Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Maret 19, 2006
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sulit melepaskan diri dari jeratan monopoli PLN. Dan kita tahu bahwa tarif TDL kita sangat mahal. Sudah begitu pemerintah lebih bodoh lagi dengan membiarkan monopoli ini terus berakar kuat tanpa ada kebijakan atau solusi yang kreatif. Bukankah para staf ahli pemerintahan kebanyakan adalah orang-orang terpelajar yang amat-sangat terpelajar? Kapan kita mau lepas dari pembodohan dan kenaikan TDL yang terus menerus kalau orang-orang terpelajar ini tidak berusaha mengajari kita? Jawabannya adalah: MANDIRI!
Berhemat?
Terus terang bingung memikirkan hal ini. Solusi untuk berhemat seharusnya tidak perlu didengungkan. Karena memang kebutuhan listrik dewasa ini dimana eranya teknologi dan industri maju sudah pasti akan terus naik. Sayangnya memang mungkin kurangnya rencana pengembangan dan kebijakan kelistrikan, atau memang karena pemerintah/PLN tidak punya uang, maka peningkatan kapasitas pasok listrik negara sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan dan peningkatan konsumsi listrik masyarakat. PLN tidak dapat memungkiri kenyataan bahwa mereka tidak bisa memasok listrik sampai ke pelosok negeri ini sebagai bagian dari USO. Sudah begitu manajemen PLN terlihat tidak baik dengan semakin terpuruknya neraca keuangan PLN sampai harus meminta subsidi pemerintah karena defisit. Dimana salahnya?
Swadaya?
Solusi jitu untuk masalah yang merupakan lingkaran-setan ini adalah dengan melakukan swadaya listrik. Dengan begitu kita bisa bebas dari polemik berkepanjangan ini dan bisa terbebas dari masalah PLN dan pemerintah (yang selalu bermasalah).
Mengapa kita harus mandiri? Bukankah kita memiliki PLN? Bukankah lebih lebih praktis jika berlangganan PLN?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini kita harus melihat ke permasalahan saat ini. PLN dan pemerintah telah mengajukan kenaikan TDL dan DPR beserta rakyat telah menolaknya mentah-mentah. Lucunya PLN/Pemerintah hanya mengusulkan 2 opsi, yaitu:
Tampak memang pemerintah didesak untuk menyetujui kenaikan tarif hanya gara-gara ditodong subsidi. Ah… betapa naifnya. Pemerintah tidak memberikan solusi lain di luar kedua solusi di atas. Lucunya DPR juga menolak dengan dalih-dalih berdasarkan ke-2 opsi yang disodorkan tersebut. Mungkinkah ada solusi lain selain kedua solusi di atas? Silakan bapak2/ibu2 yang berkompeten dan amat-sangat terpelajar berpikir lebih kreatif lagi!
Swadaya Listrik Daerah
Beberapa daerah terpencil yang tidak terjamah PLN telah dengan kreatif mengadakan swadaya listrik dengan dibantu beberapa universitas atau LSM yang peduli terhadap mereka. Seharusnya proyek swadaya listrik ini juga dapat diterapkan di pedesaan atau perkotaan walau pun sejatinya desa atau kota ini telah memiliki pasokan listrik dari PLN.
Dan seharusnya listrik swadaya daerah ini menjadi contoh proyek swadaya listrik yang baik dan berhasil.
Swadaya Listrik Industri
Beberapa industri baik berskala rumahan mau pun berskala menengah-besar telah memiliki sumber daya listrik independen. Biasanya berbahan bakar solar (atau campuran bio-diesel). Dan tragisnya industri ini terpuruk saat kenaikan BBM tempo hari.
Peristiwa tragis ini membuat banyak industri gulung tikar, atau minimal mengurangi jam operasi dan jumlah karyawan. Korbannya lagi-lagi adalah masyarakat (buruh) yang bekerja di industri ini. Setelah mereka dihantam kenyataan bahwa harga-harga kebutuhan pokok naik, kini mereka malah tidak memiliki penghasilan karena di-PHK.
Mencari Solusi Swadaya Listrik
Bagaimana kita dapat mengurangi beban biaya hidup ini? Dalam kasus ini kita akan mencari solusi untuk mengurangi biaya listrik. Berhemat jelas bukan solusi yang baik. Yang terbaik adalah dengan mencari solusi lain. Sebisa mungkin murah dan mudah. Efisien dan efektif. Tetapi apa solusinya? Bukankah kita telah punya PLN dan telah bertahun-tahun menjadi pelanggan setianya? Walau pun setia, tapi apakah kita nyaman menjadi pelanggan PLN?
