Kurikulum Baru 2006

Belum lagi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004 benar-benar dilaksanakan di seluruh sekolah di Indonesia, kini pemerintah akan mensyahkan dan memberlakukan Kurikulum Baru 2006. Kebijakan ini mengundang kontroversial dan dinilai oleh berbagai kalangan bahwa pemerintah tidak memiliki visi yang jelas soal pendidikan.

Beberapa ahli juga menilai bahwa KBK 2004 tidak banyak diadopsi oleh sekolah-sekolah. Kalau pun ada, itu pun sedikit yang murni. Selebihnya tetap menggunakan kurikulum lama 1994 tetapi hanya dilabeli KBK 2004. Berikut cuplikan dari artikel Paul Suparno yang dimuat di Kompas:

Maka, banyak guru yang akhirnya tetap melaksanakan Kurikulum 1994 dengan diberi label KBK. Apalagi para guru dibingungkan dengan adanya banyak buku teks yang sebenarnya sama dengan buku berdasarkan Kurikulum 1994, tetapi diberi label KBK.

Walau pun demikian, Paul Suparno juga tidak menampik adanya hasil yang baik dari KBK 2004. Berikut adalah cuplikannya:

Tentu kita tak menutup mata bahwa di banyak sekolah, terlebih di kota besar, KBK sangat memajukan dan menghasilkan buah. Kita melihat banyak siswa yang kreatif, berani mengekspresikan gagasannya, sungguh punya kompetensi bicara bahasa Inggris, dan lain-lain. Banyak karya siswa yang diungkapkan baik dalam bentuk alat peraga, karya ilmiah, dan tulisan di majalah. Sekolah-sekolah ini berhasil dengan KBK, karena guru mereka disiapkan dengan baik dan fasilitas tersedia.

Sebenarnya apa yang membuat kurang berhasilnya penerapan KBK 2004? Paul menyebutkan ada beberapa hal yang menyebabkan kurang berhasilnya penerapan KBK 2004 ini. Berikut adalah intisarinya:

1) Kurang siapnya guru. Ini meliputi pengetahuan dan keterampilannya, terutama dalam fungsinya sebagai fasilitator.

2) Kurangnya prasarana dan sarana yang memadai. Terutama tentang alat-alat peraga yang dibutuhkan.

3) Guru kurang paham KBK 2004 karena sosialisasinya yang tidak lancar, tidak merata dan tidak mendalam sehingga banyak guru yang masih bingung inti dari KBK dan bagaimana melaksanakannya.

Suparman, Sekretaris Eksekutif Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) juga mengatakan hal yang senada, yaitu kurangnya pemahaman guru tentang KBK 2004. Seperti yang dikutip dari Sinar Harapan, guru dan buku paket pelajaran bukanlah satu-satunya sumber informasi siswa dalam belajar dan dalam mekanismenya, dan KBK 2004 menekankan cara belajar secara aktif.

Dan ketika banyak guru tidak mampu menjadi fasilitator, maka banyak guru yang kembali ke metode belajar yang lama, yang mengacu pada kurikulum 1994. Lebih lanjut Suparman juga menyatakan bahwa sosialisasi KBK 2004 memang tidak efektif.

Kontroversi?

Sejumlah kalangan menilai pemerintah tidak memiliki visi yang jelas tentang pendidikan. Paul Suparna juga menyayangkan pemberlakukan Kurikulum Baru 2006 ini yang terkesan bongkar-pasang kurikulum dan membuang KBK 2004 yang dianggap kurang berhasil. Ini didasari kenyataan bahwa masalah kelemahan penerapan KBK 2004 tidak dicari dan tidak dibenahi, tetapi langsung menerapkan Kurikulum Baru 2006.

Tetapi secara bijak kemudian Paul Suparna juga menghimbau agar dalam penerapan Kurikulum Baru 2006 nanti pemerintah lebih dapat mensosialisasikan isi dan penerapan kurikulum baru sehingga guru tidak bingung dan dapat dengan baik menerapkan kurikulum baru.

