Emanuel Setio Dewo

Ingin menjadi garam dunia

Konspirasi Di Balik Proyek Ubuntu

with 17 comments

Ubuntu memang fenomenal, semenarik tokoh di baliknya, yaitu Mark Shuttleworth. Saya sendiri sudah kebagian dikirimi paket Ubuntu 3 kali, dapat dibaca di: (1) Ubuntuku, (2) Paket Ubuntu-ku Tiba, dan (3) Ubuntuku yang Ke-3. Ubuntu juga sudah kumanfaatkan terutama untuk uji coba Sisfo Kampus, silakan baca di: Ubuntu + XAMPP + Sisfo Kampus = Cool OSS, Linux-ku Tersayang.

Asyiknya adalah kita bisa mendapatkan paket Ubuntu ini dengan gratis, bahkan biaya kirimnya gratis. Kita cukup membayar Rp. 3.000 untuk “Bea Lalu Bea” yang dikutip oleh PT POS. Sayangnya seorang blogger yang saya hormati menganggap Ubuntu adalah sebuah “konspirasi murtadisasi, kafirisasi atau apa”. Baca: Ubuntu: Murtadisasi, Kafirisasi atau Apa? Apakah mungkin karena Wadehel menemukan fakta bahwa proyek Ubuntu ini dibiayai oleh Canonical?

Ah, bagi saya itu adalah pemikiran yang dangkal. Mungkin kebanyakan umat di Indonesia terlalu takut atau bahkan paranoid terhadap isu2 Kristenisasi yang sebenarnya dilakukan oleh segelintir oknum saja. Tetapi rupanya tulisan Wadehel cukup dapat menarik opini pembacanya. Coba saja baca dikomentar-komentar pembacanya di artikel tersebut. Kebanyakan opini malah “seolah terbuka matanya” akan isu ini. Maklum, Wadehel memang ahli dalam cuci otak dan pandai bermain opini. Bahkan dia mengutip nama Bu Haji Irene Handono yang dianggapnya sebagai pakai pemurtadan. Ironis bahwa sebenarnya asal-usul Bu Haji ini tidak jelas sehingga sebenarnya tidak dapat dianggap sebagai sumber yang valid. Saya menganggap Bu “Haji” ini adalah seorang agen pemecah belah saja, terutama pemecah belah umat beragama di Indonesia.

Lebih ironis adalah karena Wadehel berpendapat agenda tersembunyi dari Ubuntu adalah karena Ubuntu mempromosikan pluralisme. Padahal saya melihat bukan pluralisme yang dipromosikan Ubuntu, tetapi KASIH! Jarang ada sebuah lembaga yang begitu besar tetapi tetap manusiawi. Coba tengok saja, jarang sekali sebuah vendor software di Indonesia yang benar-benar sebaik Ubuntu, paling tidak melempar produknya sebagai open source. Hanya sedikit sekali proyek open source di Indonesia, salah satunya adalah Sisfo Kampus OSS. Jarang sekali lembaga pendidikan di Indonesia yang benar-benar mau menyebarkan ilmunya secara gratis, atau paling tidak “murah dan holistik”. Salah satunya adalah Kampus Bisnis.

Ironis jika pada akhirnya proyek-proyek mulia seperti ini dituduh sebagai murtadisasi, kafirisasi atau apa (Kristenisasi) oleh umat Indonesia yang pemimpin umatnya menganggapnya haram pluralisme. Mari kita simak apa kata Emanuel Setio Dewo yang ada dibalik proyek open source Sisfo Kampus atau pun Kampus Bisnis yang open source dan gratis itu:

“Tidak ada agenda apa pun di balik Sisfo Kampus OSS dan Kampus Bisnis selain untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan. Anda dapat menyelidiki dan menggali agenda tersembunyi itu jika ada. Bukankah Anda bisa mendapatkan source codenya secara lengkap dan mudah? Silakan download source code Sisfo Kampus. Atau silakan pelajari semua materi di Kampus Bisnis dengan seksama dan temukan agenda di baliknya. Anda hanya akan menemukan sebuah ketulusan kasih Allah yang telah saya peroleh terlebih dahulu dan saya berkenan membagikannya bagi Anda semua.”

