Posted by: Emanuel Setio Dewo on: September 5, 2006
Retret adalah suatu kegiatan dalam agama Kristen/Katolik untuk undur diri dari kehidupan duniawi dan mendekatkan diri kepada Allah. Tidak hanya itu, dalam retret kita juga dapat memperoleh kesembuhan Ilahi, baik kesembuhan dari penyakit fisik, luka batin mau pun dari kuasa kegelapan. Banyak sekali penyakit yang ternyata bermuara karena luka batin atau dari roh kuasa kegelapan. Kesembuhan ini merupakan mukjijat, suatu berkat dari Allah kepada manusia.

Nah, pada tanggal 1-3 September 2006, aku mendapat kesempatan untuk mengikuti retret di Lembah Karmel, Cikanyere, Cipanas. Berkat dorongan dan bantuan Mbak Dewi akhirnya kami berempat dapat mengikut retret ini. Kami serombongan (Mbak Dewi, Neti, Edo dan aku) berangkat bersama dari Bekasi pada pukul 13an ke Lembah Karmel. Sampai di Lembah Karmel kami menikmati keindahan alam dan kedamaian suasana di sana. Sungguh tempat yang penuh kedamaian dan ketenteraman. Tidak heran jika tempat ini selalu dikunjungi secara rutin oleh umat Katolik yang haus rohaninya dan ingin mendekatkan diri kepada Allah.
Retret yang diselenggarakan oleh komunitas Amazing Grace ini diikuti oleh kurang lebih 600 orang (info dari Mbak Dewi 640 orang). Tidak semua orang yang ikut bermasalah, tetapi hanya sekedar memuliakan Allah. Tetapi tidak sedikit pula yang bermasalah. Dari sekedar masalah pribadi karena percintaan sampai ke masalah keterikatan dengan roh kegelapan. Betapa menggemparkan.
Sebenarnya dulu aku pernah ikut retret tetapi mungkin kali ini retret dikemas lebih baik dengan puji-pujian yang meriah laksana lelaguan dari Surgawi. Retret kali ini pula begitu berkesan dan mengena di hati. Hatiku telah dijamah dan disembuhkan oleh Allah secara langsung dan secara pribadi. Hatiku telah baru, demikian pula dengan paradigmaku. Aku yang sekarang berbeda dengan aku sebelumnya.
Banyak sekali orang yang disembuhkan, dicerahkan dan diampuni. Lebih banyak lagi orang yang merasa tidak bermasalah tetapi setelah melakukan pemeriksaan diri secara pribadi ternyata memiliki masalah yang mengakibatkan tidak sampainya berkat Allah kepadanya. Atau berkat itu bocor, bahkan berkat itu tidak sampai kepada kita dan tidak dapat kita rasakan.
Rangkaian cerita yang berupa oleh-oleh dari retret ini aku tuangkan di blogku yang lebih spesifik ke agama, yaitu di Agamaku Kesaksianku dan juga di Tuhan Beserta Kita. Sayang Mbak Pipit, Mbak Lina dan Pak Sofian tidak bisa ikut, padahal kalau ikut kan bisa merasakan juga kasih Allah seperti kami.
Salam damai dan sejahtera.
[...] Tanggal 1-3 Sept 2006 yang lalu aku memperoleh kesempatan mengikuti retret di Lembah Karmel. Terima kasih kepada Mbak Dewi yang telah mensponsori aku. Saat mengikuti retret akhirnya kusadari bahwa begitu banyak orang yang tidak dapat menerima dan merasakan berkat Allah yang sebenarnya sangat melimpah bagi kita. Mengapa demikian? [...]
[...] Pada saat mengikut retret penyembuhan tempo hari, saya cukup tercengang dengan antusiasme para umat Katolik yang mengikut retret tersebut. Tidak hanya karena banyaknya peserta (lebih dari 600 orang), tetapi juga karena semangatnya. Banyak yang datang dari luar kota, bahkan dari luar pulau Jawa. Kalau saya lihat, sebenarnya mereka tampak sehat secara fisik. Tidak nampak ada kejanggalan atau penyakit yang tampak secara nyata. Hanya sedikit saja yang tampak ada masalah dengan tubuhnya. [...]
