Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 20, 2006
Hari Minggu (19/11/2006) aku, Edo, dan Neti (adikku) berkesempatan mengunjungi pameran 3rd JMS di JCC. Ini adalah kesempatan terakhir karena hari Minggu ini pameran ditutup.
Setelah membeli tiket, kami langsung berpencar melihat-lihat aneka ragam motor. Para produsen tidak hanya memamerkan motor produksi masal mereka, tetapi juga memamerkan motor-motor purwarupa (prototype). Tidak hanya itu, Honda dan Yamaha juga memamerkan motor balap yang digunakan di Moto GP. Kayaknya sih replikanya. Tapi tetap saja mengundang perhatian para maniak motor.
[Ikuti cerita selanjutnya tentang test ride Bajaj Pulsar dan Honda Vario]
Semua pabrikan besar hadir di sini. Tidak ketinggalan Kanzen yang mengklaim dirinya sebagai produsen motor asli Indonesia. Tetapi yang lebih heboh adalah dengan hadirnya Bajaj asal India. Rupanya Bajaj tidak ingin kalah dengan Jepang untuk turut andil menjajah dunia otomotif Indonesia. Sedangkan Kanzen sendiri tidak mampu menunjukkan taringnya di negeri sendiri.
Tidak tanggung-tanggung, selain menerbitkan produk pertamanya berjuluk Bajaj Pulsar, Bajaj juga bertindak sebagai sponsor JMS. Otomatis Bajaj mendominasi area pameran. Dari areal parkir yang digunakan sebagai test ride, serambi luar gedung dan tentu saja di area utama pameran.
Lalu bagaimana dengan motor Pulsar yang didaulat sebagai produk pertamanya di Indonesia? Hmm… bentuknya sih oke banget. Macho gitu. Banyak keunggulan yang patut dicatat selain harganya yang cukup kompetitif. Untuk yang versi biasa bandrolnya 15 juta, sedangkan yang CW dipatok 16,5 juta. Bisa jadi akan menjadi pesaing utama Honda Mega Pro yang saat ini melenggang sendiri. Melihat segala keunggulannya, di samping kapasitasnya yang lebih besar, bukannya tidak mungkin, Pulsar akan menggerogoti pasar Mega Pro. Atau bahkan melahap pasar Honda Tiger dan Yamaha Scorpio Z. Nah, loh!
Tetapi melihat saja tidak cukup. Memang benar bentuk Pulsar sangat atraktif. Tetapi bagaimana dengan kinerjanya? Untuk itu, aku dan Edo sangat bernafsu untuk mencobanya. Entar dulu. Aku keliling-keliling dulu melihat pameran dulu ya? Oh, sudah tidak sabar ya? Yo wis, segera kuceritakan detail test ride-nya.
Setelah berpusing-pusing melihat pameran, kami bertiga keluar dari gedung pameran dan menuju tempat test ride yang terletak di areal parkir. Di sini ada 2 area test ride. Yang pertama adalah milik Bajaj Pulsar dan yang sebelahnya milik Honda.
Kami masuk ke areal test ride Bajaj Pulsar terlebih dahulu. Tidak lupa mendaftarkan diri untuk ikutan test ride. Hore… dapat nomer 2. Tapi rupanya di areal test ride sudah antri puluhan orang. Rupanya kami harus menunggu sampai nomernya kembali ke 1 lagi. Yo wis, kami menunggu dengan sabar sambil melihat para tester mencoba Pulsar. Ada juga tester yang nekat ngebut dan bahkan ada pula yang sampai roda depannya terangkat. Weks… kalau jatuh bagaimana ya? Nekat juga tuh.
