah pemakaman. memang teman kami ini punya kepekaan lebih yang tersendiri. dan kami pun mengiyakan setelah kami memutari wilayah kamp.
    sekembali ke kantor, saya buru2 search di google segala sesuatu ttg pulau galang ini. sungguh jauh dari bayangan saya apa yg sudah terjadi dan saya merasa sangat terlambat baru menyadari hal ini sekarang

    semoga kamp ini menjadi pesan sehingga petaka kemanusiaan spt ini tidak terulang lagi dan yang masih berlangsung semoga cepat berakhir…

    untuk yg meninggal, moga2 jiwa2 mereka beristirahat dalam ketentraman dalam kerahiman Tuhan…

  3. Ping balik: Saksi Bisu Sejarah di Pulau Galang « Jonathan Sofian Lusa

  4. icha berkata:

    saya baru kemarin berkunjung ke pulau galang. saya sangat tertarik mengunjungi pulau ini. setelah tiba dipulau galang saya merasakan atmosfir yang lain. rasa penasaran makin bertambah, mukai saya datangi satu persatu bangunan yg ada disana. walaupun sudah agak tidak terurus namun masih bisa dirasakan dan membayangkan pengungsi vietnam yg telah lama tinggal di pulau tsb. saran saya agar situs ini dirawat sebaik-baiknya. jangan sampai hilang. kalau perlu ada perbaikan dan pembersihan agar tempat ini tidak lekang oleh waktu. mohon perhatiannya. thx

  5. Avisenna berkata:

    Saya selama ini kurang perhatian mengenai keberadaan Pulau Galang, namun pada 27 Oktober 2006 saya liburan ke batam dan singah di sana, saya sangat tidak menyangka keberadaan pengungsi disana sangat memilukan, semoga mereka kini jauh lebih baik.

  6. Antonio Rumere berkata:

    Terima kasih untuk cerita ini. Tidak banyak orang- orang Indonesia yang tahu tentang Pulau Galang. Saya lahir di Pulau Galang di tahun 1986, ketika Ibu saya kerja buat UNCHR. Saya sekarang tinggal di Canada, dan tidak bisa menunggu lama-lama untuk pulang ke Pulau Galang.

  7. Syamsu AB berkata:

    Saya sangat tekesan ketika menjejakkan kaki di pulau Galang. Terbayang demikian kerasnya perjuangan para pengungsi tersebut untuk mempertahankan hidup.

  8. Geusan Ullun berkata:

    Kami sangat bangga sebagai warga negara RI, jika betul-betul para pengungsi itu ditampung dengan baik dan benar. Karena pada saat kami mengunjungi pulau tersebut pada tanggal 17 Juli 2007, kawasan tersebut sudah sangat “menyeramkan” untuk dihuni oleh orang-orang yang baru mendarat..!?? Semoga pemerintah pusat dengan pemda batam menjadikan tempat tersebut sebagai salah satu monumen internasional.

  9. Saya pernah diserang malaria disana bersama DR.Pangihutan M.Marpaung.Msc, gelar dan jabatan tersebut belum ada waktu itu namun yang saya dengar sekarang Pangi sudah jadi Dosen di LAN.

    Satu lagi adalah salah seorang Produser di RCTI, dia adalah “pasien saya di acara” awakan pada 17 Agustusan.

    Kami semua pernah bekerja di Pulau Galang dan kedua teman tersebut dan lainnya, SYUKUR sudah pada sangat sukses.

    Salam,
    Andy Chandra,
    Eks Asisten JVA US Refugee Program
    ACNS
    Hp. 0815 84021244

  10. Rosarina berkata:

    Saya senang sekali dapat membaca artikel anda,terima kasih. Kami sekeluarga sempat ke P.Galang dan melihat semua yang anda ceritakan, berharap ada yang menulis buku tentang kisah manusia perahu dari Vietnam itu, betul2 mengagumkan kisah2 mereka.

  11. Andry Harmony berkata:

    Sepertinya banyak orang yang juga langsung mencari informasi P. Galang setelah mengunjungi pulau ini. Terasa sekali suasana yang lain dan terasa menyedihkan, terlebih lagi setelah saya membaca cerita2 tentang perjuangan mereka dan bila bertemu bajak laut. Sungguh sangat mengerikan, jangan menganggap bajak laut seperti Johny Depp, banyak film2 yang membuat paradox2 yang menyesatkan. Seperti penjahat sering kali menjadi pahlawan, bajak laut menjadi pujaan.
    Sungguh sangat mengerikan kisah Manusia Perahu

  12. Joddie berkata:

    Saya memang belum pernah ke pulau ini, hanya dengar selentingan-selentingan kecil. Tapi artikel singkat ini dapat membuka mata saya.. thank you, may be sometimes I will go there.. must be !!

  13. Info ini membuat mata kita terbuka…bahwa perang hny membuat rakyat sengsara…mudah2n ini tidak akan terjadi di indonesia, yang kita cintai ini….

  14. laura berkata:

    Saya dua kali ke pulau galang, karena saya ada kakak yang tinggal di batam sehingga saya cukup sering ke batam.

    Awalnya ke p Galang memang suasananya mencekam shg kami ga masuk sampai dalam, tapi kali kedua kami kesini, masuk melihat semuanya, bangkai perahu yang sudah hancur, masjid, gereja, vihara, penjara, dan sebagainya. Sejarahnya cukup miris ya. Kebetulan saya berjumpa pula ex penghuni p Galang yang menikah dengan lelaki indonesia, merk tinggal di tanjung pinang. Seru juga mendengar kisahnya

  15. Akhmad Rokhmat, S.H. berkata:

    Saya merasa kasihan melihat Isteri yg kadang2 teringat akan Ortu kandungnya, sdh pernah mencari asal-usul Ortu&keluarganya tp tak juga ketemu. Kadang2 klu sakit slalu teringat&kepengen ketemu sm Ortu kandungnya,namun bagaimana lg…??? Kita sdh pernah ke Batam dan Galang namun tak juga ketemukan jejak2 bekas dr Ortunya..,,,, sementara anak2 Saya sdh besar dan ingin tahu siapa Kakek dan Neneknya…. Tolong kepada pemirsa bila tahu keberadaan Ortu yg kehilangan anaknya 29 tahun yg silam, dng ciri2 sbb a). Kelahiran 21 September 1982 B). Bentuk wajah keturunan Vietnam c). Waktu dilahirkan d Pulau Galang tepatnya di Puskesmas…?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s