Pembangkit Listrik Tenaga Suara

Kamu setiap saat pasti mendengarkan suara, kecuali jika kamu tuli. Entah itu suara musik, suara burung berkicau, suara kendaraan yang lalu lalang, atau bahkan suara air yang menetes. Kadang kala kita dapat menikmati suara-suara yang indah seperti suara musik, suara kicau burung, suara deburan ombak, gemericik air terjun, dan suara-suara indah lain. Atau sering pula kamu kesal karena suara knalpot bocor kendaraan yang melintasimu, suara orang bertengkar atau suara keras dari seseorang yang memanggil kamu.

Intinya adalah bahwa suara itu melimpah, baik yang diproduksi oleh alam mau pun suara yang sengaja dibangkitkan. Dari dahulu kala orang menyenangi suara-suara yang menyenangkan dan menenangkan jiwa, misalnya suara musik dan nyanyian. Bahkan banyak orang setuju dengan istilah bahwa "lagu adalah bahasa universal."

Teknik untuk menyimpan suara pun telah berkembang sangat pesat. Jika dahulu suara masih disimpan secara analog, maka kini suara telah disimpan dalam bentuk digital sehingga kita dapat menyimpan banyak sekali suara dalam suatu piranti yang mungil.

Tetapi selain dinikmati, suara juga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Seperti kita tahu, suara juga salah satu bentuk energi yang dapat dikonversikan menjadi arus listrik. Tidak percaya?

Seperti kita tahu, sebenarnya microphone (mic) itu adalah alat yang menangkap gelombang suara menjadi arus listrik. Jadi kalau ada suara yang tertangkap microphone maka suara akan dikonversi menjadi arus listrik untuk kemudian diolah lebih lanjut. Sayangnya memang arus listrik yang dihasilkan sangat kecil dan perlu dikuatkan dengan amplifier supaya menghasilkan arus yang lebih besar.

Pembangkit Listrik Tenaga Suara

Dari ide pemanfaatan suara sebagai pembangkit listrik, kita perlu memikirkan suatu teknologi yang dapat memanfaatkan suara ini menjadi pembangkit listrik yang efisien. Bagaimana caranya?

1) Array Sensor. Kita dapat menggabungkan banyak sensor penangkap suara dalam bentuk array yang membentuk suatu modul penangkap suara. Sensor penangkap suara ini bisa saja sebuah microphone. Jika satu mic dapat membangkitkan maksimal 100 mW dan jika diinginkan modul dapat menghasilkan tegangan puncak 10 W, maka kita memerlukan kurang lebih 100 mic. Dan kita dapat mendesainnya dalam bentuk suatu array mic. Tenang saja, bentuk mic itu bukan panjang dengan bulatan di ujungnya seperti mic yang kamu pakai waktu karaoke itu. Sebenarnya bentuk mic itu kecil kok. Bahkan mic dengan bahan piezo-electric bentuknya gepeng-kecil seperti lempengan. Jadi kalau kita membuat array mic, bukan berarti kita mengumpulkan 100 mic besar untuk karaoke itu. Mungkin saja array 100 mic ini hanya sebesar dan setipis tissue toilet kamu.

2) Mic dengan Kepekaan Tinggi. Kita perlu memakai mic dengan kepekaan tinggi sehingga suara yang kecil pun dapat ditangkap dengan baik dan dapat menghasilkan arus listrik yang memadai.

3) Alat untuk Mengkonsentrasikan Suara. Sifat suara itu menyebar ketika dihantarkan dari sumber suaranya. Nah, dengan suatu corong kita dapat mengkonsentrasikan suara-suara dari sekitar mengarah ke microphone kita. Kayak yang dipakai intelijen ketika menguping pembicaraan orang lain dari jarak jauh itu lho.

4) Alat Penyimpan Listrik. Listrik yang telah dibangkitkan disimpan dalam baterai sehingga listrik dapat digunakan ketika dibutuhkan.

5) Penempatan Sensor. Gampang deh. Tempatkan saja sensor suara di pinggir jalan raya atau mungkin di dalam sebuah mall. Dijamin suara yang ditangkap melimpah. Atau taruh saja di dekat mesin-mesin pabrik atau mesin mobil/motor kamu. Asyik lagi kalau dekat air terjun, selain dapat menikmati indahnya alam, deburan air terjun dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.

6) Bangkitkan suara. Jika tidak tersedia sumber suara, karena misalnya kamu tinggal di pedalaman atau di daerah yang amat-sangat terpencil, buat saja suara sendiri kemudian ditangkap sensor suara kamu. Caranya gampang kok. Buat aja baling-baling yang dapat berputar karena angin atau oleh arus air sungai. Baling-baling ini dikopel dengan batang kayu yang berputar dan memukul gendang atau ember atau benda sejenis yang jika dipukul dapat menghasilkan suara berisik. Tapi… kalau toh baling-baling ini diputar oleh angin atau arus air, apakah tidak lebih baik jika listrik langsung dibangkitkan oleh angin dan listrik yak? Malah nggak pakai bising. Hihihi… namanya juga ide. Siapa tahu sensor suara kelak lebih murah dari pada generator tenaga angin atau air.

Aplikasinya

Untuk apa saja aplikasinya?

1) Jelas sebagai pembangkit listrik. Jika teknologi yang dipakai memungkinkan, bisa saja digunakan untuk menghidupi listrik rumah kamu.

2) Catu daya independen bagi piranti elektronik. Pernah melihat kalkulator tenaga surya? Pernah melihat jam tangan yang dicatu dari gerakan? Mungkin kamu malah telah memilikinya. Nah, akan lebih asyik jika handphone kamu dicatu dari suara, jadi tidak memerlukan charger untuk mengisi baterainya. Untuk men-charge baterai, Anda cukup mendekatkan handphone kamu ke sumber suara. Atau ketika kamu ngerumpi lewat handphone kamu, secara tidak sengaja kamu telah mengisi baterainya. Jadi banyakin ngerumpi dan habisin pulsamu. Hihihi…

Gak Enaknya

Jelas ada gak enaknya, yaitu:

1) Berarti harus dekat dengan sumber suara alias sumber kebisingan. Misalnya kamu memiliki modul pembangkit suara yang digunakan untuk menghidupi listrik rumah kamu, maka idealnya tentu rumah kamu harus dekat dengan sumber suara (kebisingan) supaya dapat dibangkitkan listrik.

Enaknya

Jelas ada enaknya, yaitu:

1) Jika memang dekat dengan sumber suara/kebisingan, kamu dapat memanfaatkannya menjadi sumber listrik. Misalnya rumah kamu di pinggir jalan. Wah, dari sebel karena bising menjadi berkah karena bisa menjadi sumber listrik. 

2) Kalau ada temen bertengkar atau teriak-teriak, deketin aja dan sorongkan sensor suara kamu. Jadi deh energi temen menjadi listrik buat kamu.

3) Yang jelas menghemat listrik dari PLN dong! Inget, bahwa TDL tidak naik untuk tahun ini, tapi tidak ada jaminan tahun depan tidak naik. 

About these ads

Tentang Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Tulisan ini dipublikasikan di Energi, Ide, Teknologi. Tandai permalink.

176 Balasan ke Pembangkit Listrik Tenaga Suara

  1. macil berkata:

    Ha….ha…ha… Anda itu bermimpi di siang bolong. Yang perlu saudara ketahui bahwa mic adalah sebuah sensor bukan transducer (pengubah energi). Tolong anda pelajari lebih dalam lagi tentang amplifier.. Karena ampliifier sendiri membutuhkan energi listrik dan besar output maksimumnya bergantung pada sumbernya..

    • you_tron berkata:

      Prinsip Kerja Microphone: Bagaimana microphone dapat mengubah suara menjadi sinyal elektrik?
      Prinsip kerja dari microphone menjelaskan tipe transducer yang berada di dalam microphone tersebut. Transducer adalah sebuah alat yang dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Dalam kaitannya dengan microphone, transducer mengubah energi akustik (suara) mernjadi energi listrik. Menurut cara kerjanya, ada banyak tipe microphone, seperti: dynamic, condenser, ribbon, crystal, carbon, dsb. Namun, ada dua tipe yang paling umum digunakan, yaitu: dynamic dan condenser.

  2. dewo berkata:

    Hallo Macil. Seharusnya Anda yg belajar elektronika. Tampak jelas bahwa cara kerja mic adalah mengubah suara menjadi arus listrik. Pemanfaatannya yang umum memang sebagai sensor. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat digunakan sebagai pembangkit.

    Seperti motor listrik, kita hanya menganggapnya sebagai motor saja. Padahal kita dapat juga memanfaatkan cara kerjanya sebagai pembangkit listrik (generator listrik).

    Selamat belajar elektronika.

    • hendra yodi berkata:

      muantaps…
      ya mungkin cuma iseng nih…….setau saya bahwa speaker sama cara kerjanya dengan mic cuma ukurannya saja yang berbeda, mic bisa sebagi sensor juga bisa sebagi penerima suara dari tape recorder atau amplipayer, nggak percaya colokin aja mic ke tulisan yang ada earphonenya di tape recorder pasti micnya bunyi, nah begitu juga halnya dengan speaker bisa sebagai sensor suara, ini mungkin karena saya sewaktu masih kecil sangat suka mengotak-atik hal yang demikian jadi dengan sendirinya tahu tentang itu. e…..e…. dah jauh ceritanya.
      yang pada intinya bahwa speaker bisa membangkitkan listrik

  3. benx berkata:

    bisa kok, tapi pake linier generator yang udah di modif.

  4. awang berkata:

    menarik sekali :)
    jika memang bisa, luar biasa….

    background pendidikan mas emanuel apa yah? Hipotesisnya sungguh menarik…

    sudahkah mas emanuel mengujinya?
    benar mic mengubah suara menjadi listrik, tapi apakah bisa beroperasi secara mandiri?
    coba mas emanuel taruh microphone (hanya microphone) di depan dan kita berteriak sekeras-kerasnya, sebelumnya hubungkan microphone tsb dg ampere meter…. atau alat lain untuk mengukur keluaran listrik. apakah ada listrik yg keluar dari microphone tsbt?

    logika yang mirip bisa kita temukan di alat sensor, apapun itu.misalkan sensor cahaya yang biasa di pintu otomatis. alat sensor akan mengubah perubahan cahaya (terang gelap) menjadi informasi dalam bentuk pulsa listrik yang kemudian di teruskan ke sistem kontrol. namun apakah kita bisa menggunakan alat sensor itu untuk menghasilkan listrik dengan membalik cara kerjanya?
    :) tentunya kita tahu, sejauh ini untuk mengubah cahaya menjadi listrik di gunakan solar cell….

    mudah-mudahan bisa memberikan sudut pandang lain :)

  5. dewo berkata:

    Hallo Mas Awang,
    Background saya adalah Elektronika & Telekomunikasi (S1) dan Manajemen (S2).

    Setiap sensor dalam dunia elektronika adalah suatu alat yang mampu menangkap “sesuatu” dan mengubahnya menjadi arus atau tegangan listrik. “Sesuatu” di sini bisa berupa: suara, gerakan, cahaya, panas/suhu, beda potensial, dll.

    Microphone memang sensor yang menangkap suara dan mengubahnya menjadi arus listrik. Sayang microphone biasa hanya mampu membangkitkan arus listrik dalam orde micro/mili Watt. Artinya kita harus diperkuat terlebih dahulu (dengan amplifier) agar benar-benar dapat digunakan, entah itu untuk rekaman atau hanya sekedar penguat suara.

