Emanuel Setio Dewo

Ingin menjadi garam dunia

Dihina oleh Kartun?

with 63 comments

Dihina? Diperolok-olok? Dimusuhi? Dianiaya atau bahkan disiksa? Itu adalah menu wajib bagi setiap orang di dunia ini. Seringkali yang dihina bukan kita saja, tetapi bisa saja keluarga, orang tua atau bahkan guru atau pemimpin kita. Masalahnya adalah bagaimana kita mengatasinya ketika kita mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan seperti itu?

Kebanyakan orang mengatasinya dengan langkah ofensif, yaitu menyerang balik ke arah pelaku penghinaan atau penganiaya. Kalau perlu dibalas dengan lebih keras, yaitu dengan nyawa. Tapi ada juga yang mengatasinya dengan langkah defensif. Defensif berarti bertahan dari perlakuan tersebut. Bentuknya bisa saja menangkis, berkelit, membela diri atau malah kabur. Mana yang terbaik dalam mengatasi perlakuan ini?

Mau tahu yang terbaik dalam mengatasinya? Mari kita tanya pada Yesus Kristus. Dan jawaban-Nya adalah:

1. Tidak perlu dilawan

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (Matius 5:39, bdk: Lukas 6:29)

2. Mengasihi dan mendoakan

“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44, bdk: Lukas 6:27, Lukas 6:35).

3. Mengampuni

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di Sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Matius 11:25, bdk: Matius 6:12, Lukas 11:4)

4. Tidak menghakimi dan menghukum

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” (Lukas 6:37, bdk: Matius 7:1)

5. Perdamaian

“Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” (Matius 5:24, bdk: Markus 9:50).

Idealis? Tidak juga. Yesus Kristus telah memberikan contoh nyata atas semua perkataan-Nya. Sepanjang karya-Nya, Yesus dinina, diolok-olok, dianiaya bahkan disiksa sampai wafat. Bahkan Yesus diperolok sebagai “anak haram.” Tetapi Beliau tidak pernah melawan, bahkan mengasihi dan mendoakan seluruh manusia. Hebatnya lagi, Yesus mengampuni para penyiksa-Nya.

Kehadiran-Nya di dunia sekitar 2,000 tahun yang lalu itu pun bukan untuk menghakimi atau menghumum, melainkan memberitakan kabar baik, yaitu Kasih Allah dan Keselamatan dari Allah. Tidak hanya itu, Beliau juga menyembuhkan segala penyakit, baik jiwa mau pun raga. Dan buah dari pengajaran dan pengorbanan-Nya, yaitu Damai Sejahtera pun ditinggalkan bagi umat manusia.

“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:1;7)

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27)

Nah, Pemimpin Sejati kita telah memberikan pengajaran yang sangat baik, tidak hanya dengan ajaran-Nya, tetapi dibuktikan langsung dengan mengalaminya sendiri. Ajaran-Nya sangat konsisten dan tidak lekang dimakan jaman.

Tetapi yang terjadi di dunia ini sungguh bertolak belakang dengan ajaran Yesus. Ketika seseorang dihina, atau pemimpinnya diperolok-olok, maka kekerasanlah yang terjadi. Kalau perlu ada fatwa mati bagi pelaku penghinaan.

Aduh… seandainya saja semua orang itu murid Yesus, pasti kedamaian itu benar-benar hadir di dunia. Dan Kerajaan Allah hadir dalam kemuliaan di dunia.

—-
Sebagian diambil dari Mengasihi Musuhmu

Written by Emanuel Setio Dewo

Oktober 11, 2006 pada 7:15 am

Ditulis dalam Kristiani, Opini, Religi

63 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. KPD SAUDARA TENJOS YTH,
    BOLEH DONG PINJEM BUKUNYA,

    TAPI SAYA TIDAK MEMAKSA ANDA, UNTUK MASUK YHD,

    DITUNGGU YAAAAA

    ibranig

    Februari 27, 2009 at 2:13 am

  2. JANGAN LAH MENJADI PLAGIAT KITAP

    YHD (talmud n torah)LAH KITAP SEBENARNYA

    ibranig

    Februari 27, 2009 at 2:17 am

  3. .

    ibranig

    Februari 27, 2009 at 2:19 am


Tinggalkan Balasan