Hore… akhirnya giliranku tiba juga. Dengan semangat 45 aku masuk areal test ride dan menuju ke salah satu motor Pulsar. Aku dapat warna hitam satu-satunya, yang lain warnanya merah. Aih… tidak ngaruh lagi. Eh, siapa bilang? Kan warna kaosku merah, kalau dapat Pulsar merah kan akan lebih matching gitchu… (* halah *)
Sempat dijelasin secara singkat oleh si pendamping. Asyik juga tuh speedometernya yang digital. Keren deh. Rupanya putaran pertama harus dibonceng sama si pendamping. Weks… kenapa harus dibonceng dulu ya? Mending para tester diberi kesempatan mencoba 2 putaran biar puas. Kan dengan 1 putaran dibonceng berarti si tester hanya dapat menjajal sendiri 1 putaran saja. Tapi rupanya saat membonceng si pendamping juga sekalian menjelaskan apa-apa saja yang perlu dilakukan, misalnya saat menerabas rintangan bumpy, dia bilang di rintangan bumpy ini kita tancap gas saja. Yo wis, nurut wae dari pada babak belur (** Hihihi… **)
Akhirnya setelah melintas 1 putaran dibonceng, tibalah saatnya menjajal sendiri si Pulsar. Selain bentuknya oke, handlingnya juga oke. Sayang lekukan dengkul di tangki tidak pas dengan kakiku. Maklum, kakiku kepanjangan. Hihihi… dasar badanku aja yang tidak proporsional. Panjang tangan, panjang kaki, panjang… (** halah **).
Kesan pertama: setelan kopling agak ketinggian. Tarikan oke banget. Tapi kayaknya handling stir agak narik saat belok. Tapi waktu aku nyoba Honda Tiger juga begitu. Mungkin semua motor sport begitu ya? Mungkin karena sudut rake-nya lebih besar dari pada bebek. Maklum, motorku kan bebek. Tapi aku rasa membiasakan diri dengan hal ini bisa dilakukan dengan singkat.
Seperti saran pendamping, pada saat rintangan bumpy kuterabas dengan kencang. Yup… rintangan dapat kutrabas dengan oke. Selain shockbreakernya yang mumpuni (shock belakang pakai gas Nitrogen) juga didukung jok yang empuk sehingga pantat tidak sakit. Jadi sebel dengan MX-ku nih. Selain shockbreakernya lembek juga karena jok-nya keras banget. Tidak heran jika pantatku lecet saat mudik kemarin (baca: “Perjalanan Penuh Keprihatinan“).
Sayangnya sirkuitnya pendek dan para tester hanya diberi kesempatan berpusing sekali padahal rasa penasaran belum terpuaskan. Karena sudah dicegat petugas, ya akhirnya kukembalikan si Pulsar. Padahal rasanya masih ingin muter beberapa kali lagi. Begitu turun dari motor si petugas memberikan angket dengan pesan dari sponsor: “Diisi 10 semua ya, Mas.” (** Halah, si petugas ngajakin curang. **)
Tapi walau pun ada pesan dari sponsor, aku tidak keberatan mengisi beberapa item dengan nilai 10. Tetapi ada juga yang nilainya kuisi 8 untuk kopling dan persneling. Maklum, koplingnya ketinggian stelannya dan jadinya sulit pindah gigi. Apalagi untuk menetralkan. Gak bisa juga kunetralkan. Mungkin aku dapatnya yang stelannya tidak oke, soalnya Edo kayaknya enjoy aja dengan Pulsarnya.
Setelah menyerahkan angket kami mendapatkan kaos Bajaj. Hore… Yang lucu si Neti. Dia kan tidak ikut test ride, tapi karena mengisi angket dan ikut menyerahkan angket akhirnya dapat kaos juga. Hahahaha… (** Langsung kabooor **)
So? Jadi ingin punya Bajaj Pulsar 180 DTS. Semoga aja menang Door Prizes berhadiah Pulsar ya? Ayo dong… aku didoain biar menang… (Amin).