Sistem Baru

Menurutku, penggantian kurikulum itu bukan hal yang mudah. Tidak hanya semudah mengganti sistem lama dengan sistem baru, tapi juga mengubah budaya. Seperti kita tahu, halangan terbesar dalam penerapan sistem baru adalah faktor budaya dari sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Tetapi halangan ini bukan memustahilkan penggantian sistem, cuma perlu banyak sekali strategi yang harus dipraktekkan dalam masa transisi ini. Dan biasanya peralihan ini membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan molor jika tidak didukung strategi yang baik. Terbukti KBK 2004 yang telah disosialisasikan sejak tahun 2001 sampai sekarang masih dinilai belum berhasil. Berarti sudah tercatat hampir 6 tahun.

Lalu bagaimana supaya masa transisi ini dapat dilalui dengan baik sehingga penerapannya dapat berhasil dengan tempo yang singkat? Berikut sedikit saran sederhana dari orang sederhana:

1) Sosialisasi terpadu yang baik. Sosialisasi ini tidak hanya bagi para guru, tetapi bagi semua jajaran dalam majemen sekolah dan juga peserta didik yang terlibat. Kalau perlu orang tua murid sehingga sekolah mendapatkan dukungan yang layak dalam penerapannya. Selain itu sudah selayaknya pemerintah menyediakan mekanisme operasional praktis yang mendukung kurikulum baru. Dan perlu adanya penyuluh-penyuluh lapangan yang aktif, tidak hanya mensosialisasikan teori kurikulum saja, tetapi juga best practice yang disarikan dari berbagai contoh penerapan.

2) Transformasi budaya. Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan kurikulum dapat mengubah sendi-sendi manajemen dan operasional belajar-mengajar di sekolah. Dan ini berarti mengubah budaya dalam sekolah. Mungkin sudah saatnya visi-misi sekolah perlu direvisi untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum baru.

3) Pelatihan pelaksanaan yang terus-menerus. Keberhasilan penerapan sangat didukung oleh kesiapan guru sebagai fasilitator dan juga kesediaan peserta didik dalam proses belajar. Agar guru terampil, perlu diadakan pelatihan yang terus menerus. Tidak hanya dari segi pengetahuan materi, tetapi juga bagaimana mekanisme belajar harus diberikan. Walau pun banyak guru yang pandai, dalam arti menguasai materi dengan baik, tetapi belum tentu dia terampil menjadi fasilitator dalam proses belajar siswa.

4) Evaluasi pelaksanaan yang terus-menerus. Penerapan metode belajar-mengajar juga harus dievaluasi terus-menerus untuk menemukan formulasi yang terbaik dalam penerapan kurikulum. Dibutuhkan keterbukaan dan sharing antar guru dan siswa sehingga menjadi masukan yang berharga. Dan kemudian dapat dievaluasi untuk mengambil yang baik dan memperbaiki yang kurang.

5) Penataran Tingkat Nasional. Mungkin sudah sering dilaksanakan, tetapi mungkin harus lebih sering diadakan terutama dalam suasana yang nyaman dan interaktivitas yang tinggi. Dan pemerintah harus aktif sebagai fasilitator dan juga melibatkan para ahlinya dalam mengevaluasinya. Selain itu juga dapat sebagai tanda bahwa pemerintah cukup care (memperhatikan) sekolah dan mekanisme pendidikan nasional sehingga dapat menyemangati dan memacu masyarakat di dunia pendidikan. Sehingga nada-nada miring dapat diminimalisir. Bukan rahasia umum jika kebijakan-kebijakan pemerintah banyak mengundang nada-nada miring dari masyarakat pemerhati. Diharapkan ajang ini menghilangkan kesan kebijakan top-down, dan mungkin seharusnya sudah mulai mengkombinasikan dengan aspirasi bottom-up.

6) Pemerintah harus aktif memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat melalui berbagai media, terutama media interaktif, sehingga tingkat penyebaran, penggunaan dan keberhasilan atau kegagalannya dapat termonitor. Ini terutama agar mendapat umpan balik yang cepat dan tepat dari masyarakat yang terlibat. Dan juga agar dapat menjadi semangat dan contoh bagi yang belum berhasil.

