Rabu tanggal 01/03/2006 adalah hari Rabu Abu bagi umat Katolik. Rabu Abu ini menandai permulaan masa Pra Paskah 2006. Mengapa disebut hari Rabu Abu? Mengapa harus hari Rabu? Dan mengapa pula harus abu? Inilah salah satu Tradisi Suci umat Katolik. Mari kita coba menelaah arti Rabu Abu ini.
Menurut Kitab Suci, abu merupakan bentuk kesedihan, penyesalan dan pertobatan. Banyak nabi dan raja yang mengungkapkan rasa kesedihan, penyesalan dan pertobatan dengan abu. Ada yang dengan duduk di atas abu, menabur kepala dengan abu, makan abu, dan lain-lain. Dan ungkapan rasa sedih, menyesal dan bertobat ini telah menjadi tradisi suci turun temurun walau pun wujudnya berbeda. Tetapi umat beriman tetap mengakui bahwa abu lah ungkapan rasa ini.
Sekarang umat Katolik mewujudkan tradisi ini dengan menorehkan abu dengan membentuk tanda salib di dahi pada hari Rabu Abu yang memulai masa Pra Paskah. Pada hari Rabu Abu ini umat Katolik dengan rendah hati dan jujur mengakui bahwa telah berdosa dan menyesali dosa kemudian bertobat dari dosa. Dan ketika Paskah nanti tiba, dosa-dosa kita telah ditebus oleh Yesus Kristus di Salib.
Rabu Abu Pertama
Dikutip dari KatolikSite, Rabu Abu pertama adalah pada saat Adam dan Hawa berbuat dosa pertama dan kemudian diusir dari Taman Eden. Saat diusir itulah Tuhan mengingatkan mereka: “… sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Kejadian 3:19). Dan gerbang Taman Eden (Surga) pun dijaga oleh beberapa Kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar sehingga kita tidak dapat masuk lagi ke sana.
Peringatan Allah ini merupakan peringatan kepada manusia bahwa mereka adalah fana sebagai akibat dari dosa. Ya, kita memang mengimani bahwa dosa itu membawa maut. Itulah warisan dosa asal dari Adam dan kita manusia mewarisinya sehingga kita pun cenderung selalu berbuat dosa. Tetapi kita juga patut berbahagia karena dosa-dosa manusia yang membawa maut ini telah ditebus oleh Yesus Kristus yang wafat di kayu salib.
Dengan wafat-Nya, Yesus menebus segala dosa kita sehingga pintu Surga kembali terbuka untuk kita. Dan Yesus lah yang pertama masuk ke Surga dengan diangkat secara langsung ke Surga lewat gerbangnya yang telah dibuka kembali untuk-Nya. Dia menjadi yang sulung yang masuk ke sana.
Penutup
Jika karena 1 orang, yaitu Adam, umat manusia menjadi berdosa dan mati, maka oleh karena 1 orang pula, yaitu Yesus Kristus, kita ditebus dan diampuni dosa-dosa kita dan hidup, sehingga kita boleh kembali berkumpul bersama Allah di Surga. Yesus Kristus, yang sulung pernah bersabda: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)
Yesus adalah Firman Allah. Semua Kitab Suci mengakui itu, bahkan kitab dari agama sepupu pun mengakui bahwa apa yang dikatakan Yesus adalah berasal dari Allah. Jadi, mengapa masih tidak percaya? Percayalah pada Yesus Kristus yang merupakan jalan dan kebenaran dan hidup! Hanya pada-Nya lah kita dapat kembali berkumpul dengan Allah Bapa di Surga.