Tidak puas mencoba Pulsar kami beranjak ke areal test ride Honda. Di dalam disambut simulasi motor. Ada sistem penilaiannya lho! Jadi kayak game beneran. Hmm… lebih asyik lagi jika simulasinya balap motor ya? Dijamin bakal mengundang penonton. Time Zone bakal sepi dong? (** halah **)
Yang paling asyik adalah karena sebelum menjajal motor Honda, kami diharuskan ikut kursus singkat Safety Riding. Honda memang sangat peduli dengan keselamatan. Harus diacungi jempol! Dan lebih hebat lagi adalah karena para tester diharuskan memakai protektor. Dari helm, sarung tangan, protektor siku lengan dan protektor kaki. Para tester juga disyaratkan memakai sepatu sebelum ikut mencoba menjadi tester. Well… two thumbs up deh. Apalagi helmnya keren, mereknya Evolution. Warnanya sewarna body motor. Halah… kok jadi iklan sih?
Langsung aja pantat mendarat di Honda Vario terdekat. Dari segi ergonomi kayaknya kurang pas dengan postur tubuhku. Lagi-lagi kakiku yang kepanjangan. Hampir nyentuk tebeng depan. Dan karena sempit, jadinya posisi kaki tidak bisa rapi. Ya jelas saja begitu, lha wong Vario itu sebenarnya untuk wanita dan/atau pria dengan postur tubuh sedang. Ya sudah, berarti memang aku tidak jodoh dengan Vario. Bisa-bisa postur tubuh jadi tidak karuan jika mudik pakai Vario (** halah **).
Kalau boleh jujur, baru kali ini aku mengendarai skuter matik. Jadi first time lah. Yang penting sok yakin aja. Kan cuma tinggal nge-gas dan nge-rem. Yo wis… setelah menghidupkan mesin langsung nge-gas dan nge-rem aja. Yang jelas agak kagok juga. Apalagi karena gasnya harus agak besar untuk jalan. Agak sulit pas nikung patah, habis ngerem mau jalan lagi harus ngegas. Soalnya gasnya harus agak besaran. Gak biasa gitu.
Tapi 3 kali putaran sudahlah cukup. Apalagi petugasnya sudah menyuruh masukin motor ke kandang. Yo wis, sekali lagi nurut aja dari pada babak belur.
Kali ini tidak perlu isi angket seperti di Bajaj. Dan langsung diberi topi setelah mengembalikan semua protektor ke petugas. Kali ini Neti juga ikutan test drive. Rupanya dia bisa juga naik skuter matik. Sedangkan Edo nampak lucu saat naik Vario. Maklum, doi kan gambot, jadi kasihan sama Vario yang harus ngangkut bodinya yang bongsor.
Asyik juga bisa menjajal motor-motor keren seperti Bajaj Pulsar dan juga Honda Vario. Tapi yang bikin penasaran adalah si Bajaj Pulsar. Selain body-nya keren, teknologi yang diusungnya juga keren. Tapi sayangnya belum monoshock dan radiator. Padahal kalau sudah monoshock pasti akan lebih atraktif.
Oh, ya, oleh MC-nya, Bajaj tidak boleh disebut dengan sebutan “bajay” lagi, tetapi harus dengan “bajaj”. Katanya supaya tidak dikonotasikan dengan kendaraan roda 3 khas Jakarta itu. Wah… istilah “jijay bajay” bakalan lenyap dari kosa kata bahasa Indonesia nih?
Ya begitulah cerita dari nonton JMS kemaren. Sayang kemalaman, padahal seharusnya ke Gereja sorenya. Jadi absen Misa nih. Maaf ya Tuhan.
gua baru saja beli p200 ebony black..
awalnya gua langsung datengin dealer bajaj yang bisa test drive…. kebetulan gwe domisili bandung.