7) Tidak hanya itu saja, sudah selayaknya pemerintah menyadari bahwa perubahan sistem ini tidak mudah. Perlu biaya yang besar dan waktu yang lama. Sudah selayaknya pemerintah memberikan insentive yang layak kepada yang membutuhkan. Insentive ini jangan hanya diartikan sebagai dana bantuan, tetapi lebih pada sarana dan prasarana pendukung. Seperti kita tahu, penerapan KBK 2004 sebenarnya membutuhkan sarana dan prasarana pendukung yang lumayan banyak dengan nilai yang besar, misalnya untuk alat-alat peraga, karya ilmiah dan buku-buku yang relevan. Coba saja lihat, masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium yang memadai. Termasuk di antaranya laboratorium komputer.

8) Tidak hanya itu, perubahan sistem juga seringkali menuntut perubahan sistem informasi manajemen bagi sekolah yang sudah menerapkan. Sudah selayaknya pemerintah memiliki visi tentang sistem informasi sekolah yang terpadu dan baku secara nasional. Diharapkan pula data sekolah ini dapat menjadi bank data terpusat sehingga mempermudah akses dari mana saja dan kapan saja. Sudah seharusnya kemudahan akses data/informasi ini menjadi prioritas yang lebih tinggi lagi. Dan sudah seharusnya ini bukan lagi beban sekolah karena secara periodik mereka harus menyetor data kepada pemerintah, tetapi seharusnya sudah mulai bahwa pemerintah dapat secara langsung mengakses data sekolah secara langsung tanpa ada bias seperti yang saat ini masih sering terjadi.

Demikianlah sedikit urun rembug (sumbang saran) dari orang sederhana yang mencoba hidup di tengah keruwetan.

Bacaan lain:

About these ads

Tentang Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Tulisan ini dipublikasikan di Manajemen, Opini, Pendidikan. Tandai permalink.

54 Balasan ke Kurikulum Baru 2006

  1. Ping balik: Emanuel Setio Dewo » Blog Archive » Kurikulum Baru 2006 Tidak Baru!

  2. ann berkata:

    ganti mentri ganti peraturan..kapan matangnya dunia pendidikan Indonesia
    karena harus memulai lagi dari bawah..
    yg korban adalah anak bangsa…gurupun pusing karena peraturan yg tidak tetap..

  3. k_neesa berkata:

    saya sangat kaget,ketika mendengar ada kurikulum baru yaitu 2006. karena KBK saja belum semua sekolah memahaminya apalagi melaksanakannya.dan yang meneydihkan temen-temen sebagai calon guru, ternyata tidak memahami masalah kurikulumnya sendiri. sispakah yang salah?pengajar, mahasiswa, atau sistem?

  4. Syamsulbahri berkata:

    Mendapat informasi tentang Kurikulum Baru 2006, mengundang pertanyaan kapan infomasi kurikulum lama 2007 lahir?. Ngomong-ngomong, sebenarnya apa yang diharapkan/ingin dicapai dengan kurikulum baru 2006? apa ingin meelahirkan orang-orang pinter atau orang-orang tambah bingung. Soalnya orang pinter di Indonesia kayaknya tidak ada tempat apa lagi lowongan pekerjaan atau jabatan. Contohnya orang sekaliber mantan Presiden Habibie hanya negara terkebelakang seperti Jerman yg dapat mempekerjakan mereka.

  5. Syamsulbahri berkata:

    Mendapat informasi tentang Kurikulum Baru 2006, mengundang pertanyaan kapan infomasi kurikulum lama 2007 lahir?. Ngomong-ngomong, sebenarnya apa yang diharapkan/ingin dicapai dengan kurikulum baru 2006? apa ingin melahirkan orang-orang pinter atau orang-orang tambah bingung. Soalnya orang pinter di Indonesia kayaknya tidak ada tempat apa lagi atau lowongan pekerjaan atau jabatan. Contohnya orang sekaliber mantan Presiden Habibie hanya negara terkebelakang seperti Jerman yg dapat mempekerjakan mereka.aaaaaahhh

  6. arif berkata:

    Dengan hormat,
    Terus terang saya sangat mengharapkan untuk dikirimi kurikulum 2006 tersebut atau minimal bantu donk di mana saya dapat download revisi kurikukulm lama.
    trims’s

  7. hujanbiru berkata:

    Hahaha……yang bingung bukan cuma guru, orang tua, dan anak, tapi penulis buku pelajaran juga bingung. Dahulu sewaktu sosialisasi kurikulum 2004 mengatakan bahwa inilah kurikulum yang terakhir (final). Oleh karena itu, diadakanlah lomba penulisan buku pelajaran (SD, SMP, dan SMA) oleh pemerintah. Namun ternyata, kini muncul lagi kurikulum 2006. Jadi, bukan mustahil pada tahun 2007, 2008 akan lahir kembali kurikulum dengan alasan yang baru pula.