    Sensor cahaya juga berprinsip sama, yaitu mengubah cahaya yg diterimanya menjadi arus listrik. Cuma sensor cahaya biasa memang hanya untuk “sensor” bukan sebagai pembangkit. Sedangkan Solar Cell memang digunakan sebagai pembangkit walau pun kalau mau bisa saja digunakan sebagai sensor cahaya. Ini karena solar cell mampu menangkap cahaya dan mengubahnya dalam bentuk arus listrik tetapi dengan arus listrik yang lebih besar dari pada sensor biasa. Jadi lebih baik menggunakan solar cell sebagai pembangkit daripada sebagai sensor.

    Masalahnya sekarang baru ada “sensor suara” (yaitu microphone) dan belum dikembangkan “pembangkit dari suara”, padahal asyik juga bila bisa dibuat “pembangkit dari suara” tersebut. Tetapi bisa saja kita membuat pembangkit dari suara ini dari kumpulan microphone seperti yang telah dibahas dalam artikel ini.

    Salam.

  6. danielle berkata:

    mau proyek buat mengembangkannya?
    buat tenaga listrik di kepulauan

  7. arif berkata:

    Wah saya seneng sekali menemukan blog anda yang sedang saya cari2 yaitu sebuah komunitas yg peduli akan energi yg sehat murah dan aman. Sebenarnya keinginan saya cukup sederhana mas, saya skg berjualan es batu, namun saya menggunakan air yg matang (dosa hukumnya jual pakai air mentah), namun untuk mencapai harga kompetitif saya tdk mungkin menggunakan trs gas atau minyak tanah, salah satu alternatif terbaik adalah tenaga surya untuk memasak air. SAAT INI SAYA TETEP BERJAUALAN, WALAU HASILNYA SAMA SEKALI 0 (HAMPIR TIDAK ADA SISA KEUNTUNGANM karena bbm naik) trimakasih apabila bisa membantu saya untuk dapat memberikan informasi, buku, atau apapun guna saya dapat mewujudkan utk bisa membangun sendiri dirumah alat memasak air dg solar cell. Tolong kirim ke eamil saya: arif_tuttul@yahoo.com.sg . Trimakasih

  8. micho_carloza berkata:

    emang bener-bener ada tah yang namanya teknologi itu?
    kalau emeng bener ada kenapa orng baru menuin sekarang pada hal kan penemuan mikrophone udah jaman gak enak.

  9. Dear Micho,
    Microphone memang sdh ditemukan sejak lama. Tetapi pemanfaatan suara sebagai sumber energi belum dilakukan. Mungkin efektivitas & efisiensinya kurang baik dibanding sumber energi lain.

    Salam.

  10. Dear Arif,
    Dalam blog saya yg berjudul Kemana Mencari Solar Cell? seorang komentator menuliskan tentang penelitiannya dalam membuat solar cell dari transistor.

    Semoga berguna.
    Salam.

  11. komang berkata:

    hebaaaaaaaaat!!!!
    saya suka hipotesanya n ingin belajar.
    saya orang energi dan tenaga listrik tp tdk punya ide sehebat anda
    selamat
    semoga ide anda di terima di sisi_Nya

  12. heri sutikno berkata:

    Dunia ini memang mengalami kemajuan teknologi yang pesat, tapi yang perlu diingat adalah siapakah kita, dimana kita berada, dan untuk siapakah diri kita kelak serta apakah yang kita lakukan ada manfaat buat semua orang

  13. away berkata:

    Boss……..
    i love u
    kita seneng lihat blog ini… kita memang butuh ide ide yang sik asik …. naif juga ga apa apa. toh dari kenaifan itu juga yang bisa menjadi moyang nya inspirasi … (banyak multy milyard dollar tercipta dari mimpi).. terus lah bermimpi dan upaya ,,, Tuhan bersama para Visioneer… hehehehh
    oya saya punya sedikit cerita…
    saya pernah juga bikin patung yang dirancang bergerak , lalu membutuhkan pasokan energi . tapi karena kebutuhan continue . maka akan tidak masuk akal jika berlangganan ke pln . mosok sebuah patung besar di furstage nya ada meteran listrik…. heheheh….. dari sana malah saya berfikir apa ada orang yang pernah memikirkan energi potensial gaya berat .. ” GAYA BERAT SEBAGAI ENERGI LISTRIK ” hehe.. apakah bisa energi potensial ini di convert menjadi listrik ? maksudnya gaya berat yang nampak statis itu… bisa memproduksi listrik tanpa mekanisme gerak yang mengganggu objek utama ….patung saya seberat 5000 kg… saya bayang kan akan menghasilkan beberapa watt perjam dan menggerakan element pengungkit kinetis .. wah bisa lucu deh dan cuantik kalo ada gerak gerak nya…. klo anda ada info tentang energi potensial; yang bisa di convert ke energi electron…tolong saya di kasi tau yaa….——-> awayedo@yahoo.com
    saya pernah bermimpi indonesia tidak butuh lagi centang perenang kawat dan tiang listrik di kota2 desa2 di bangsa ini… bikin jelek tanah air dan polusi yang dihasilkan dari pusat reaktor sangat gila.dengan debit polutan yang gawat dan tak pernah henti..jangka panjang menurunkan kwalitas biota dimuka bumi … bayangkan anak cucu kita idiot karena kerusakan genetis moyang nya….dan dijajah para UFO dari planet seberang
    mimpisaya …..adalah setiap tonase rumah kita …bata bata dan beton yang supe berat itu bisa menghasilakan listrik dalam diam nya……. diam yang ngeden..heheh
    setiap rumah adalah penghasil listrik itu sendiri…

    kalo ada teman yang punya impian lain aku di beri tau yaa….
    jika ada ide naif lain ..semakin naif aku semakin bahagia ….

    heheheheh…
    selamat hampir tahun baruu yaa
    away
    jogja

  14. away berkata:

    Pernah saya baca sebuah tulisan di koran …akan di buat pilot projek untuk tenaga listrik dari pemanfaatan gerak ombak di tepi pantai… di pantai selatan jateng …jogja apa baron wonosari …saya lupa….
    tapi ka[an ya ?

  15. Agung Sudrajat berkata:

    Wah, kok Anda mencuri ide saya sih! Itu kan melanggar hak cipta… :-)
    Memang hal itu bisa menjadi tren masa depan. Terus kembangkan dan sukses!!

  16. Firnandi Lucky berkata:

    sebenernya ga ada yang ga mungkin,,,ayo semangat!!!! jadikan indonesia lebih baik!!! jadilah albert einstein indonesia….

  17. wiyandi hasan berkata:

    mas away said, bukannya PLTA itu mengubah energi potensial menjadi energi listrik????

  18. Dear Agung Sudrajat,
    Maaf jika aku mencuri ide Anda. Tapi sewaktu menulis ini aku belum tahu ide Anda. Lagi pula aku nulis ini cuma asal njeplak saja kok. :D

    Dear Wiyandi,
    Aku sdh menulis jawaban utk Pak Away tentang kekekalan energi, tapi bukan di forum ini. Intinya adalah bahwa untuk membuat energi listrik diperlukan konversi dari energi lain. Ini sesuai dengan hukum kekekalan energi.

    Jadi gelap atau dingin dan berat itu bukan potensial dan energi. Yang berupa energi itu adalah cahaya dan panas dan gerak. Dari energi cahaya, panas atau gerak itulah baru dikonversi menjadi listrik.

    Salam untuk semua.

  19. alex berkata:

    tolong sebutkan sifat-sifat suara>Thanks before.

  20. wah keren banget
    ternyata ada blog semacam ini syaa suka apalagi bisa berbagi ilmu dan belajar bersama tentang enenrgi dan yang lainnya, salut deh buat yang punya blog apalagi tenaga listrik pakai suara boleh tuh di kemabangkan.

    good luck

  21. anak_sapi berkata:

    welwh-weleh…….
    emang bener kalo energi listrik menggunakan suara tidak efisien, karena emang yang namanya suara menyebar kemana-mana, meskipun di arahkan dengan baik sekalipun, dan lagian energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suarapun sangat kecil, terkecuali amplifier yang lagi-lagi listrik.
    Say juga punya ide neh, gimana kalo bikin pembangkit listrik tenaga radio, maksudnya gelombang radio. sekarang ini yang namanya gelombang radio bersliweran dimana-mana. Mungkin bagi yang punya dasar elektro tau ato pernah bikin radio kristal, radio tanpa menggunakan batu battery.

    bagi yang tertarik dengan generator angin neh ada situs menarik.

    http://www.sentex.net/~sxing/generator/generator.htm

    Disaat kita sibuk ngomongin gimana bikin generator angin, negara lain malah udah ekspor besar-besaran.

  22. dewo berkata:

    @Dear Anak_Sapi,

    Pembangkit Listrik Tenaga Radio? Ide yg brilian. Tetapi sayangnya gelombang radio itu dayanya kecil sekali. Apa bisa digunakan untuk pembangkit ya?

    Sebenarnya kita punya cukup banyak sumber daya manusia yg hebat dan cerdas. Dan pembangkit tenaga angin itu bukan hal yg sulit. Tetapi sayangnya kebijakan pemerintah kita itu … (*** CENSORED ***)

    Salam.

  23. Tantan berkata:

    Klo boleh tau, jenis mic-nya yang bagaimana? apakah terbuat dari karbon atau piezo-electric?

    dan bagaiamana carakerja mic itu sehigga bisa menghasilkan listrik?

  24. @Dear Tantan,

    Sebenarnya setiap jenis mic sudah dapat menghasilkan listrik. Cuma memang seberapa besar arus/tegangan yg dihasilkannya. Sedangkan piezzo-electric menghasilkan arus sangat kecil dibandingkan dengan microphone biasa.

    Salam.

  25. 'ntus berkata:

    ide bagus mas,saya sangat tertarik u/ bisa ikut berpartisipasi langsung bila ada pembuatan prototypenya,…
    teknologi terakhir yang saya tahu, air kencing juga bisa dijadikan salah satu alternatif pmbangkit listrik,…

  26. dewo berkata:

    @Dear ‘ntus,

    Wah… bagaimana tuh cara kerja pembangkit tenaga kencing?

    Salam.

    • tututariani berkata:

      Kalau setahu saya, energi dari tenaga kencing itu karena Urine mengandung garam,amonik dll, menjadikan urine bersifat elektrolit, semacam air limbah, bisa amenghantarkan listrik.

  27. alv berkata:

    Artikel nya bagus koq, kalo acuan nya seperti ini banyak sebenarnya alat transmisi komunikasi yang dapat di gunakan untuk menghasilkan energi listrik….
    Mmg gak ada yang gak mungkin selama kita mau berusaha.
    Tapi sebenarnya saya lebih setuju dengan usulan anak_sapi.
    Karena banyak frekuensi yang berkeliaran di udara.Walaupun arus yang dihasilkan kecil tapi dari suatu antena dapat diatur gain dan pemfokusan poal pancar, sehingga dapat menghasilkan arus terbimbing yang lebih maksimal.
    Oya, saya juga ada ide mengenai transmisi listrik secara wireless…mmg sih hal ini agak sedikit gak mungkin..sebab pengaruh radiasi yang besar shg berpengaruh terhadap makhluk hidup…Kira2 mas dewo ada ide gak ttg listrik wireless, khan enak tuh jadinya biar kabel2 listrik gak pada seliweran dmn2,,,,,thx……..Maju terus….pantang mundur CAyoooooooooooooooo

  28. dewo berkata:

    @Dear Alv,

    Sebenarnya ide transmisi daya lewat udara (wireless) sudah ada. Tapi saat ini yg bisa diaplikasikan baru lewat medan magnet. Sebagai informasi, sekarang sudah ada charger tanpa perlu mencolokkan piranti ke charger. Sekarang charger sudah bisa mengisi piranti lewat medan magnet yg kemudian diubah menjadi medan listrik. Jadi bisa wireless.

    Sayangnya masih belum bisa jarak jauh, hanya bisa beberapa sentimeter saja jarak antara piranti dengan charger. Tapi ini sudah membuktikan bahwa teknis tersebut bisa diaplikasikan.