sesampainya di dealer gwe disambut dengan ramah padahal gwe hanya sendirian dan masih muda 22 tahun gitu… disini gua liat kesan staff dealer bajaj ramah lho
dibanding sama staff dealer japan….. ahirnya setelah tanya-tanya aye test drive pake p200 yang memang untuk di test… langsung aye bawa ke jalan peta… aye mikir “ah ini kan motor test jadi gpp kalo gwe tarik gasnya”
begitu ditarik wuzzzz…. kebut melesat. responsif banget suspensi oke, posisi riding pas ama postur tubug gwe yang 176 cm 58 kg (untung gwe ga terbang kaya iklan si komeng -_-) wah ni motor mantep banget semakin gwe yakin untuk ambil 1 (rencananya emang dah mau bli) bgitu kembali pada dealer bajaj yang terleta di jalan peta langsung aye ambil 1 bajaj p200 item.. soal after sales ?? ga masalah ni motor gua simpen ampe punya cucu hehehe….. ngapain dijual lagi motor keren bgini, tarikan oke, bensin irit, comfort, canggih punya, tenaga besar.. banyak segi positifna. kalau negatifnya susah klo mau buka jok rada repot… wajar klo masalah after service motor jepun lebih tinggi sebab sudah lama main di bidang otomotif di indo ni.. tpi gua yakin 1 tahun atau 2 tahun lagi bajaj akan menjadi kompetitor yang super sakti mantra ajib buat pabrikan jepun. bagi yang udah coba bajaj pasti pengen pindah pake motor bajaj…..
disini gua mau ngasih info tentang kelebihan dan kekurangan bajaj khususnya p200 (aye punya sih hehe)
kelebihan :
- spido digital canggih punya
- tenaga ngisi terus dari bawah sampai atas
- handling mantap
- body jelas macho, buntutnya itu seksi abis lancip meruncing ke atas
- empuk banget…..
- stabil
- suara halus untuk motor sejenis (bandingkan dengan tiger brisik amat apalagi rantainya serem….)
- irit 1 liter = 40km bisa lebih irit tergantung pemakaian
- teknologi yang diusung dts-i keren pembakaran bagus dengan 2 busi
- klaksonnya suaranya kaya klakson mobil mantap banget ga pasaran gitu lhooooooo
kekurangan
- repot saat buka jok
- jok belakang keras
- berat (tpi lumayan buat olahraga)
kesimpulan :
mungkin ada yang kecewa karna blon monosok kaya motor2 yang lain, tpi bukan masalah sebab meski dualshock tpi sudha menggunakan nitrogen bukan oli lagi, dan bisa di refill tentu menjadi bahan penghematan. pulsar ini bukan produk yang dijual dengan harga lumayan mahal 20,7 (p200) tanpa memberikan fitur yang biasa saja, tapi luar biasa bagus banget. jgn takut mengenai spare part, selain bisa subtitusi merk lain, dealer bajaj pun sudah menyiapkan spare pats yang kita butuhkan misal gear set. rem depan-belakang, oli dsb. dijamin bakal puas bli motor bajaj.
Oiya,aku kan smpet krja jd sc pulsar neh,skr jg seh masih…
Sbnrny aku gk trlalu ngerti mslh mtor,,,tp yg aku tau,emg keren bgt tuh mtor!! Aku jg pnh nyoba yg 180,mantepp!!
Kalo yg 200cc trlalu berat bwt cwe,aplgi postur kcil kyk aku yg cuma 167cm/46kg
kdang knsumen aku suka nanya,,kelebihan ma kekurangan pulsar dbndingin ma v-xion,thunder ma tiger,mreka pda branggapan kalo mtor jepang lbh kuat dbnding mtor pulsar,coz mreka ktakutan kyk mochin dlu.,
btw pny solusi gk?
Btul… setuju.. PZoo emang wuss wuss wuss…
Aduh… smangkin pengin sgera bli Pulsar neh ….
dah ada brp nak Salatiga yg dah bli pulsar ya?
….. cari temen ….
Alow Mas Dewo, Apa kabar?
Gimana kabar si Suzi Skywave?
Baca test ridenya Pulsar dan Vario seru juga.