@Dear Always_forever,
Boleh kok. Silakan mengikuti retret.
Semoga Tuhan memberkati Anda dan keluarga. Amin.
Saya takut dengan kejadian beberapa puluh tahun yang lalu, yang ketika itu penjajah Belanda datang ke Indonesia dengan membawa Agama Kristen
Akankah hari ini Kristen juga masih menjajah Indonesia ???,
Karena yang saha tahu Agama Kristen itu adalah agama penjajah belanda yang menghisap darah pribumi, membunuh kiyai, menyiksa penduduk, kerja paksa (rodi) tanpa upah, tanam paksa (kulturstelsel).
Salah satu bukti monumen kekejemana agama penjajah adalah Cadas Pangeran.
Agama Kristen dibawa oleh Penjajah.
Jews kalau ngomong jangan ngawur. Yang menjajah Indonesia adalah Belanda, bukan Kristen. Kalau nulis yg bener, kayak orang goblok aja.
Semoga asukowe tidak marah,
Musah-mudahan tidak mencerminkan Agama Kristen.
DATANGNYA ISLAM DI NUSANTARA
Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje jelas harus dihapus dari seluruh buku pelajaran anak-anak sekolah di negeri ini. Islam di Indonesia telah masuk di zaman Rasulullah SAW masih hidup, jadi bukan di abad ke-14, melainkan di abad ke-7. Masih teramat banyak lagi catatan sejarah yang harus diluruskan dan dipaparkan secara jujur. Antara lain:
Nanggroe Aceh Darussalam
Istilah gerakan separatis yang dialamatkan kepada warga Aceh yang ingin memisahkan diri dari NKRI jelas tidak tepat. Jauh sebelum NKRI lahir, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah menjadi satu negara berdaulat dan bahkan menjadi bahagian dari protektorat Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, menjadi bagian dari kekhalifahan Islam. NAD telah memiliki qanun-nya (Qanun Meukuta Alam) yang tertatat rapi dan sistematis berdasarkan Qur’an dan hadits disaat orangtua para perumus UUD 1945 belum lahir.
Kesediaan NAD untuk bergabung dengan NKRI lebih disebabkan ukhuwah Islamiyah dengan saudara-saudara seiman di Nusantara. Presiden Soekarno pun telah berjanji untuk memberi NAD keistimewaan berupa penerapan syariat Islam di wilayahnya. Namun sejarah mencacat bahwa Soekarno berkhianat dan bahkan merampok sumber daya alam Aceh untuk di bawa ke tanah Jawa. Perampokan ini terus berlanjut hingga puluhan tahun dan ini membuat rakyat NAD berpikir bahwa tidak ada manfaatnya bergabung dengan NKRI. Mereka ingat bahwa NAD memiliki masa kejayaan dan mereka ingin mengulang masa-masa itu.
Jadi NAD bukanlah gerakan separatis, melainkan menarik kembali kesediaannya karena pengkhianatan yang dilakukan pusat.
Perang Diponegoro
Perang besar terjadi tahun 1925-1930 antara rakyat Jawa Tengah pimpinan Pangeran Diponegoro melawan penjajah kafir Belanda. Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa Pangeran Diponegoro mengangkat senjata karena marah tanah leluhurnya diserobot Belanda. Ini salah besar.
Sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara memaparkan bahwa iman Islam seorang Diponegoro-lah yang menyebabkan dia lebih suka keluar dari lingkungan keraton dan bergabung dengan rakyat memimpin perang melawan kafir Belanda. Salah satu pemicunya karena Belanda menerapkan pajak Blasting yang sangat menyengsarakan rakyat. Diponegoro yang melihat rakyatnya terus ditindas tidak tahan dan langsung memimpin peperangan melawan kafir belanda tersebut.