  8. NISA' berkata:

    saya sangat bersyukur sekali akan disahkannya kurikulum baru karena setiap waktu kurikulum harus berubah sesuai dengan perkembangan jaman. dengan adanya perubahan kurikulum maka sistem pendidikan di Indonesia akan semakin maju dan siap menghadapi era globalisasi. namun, apakah kualitas guru di Indonesia sudah siap dengan adanya perubahan kurikulum? karena banyak guru di Indonesia yang masih bingung konsep tentang kurikulum 2004 walaupun para guru sudah sering ditraining

  9. Hasyim Mustamin berkata:

    perubahan kurikulum kepada kurikulum 2006 semakin menampakkan bahwa sistem pendidikan di indonesia semakin tidak dapat menentukan arahnya. kemana sebenarnya anak bangsa akan diarahkan dan mau dijadikan apa? perubahan ini lebih kepada nuansa politik dan gagah gahan bagi pembuat kebijakan. perubahan kurikulum ini lebih berbau proyek dan belum memberikan konsepsi yang integral yang mengarah kepada perbaikan. maka tak salah persepsi masyarakat, kalau terjadinya pergantian menteri maka terjadi juga perubahan kurikulum.

  10. ijox'06 berkata:

    mana k2006 nya…kok blm muncul di internet?aku butuh nih buat tugas penelitianku. cptan yaaaa bos…..

  11. yozh berkata:

    ah… lagi2 proyek para bos besar. kita dah cape jadi kambing percobaan kan?

  12. ruriput berkata:

    Kurikulum baru disebut dengan standar isi ada pada Permen 22,23, dan 24 tahun 2006. Bisa dibuka di http://www.depdiknas.go.id

  13. Frangki berkata:

    ada yang bisa kirimin aku isi kurikulum 2006 berdasarkan Permen 22,23 dan 24 thn 2006?

  14. sudarmin berkata:

    Kurikulum 2006 milik nya proyek BSNP kalu kuruikulum 2004 milik Puskur…ya kan

  15. unisagena berkata:

    menteri baru, kurikulum baru, sistem baru- katanya untuk peningkatan mutu SDM dan bla..bla..bla..?
    whatever-lah…
    yang jelas klise banget. membingungkan pula:

  16. amak berkata:

    ingat yachhh…….. kalau begini trs pendidik malah bingung. trs terang aja waktu kuliah di pendidikan gak sama apa yang di harapkan oleh pemerintah. ingat yahhh jangan gonta-ganti trs.

  17. azhar berkata:

    pakai KBK aja belum becus kok dah di ganti lagi dengan KTSP!!!!!!!! Gurunya aja masih bingung apalagi muridnya..kasihan penerus bangsa kita kalo di ubah terus! ganti menteri pasti ganti aturan… KAPAN PENDIDIKAN BISA MAJU?

  18. Alonzo Jethro berkata:

    sebenarnya semua kurikulum itu baik tujuannya. Tetapi sekarang yang menjadi masalah adalah kemampuan dari masing-masing lembaga pendidikan yang ada. Selama saya sekolah selama 12 tahun di Indonesia ini, saya kurang mendapat spirit belajar yang baik dan serius. Hal ini merupakan suatu keprihatinan yang cukup penting untuk diperhatikan. kurikulum apapun dapat saja diberlakukan jika pemerintah ingin serius membahas dan meneliti lebih lanjut kemampuan masing-masing lembaga pendidikan yang ada, dan kemudian mengatasi kekurangan sistem pendidikan yang ada di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.
    (SEMINARI103@mertoyudan)

  19. asmak berkata:

    KTSP apalagi tuh?…………………..
    KBK aja belum paham benar apalagi KTSP. susah ya jadi guru……harus ngikutin kurikulum2 itulah. ganti menteri ganti kurikulum. kasihan murid2nya.