Kalo test Ride Ninja 250r sudah pernah?
kalo sudah, Gimana rasanya?
umur kebanyakan dari teman2 disini berapa sih? bukannya sharing plus minus, malah berantem merk kesayangannya…nggak semua orang brand minded, berduit lebih, atau ngerti teknologi om…tolong aja temen2 yang mau tau plus minus motor yang emang lagi dibahas aja…itu juga kalo tau..kalo g tau ya tanya sama yang tau…swt T_T
[...] ini daku belum pernah memiliki motor matik. Pernah sih mencoba naik motor matik, yaitu saat test drive Honda Vario, tapi rasanya bagaimana gitu. Nah, kali ini daku berkesempatan memiliki motor matik, tepatnya [...]
kapan di Pati Jateng ada daelernya?
Sugeng dalu, Mas Emanuel Setio Dew0 …. Salam kenal, nggih, Mas …. Mas, saiq, lha’, wis telung wulan, tho, y0, Suzi Skywavee Mas Dew0?! Pie, Mas, keros0ne? Nuwun sewu, Mas Dewo, Mas duwure sepiro, th0, Mas? awa’qu 178 cm, bob0t 75 kg, Mas. aqu keroso kesel, Mas, numpa’ H Supra kanggo rute sing adoh ( > 10 km ). Ne’ Skywave, pripun, Mas Dew0? Matur nuwun, nggih, Mas Dew0 ….
iya gan ngiler juga ane kalo lihat motor yang bagus kayak gitu. tapi sayang duit ane blum cukup untuk bisa beli tuh motor.duh sedih deh,,,,gan tukeran link yuk…..
yamaha-vixion.blogspot.com
all command on above, we agree.
dito
Januari 27, 2009 pada 5:37 am
V-IXION ITU MODAL MAHAL DOANK TAPI GAK ADA TAI2NYA SM PULSAR 180cc. DARI cc NYA AJA UDAH BEDA. BOLEHLAH MAHAL, TAPI APA BISA BERBICARA BANYAK?? GAK SAMA SEKALI!!! SUMPAH POCONG GW BERANI, SERING GW KETEMU V-XION DIJALAN, SOK2 MAIN GAS TAPI PAS BALAPAN KALAH, GW JAMIN!!!! V-XION SELALU KEBALAP PAS GIGI 3, DAN ITU BUKAN HANYA 1 – 2 V-XION, TAPI UDAH KESERINGAN GW NGADU SM V-XION JD MALES NGADU LG KARENA PERCUMA. MODAL MAHAL TAPI GAK ADA LARINYA.
BUAT PENGGEMAR PULSAR JANGAN TAKUT KALAU LO MW NGADU SM V-XION, DIJAMIN MENANG..! SAMA TIGER REVO JG BISA MENANG KARENA DAYA KUDA PULSAR 180cc- TIGER 200cc BEDA DIKIT. TAPI KALAU MAU NGADU SM SCORPIO LADENIN SAMA PULSAR 200cc. COBA AJA KALAU GAK PERCAYA.
NIH KOMPARASI DAYA KUDANYA:
PULSAR 180cc – 16,5 dk
V-IXION – 14an dk
TIGER REVO – 16,7 dk
PULSAR 200cc – 18 dk
SCORPIO – 19 dk
NINJA 250 – 24an dk
NINJA 150 2T – 33an dk
DARI DATA, PULSAR YANG cc NYA HANYA 180cc TAPI DAYA KUDANYA GAK BEDA JAUH SM TIGER REVO YANG 200cc, JD LO BISA NGALAHIN TIGER. KALAU SAMA V-XION GAK USAH DITANYA, MOTOR ITU GAK ADA LARINYA CUMA MENANG MAHAL.
KALAU MAU LADENIN SCORPIO, SAMA PULSAR 200cc KARENA DAYA KUDANYA GK JAUH BEDA MESKIPUN cc TERPAUT JAUH. TAPI JANGAN NGADU PULSAR 200cc SAMA V-XION, PERCUMA JAUH BANGET V-XION PASTI KETINGGALAN.
OK BRO PULSAR.
KASIH COMMENT KE GW: MYANDYPIERRE@YAHOO.COM
September 5, 2009 pada 2:49 pm
we agree with you argument.