Caranya adalah dengan meniru swadaya listrik dari daerah-daerah terpencil dan menghindari cara swadaya listrik industri yang ternyata masih terpengaruh kenaikan BBM yang tidak menentu, kita harus mulai berpikir untuk mencari teknologi swadaya listrik yang betul-betul kebal terhadap ketidakmenentuan situasi dan kondisi negeri ini.
Minimal solusi swadaya listrik ini harus kebal terhadap:
Idealis?
Nampaknya beberapa syarat solusi swadaya listrik di atas adalah sangat idealis. Tetapi mungkinkah ada solusinya? Jawabnya: ADA!!!
Berikut adalah beberapa contoh solusinya:
Sebenarnya masih ada beberapa solusi lain, misalnya pembangkit listrik dari gelombang laut, gas bumi (baik lewat alirannya mau pun pembakarannya), dll. Tetapi rasanya akan sulit diaplikasikan secara swadaya. Terutama butuh investasi yang sangat besar dan teknologi yang cukup tinggi.
Penerapan?
Penerapannya di masyarakat harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini:
Lalu bagaimana menerapkannya?
Manfaat Swadaya Listrik
Mungkin dibutuhkan investasi awal yang cukup besar, tetapi ini sebanding dengan tidak perlunya iuran dan pembayaran tarif TDL pada PLN yang terus menerus dan cenderung terus naik. Akhirnya tercipta kebebasan dari ketergantungan terhadap 1 penyedia listrik, dalam hal ini adalah PLN. Sehingga apa pun masalah PLN kita dapat terbebas darinya.
Penutup
Tulisan ini hanya sekedar pemicu bagi ketersediaan teknologi alternatif pembangkit listrik yang dapat diterapkan pada level individu dan kelompok sehingga dapat menjadi pilihan kompetitif bagi pasokan listrik dari PLN.
Penulis juga menyadari bahwa tulisan ini tidak ditunjang dengan penelitian yang mendalam dalam bidang teknologi dan terapannya. Tetapi teknologi dan penerapan yang dituliskan di sini telah ada dan telah diterapkan.
Akhir kata, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan diharapkan kita dapat mulai dapat berpikir secara kreatif untuk mengatasi semua masalah yang kita alami di negeri tercinta ini.
Tulisanku yang lain tentang energi/listrik:
Saya mau konsultasi tentang pembuatan pembangkit listrik sederhana dengan menggunakan generator yang digerakkan oleh air gimana ya caranya ? tolong dong bagi siapa yang mungkin bisa membantu, karna ini sangat perlu bagi saudara2 saya yang ada dikampung karna mereka sampai hari ini sepertinya belum ada rencana dan perhatian dari pemerintah untuk membantu pembangunan listrik di daerah tersebut. saya sangat berterimaksih kepada temen2 jika mau membantu
saya minta tolong solusinya dikirim ke alamat email
adiston.marbun_gut@yahoo.co.id
Thank
Saya ingin informasi cara membangun (peralatan utama) pembangkit listrik tenaga mikrohidro serta biogas dan biaya yang dibutuhkan. Kemudian gimana menghitung harga jual per kWhnya.
Jika berkenan tolong dikirik ke denihend@yahoo.co.id
Mohon bantuannya.
Terima kasih
Assalamualaikum…
terima kasih yaaa atas ide nya..
mau bilang kalo berdasarkan artikel di atas muncul beberapa
ide yang bakal di tulis di essay saya. jika tidak keberatan.. ^_^
terima kasih
Wassalamualaikum..
mesin
saya mempunyai solusi tentang bbm yaitu mesin diesel penghasil listrik tanpa bahan bakar .dengan ini kita bisa menghemat listrik dan juga bahan bakar .mesin ini mudah dibuat tapi saya tidak bisa membuatnya karena saya tidak memiliki biaya .saya ingin menawarkan ke perusahaan X2 besar untuk membuat nya.dan saya akan menjual rancangannya ke perusahaan yang berminat seharga 40 juta $ us jika berminat hub 085729622163/085642855937.
Saya ingin informasi tentang hubungan antara kapasitas dan tekanan boiler dengan daya yang dimiliki turbin uap.
Informasi tentang hal di atas dapat di kirim ke e-mail saya : Misbahuddin_konecranes@yahoo.co.id
terima kasih
ngomong-ngomong listrik ada solusi nich…
Juli 28, 2008 pada 5:17 am
Saya numpang bergabung nih