    Salam.

  29. foton berkata:

    mas, setau saya yang namanya mic itu cuma menghasilkan arus yang sangat kecil. kalau mau dijadikan sebagai sumber tenaga listrik, berarti harus menggunakan mic yang cukup banyak atau memodifikasi mic agar kandungan bahan piezoelectriknya besar sehingga arus yang dihasilkan cukup untuk hanya sekedar menyalakan lampu kamar tidur. klo menggunakan amplifier ya jelah gak bisa, kenapa? yang namanya amplifier itu menggunakan sumber tegangan dari luar(baca:yang sudah ada) jadi klo menggunakan amplifier berarti namanya bukan sumber listrik.
    kenapa motor bisa menghasilkan arus yang besar? karena emang dari medan magnet yang dihasilkan besar sehingga arus induksi dari magnet akan ikut besar pula.
    mas…klo mempublikasikan ide harap dipikir dulu yaa……………..

  30. dewo berkata:

    @Dear Foton,

    Emang kecil. Makanya untuk membuat agar arus yg dihasilkan besar, itu merupakan tantangan bagi kita. Oh iya, jangan salah dengan amplifier. Karena amplifier itu dibagi menjadi dua, yaitu amplifier pasif dan aktif. Tentu yg Anda maksud adalah yang aktif yg memerlukan sumber tegangan dari luar.

    Hihihi… namanya juga ide. Yg penting jangan batasi imajinasi dan kreasimu. Kalau bisa, mengapa tidak? Siapa tahu kelak benar-benar akan menjadi sumber energi alternatif. Toh suara itu juga energi. Dan suara itu melimpah ruah di sekitar kita.

    Salam eksperimen (meniru salam dari Pak Paijo).

  31. sunarto msp berkata:

    Dulu saya tukang reparasi alat elektronika. Sekarang guru bahasa inggris di sma. saya setuju bahwa mic itu penghasil arus listrik, walau kecil. coba kita pikirkan kalau micnya dibuat sebesar generator listrik, magnetnya juga sebesar magnet generator listrik, membrannya menyesuaikan, dipasang di daerah yang cukup sumber suaranya, seperti di pabrik dengan suara bising mesin. coba-coba-coba ……

    tentang menggunakan tenaga gelombang pantai selatan jawa, saya biasa bermain ide dengan murid-murid saya, tentang hal itu, ide saya sederhana, coba potonglah botol di bagian bawah, buang. bagian yang lubang besar di bag bawah ditaruh di permukaan air, ujung kecilnya di atas permukaan air, gerakkan air seperti buat gelombang, ada udara bergerak dari mulut botol tersebut, kalau botolnya banyak maka udara yang bergerak juga banyak cukup untuk menggerakkan kipas angin dan lebih kontinyu, taruh di laut selatan, energi yang dihasilkan besar. coba-coba-coba ………..

    Saya baru punya ide untuk menghasilkan energi dari daya angkat air tenang. Yang diangkat adalah plastik yang berisi udara. Dibuat kipas gelembung plastik, udara yang ada pada plastik ujung atas dikempiskan dipompa ke plastik yang dibawah, empat gelembung akan saling memompa dan mengangkat, berputar di dalam bejana berisi air. kurang jelas hubungi saya di 08179599704 coba-coba-coba …………..

    (Ingin punya rumah di tepi sungai dengan air yang mengalir jernih)

  32. sunarto msp berkata:

    Ide lain sudah kusiapkan, energi potensial lalu lintas jalan raya.

  33. dewo berkata:

    @Dear Sunarto,

    Wah, asyik juga tuh ide pembangkit alternatifnya. Kami tunggu perkembangannya, Pak. Juga energi potensial lalu lintas jalan rayanya.

    Salam.

  34. Muhammad Suyatman berkata:

    mas setahu saya tegangan keluaran dari mic itu AC kemudian
    untuk menggabungkan pembangkit listrik perlu sinkronisasi tegangan maupun frekwensinya,yang perlu dipikir sanggup ga daya pembangkit memback-up peralatan sinkronisasi.kalo sumber daya alat sinkronisasi dari batrai lama2 khan juga minta dicharger.mas di itung dulu nilai ekonomisnya ya cocok ga energi alternatifnya dipake di pedesaan

  35. dw1_p43 berkata:

    pembangkit listrik tenaga suara bagus juga>>>>>>
    saya mo tny…bkanya mic jg mmbutuhkan daya….???
    o ya klo ada artikel tentang pembangkit listrik tenaga angin/air lengkap dengan cara kerja dan gambar rangkaiannya…. tolong kirimkan k email
    dw1_p43@yahoo.co.id

    oche….thanks,,,,,,,,,

  36. Masrah berkata:

    thn 1994 judul “Pembangkit listrik teanag suara ” ini saya ajukan untuk jadi penelitian tugas akhir saya dalam menyelesaikan program S1 teknik Elektro di Indonesia. tapi pembimbing saya waktu itu menolak, dengan pertimbangan hipotesa tersebut masih sangat jauh/sulit untuk membuktikannya.. disamping alatnya harus buat sendiri dan butuh waktu lama, juga akan menghabiskan biaya yang besar.
    Waktu itu saya mengajukan untuk memanfaatkan kebisingan yang terjadi di seputar lapangan udara sebagai sumber suara..Sampai sekarang saya masih yakin hal ini suatu saat pasti akan terwujud. Tapi dasar teknologinya tidak dikembangkan dari prinsip “mic dengan kepekaan tinggi” tetapi saya mempunyai konsep lain yang tidak terkoptasi dengan ide pembuatan mic yang bisa digunakan dengan prinsip terbaik. Tapi sabar dulu.. karena saya lagi ngumpulin dana… sekarang saya sedang produksi mobil listrik untuk berbagai kegunaan, saya kuasai dulu teknologi pemanfaatan listriknya untuk aplikasi yang rame dibutuhkan orang yaitu mobil sambil kumpulin duit sebanyak mungkin, baru saya lanjutkan riset pembangkit tenaga listik suara… kalau prinsip mic sudah berhasil boleh juga kita biayai bareng bareng…. Maju terus… “anda adalah apa yang anda pikirkan dan dalam riset orang tidak menghasilkan “kegagalan” melainkan cara yang salah sekaligus sebagai titik tolak dalam menemukan “berhasil dalam penemuan”. salam dari masrah/Marlip

  37. sibol berkata:

    sungguh luar biasa.
    bagi temen2 yang kurang interest krn artikel ini,ayo kita rame2 melakukan penelitian.kebetulan ak msh mahasiswa,teknik fisika,bidang energi,ak mau masukin ide ini dalam program kreatifitas mahasiswa.makasih mas dewo idenya.
    bagi temen2 yang kurang interest krn artikel ini,tunggu aja hasil penelitian dari saya.minta doanya.

  38. @Dear Masrah,

    Wah, padahal seharusnya penelitian tugas akhir Anda bisa dilakukan dan bisa saja sekarang sudah berhasil. Kebetulan Mas Sibol tertarik untuk menelitinya.

    @Dear Sibol,

    Semoga berhasil Mas Sibol.

    Salam.

  39. charlie berkata:

    ide yang bagus. tapi aku ada pertanyaan nih, bisa tidak tunjukkan rumus untuk kincir angin sederhana lengkap dengan rumus. khususnya pengaruh besar kincir terhadap tegangan keluaran maupun arus keluaran. soalnya ada tugas neh dari dos. untuk buat kincir angin sederhana lengkap dengan tegangan keluaran yang bisa di ukur dengan multimeter.

  40. Ping balik: Main di Gedung Puspa Iptek « Emanuel Setio Dewo

  41. agus berkata:

    jika hal itu memang dapat dibuktikan secara ilmiah kita bisa bekerja sama untuk mengembangkan proyek ini saya sangat tertari dengan ide tersebut, kita dapat saling sharing unruk mewujudkan proyek tersebut . tolong berikan dasar teori dan blue print priyek listrik tenaga suara tersebut sekian, senang bekerja sama dengan anda

  42. ade berkata:

    Seperti komentar bung Dewo, sebenarnya kita ga harus yg terlalu jauh dulu ok relax visi itu penting dan ga kala penting nya dengan misinya juga, yahh sebelum kearah sana tuntasin dulu PLTA yg ada mungkin dengan memberi bantuan pengembangan mikrohidro jg udah sangat berpengaruh byk. Masyarakat bisa swasembada listrik. Dan mungkin setelah itu boleh beralih ke Tenaga angin dan panas bumi dan mungkin jg ke gagasan2 anak2 bangsa :D sperti kalian2 ini.

    “Terus Belajar dan Maju” adesanto_asman@yahoo.com

  43. dadan berkata:

    wah ternyata ada jg ide untuk membangkitan tenaga listrik dari suara. patut dicoba tp untuk dikota yang ramai tentunya dan bisa jadi di air terjun.
    buat mas2 dan mbak2, saat ini saya sama teman2 sedang mengerjakan pembangkit tenaga listrik mirohidro di daerah sulsel (kampung teman saya) karena di sana listrik belum ada. tapi saya bingung terutama bagaimana mekanisme dan rangkaian skema pembangkit listrik tersebut dan tahapan apa saja yang diperlukan.
    adakah yang maumembantu dengan mengirimkan informasi tersebut terutama skema cara kerja atau yang berhubungan dengan tenaga mikrohidro. terima kasih.
    dadan (dadan.suhandana@gmail.com)

  44. dhee berkata:

    ide yang brilian. smoga bisa direalisasikan. apalgi sekarang pasokan listrik pln sudah gawat. beberapa hari ini bahkan sering ada pemadaman di pemukiman…
    ayo ciptakan sumber energi baru!!!

  45. bije berkata:

    emm……
    sori ikut nimbrung, soalnya aku g ahli dalam bidang ini. yaaa adalah sedikit pengetahuan yg rada nyambung.

    idenya secara dasar bisa diterima. Karena memang mic itu merubah en. suara jd en. listrik. Tapi bukan jadi listrik gitu aja, dia hanya perubahan besar arus.
    Pada pengeras suara, perubahan itu diperkuat lalu ‘diterjemahkan’ kembali.
    Nah…. pada ide ini, apakah bisa perubahan arus tersebut di jadikan sumber arus untuk keperluan perangkat elektronik???

    Mungkin bisa saja….tapi harus ada banyak sekali perubahan arus kecil yang dijumlahkan menjadi besar. Bukan begitu ?

    Maka suatu saat mungkin ide ini akan terbentur dengan efisiensi kerjanya. Baik dari segi ukuran pembangkit, atau pun jumlah pembangkitnya.
    Apakah setara dengan energi yang dihasilkan?
    Apakah sumber energinya mencukkupi?

    Jadi lebih baik pengembangannya dilakukan dalam sisi perangkat pengubah energinya.

    Begitu pemikiran saya.
    Makasih Mas Dewo…
    Semoga berhasil. Sukses yah
    ^_^

  46. dewo berkata:

    @Dear Bije,

    Iya, mic itu mengubah energi suara menjadi arus. Tapi dari arus bisa diubah menjadi tegangan. Memang efisiensinya sangat kecil, tetapi dengan beberapa langkah yang sudah dijabarkan di atas, kemungkinan efisiensi pembangkitan dapat ditingkatkan.

    Contoh dari peningkatan efisiensi tersebut adalah:
    1. Array mic.
    2. Mic dengan kepekaan tinggi.
    3. Alat pengkonsentrasi suara –> parabola suara.
    4. Penyimpan energi yg efisien.
    5. Penempatan sensor yg tepat –> di tempat dgn kebisingan tinggi.

    Ya, Anda betul. Peningkatan efisiensi ini lebih ke pengembangan di sisi perangkat.

    Salam.