  20. ganti lagi…………..
    ganti lagi…………..
    bukan hanya guru yang bingung, mahasiswa FKIP jg ikutan bingunggggg
    apalagi siswa indonesia kali yaaaaaaaaaaa……..

  21. aryanto jamaica berkata:

    menurut saya dengan munculnya kurikulum 2006 ini sangat mengundang kontoversi dikalangan pendidikan, hal ini disebabkan karena ketika peserta didik sedang mencoba menguasai dan memahami dangan detail tentang KBK tiba-tiba muncul kurikulum baru lagi,dengan demikian membuat para peserta didik kebingungan untuk adaptasi dengan kurikulum yang ada, harus diingat bahwa untuk menyesuaikan ataupun adaptasi dengan kurikulum bukanlah hal yang mudah.

  22. valentina berkata:

    KTSP baik juga…tapi masih membingungkan…..kasian anak-anak jadi korban.

  23. Blooddruck berkata:

    Bingung… Kurikulum 2004 blm paham dah ganti kur 2006 nanti 2009 diganti lagi asik dah.Biasa kalo ndak gitu kpn bisa rogoh gocek biar tambah proyek la

  24. bambang berkata:

    NEGARA KITA KOK LAMA LAMA MAKIN ANEH dan BUAT BINGUNg…. mulai dari pendidikan YANG SISTEMNYA ANEH berubah teru, sampai SKandal sex orang terhormat yang aneh

  25. Rommy berkata:

    Sebaiknya jangan dulu merubah kurikulum,,kalau pemerataan pendidikan masih tabu untuk dunia pendidikan di negara kita..Toh,,bukan jadi suatu jaminan dengan berubahnya kurikulum,iklim pendidikan kita menjadi lebih baik..Dan tolong adanya audiensi di setiap institusi-institusi pendidikan,kalau memang kurikulum 2006 tetap akan disyahkan..

  26. agorsiloku berkata:

    KBK, sudah diujicobakan, diterapkan selama 2 tahun masa ujicoba. Tidak pernah dilegalisasi karena keburu ganti menteri. Maka kalau menteri baru tidak mengubah KBK jadi KTSP, maka akan keluar dari prinsip utama negeri ini : Ganti Menteri Ganti Kurikulum.

  27. Nasar berkata:

    Yang belum optimal dari KBK adalah pelaksanaannya di lapangan, karena belum didukung SDM dan sarana penunjang yang memadai. Oleh karena itu sulusinya bukan memberlakukan kurikulum baru (kurikulum 2006), tapi mengoptimalkan pelaksanaan KBK melalui pemberdayaan SDM yang terlibat dan peningkatan perangkat2 penunjang. Kecuali…. kurikulum 2006 memang dimaksudkan untuk mengoptimalkan penerapan KBK?

  28. ana berkata:

    Menurut saya Kurikulum 2006/2004 sama dengan Kurikulum CBSA. penerapan dalam Kurikulum 2006/2004 menekankan pada siswa untuk aktif dan berkompeten dalam segala bidang yang dimilik oleh para siswa itu sendiri.Namun sebagian guru menganggap bahwa Kurikulum CBSA itu siswa sebagai pendengar yang baik. Padahal, sesungguhnya siswalah yang aktif dalam KBM. Ketidaktahuan guru terhadap Kurikulum 2006/2004 disebabkan karena kurangya informasi/pembinaan dalam cara mengajar terhadap siswa.

  29. rika chan berkata:

    saya kira pemerintah terlal banyak merevisi….
    itu malah memingungkan kita siswa-siswi yang juga menjadi korban dari akibat semua ini…………..
    PA PERLU SETIAP GANTI KABINET BERGANTI PULA KURIKULUMNYA?????????????
    MENURUT PENDAPAT SAYA…..
    TIDAK DA JELEKNYA KURIKULUM YANG LAMA…SEHINGA TAK PERLU MENGANTI- DENGAN YANG BARU…
    MHN SARAN INI D PERTIMBANGKAN….
    KARENA SAYA SEBAGAI PELAJAR YAN MERASAKAN DAMPAK DARI SEMUA INI..
    BKAN KALIAN YANG MERANCANG KURIKULUM…

  30. FAKHRIZAL B,S.Pd berkata:

    Sebelum merumuskan sesuatu yang baku untuk penerapan dimasa yang akan datang, ada baiknya meninjau kembali persoalan yang dialami bangsa Indonesia saat ini. Kita harus mengukur kemampuan dari desa, kecamatan , kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. Mengambil tolak ukur jangan menyamaratakan. Ada baiknya Kurikulum apa saja namanya dibuat sesuai dengan tinkat kultur daerah. Kurikulum yang dirumuskan akan beragam dan lebih dari satu. Akan tetapi Landasannya harus tetap satu.