“Dalam patung dan lukisan, Pangeran Diponegoro diperlihatkan tengah menghunus keris dengan tangan kanan dan tangan kirinya memegang tali kekang kuda. Ini pun tidak benar. Diponegoro bukanlah menghunus keris, tetapi memegang kitab suci al-Qur’an untuk membakar semangat jihad rakyatnya, ” papar Mansyur Suryanegara lagi.
Setelah masuknya Islam dan posisi NAD dalam NKRI, maka hal lain yang juga perlu diluruskan adalah tentang Perang Diponegoro (1825-1830). Dalam buku-buku pelajaran sejarah disebutkan bahwa Pangeran Diponegoro murka kepada Belanda karena penjajah Belanda telah menyerobot tanah leluhurnya. Lagi-lagi ini tidak tepat. Pangeran Diponegoro rela keluar dari lingkungan istana, membaur ke tengah-tengah rakyatnya, dan membangkitkan perlawanan terhadap penjajah semata-mata karena keimanan seorang Diponegoro yang anti terhadap segala kezaliman.
Kebangkitan Nasional Bukan 20 Mei 1908
Sampai sekarang pemerintah masih saja memperingati tiap tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tanggal ini merujuk pada 20 Mei 1908, saat lahirnya organisasi Jawa priyayi yang bersahabat dengan penjajah Belanda bernama Boedhi Oetomo (BO). Banyak tokoh BO merupakan anggota Freemasonry dan kaki tangan penjajah Belanda. BO juga anti nasionalisme dan cenderung rela menjadi pelayan dari kepentingan penjajah. Selain orang Jawa, dilarang jadi anggota BO.
Kebangkitan Nasional bangsa ini seharusnya berpatokan pada tanggal didirikannya Syarikat Islam (SI) yang telah berdiri 3 tahun sebelum BO berdiri. SI didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi dan kawan-kawan. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.
Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. SI juga telah mencita-citakan Indonesia merdeka, sesuatu yang tidak pernah disinggung oleh BO. Jadi, Kebangkitan Nasional seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bulan 20 Mei.
Sejumlah peristiwa dan sejarah penting yang harus dengan jujur dipaparkan pada anak cucu kita antara lain adalah: Palagan Ambarawa, di mana laskar santri dan ulama mampu mengusir pasukan pemenang Perang Dunia II, Inggris; Pertempuran 10 November 1945 yang berasal dari Resolusi Jihad para ulama NU di Jawa pada bulan Oktober 1945, sebab itu semangat jihad-lah yang membuat rakyat Surabaya rela mati, bukan semangat membela yang lainnya; Sejarah Laskar Hisbullah/Sabilillah yang terus digelapkan sampai sekarang padahal Jenderal Soedirman sangat mengandalkan pasukan Islam ini; Sosok Jenderal Soedirman yang sangat fanatik dengan Islam, sehingga beliau selalu menyelipkan ayat-ayat jihad dalam setiap surat perintahnya; Islamophobia yang dilakukan rezim Orde Baru pada tahun 1967-1990-an; dan tragedi besar yang menimpa umat Islam Indonesia tetapi sekarang ini seolah dilupakan adalah tragedi Idul Fitri kelabu yang menimpa umat Islam Ambon di tahun 1999 yang merembet ke Ternate dan Poso.
Jika sekarang ini pemerintah SBY-Kalla memberi restu upaya pembakaran buku-buku sejarah yang tidak ada tertulis G30S/PKI, maka seharusnya pemerintahan ini melakukan penulisan ulang sejarah Indonesia secara lebih menyeluruh dan jujur. Tapi harapan ini sepertinya mustahil dilakukan mengingat yang berkuasa saat ini masih partai-partai politik zaman Orde Baru yang seharusnya sudah menjadi partai terlarang. Peristiwa pembakaran buku-buku sejarah saat ini membuktikan bahwa rezim represif dan fasis Orde Baru sekarang ini masih berkuasa. Kepala boleh berganti, tapi dari leher hingga ujung kaki hakikatnya masih sama. Reformasi memang telah gagal.
Gpp lah dia ngomong panjang lebar soal kehebatan muslim yang pasti tukang minta2 sama gelandangan masih di juara-i oleh Islam.