  47. AgungK berkata:

    Pada prinsipnya sih menurut gua idenya cukup bagus. Hanya saja target aplikasinya kelihatannya terlalu besar. Saya pernah baca kalau peneliti di suatu univ (entah MIT atau yang lain) telah melakukan penelitian untuk meng-energize wireless sensors.

    Prinsipnya, dalam harvesting energy faktor nol yang harus menjadi perhatian adalah ketersediaan sumber energy itu sendiri. Dalam hal sound wave energy, saya kira kita semua mahfum kalau ambient energy density di pusat keramaiannpun sangatlah kecil (several microwatts/m2). Jadi any plan to use it for devices that consume more than a few nano-watts is quite unreasonable.

    Ref: http://www.nonoise.org/library/envarticle/index.htm

    http://www.sengpielaudio.com/calculator-soundlevel.htm

  48. echytanjung berkata:

    salut ama mas Dewo yang membuat saya jadi tertarik ikut memberi comment di blog ini…

    ada gak masukan buat pln yg saat ini sedang mencanangkan visi rasio elektrifikasi 100 persen di tahun 2020 (Visi 75-100) dengan membuat pembangkit non bbm seperti PLT Suara yang mas Dewo tulis? kira2 sumbernya diambil dari manna ya? n kira2 bisa menghasilkan energi berapa megawatt?
    n pastinya kita butuh semacam “pengedap suara” supaya gak mengganggu masyarakat, ya gak?

    thanks bantuannya…

    hihi…

  49. dewo berkata:

    @Dear AgungK (#48),

    Unreasonable ya? Hihihi… tunggu saja 10 tahun yang akan datang.

    ~~~

    @Dear EchyTanjung (#49),

    Terima kasih atas salut-nya.

    Untuk PLT Suara, sumber suara bisa dari mana saja. Seperti kita tahu, kebisingan bisa kita dapat dari mana saja. Suaranya tinggal difokuskan saja sehingga cukup untuk membangkitkan arus/tegangan. Untuk skala “mega” watt sih kayaknya masih panjang jalannya. Tetapi bukannya tidak mungkin jika kelak bisa sampai ke skala tersebut.

    Soal pengedap suara, rasanya sih tidak dibutuhkan. Justru sensor suara yang akan menangkap segala kebisingan tersebut. Jadi kalau masyarakatnya yg bising, ya kita sedot saja suaranya. Hehehe…

    Salam.

  50. asr@ berkata:

    segala sesuatunya memang patut dicoba mas….
    udah jalan blum mas….
    boleh tanya gak mas klo yang menggabungkan dinamo dengan dinamomotor udah ada blom, ‘motor’ bisa memutarkan dinamo dan dinamo menyuplai listrik untuk motor tsb agar dapat berputar dan sebagian untuk dipakai kita, start pertamanya aza yang butuh bantuan manusia untuk memutarnya hingga dinamo menghasilkan listrik. klo udah jalan kan gak perlu bahan bakar lagi mereka bedua aja yang saling bekerja.

  51. dewo berkata:

    @Dear Asr@(#51),

    Tentu saja tidak bisa berjalan karena efisiensinya tidak bisa 100%. Jadi kalau pun bisa, paling hanya mampu berjalan selama beberapa saat dan kemudian mati.

    Salam.

  52. Global Power berkata:

    Bilamana ada yang membutuhkan panel2 listrik, box panel, komponen panel, genset ataupun penangkal petir elektrostatik bisa klik alamat kami:

    http://www.g-powers.com
    http://www.globalpowerengineering.blogspot.com

    terima kasih.

  53. rudi berkata:

    de@rr m@s dewo
    maaf mas cara kerja nya yang detal gmana

  54. tezar berkata:

    assalmualaikum
    untuk menghasilkan energi listrik dari suara tampaknya agak terlalu sukar untuk diimplementasikan
    saya mempunyain usaha rental sound system dan tak terbesit satu pun dari pikiran saya untuk menghasilkan listrik dari gelombang suara yg dihasilkan dari speaker saya
    jika pun bisa, nampaknya di indonesia akan sulit untuk diimplementasikan
    saya baru baca sebuah artikel bagaimana mobil digerakan dengan menggunakan udara. mobil bukan lagi digerakan oleh bensin (cupu), fuel cell (susah), listrik (repot), tapi menggunakan fasilitas yg sudah Allah berikan kepada kita, yaitu udara.
    jika kita melihat dipinggir jalan, atau ban mobil , motor kita kempes, kita langsung berpikir ke tukang tambah angin di pinggir jalan, menggunakan kompresor merah mereka dan alhasil mobil, motor kita bisa berjalan lagi
    teknologi sudah ada di depan mata, fasiliitas sudah ada namun baru kita sadari, kenapa tidak menggunakan compresor udara untuk menghasilkan listrik?
    jika ada sanggahan, terima kasih

  55. deja berkata:

    aku rasa berwacana saja semua orang bisa.
    yang jelas suara itu adalah polusi. asap juga plusi. tapi yang mghasilkan energi bukan asap tapi bahan bakarnya. artinya auara atupun asap itu cuman efek samping. yang namanya efek samping tentu dong akan senantiasa di reduksi. gk mungkin di bangkitkan kahn. ya gk…

  56. papas berkata:

    bagaimana cara untuk mengubah geraran suara menjadi energi listrik?

  57. papas berkata:

    bagaimana cara mengubah getaran suara menjadi listrik?

  58. @ Dear Rudi (#54),

    Pada dasarnya microphone adalah alat pengubah suara menjadi arus listrik. Cuma microphone menghasilkan arus sangat kecil. Tinggal bagaimana memperbesarnya.

    Cara kerjanya mudah kok. Tangkap suara dengan microphone yang peka. Memang perlu modifikasi microphone-nya supaya arus listrik yang dihasilkannya cukup besar. Misalnya dengan membuat array microphone, memperkuat atau memfokuskan suara, membuat microphone yang sangat peka, dan lain-lain.
    ~~~

    @ Dear Tezar (#55),

    Boleh juga tuh. Tapi harus dipikirkan pula efisiensinya, baik daya yang dihasilkan mau pun besar-kecilnya kompresor yang digunakan mau pun penyimpanannya.

    BTW, idenya bagus. Kembangkan terus ide-idenya.
    ~~~

    @ Dear Deja (#56),

    Wah, kalau polusi (suara) bisa dimanfaatkan, maka itu merupakan inovasi. Ayo kita berinovasi.
    ~~~

    @ Dear Papas (#57 & #58),

    Mohon dilihat jawaban saya untuk Mas Rudi di atas.
    Sebenarnya tidak sulit kan?

    Salam.

  59. holy_boy berkata:

    saya pengen komentar aja, u suck…

  60. de er berkata:

    boleh tau gambar skema dan cara kerjanya please!!!! gw di suruh nyari dan bikin alat buat uji kompetensi …

  61. prasst berkata:

    Bagus ini idenya, tp mesti dipikirkan dulu bagaimana cara memfokuskan gelombang suara yg menyebar dimana2…Jadi hrs dibuat suatu teknik yg mampu mengumpulkan dan memantul2kan gelombang suara hingga menghasilkan energy yg besar sblm masuk ke microphone khusus (modifikasi)… Modifikasi disini tentu saja listrik yg dihasilkan dr getaran2 tsb diperkuat bbrp kali lipat dan hasilnya disimpan di suatu kondensator dan batery (lithium ion atau yg lebih canggih lg lah)…

    IMHO, yg jelas idenya mas Dewo bagus koq ^_^

  62. prasst berkata:

    @papas

    bagaimana cara mengubah getaran suara menjadi listrik?

    jawab:

    Itulah mekanisme sebuah microphone…sblm menuju amplifier dan speaker, microphone merubah energy gel.suara menjadi sinyal2 listrik dulu… Tapiii berhubung mic biasa itu sinyal2 listriknya kecil, maka perlu ada modifikasi lg niih

  63. prasst berkata:

    @tezar

    energy udara memang bisa jadi pembangkit listrik, sudah byk kok yg memakainya…misalnya aja negeri kincir angin (Belanda)

  64. fuck_u berkata:

    fuck off u son of a bitch

  65. Dewi indah berkata:

    hmmmmmm, keren niko.
    bolehkah saya jadikan ini sebagai judul untuk PA (Proyek Akhir) saya?
    saya adalah mahasiswi ITTelkom (STTTELKOM) D3 Teknik telekomunikasi elektro angkatan 2006, sekarang saya lagi di semester 4. kalo boleh, mohon kirimkan secara detail penjelasan dan dasar2 teori yang mendukung ke email saya tersebut. terima kasih

  66. Danu Fahmi Azis berkata:

    Nggak usah banyak denger komentar orang tentang gagasan dan ide pikir anda. Terus jalanin aja apa yang ada di benak anda. Jangan pernah takut untuk mencoba.
    Jika apa yang ada di pikiran anda saat ini tentang “Pembangkit Listrik Tenaga Suara” dapat dimanfaatkan, setidaknya mampu memberi sedikit sumbangan bagi negara saat ini. Itu adalah suatu perbuatan dan merupakan suatu buah pemikiran yang besar bagi kehidupan….

    Semangat…

  67. Artika Sari berkata:

    Wah hebat sekali ide bang Dewo. Saya barusan keliling Indonesia bersama seorang Profesor dari UGM untuk menemui orang-orang yang telah dan sedang mengembangkan enegi alternatif. Ada yang bisa membangkitkan listrik sampai 900 W hanya dengan batere 1.5 v kecil, katanya itu quantum generator. Saya menyaksikan alat uji yang mereka gunakan. Saya senang mereka begitu kreatif. Dan kini bang Dewo. Selamat semoga sukses.

  68. Q berkata:

    Sebenarnya idenya menarik dan saya yakin bisa merealisasikan kalau disediakan dana untuk riset. Tetapi saya sudah menemukan pembangkit listrik yang saya katakan lebih revolusioner yang saya namakan Gen-Pintar yaitu generator listrik tanpa menggunakan energi dari luar. Saya bersama tim sudah memulai riset selama 4 tahun dengan biaya sendiri dan sampai saat ini kami telah berhasil menciptakan generator dengan daya 1000Watt dan 3000watt, untuk pengembangannya saya yakin akan bisa dibuat untuk generator dengan daya mega watt. Saat ini saya sedang berusaha untuk mencari investor dalam hal produksi dan pengurusan patennya.

  69. Balita berkata:

    Ide bagus bang Dewo truskan risetnya, untuk bang Q kapan akan di jual untuk masyarakat.

    Saya tertarik dengan arus air di selat yang sempit atau di teluk yang sempit. Kita ketahui bangsa kita ini kan banyak pulaunya, dari selat2 yang sempit yang arus air lautnya deras kenapa tidak digunakan untuk pembangkit listrik.

  70. Ipay Lembom berkata:

    Bangsa ini akan Maju kalau banyak pemuda pemuda seperti anda de DEWO. Jangan pantang menyerah hanya karena coment yg miring tentang ide anda.

    Bagaimana jika ada suatu tempat yg mampu menghasilkan suara kebisingan hingga 90 dB, bisakah jadi sumber tenaganya.

    Maju terus de Dewo penemu penemu terdahulupun bisa berhasil karena dari ide ide ekstreemnya. Selamat ber tesis ria de DEWO.
    kalo dah berhasil kabarin yah.

  71. frans berkata:

    BOdoh….!!!!

    Jangan gila donkkk…..

    Lo mimpi kali ya…

  72. Oka Mahendra berkata:

    Dewo, mungkin bisa sekali mengubah suara menjadi energi listrik, tapi kayaknya nggak pakai microphone deh… Microphone itu dalamnya hanya sebuah resistor (atau kapasitor) yang nilainya berubah-ubah, jadi tidak bisa membangkitkan listrik.