“Saya tidak takut akan adanya tuduhan Kristenisasi, murtadisasi, kafirisasi atau sejenisnya, karena memang itu bukan agenda saya dan usaha saya. Ironis bahwa saya menemukan tuduhan itu ditujukan kepada Ubuntu (sebuah proyek yang sangat saya hormati) oleh seorang blogger yang juga sangat saya hormati. Tetapi saya mengajak para pembaca untuk tetap berpikir kritis dan analitis untuk terus mengkaji tuduhan itu termasuk penuduh dan tertuduh. Saya harap segalanya akan terungkap. Dan semoga yang benar-benar dari Allah sajalah yang pasti akan terungkap kebenarannya.”

Itulah sedikit kutipan pernyataan dari Emanuel Setio Dewo (yang tidak lain adalah saya sendiri) yang juga sebagai pengelola Sisfo Kampus OSS dan Kampus Bisnis yang open source itu. Selanjutnya Dewo juga memiliki beberapa blog yang bernafaskan keagamaan, yaitu Agamaku Kesaksianku dan Tuhan Beserta Kita. Para pembaca dapat menyelidiki tulisan-tulisannya di kedua blog ini. Anda diajak untuk menemukan, mengkaji dan menganalisis secara kritis kasih Allah dan melepaskan semua isu Kristenisasi, murtadisasi, kafirisasi atau apa di kedua blog bernafaskan Katolik ini.

Selanjutnya diharapkan bahwa umat semakin dewasa dalam menanggapi perbedaan dan menghargai manusia seutuhnya sebagai ciptaan Allah. Dan kita diharapkan dapat menggali dan merasakan Kasih Allah yang telah diberikan kepada kita setiap hari dengan cuma-cuma itu karena Allah adalah Mahamurah dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hendaknya kita pun membagikan kasih yang telah diberikan Allah itu kepada sesama kita.

Semoga Tuhan Allah memberkati kita semua. Amin.

Update: Rupanya Ubuntu punya agenda terbuka (tidak tersembunyi), yaitu untuk menaklukkan Microsoft seperti yang diucapkan oleh Mark Shuttleworth yang diberitakan di: Bos Ubuntu Ingin Taklukkan Microsoft.

Tambahan: Cabang proyek Ubuntu: Kubuntu, Edubuntu dan Xubuntu.

Written by Emanuel Setio Dewo

September 12, 2006 pada 2:20 am

17 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hmmmm…

    *jidat berkerut*

    wadehel

    September 13, 2006 at 12:28 pm

  2. Hallo Wadehel…

    *** Mana ekspresinya??? ***

    dewo

    September 14, 2006 at 2:19 am

  3. kok saya membaca tulisan wadehel malah menangkap persepsi yang beda. Wadehel mengkritik pemikiran sempit nan fanatik melalui cara seolah-olah mendukung kefanatikan itu.
    Menurut saya wadehel justru mendukung pluralisme…

    Hendrixus Rumapea

    September 14, 2006 at 10:04 am

  4. @Hendrixus Rumapea,
    Mungkin perlu ditelaah lagi tulisan Wadehel. Dia itu menyebarkan kecurigaan dan malah mengajak melaporkan ke “ahli pemurtadan” (baca: Irene). Jelas2 dia mendukung fatwa MUI yg mengharamkan pluralisme.

    Nah, lo!

    Emanuel Setio Dewo

    September 15, 2006 at 1:15 am

  5. Kebenaran milik Tuhan. Tidak diperjual-belikan, tidak dipinjamkan, tidak didistribusikan oleh ciptaan-Nya.
    Kebenaran juga tidak untuk diperdebatkan, dicurigai, dimusuhi.
    Kebenaran dihidayahkan agar ciptaan-Nya saling mengenal, berbagi kasih, mencintai, dan mendamaikan.

    mataharitimoer

    September 20, 2006 at 7:06 am

  6. @ mataharitimoer

    Setuju.

    dewo

    September 20, 2006 at 8:48 am

  7. saya baru dapat kiriman 5 CD ubuntu 3 hari lalu. Punya panduannya nggak? kalo ada, kirimin PDFnya dong mas ke imel saya.
    makasih,

    jabat erat!