  31. an berkata:

    saya sangat senang mendengar adanya kurikulum baru 2006, karena KBK 2004 belum diterapkan diseluruh indonesia entah bagaimana hasilnya eh tiba-tiba diganti lagi, jadi indonesia ini mau dibawa kejurang. maunya dimantapkan dulu KBK.

  32. Ita berkata:

    ya mbok… pelan2 atuh…. masih tertatih menerapkan kbk sudah diganti sama KTSP….

  33. rose berkata:

    saya bisa minta tlong untuk teori KTSP sebenarnya dari siapa saja yach?? terima kasih sebelumnya….

  34. abdan yuda berkata:

    mengamati kurikulum yang silih berganti dan belum kelihatan hasilnya saya pikir kita hanya dijadikan sebagai experiment yang ngga istiqamah. oleh karenanya, memilih kurikulum itu kalau bisa yang dapat menjangkau setiap perkembangan jaman, artinya paten. dan bisa menggali serta mengembangkan potensi pada setiap anak didik.

  35. prasojo berkata:

    saya senang skali gonta-ganti kurikulu,tetapi harusnya cara sosialiasi yang merata,tidak setengah-ssetengah seperti yang ada di kab.nabire.

  36. Gadis Maniez berkata:

    ganti kurikulum???kenapa tidak???
    selama itu demi memajukan pendidikan bangsa Indonesia,itu perlu buangett…asalkan itu bener2 dilaksanakan secara baik dan benar..
    dan emang itu dah resikonya menjadi seorang pendidik, mesti kreatif, aktif no passif…cuman nerima gaji buta.
    TAPI PEMERINTAH JUGA MESTI BENER2 MEMPERJUANGKAN NASIB GURU…karena tanpa ada peranan seorang guru bangsa ini gak maju….tapi GURU juga mesti punya komitmen DEMI MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA…. HIDUP BANGSAKU,,,HIDUP PARA GURU

  37. mr_xman berkata:

    apa maunya pemerintah dengan semua ketidakkonsisten-an ini?

  38. Hendigy berkata:

    Ganti menteri ganti kurikulum, apa benar??? Rasanya kurikulum tidak diganti tapi disempurnakan dan hanya tambal sulam sana sini demi perkembangan pendidikan anak bangsa. tengoklah sejarah pendidikan Indonesia, sudah 32 menteri pendidikan yang diganti tetapi baru 8 kali perubahan atau pergantian atau penyempurnaan kurikulum. Orang kalau ngomong gak tanggung-tanggung dan harus demokrasi tapi ngerti gak demokrasi??? Jangan sampai menjadi penonton di rumah sendiri dalam era globalisasi ini. Ayo kita bangun pendidikan Indonesia dengan selalu berpositive thinking, Yoi…

  39. ipung berkata:

    kurikulum baru selalu menjadi sumber ketakutan bagi orang-orang yang berkepentingan di dunia pendidikan, dimana ketakutan itu menimbulkan berbagai protes yang hanya menunjukkan ketidaksiapan dan ketidakmampuan orang-orang yang merasa berkompeten dibidangnya. kalau memang pemberlakukan kurikulum baru mempunyai tujuan yang baik dan membuat dunia pendidikan lebih maju, sepertinya tidak ada yang salah dengan hal tersebut…

  40. brillie berkata:

    aku butuh data tentang siswa yang pintar tetapi nilai ulangannya jelek karena gurunya nggak bisa menilai siswanya. ada data nggak? minta dunk… thanks..

  41. sagita berkata:

    tolong donk dijelasin penerapan KTSP sebelum kita benar2 ningggalin KBK……. guru binggung siswa makin bingung!