    Mungkin bisa memakai “micro kinetic enegy generator” yang akan menghasilkan listrik saat alat tersebut bergerak. Mungkin gerakannya berasal dari suara. Tetapi desainnya harus perfect agar bisa menangkap getaran yang sangat kecil yang ditimbulkan oleh bunyi.

  73. @ Dear Oka Mahendra (#73),

    Microphone itu isinya bukan sebuah resistor (atau kapasitor), tetapi sebuah membran yang akan bergetar ketika menerima getaran suara. Membran-lah yg kemudian akan membangkitkan arus listrik.

    Micro kinetic energy generator yg Anda sebutkan sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan di salah satu jam kinetik. Jam kinetik akan mengubah getaran yang diakibatkan oleh pemakainya (atau diguncang2) ke arus listrik dan menyimpannya ke baterai. Jam kinetik tersebut bahkan bisa berhenti (hibernate) ketika kehabisan energi tetapi tetap menghitung jam dengan kebutuhan energi yg sangat kecil. Ketika jam tersebut diguncang2 (utk mendapatkan energi), maka jarum jam akan menyesuaikan ke jam terkini.

    Jadi ada 2 hal yg kita bicarakan, yaitu “suara” sebagai sumber energi dengan “gerakan” (kinetik) sebagai sumber energi. Kedua-duanya hampir mirip karena pada akhirnya suara juga membangkitkan energi kinetik walau pun orde-nya sangat kecil dibandingkan dengan guncangan.

    Salam.

  74. goxille berkata:

    wew… mantab juga tuh mas.. soalnya di kampung gue nih blom ada listrik. yang ada hanyalah hamparan sungai mahakam yang cukup besar n denger2 skarang kan ada yang namanya pembangkit listrik tenaga air, kira kira bisa gak arus sungai mahakam yang g terlalu deras itu di jadiin sumber tenaga listrik, trus cranya gmana ya???

  75. galih berkata:

    ….mmm…. pak dewo… mohon koreksinya ya….

    bayangan kasar saya seperti ini..
    suara mengandung frekuensi dan dapat menghasilkan getaran… untuk dapat menerima getaran maka diperlukan membran halus yang bisa bergetar begitu mendapat aksi dari frekuensi dari “suara”
    …nah reaksi getaran dari membran akan mempengaruhi induksi magnetik yang sengaja dibuat disekitarnya… Untuk menghasilkan arus listrik, maka perlu kumparan yang menempel di membran tersebut…

    Hal yang masih membuat saya bingung, nanti yang membuat arus listrik semakin kuat adalah tinggi nada suara(frek semakin tinggi) or power suara (dbm) ?? kesimpulan sementara adalah power karena biasanya ayunan membran suatu speaker berdasarkan power…(apalagi nada frekuensi rendah or bass)
    :)

  76. A-one berkata:

    wa………….
    ternyata akang ini copi paste dari web site lain ya………….
    hayo ngaku……………….

  77. Dilla berkata:

    Iya neh, bener2 artikel yang mengada-ada. Masa untuk membangkitkan listrik kita harus mengonsumsi listrik juga ;p
    Pasti ada penyusutannyakan. Jangan2 untuk membangkitkan 4 kW kita menghabiskan 5 kW ;p

  78. agus.w berkata:

    Yth saya tertarik utnuk membuat pembangkit tenaga listrik tenaga air, bisakah anda membantu saya memberikan skema cara membuatnya jika punya.trims

  79. agus.w berkata:

    saya tertarik untuk membuat pembangkit listrik tenaga air, bisakah anda memberikan gambar skema cara membuatnya.trims

  80. eqi berkata:

    saya tertarik untuk membuat pembangkit listrik tenaga air, bisakah anda memberikan gambar skema cara membuatnya.trims

  81. cak NUR berkata:

    ikut komentar ya
    Ide mas emanuel sangat bagus, dan mungkin bisa direalisasikan. Microphone (dinamic) yg biasa kita gunakan untuk karaoke prinsipnya menggunakan coil dan magnet. Jika membran mic terkena suara, maka membran akan menggerakkan coil di medan magnet. Dengan demikian, ujung coil akan timbul GGL (gaya gerak listrik) walaupun sangat kecil dayanya. Saya yakin 100% karena pernah test dengan Oscilloscope :-))
    Prinsip Mic berkebalikan dengan speaker. Kalau Speaker mengubah energi listrik menjadi energi kinetik (gerak) yang akhirnya menimbulkan suara atau mudahnya energi listrik menjadi energi suara. Kalau Mic mengubah energi suara (gerak) menjadi listrik. Jadi sangat mungkin sekali mengubah energi suara menjadi energi listrik.
    Sehingga dibutuhkan ratusan bahkan ribuan mic untuk pembangkit ini. Masalah besar Mic dan Biaya, kita tdk ulas disini.
    Saya hanya menekankan bahwa sangat mungkin mengubah energi suara menjadi energi listrik.
    Apa perlu amplifier? Jelas tidak mungkin. Sebab untuk mengoperasikan amplifier sendiri butuh tenaga listrik. Jadi jelas tidak mungkin. Selain itu, amplifier punya efisiensi yg rendah. Bisa di asumsikan daya yg masuk ke amplifier = 100watt, yang keluar amplifier paling banter hanya 50Watt.
    Mic lain dengan sensor cahaya. Sensor cahaya semacam LDR hanya mengubah energi cahaya menjadi perubahan resistansi. Bukan listrik. Lain halnya dengan solar Cell. Solar Cell mengubah sinar matahari/cahaya menjadi listrik (DC).
    Kalau Mic menghasilkan listrik AC walaupun kecil. Karena gelombang suara bentuknya sinus seperti gelombang AC jala2 PLN, hanya frekuensinya berubah-ubah tergantung sama suaranya.
    semoga bisa membantu pemahaman teman2.
    salam
    cak NUR

  82. nihiki berkata:

    nih aku kasih ide cemerlangku. bila ada yang mau aplikasi, harus bayar.

    kamu tahu bahwa suara di alam itu terdiri dari beragam frekuensi.
    kamu juga mestinya tahu kalau konversi energi itu maksimum bila sumber dan konverter bedara dalam kondisi resonansi.
    jadi untuk menkonversi sebanyak mungkin energi suara, kamu harus meresonansikan sebanyak mungkin frekuensi. bagaimana caranya? mari kita belajar ke alam. bagaimana cara kerja telinga manusia? ada ribuan bulu-bulu halus dalam cochlear (rumah siput) yang masing-masing memiliki frekuensi resonansinya sendiri-sendiri.
    kita tiru itu. kita tahu bahwa frekuensi resonasi ditentukan dari koefisien eleastisitas dan massa yang bergetar.
    aplikasi nyatanya seperti apa?
    buatlah suatu forest dari batang-batang silikon mikro yang bisa diatur frekuensi getarannya. setiap batang bertengger pada kristal piezo yang mengkonversi energi getaran menjadi energi listrik secara langsung.
    kalau mau bikin yang ukuran makro juga bisa. resonator dari logam, plastik, terserah saja.

    nah, kemudian yang menjadi pertanyaan dasar: seberapa besarkah kira-kira ukuran luas mesin konversi kita itu supaya bisa menghasilkan daya tertentu?

    secanggih apapun teknologinya, kita tak akan pernah bisa lari dari hukum alam bahwa energi tak bisa mucul secara ajaib.

  83. Anistardi berkata:

    Saya mau tanya nih, mic piezo itu dijual di toko-toko elktronik?
    Apa nama populernya dan berapa harganya?

  84. DEwi indah berkata:

    mas Dewo, lagi sibuk yah? gmana perkembangan penelitiannya sekarang? dah sampe mana?

  85. @ Dear Anistardi #84,

    Mic piezzo itu banyak dijual di toko2 elektronik. Nama populernya “mic piezzo”. Mengenai harga, saya tidak tahu.

    ~~~

    @ Dear Dewi Indah #85,

    Iya, Mbak. Malahan penelitiannya belum dimulai. Hehehe… Jadi tulisan ini baru sekedar ide/wacana saja.

    Salam.

  86. hendri berkata:

    boleh juga idenya mas dewo. walau terlihat mustahil akan tetapi prinsip suara hampir sama dengan cahaya. sama2 menghantarkan gelombang. kalo cahaya saja kita bisa buat pembangkit surya kenapa kita nda bisa buat pembangkit suara. padahal suara kan gratis dan gampang didapat. apalagi buat industri yang tidak luput dari suara kebisingan.kadang2 kebisingan perlu dimanfaatkan untuk hal yang positif tidak saja untuk bikin pusing kepala!
    saya dukung idenya mas semoga berhasil demi anak cucu kita dikemudian hari

  87. gigihp berkata:

    mas Dewo, saya lagi coba buat seperti yg ide mas sampaikan yaitu memakai array microphone yang dijadikan wallpaper, saya kesulitan di bahan bakunya yaitu poly carbonate, mohon info baik harga maupun tempatnya, terimakasih

  88. elco berkata:

    ide anda terlampau mengada-ngada.pelajari lagi proses timbulnya listrik.

  89. Nova berkata:

    Mas Dewo, ide yg menarik. Silahkan bandingkan dengan “Alternative Energy from Sound Waves can be achieved!” di youtube

  90. @ Dear Nova,

    Terima kasih informasinya. Saya akan coba cari di Youtube.

  91. robby berkata:

    terobosan menarik, bisa gak saya mendapatkan modul lengkap dengan peralatan dan bahan yang dibutuhkan (berikut gambarnya), cara merangkai, total biaya yang dibutuhkan, besar tenaga yang dihasilkan dlam jangka waktu tertentu dan lain sebagainya pokoknya yang lengkap untuk diaplikasikan.
    siapa tau dapat bermanfaat buat saya dan lingkungan sekitar saya.
    trims

  92. aya berkata:

    ini merupakan satu inovasi baru yang cukup spektakuler. Apalagi sebagai tenaga alternatif yang sangat bermanfaat terutama bagi Indonesia yang mengalami penurunan pasokan listrik.THX

  93. suyatman berkata:

    ya…
    saya sepakat dengan anda
    tapi coba anda tampilkan hasil ujicoba anda dengan bentuk rangkaian…
    dan cara kerjanya secara gamblang
    saya tau microphone itu mampu mengubah suara menjadi energi listerik
    tapi penguatannya seperti apa dan bagaimana itu yang paling utama menurut saya…

  94. edi wahyudi berkata:

    Idenya mas Dewo diangkat bulan april tahun 2006 sekarang udah tahun 2008, masih aja pro kontra dengan idenya, harusnya setelah 2 tahun sudah mulai memberikan hasil jangan jalan ditempat terus dengan argumen-argumen anda secara teori mungkin benar tapi kayanya sich mendingan eksperimen dulu aja kalu udah ada hasilnya baru angkat bicara, kalau masih angan-angan buat apa di bahas Jadi kesimpulannya Ide anda itu masih terlalu pagi untuk di publikasikan

  95. gaplek berkata:

    mana gambarnya crut?
    Q botoh iki

  96. Adit berkata:

    Pak Dewo, saya Adit dan masih kelas 1 sma, pak apakah saya boleh bertanya bagaimana caranya membuat alat tersebut ? Selain itu kalau bisa langkahnya juga sekalian pakai gambarnya trims. Saya baru pertama kali mendengar pembangkit listrik yang unik seperti ini.

  97. Adit berkata:

    Oh ya pak kalau saya boleh meminta tolong. Bisakah bapak juga memuat informasi tentang bagaimana langkah-langkah untuk membuat pembangkit listrik tenaga matahari? solar panel, dan tenaga air. Saya butuh yang sederhana saja.