Hidup Yesus!!!! sang Pemberi Berkat Sejati!!! Our almigty God!
Cheerrrrssss
Shallom untuk semua orang Behey di Starof Betlehem dimana Kita selalu memuja Santa Anna sebagai sosok wanita yang Anggun apalagi kalau udah ikut pertapaan di lembah Karmel dan mendapat gelar kebangsaan HukumSukuLima itu tuch Gelar putri Carmelitania del freglie Carmelo Motto Molto de mezzo capriazi Santo Benekditus IndiePerawanMaria. Semua Keluarga kumpul ya Di kerajaan Bapa di Sorga yang Indah dan Mulia dengan KeagunganKharismatiknya. Silvya klaire lourdes Rosario
dugh………
smua agama tuch sama aja kalee……..
tinggal pilih mau yg mana……
@ Dear Mbuhraruh,
Semua agama berbeda, tidak ada yg sama. Jika sama, maka hanya ada 1 agama.
Yang patut dicatat adalah: semua agama baik, tapi tidak semua agama membawa manusia kepada keselamatan.
Salam.
Dari mana kita tahu bahwa kita telah diampuni oleh Tuhan? Bukan melalui retreat atau rekoleksi atau persekutuan doa yang cenderung memperdengarkan musik hingar – bingar (saking hingar – bingarnya, malah terkesan seperti konser rock metal atau hip – hop), tetapi melalui Sakramen Tobat yang diberikan oleh Tuhan Yesus melalui wakilNYA di dunia, yakni para imam tertahbis, dan bukan oleh kaum awam yang sok berlagak seperti imam dengan menumpangkan tangan padahal tidak mempunyai Sakramen Imamat seperti yang dimiliki oleh para imam Katholik….
Semoga kita semua tidak menjadi sesat oleh pemahaman keliru dari sempalan Pentacostalisme (yaitu Kharismatisisme) yang telah dianathema oleh Konsili Trente.
shalllom semua,
aq sungguh bangga sebagai anak Yesus, karena dia tu…setia ama aku.walaupun aku sedih tapi Dia tetap hibur aku..
Yang mengatakan retret,rekoleksi bahkan persekutuan Doa itu buat sausana hingar bingar itu mengganggu itu salah,ya.. mungkin yang bilang seperti itu karena dia belum ngalami sendiri kegiatan seperti ini..,biar ga protes mending rasakan aja deh klo acara tersebut justru membuat kita bangga bisa buat Tuhan kita diPuji dan ditinggikan namaNya.Karena bila kita bernyanyi dengan sungguh-sungguh itu justru kita BerDoa lho……
GBU
Saya pribadi menganggap agama hanya sebagai sarana/jalan untuk mencapai tujuan yaitu Tuhan / Allah / Sang Khalik. Rasanya semua agama mempunyai tujuan yg sama ya…. Hanya jalannya saja berbeda. Masalah jalan yg mana yg paling dekat tergantung kita menjalaninya. Ya kalo gak dijalani ya gak sampai2. Janganlah berdebat kusir dan janganlah menghina yang lain… marilah kita sama2 berkata : aku bersalah……. dan saling mengampunilah satu dengan yang lain…. karena sesungguhnya hanya Tuhanlah yang Maha Benar
oalah, report berdebat dengan hal-hal yg tidak penting. menurutku yg penting adalah bagamana aku bu bisa bersahabat dan berdamai dengan siapa saja, tanpa meperhatikan suku, agama, ras dan latar belakangnya yg penting dia mahluk ciptaan Ilahi. PIKIRKANLAH, NIATKANLAH DALAM DIRIMU “AKU INGIN MEMBERI CINTA KEPADA SEMUA ORANG TANPA PANDANG BULU”
jika ada cinta kasih disitu Tuhan hadir.
salam damai buat semua.GBU : )
Mei 7, 2007 pada 9:20 am
apakah umat katolik yang belum di baptis boleh mengikuti kegiatan ini ? saya ingin mohon pengampunan dan membersihkan diri.