  42. farid berkata:

    untuk pemerintah jangan lah selalu menggati2 kurikulum, kl cuma hanya akan membingunkan kami sebagai siswa. dan juga kalau tiap kali ganti kurikulm, maka kami harus mengganti bukunya. lebih baik kan uangnya di manfaatkan sebaik2nya. daripada mengganti2 buku karena tuntutan kurikulum.mengapa gak bkembali ke kurikulum lama aja???
    kan udah terbukti, negara lain aja dulu banyak belajar ke indonesia, dan guru2 kita sampai di kontrak ke luar negri??

  43. Rhy2 berkata:

    subhanalloh….
    gmn ci,masa kurikulum gaqnti2 terus??!!
    kami sbg siswa jg bingung,,gmn nasib kami kalo kurikulumN ga jls gtu??
    pa bnr,bsok uan bwt sma tmbah mapel jurusan masing2/??gmn mw belajar max??gmn pendidikan Qta bkal suxes??
    Pliz jgn bkin kami frustasi….

  44. adi berkata:

    Bingung, itu tanggapan saya. Kenapa harus sering-sering ganti kurikulum. Yang kemarin saja (kurikulum tahun 2004) masih belum banyak diterapkan dan yang mengerti. Kapan kita mempunyai sistem kurikulum yang paten

  45. widiarti berkata:

    Assalamualaikum……..
    saya cuma pingin nanya, ” selama pergantian kurikulum yang lalu hingga kini adakah meningkatkan mutu didik anak-anak bangsa? yang saya tahu dan dari hasil pengamatan dan juga dari berbagai sumber mengemukakan bahwa mutu pendidikan di indonesia semakin menurun, apakah itu karena dari anak didik itu sendiri atau dari pergantian kurikulum yang tidak pernah mau untuk istiqomah?
    MOHON BERKENAN UNTUK MEMBALAS SEKEJAP PERTANYAAN SAYA.
    terimakasih. Wassalmualaikum……..

  46. pujo berkata:

    That’s so bad for our education “life”. kasian guru n muridnya harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang berubah setiap tahunnya padahal seharusnya kurikulum itu yang harus menyesuaikan dengan kualitas dan kuantitas para guru n murid

  47. Drs, Dede Agus S berkata:

    Kurikulum KTSP perlu adanya kesiapan dari semua stekholder sekolah dalam mwngwmbangkan KTSP sehingga setiap sekolah memilki ciri/khas masing- masing dan tidak perlu adanya ujian nasional kalau KTSP dilaksanakan jangan ada pribahasa kepala di lepas tapi ekornya dipegang

  48. odang suhendar berkata:

    sejauh itu untuk kemajuan tadak ada salahnya kurikulum selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman, jadi bukan berarti ganti mentri ganti kurikulum.dengan catatan kurikulum pendidikan di indonesia selalu berakar dari budaya Indonesia dengan selalu mengupdate kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

  49. bron.. berkata:

    kurikulum teknologi industri kok susah buka nya ?

  50. Ping balik: Kurikulum Baru 2006 ternyata Isinya tidak Baru ! « Wong Solo

  51. samudro sabrang 21 oktober 1987 berkata:

    pergantian kurikulum sebenarnya bukan hal yang buruk asal bagaimana pelaksanaannya benar-benarb terencana dengan baik.bukan hanya itu, perlu dipikirkan juga segi positif dan segi negatifnya. banyak orang awam yang kurang tahu mengenai teknis kurikulum sehingga sering terjadi kendala-kendala yang semestinya bukan suatu masalah. kalau boleh kasih saran alangkah baiknya jika, masyarakat diberi tahu secara detail setiap kurikulum.

  52. ka_bisat berkata:

    INALILAH. . .
    KASIAN BANGET SICH LOE??
    namanya aje gonta – ganti,tapi dalemnya???tetep aje lame!!!
    ga sadar ape??loe tuch,yach. . .cuma di jdiin ibarat bola basket di rewbown ama mereka yang babe – babe buat nambahin devisa mereka yang kmaren habis buat pemilu, , biar menang tuch h h h!

  53. yanse sembiring berkata:

    model lama juga belum loading …..
    apa mungkin kalau gonta ganti itu lebih baik ??
    kapan mapannya ya //

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s