  98. Adit berkata:

    Oh iya pak kalau ada informasi mengenai pembangkit listrik tenaga yang lain-lain tolong kirim e-mail ke msansekerta@yahoo.co.id Thankz kalo bisa secepatnya ya pak

  99. iQry berkata:

    kyanya patut dicoba tapi sia-siap pake headset sllalu.. hee..hee

  100. tyo berkata:

    bisa tekor kang, antara beban dan eralatan yang digunakan terlalu mahal?????? perlu ada solusi lain

  101. paijo-egi berkata:

    wah boleh juga tuh .tapi itu terlalu rumit.aku ada ide yg mungkin lebih gila tapi lebih mask akal drpd dgn mic.

  102. paijo-egi berkata:

    yaitu energi listrik tenaga grafitasi.bagi kita yang tinggal di dekat gang /jaln raya yg selalu rame dgnkendaraan yg lewat maka bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi.caranya kita hanya perlu memasang sejenis polisi tidur, tapi polisitidur ini kita buat dari plat baja yg melengkung mirip polisi tidur.lantas dipasang per di kedua ujungnya ,maka setiap ada kendaraan yg lewat akan menekan per sedang tekanan berat kendaraan ini yg akan kita manfaatkan sbg sumber energi untk memutar sebuah generator.tehnologi ini pernah di uji coba di daerah bekasi dan ter bentur dana maka tenaga yg di hasilkan hanya sekitar 30wat disiang hari.

  103. Yoyo-Sls berkata:

    Hukum kekelan massa dan konversi energi saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Konversi listrik ke suara ( gelombang ), listrik ke gerak, listrik ke cahaya ataupun sebaliknya. Untuk teman2 trus semangat meneliti teknologi konversi tsb. Konversi Suara ke listrik tidak menutup kemungkinan dapat dilakukan !! Karena pembangkit listrik dari gelombang & magnet alampun telah dibuat yaitu kumparan tesla dan pembuatnya sedang mematenkan penemuannya

  104. Sigit permana berkata:

    orang seperti inilah yang harus diselamatkan bangsa!!!!
    o iya bln puasa kemaren sya lihat demo charger laptop pake antene. terbukti lho….
    kalo bisa saya mnta refernsinya dong!!! or skemanya

  105. den iroel berkata:

    Assalammualaikum..
    To: Pk Dewo

    Maaf bru gbung nih, soalx baru nemuin blog ini saat nyari artikel soal energi alternatif. Sebenarnya saya masih belum yakin klu pembangkit listrik tenaga suara itu bakal kewujud. Maaf seblmx tpi bukankah kritik tuh membangun Bung.:)

    So, alasanx :
    >Yang pertama, Anda mengtakan klu mic tuh ngubah suara jadi listrik. Tapi kenapa mic juga butuh asupan energi listrik untuk menjalankan fungsix. Ambil kata, asupan dari baterai. Apakah full cell (sel surya) dan dan generator(dinamo) pada PLTA juga kyk demikian (maksud saya membutuhkan asupan tenaga listrik juga untuk mebangkitkan listrik) ??

    >Yang kedua, apakah mic itu sebagai sensor atau sebagai pembangkit? Klu sebagai SENSOR maka mic membutuhkan asupan energi listrik tambahan untuk menjalankan tugasx dan itu terbukti skrang. Apabila mic itu sebagai PEMBANGKIT maka mic tdk btuh asupan listrik dari sumber lain, yg dia butuhkan cuma energi SUARA aj untuk bangkitkan listrik.

    >Yang ketiga, seperti halnya mekanisme pada makhluk biologi. Antara sistem sensor (panca indra) dg sistem pembangkit energi (pencernaan) itu terpisah. Dan menjalankan fungsinya sendiri2. Mudahnya begini, telinga kita dapat menangkap suara dari luar dan mengubahnya menjadi implus rangsang yg berupa listrik ke otak dan menghasilkan daya tangkap terhadap suara. tapi dlm kegiatanx, telinga membutuhkan asupan energi dari sistem pencernaan/pembkaran. So, dg kt lain telinga bukan pembangkit listrik tpi cuma sensor yang menangkap rangsang dan butuh asupan listrik (tenaga) tambahan bwt njalanin tugasx.
    Apakah cara kerja mic gak sama dg telinga?
    Suara->mic->listrik btuh asupan energi listrik tmbahan dari batteray.
    Suara->telinga->listrik btuh asupan energi dari sistem pencernaan/pembakaran (tubuh).
    Mungkin klu bingung, kenapa bwt bangkitkan energi listrik butuh juga energi listrik tambahan? Apakah gk cukup energi dari sumberx saja, misalx suara (spt yg dibhs)?

    >Yang keempat. Apakah ada bateray atau pembatas tegangan yang bisa membatasi asupan energi yg berlebih dan ektrem (tiba2)? Ambil contoh suara yg tiba2 dan keras. Suara petasan atau bom. Di sini ada lonjakan suara yg tiba2 dan sngt ekstrem. Dari posisi kestabilan (suara biasa) menjadi suara yg keras dan tiba2.Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga angin atau matahari. Klu angin misalx ada tanda2 sebelum terjadix topan. Perubahan itu secara berangsur dan tidak tiba2 (masih ada wkt).

    Mungkin itu az dari saya, maaf klu salah coz emank aq bukan ahli elektro. But pernh belajar dan hobi juga sih elektronika.

    Wass..
    Choirul Wachid Syamsudin S.Kom
    Pasuruan-The Modern Moslem City
    East Java

    • irhaby007 berkata:

      sorry sbelumnya:
      1.>Yang pertama, Anda mengtakan klu mic tuh ngubah suara jadi listrik. Tapi kenapa mic juga butuh asupan energi listrik untuk menjalankan fungsix. Ambil kata, asupan dari baterai. Apakah full cell (sel surya) dan dan generator(dinamo) pada PLTA juga kyk demikian (maksud saya membutuhkan asupan tenaga listrik juga untuk mebangkitkan listrik) ??

      jawaban:
      yang anda ktahui ttng mic hanya sbatas pngetahuan dasar,dan mungkin pngetahuan anda ini sudah kadaluarsa,dan jelas-jelas pengetahuan anda ttg mic yg membutuhkan asupan listrik tu ditumbangkan dan dibuang ke rak sampah oleh micropon dinamic,adapun penjelasannya sbgai brikut:
      Terdiri dari elemen diafragma, voice coil, dan magnet yang membentuk suatu sound-driven electrical generator. Gelombang suara menggerakkan diafragma pada suatu medan magnet untuk menghasilkan sinyal listrik yang sama dengan gelombang suara akustik yang berhasil ditangkap. Sinyal dari elemen dinamis dapat dipergunakan secara langsung, tanpa membutuhkan komponen tambahan seperti catu daya dari baterai.
      jadi kayaknya anda hanya butuh untuk kembali kebangku SMP lagi dan memutuskan untk belajare lagi,ok?next

      2.>Yang kedua, apakah mic itu sebagai sensor atau sebagai pembangkit? Klu sebagai SENSOR maka mic membutuhkan asupan energi listrik tambahan untuk menjalankan tugasx dan itu terbukti skrang. Apabila mic itu sebagai PEMBANGKIT maka mic tdk btuh asupan listrik dari sumber lain, yg dia butuhkan cuma energi SUARA aj untuk bangkitkan listrik.

      jawabannya:
      jelas2 dari argumen yang mematahkan pendapat anda diatas bahwa mic merupak generator,adapun penjelasan lebih lanjut mohon dibaca lagi jawaban saya utk pertanyaan anda yng pertama,nah……disitu kalu anda memang orang yang pandai menyimpulkan,maka anda akn faham dg yg saya katakan sbelum anda mulai berfikir,ok? jngn emosi dulu yah?next

      3.>Yang ketiga, seperti halnya mekanisme pada makhluk biologi. Antara sistem sensor (panca indra) dg sistem pembangkit energi (pencernaan) itu terpisah. Dan menjalankan fungsinya sendiri2. Mudahnya begini, telinga kita dapat menangkap suara dari luar dan mengubahnya menjadi implus rangsang yg berupa listrik ke otak dan menghasilkan daya tangkap terhadap suara. tapi dlm kegiatanx, telinga membutuhkan asupan energi dari sistem pencernaan/pembkaran. So, dg kt lain telinga bukan pembangkit listrik tpi cuma sensor yang menangkap rangsang dan butuh asupan listrik (tenaga) tambahan bwt njalanin tugasx.
      Apakah cara kerja mic gak sama dg telinga?
      Suara->mic->listrik btuh asupan energi listrik tmbahan dari batteray.
      Suara->telinga->listrik btuh asupan energi dari sistem pencernaan/pembakaran (tubuh).
      Mungkin klu bingung, kenapa bwt bangkitkan energi listrik butuh juga energi listrik tambahan? Apakah gk cukup energi dari sumberx saja, misalx suara (spt yg dibhs)?

      JAWABAN:
      sekali lagi pemahaman anda sangatlah dasar,disini yang anda ketahui mic merupan sensor,karna anda sbelumnya blum mengetahui kalu mic dinamic adalh pembangkit,bukan sensor,jadi perlu saya luruskan disini kalu sistem kerja pembangkit listrik tnaga suara bukan nseperti proses mekanisme pd mahluk biologi,anda katakan disan “Suara->telinga->listrik btuh asupan energi dari sistem pencernaan/pembakaran (tubuh).” hal ini sungguh berbeda dan tidak sama dengan micropon dinamic yaitu “SUARA>MICROPON DINAMIC>LISTRIK :DAN TIDAK MEMBUTUHKAN ASUPAN LISTRIK DARI SISTEM PEMBANGKIT”,
      ADAPUN KALU KURANG JELAS NIH SAYA tuliskan lagi tentang spesifikasi dan pengertian micropon dinamic,simak dan baca seseksama munkin ya?…..
      1.

      Dynamic microphone

      Terdiri dari elemen diafragma, voice coil, dan magnet yang membentuk suatu sound-driven electrical generator. Gelombang suara menggerakkan diafragma pada suatu medan magnet untuk menghasilkan sinyal listrik yang sama dengan gelombang suara akustik yang berhasil ditangkap. Sinyal dari elemen dinamis dapat dipergunakan secara langsung, tanpa membutuhkan komponen tambahan seperti catu daya dari baterai.

      ok?….masalah sudah clear.next

      4.>Yang keempat. Apakah ada bateray atau pembatas tegangan yang bisa membatasi asupan energi yg berlebih dan ektrem (tiba2)? Ambil contoh suara yg tiba2 dan keras. Suara petasan atau bom. Di sini ada lonjakan suara yg tiba2 dan sngt ekstrem. Dari posisi kestabilan (suara biasa) menjadi suara yg keras dan tiba2.Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga angin atau matahari. Klu angin misalx ada tanda2 sebelum terjadix topan. Perubahan itu secara berangsur dan tidak tiba2 (masih ada wkt).

      jawabannya:

      hal seperti yang anda tuturkan tu sudah ga berlaku lagi ketika anda dihadapkan denganmicropon dinamic,karna sbesar apaun lonjakan suara,dan sekecil apapun delta peanyusutan suara bagi micropon dinamic tidak masalah karna selain dari spesifikasi bahan yang dirancang khusuu untuk menciptakan micropon dinamic disampin itu juga disokong oleh factor extern yaitu mic dinamic di sambungkan dengan inverter spertihalnya selsurya,kalau tiba 2 terjadi lonjakan suara maka inverter akan langsung menyeimbangkan dan menstabilkan lonjakan listrik tersebut,adapun kalu kalau tidak ada lonjakan suara ya,,,,,,,sistem dalam keadaan normal dan tidak perlu dipertanyakanseperti yang anda pertanyakan,faham?

      note:
      saran saya,jika anda tidak mengetahui suatu pengetahuan atau blum anda ktahui maka janganlah anda mencoba untuk sok tau,dan janganlah anda coba untuk menumbangkan argumen orng lain dengan argumen salah anda,tu aja plajaran bwat anda,harap dimaklumi dan jangan emosi,karna argumen anda tumbang karna argumen facta scien,

      kalua ada yang mau mambantah lagi silahkan kirimkan kritikan dan bantahan ke “ahid.arrusmani@gmail.com”

      skian dan wassalam

  106. gunawan berkata:

    listrik tenaga matahari sebaiknya di pasang penangkal petir juga doong.