    MT

    September 22, 2006 at 2:40 pm

  8. @ MT
    Ternyata panduannya memang ga ada ya? Di situs Ubuntu pun ga ada. Lha piye tho? Tapi makenya gampang kok. Booting pake CD Live-nya. Kalau mau instal ke harddisk, tinggal klik icon Instal. Setelah itu ikuti petunjuknya.

    Semoga berhasil.

    dewo

    Oktober 12, 2006 at 4:17 am

  9. He3x…mas Dewo, saya sarankan sampeyan untuk baca2 lagi postingan2 Wadehel. Terus anda tarik kesimpulan…apa maksud Wadehel dengan membuat postingan tersebut…he3x. Jangan terburu-buru menilai seseorang dari penampakan harfiah postingan.

    Satoto

    Oktober 13, 2006 at 12:45 pm

  10. Hallo Pak Satoto,

    Mungkin Bapak Satoto bisa menjelaskan lebih baik dari postingan Wadehel? Mohon petunjuk.

    Salam.

    dewo

    Oktober 14, 2006 at 12:26 am

  11. Pas baca tulisan Wadehel, saya sampai speechless. Yang terpikir tuh, ini orang nggak bertanggungjawab banget (bukan cuma di postingan, tapi juga di bagian komentar). Picik. Belum lagi bisa menyeret orang yang ‘naif’ ke arah yang well…sudahlah.

    Joan

    Oktober 30, 2006 at 3:09 pm

  12. Inilah yang ditulis Wahedel di baris terakhir:

    Waspadalah saudaraku seiman (juga yang tak seiman), setan tuh selalu datang dengan langkah-langkah kecil! huehohihuehoa…he.

    *ketawa berantakan*

    Jelas banget bahwa dia melakukan sebuah guyon cerdas yang menohok banyak orang picik. Jadi, jangan kasih komentar kalo ga tuntas bacanya.

    Hidup Ubuntu!

    wandi

    Desember 25, 2006 at 2:24 pm

  13. saya mah dukung ubuntu aja. pokoknya asal bukan microsoft. hehehe… cuman aplikasi grafis belum banyak yg dukung ubuntu, jadi susah nih… ada info?

    rahadian p. paramita

    Januari 12, 2007 at 4:08 am

  14. Dear Rahadian P. Paramita,

    Bukannya Gimp sudah ada di Ubuntu? Lha itu program grafis terkenal ala Linux :D

    Salam.

    Emanuel Setio Dewo

    Januari 12, 2007 at 4:54 am

  15. hahaha, setiap tulisan wadehel itu selalu menohok. siapapun yang ngebaca gak tuntas dan gak bisa nangkep maksudnya akan merasa tersindir ;) .

    padahal bener kata dia

    setan tuh selalu datang dengan langkah-langkah kecil! huehohihuehoa…he

    Hidup Fedora! :-D

    dudi

    Maret 2, 2007 at 12:58 pm

  16. @ dewo

    banyolan kok ditanggapi kayak gitu? ngerti banyolan nggak mas?

    *garem kok asem*

    huehehe

    Juni 30, 2007 at 12:36 pm

  17. Hi Hi hi, bos dewo, gak usah segitu seriusnya dong.
    Emang kelebihan opensource itu kan dari fleksibilitasnya. Bisa diubah-ubah gicu lho. Tapi apa hubungannya software opensource sama Kitab suci ???

    Waduh jangan2 ada kampanye dari agen2 Mi kopyok yang mau mengaitkan opensource dengan konsep pluralisme agama. Biar yang antipluralisme nggak mau pake gicu lho. Hik Hik

    ssssst harap tenang, gua lagi nyebar gosip tuh. Percaya urusan lu kalo gak percaya berarti anda normal.

    lovepassword

    Oktober 2, 2008 at 6:02 am


Tinggalkan Balasan