  107. rangga berkata:

    butuh pemikiran yang bener2 matang untuk memunculkan ide seperti ini, setahu saya ide untuk menciptakan penemuan yang menggunakan sensor suara masih sangatlah minim di indonesia, saya tunggu hasil karya anda…

    • irhaby007 berkata:

      mohon maaf saya bukan penulisnya,tapi saya cuman mau commen ja,kalu pembangkit listrik tenaga suara yang anda tunngu telah hadir dan di ciptakan oleh mahasiswa teknik eletro universitas islam indonesia (UII) yogyakarta

  108. realis berkata:

    sayang sekali energi dan waktu terbuang untuk membahas angan2 .

    kenapa disebut angan2 ?
    1. karena penulis tidak mau mengimprove pengetahuannya. bisa terbaca dari respon anda terhadap mic dan amplifier
    2. konversi energi suara menjadi listrik adalah ide lama yang tidak berkembang karena tidak efisien. jadi kalau mau membuat ide yg inovatif, pikirkanlah metode peningkatan efisiensi (contoh nihiki).

    bagi para pengejar energi alternatif,
    sadarilah bahwa sumber energi itu banyak – berlimpah di indonesia . mau tenaga surya, tenaga ombak permukaan, tenaga arus bawah laut, tenaga panas bumi, tenaga biogas, tenaga kincir angin, dan lain lain.

    problemnya selalu kembali kepada efisiensi, yg menjadi penyebab kenapa pembangkit listrik tenaga surya , angin maupun panas bumi tidak memasyarakat .

    silahkan kerahkan energi dan daya inovasi anda untuk mencari cara meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik dengan sumber2 daya tsb . niscaya waktu bertahuun2 yg anda habiskan akan berguna, tidak perlu menunggu angan2 yg dicetuskan oleh orang yg tidak memiliki cukup pengetahuan maupun kemauan untuk mencari tahu.

  109. realis berkata:

    contoh inovasi pembangkit listrik :

    Layang-layang memang hanya mainan. Tapi jangan remehkan, sebab di masa depan mainan ini justru akan jadi pembangkit energi. Saat angin bertiup kencang dan layang-layang dikaitkan ke generator, maka kita bisa menikmati listriknya.

    “Ini lebih sederhana dari turbin angin yang membutuhkan begitu banyak materi,” jelas pakar energi Moritz Diehl dari Catholic University di Leuven, Belgia. “Dengan menghemat materi, artinya lebih ekonomis.” Biaya yang diperlukan membuat pembangkit listrik dari layang-layang hanya seperempat dari kincir angin.

  110. Dedy Jogja berkata:

    Ide listrik tenaga suara… itu ide jelek sekali untuk pembangkit listrik! Tenaganya kalah jauh dengan tenaga angin, meskipun rumahnya pinggir jalan, masih mending pake baling2. Energinya lebih besar, Ha ha ha… Tapi itu ide brilliant untuk memancing perhatian orang… agar mau mampir ke blog kamu. Ha ha ha ha….. Cool.

    • irhaby007 berkata:

      sekali lagi bukan sbg alat pemancing.tp itu sudah terwujud,dan comment anda inilah mlh sebagai pemancing saya untuk membantai sanggahan anda

  111. mardi berkata:

    wakakakakakaaa…. ide gila, tapi emang dari itu yang kita butuhkan kalo pengin maju.

    sukses selalu

  112. Yuhan berkata:

    Menurut saya masih masuk akal juga..
    Cm bahan dan perlengkapan yank dibutuhkan lumayan mahal..
    Terbentur masalah efisiensi..
    Bisa dikembangkan buat sepeda motor hybrid..
    Caranya joss motor diganti dgn yg racing trus generator mic diletakan di dekat knalpot, output generator di kasi regulator buat ngecas aki, apabila aki ud penuh motor bs dijalankan dgn tenaga listrik..
    Tapi siap2 aja makan sumpah..
    He..he..

  113. aku berkata:

    kita hrusnya menghargai usahanya.. bukan mengkritik pedas

  114. aku berkata:

    dengerin aja lagu BIP yg korslet.

  115. bram berkata:

    idup listrik… viva energi… jadilah terang.

  116. irhaby007 berkata:

    “imajinasi lebih penting dari pada pengetahuan……..”
    seperti yang dikatakan einstein sedemikian rupa,jadi kalau saja sekarang kita sedang mencomen dan mencerca ide ini munkin suatu saat nanti kita akan tercengang dan kagum,dan saat itulah kita sadar bahwa sekecil apapun ide merupakan bentuk dari kekuatan imajinasi yang maha besar,
    sebenarnya ide ini sudah lama dikembangkan oleh kelompok mahasiswa teknik elektro Universitas Islam Indonesia yogyakarta (uii),mengubah energi suara menjadi energi listrik,tapi bedanya disini di tempatkan piranti inverter sebagai pengubah energi listrik yang dihasilkan dari paralel micropon tsb,sehingga sinyal2 listrik yang dibangkitkan dari paralel micropon akan terkonversi menjadi listrik AC,karna secara kodratnya micropon hanaya menghasilkan gelombang listrik DC,jadi perlu piranti umtuk mengkonversikannya ke dalam bentuk AC,adapun piranti iverter sendiri disini telah dimodivikasi sedemikian rupa sehingga tidak diperlukan lagi adanya listrik untuk menstimulasi cara kerjanya,adapun cara modifikasinya pun tidak akan saya jelaskan disini,karna ini masih rahasia kami,

    pendek katanya bahwa konversi energi bunyi menjadi listrik telah terwujud sekarang,dan dari experimen yang kami lakukan telah alhamdulillah telah terwujud generator pembankit listrik dari suara yang kami sebut V-G (voice generator),dan hasil karya kami telah kami patenkan ke negara dan saat ini sedang menuggu proses saja,jadi siapapun janagn sekali-kali mencerca imajinasi manusia,apakah kalian tidak tahu kalu AL-qur’an sendiri memerintahkan kita agar dapat bsenantiasa berfikir dan berimajinasi demi menjadi hambaNya yang bertakwa,

    so,BUAT PEMILIK BLOG INI,,,,,jangan minder untuk mencetuuskan imajinasi anda ke blog anda ini,dan jangan sekali-kali kabur dari tanggung jawab dan tuntutan khalayak ramai,

    salam dari irhaby007

    • @Dear Irhaby007,

      Terima kasih atas sumbangsih & sumbang sarannya. Namun saya tidak merasa perlu menjawab semua pertanyaan yg masuk. Bukan karena kabur atau lari dari tanggung jawab & tuntutan khalayak, tapi selain karena kesibukan saya, juga karena memang tidak perlu semuanya dijawab.

      Salam.

  117. bogell berkata:

    klo itu sih terlalu mbulet2 , klo anda membutuhkan lis trik yg irit saya punya ide bagus nih .saya punya penemuan baru yaitu listrik tenega stamina ini sangat irit biaya dan juga bagus untuk kehidupan kita .klo ingin imformasi lebih lanjut hubungi saya

  118. khairul suhada berkata:

    Moga sukses buat semua teman2 yang Kreatif n inovatif dgn jalan Sains menuju sang Khaliq

    o ya Lay dan Ito dimanapun berada,
    Aq anak USU Medan
    mo nanyak nich!

    tolong jelaskan ma Aq proses aliran listrik menjadi suara dari PLN sampai Speaker.

    makasi buanyaaaaaak sebelumnya

  119. Kirè Hattori berkata:

    Wèh–ide bagus tuh, teruskan perjuanganmu,bro! Qta tunggu hasil karya yang aplikatifnya..

  120. risang berkata:

    Ada hal yang mendasar untuk bangsa kita ini.
    Jika ada orang yang mau melakukan sebuah langkah yang masih “baru” atau ide yg baru, banyak sekali orang lain yang serta merta menyanggah tanpa analisa yang cukup. Jika saja dengar dulu orang bicara, cermati, lalu pikirkan sejalan. Tentu akan mengarah ke sebuah target ato tujuan.

    Ide Mas Dewo iu sangat bagus! Nah selanjutnya bagaimana implemntasi dari ide-ide yang muncul ini. Banyak yang memiliki ide lain demi sebuah alternatif…..cuma sayangnya lebih banyak lagi orang yang selalu mencemooh kepada orang2 yang inspiratif.

    Nah bagi orang2 yang sukanya mencemooh……, silahkan duduk dan diam. Besok klo ide2 kreatif itu sudah dapat diujudkan, silahkan hasilnya dinikmati. Gitu kabn mas Dewo???

  121. Deenz berkata:

    Salam Mas Dewo….ide anda sangat saya hargai,ide yang sangat bagus dan menarik.Maaf bagi yang lainnya,karena saya akan mengatakan bahwa pembangkitan listrik menggunakan mic sangat memungkinkan karena azaz kerjanya dan hanya pakar2 elektronika yang bisa mengerti akan hal ini.Bagi yang belum mengerti akan hal ini,sebaiknya tidak berkomentar dan itu lebih baik karena komentar yang menjatuhkan hanya bagi orang2 yang tidak mempunyai landasan moral akan upaya Hemat Energi.Terimakasih bagi Mas Dewo atas ide brilian anda.

  122. Jabon berkata:

    kembangkan kreatifitasmu ya… semoga apa yang kamu cita citakan akan terlaksana ..

  123. master wordpress berkata:

    @jabon …
    amien ….

  124. Jabon berkata:

    ya robbal alamin pastinya … buat tuan rumah salam sukses ya…

  125. bojes e prasetya berkata:

    udah penah coba buat alatnya lom??????

  126. Ping balik: aplinet » Blog Archive » pembangkit listrik tenaga suara

  127. Dheno berkata:

    Salam kenal mas dewo.

    Saya cuma seorang montir elektronik dikampung. Sekitar tahun 2002 dulu pernah ngobrol2 dengan komunitas bengkel hanya diskusi santai sih. Saya mengungkapkan sebuah ide pembangkit listrik tenaga bunyi dalam skala kecil yg sekedar cukup untuk instalasi 1 rumah dg daya 450watt aja. Tp Seketika teman2 saya membantah “wah itu tidak mungkin”. saya jelaskan secara teoritis mereka tetap tidak yakin. tp saya tetap yakin kalo Pembangkit Listrik Tenaga Bunyi bisa diwujudkan. Saya sangat mendukung ide mas dewo.

    Salam. Semoga sukses.

    • @Dheno,

      Salam kenal juga Mas. Saya senang bisa mengenal Anda yg kreatif. Memang benar kok kalau suara itu bisa jadi sumber energi walau pun efisiensinya sangat rendah.

      Tapi saya yakin, dengan berkembangnya teknologi & bahan2 elektronika, bisa jadi kelak jadi lebih tinggi efisiensinya sehingga bisa jadi sumber energi alternatif.

      Salam sukses bagi Anda.

  128. Ping balik: Tugas SoftSkill Teknik Tenaga Listrik 5&6 « niaviani

  129. Benold berkata:

    Salam kenal &Salut atas ide nya, mimpi anda akan terealisasi seiring perkembangan teknologi, lanjutkan…

  130. ilham berkata:

    sangat inspiratif pak Dewo.
    akan lebih baik jika disertakan cara kerja sensor suara pada microphone. dengan menyertakan prinsip kerja tersbut saya rasa pembaca akan lebih terinspirasi untuk megembangkan dasar ide yang telah bapak berikan.
    terima kasih.

  131. eko berkata:

    saya suka dengan artikel ini… :D

  132. Mochamad Choliq berkata:

    Tampak jelas bahwa cara kerja mic adalah mengubah suara menjadi arus listrik.
    +++++ ini adalah pernyataan bodoh……

    Pemanfaatannya yang umum memang sebagai sensor.
    ++++++Ini pernyataan benar…..

    Mic adalah tranducer….merubah suara menjadi informasi lain….perubahan suara menyebabkan nilai resistansi mic berubah….tergantung kuat tidaknya suara….perubahan nilai resistansi itulah yg disebut informasi….lalu perubahan itu dilanjutkan ke peralatan berikutnya….kalau disambungkan dg penguat suara…penguat suara akan mengolah perubahan resistansi yg tergantung pada suara yg masuk menjadi seperti suara semula…..
    ……jadi mic bukan merubah suara menjadi listrik
    ### setiap ilmu ada kata kuncinya….jika salah menyebutkan kata kunci tersebut orang lain akan tahu bahwa sebenarnya kita tidak pahan ilmu tersebut.

    ide untuk membuat energi listrik dari suara “PASTI BISA DILAKUKAN”…karena energi memang bisa berpindah bentuk…..tapi hanya orang konyol yg akan melakukannya…kita harus tahu tentang konversi energi….intensitas suara yg ada di udara adalah sangat kecil…intensitas itulah yg akan menentukan energi listrik yg akan dihasilkan….dan yg bisa dirubah dari energi suara adalah energi mekaniknya….suara bisa menggerakkan benda seperti itulah prinsipnya…..

    Nah…yg mirip dengan ide anda”merubah medan listrik/magnet yg dihasilkan pemancar radio/tv menjadi energi listrik”…kita tahu pemancar TV/Radio menggunakan daya pancar ada yg 10KW…..apakah kita bisa menangkap energi tersebut menjadi energi listrik kembali ?…..”PASTI BISA JUGA”….tapi yg dihasilnya juga akan kecil sekali…..mirip dengan alat untuk ngetes power amplifier HP yg menggunakan model jarum/lampu….alat tersebut tidak menggunakan energi listrik….tapi jarum bisa bergerak/lampu bisa nyala jika HP kondisinya normal….

    Nah kalau ide yg mungkin bisa diterapkan dan orang lain tidak bisa membantah adalah “mencari bau primer”……kita tahu bahwaa “warna primer ada 3″….warna lainya merupakan gabungan warna2 tersebut…….jika kita bisa mencari bau primer….akan terjadi revolusi besar2an di dunia…..kita tidak perlu pergi ke toko parfum….cukup membau secara online saja…..tapi tentunya di pihak toko online sudah disiapkan tranducer yg merubah bau menjadi sinyal/informasi listrik (jangan salah merubah bau menjadi listrik) “analogi dg webcam” dan di pihak user/pengakses dilengkapi juga dg tranducer yang merubah bau informasi/sinyal listrik tertentu menjadi bau kembali “mirip dengan printer”…….suata saat saya yakin ini akan terjadi.

    anda masih muda….masih harus belajar banyak……selamat berkreasi

    • @Mochamad Choliq,

      Bagi sebagian orang (termasuk Anda), ide ini adalah “bodoh” dan “konyol”. Tapi bagi sebagian orang yg punya visi, ide ini tidaklah bodoh atau pun konyol.

      Mengenai analogi yg Anda pakai, yaitu tentang gelombang elektromagnetik, Anda mesti membaca banyak hal & membuka wawasan Anda. Karena di era mendatang, penghantaran daya listrik bisa dilakukan dengan wireless. Bahkan sekarang sudah ada charger ponsel dengan prinsip kerja elektromagnetik. Untuk men-charge ponsel tidak perlu dicolokkan ke charger, cukup didekatkan saja.

      Silakan upgrade lagi wawasan Anda sebelum membodoh-bodohkan orang lain.

      Salam

  133. Markony berkata:

    Wuaaahhh keruueenn mantaap gan ini bisa jadi ide TA gw nich, mudah mudahan kalo bisa buat.. kwakakakakakakakakkkk….!!! Goo Elektro….!!!

  134. ziega berkata:

    sekedar out of topic ……jika sebuah motor pembangkit di hidupkan dengan listrik PLN, untuk menggerakkan motor pembangkit listrik, dan listrik yang dihasilkan digunakan lagi untuk menghidupkan motor pembangkit lainnya hingga akhirnya motor dapat digerakkan dengan listrik dari pembangkit itu sendiri ( circuit memutar) apakah mungkin ( bisa )? tq

    • ardi berkata:

      Saudara Ziega, hal itu tidak mungkin. Sebab, efisiensi motor listrik tidak mungkin bisa mencapai 100%, coba Anda pelajari tentang hukum termodinamika. Akibatnya, ada sebagian energi listrik yang diubah menjadi energi panas, yang dibuang ke lingkungan. Sehingga, energi yang dihasilkan generator kurang dari energi inputnya (dari motor listrik). Dengan demikian, tidaklah mungkin membuat circuit memutar berulang-ulang seperti yang Anda katakan tersebut. Thx

  135. purno berkata:

    trimkasih ats infrmasinya. saya ingin sekali membuktikannya dengan rancangan Tugas Akhir sya tahun ini. mhon bantuannya , mz dewo n lainnya…

  136. Gio Adam berkata:

    malu gag sih orang diatas yang komen salah itu??? hhaha

  137. randos berkata:

    gan gimana caranya bikin energi listrik pake suara???

  138. Yoga berkata:

    Kak, saya masih pelajar SMA, saya mau nanya, cara membuat mic-nya itu gimana, kak ?

  139. Salwa Nursyahida berkata:

    Assalamualikum Mas udah pernah membuat alat ini? hasilnya gimana?saya tertarik dan penasaran

  140. Atun Wira berkata:

    wahh,bersyukur saya menemukan blok masny ne,,dari tahun 2010 kmrn saya mencoba dari rangkaian mic dan penguat,tp ttp gagal, antara teg yg dbthkn dn teg. yg dhasilkn ?masny sampai saat ini sudah mencoba blm?berbagi donk mas?terima kasih mas…blog ini bermanfaat buat saya,,
    klw yg gelombng elektromagnetik aq pernah lihat di youtube , bahkan dipraktekkan ada mas,,tp aq lupa judulnya,,rangkaian sederhana dan bahkan dicoba langsung untk pengisian baterai hp..

  141. farian berkata:

    good saya stuju sekali stlah sya baca dn sya amati dri kata per kata memng berlogika bgt . saya setuju klo ini di kmbangkan . dngan tema suara mnjdi energi listrik sesor mic . mari kita logikakan dan tingkatkan inisiatif kita yakin 5 tahun ke depan dri skian bnyak ribu orng indonesia ada yg punya ide kreatif dri ini.
    skrng gini aja logika di jerman telah trcipta forklift yg beratnya 20 ton dn dngan daya 24 v . dn di stu senua terlengkapi oleh modul modul yg modern , 20 ton bisa di gerak kan menggunakan motor dc . slah 1 modul yg merubah amper kecil mnjdi amper besar 20 ton bisa bergerak kesana ke sini ,saya stuju klo ini di kembangkan . semoga jiwa jiwa penemu yg ada di indonesia mau turun tngan dn fkirian /
    sya stuju ini sya sudh punya inisiatif untuk berexperimen dri judul di atas.
    nnti akan bisa ktmu suara mnjdi listrik. komponenya tentu tidak sedikit ini yg di btuhkan.
    bagus sya stuju inde anda dn sya suka krya anda krna sudah 7 x melangkah lebuih jauh . good by
    farian di surabaya

  142. Hi there i am kavin, its my first time to commenting anywhere, when i read this piece of writing i thought
    i could also create comment due to this sensible post.

  143. Marsando berkata:

    gila gila gila ide cemerlang ini kenapa baru saya temukan ya… mudah2han segera menjadi kenyataan, memang suatu yg baru itu selalu di mulai dari pertentangan, dulu Sir Isaac Newton menemukan hukum gravitasi gara2 tertimpah apel, haru hal sepele bisa jadi hal luar biasa.

    salam inovasi
    Marsando

  144. Makde geweh berkata:

    Ide mas dewo sangat bagus saya salut dengan mas dewo, tapi apakah saat ini sudah berhasil dari ide mas dewo ?
    Awalnya saya bingung dengan diri saya sendi yang secara tidak sengaja bisa mengeluarkan enegi listrik, saya cari2 di mbah google kenapa saya bisa mengeluarkan energi listrik, dan akirnya masuk kesini eh malah ketemu mas dewo, intinya gini stiap saya pegang lampu pasti menyala, saya tau ini waktu mau ganti lampu dikamar, baru saya pegang untuk dipasang kok dah nyala, saya pun bingung, kalo mas dewo tidak keberatan tolong penjelasan dari mas dewo, karena saya tidak pernah tau tentak elekto dan kelistrikan , terimakasih sebelumnya !

  145. Awang Dewangkara berkata:

    Selamat Malam Mas Dewo…
    Saya jg pemerhati hal ini, kebetulan Mas. Mungkin untuk lebih gampangnya tidak perlu jauh2. Gini Mas, waktu masih SD saya pernah melihat mainan anak2 punya tetangga saya: nenek sihir naik sapu terbang yg cara pasangnya digantung, Cara aktivasinya cukup gampang…kita cukup tepuk tangan “Plok-plok-plok!” Lah tu nenek sihir bisa ketawa ngakak dan muter2. Trus di internet pernah baca saklar lampu sensor suara…keplok sekali mati keplok 2 kali nyala.

    Akhir-akhir ini, sensor suara cukup mengganggu benak saya, saya yakin ada karya yg jauuuuh lebih menghasilkan manfaat dibandingkan kedua mainan ini. Tapi saya tidak pernah tau rangkaian sensor kedua mainan tersebut dan saya tidak punya background elektronika yg memadai untuk melakukan penelitian. Apa tidak keberatan dibantu mungkin?

    • Mainan tsb bisa bereaksi terhadap tepukan karena ada sensor suara, tapi bukan karena pembangkit tenaga suara. Jadi tetap membutuhkan baterai utk pencatu dayanya.

      Untuk memanfaatkan suara sebagai pembangkit tenaga listrik masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

      Salam

  146. inu berkata:

    bang emanuel bukanya bentuk sinyal suara dari luar itu acak-acakan, sedangkan sinyal untuk peralatan keluarga kan sinusoidal 50 hz/220 volt,,
    dan bila ingin digunakan menjadi DC, peralatan apa yng di butuhkan agar tegangan DC nya stabil..
    maaf bawel maklum newbie hehehehe

  147. tututariani berkata:

    Mas Emanuel mantap banget blognya. Sekarang ini saya juga masih cari referensi buat Program Kreatifitas Mahasiswa, dari suara menjadi listrik. Kalau pernah saya ikut seminar Lingkungan di IPB itu, menggunakan sistem daur ulang energi, yang pada waktu itu pemateri berinovasi untuk menggunakan diesel sebagai penunjang produksi pabrik gula, dimana nanti suara diesel dan uap air dari diesel akan didaur ulang menjadi listrik dan digunakan untuk menghidupkan diesel lagi. Memang pertama harus menggunakan bahan bakar tapi untuk selanjutnya menggunkaan sistem daur ulang dr diesel tadi. Mohon tanggapannya.

    Salam Teknik.

    • Hallo… Suara dari diesel atau uap air dari kettle memang bisa dijadikan energi listrik. Namun tidak bisa circular, tidak bisa digunakan utk menghidupkan diesel. Suara dan uap bisa digunakan utk membangkitkan listrik sendiri.

      Salam

  148. tututariani berkata:

    kalau begitu kenapa mas memang kok tidak dapat digunakan untuk menghidupkan diesel? Apa memang diesel hanya bisa dihidupkan oleh BBM saja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s