Emanuel Setio Dewo

Anda Jangan Ikut Seminar Best of The Best

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Agustus 11, 2007

Saya benar-benar tidak menganjurkannya… Sebagai kritik bagi “Anda Harus ikut Best Of The Best..”

Para pelaku MLM pasti sudah tidak asing dengan seminar bertajuk “Best of The Best”, “Power”, dan lain-lain sejenis. Ya, seminar-seminar sejenis ini memang sering dianggap sebagai pintu gerbang menuju sukses ber-MLM. Kerap kali para MLM mengajak para prospektusnya ke seminar ini. Bahkan tidak jarang mereka mensponsori orang-orang untuk mengikuti seminar ini. Padahal seminar ini sangat mahal. Dari yang termurah Rp 900 ribu sampai yang jutaan.

Mengapa saya tidak menganjurkan Anda mengikuti seminar ini?

Beberapa tahun yang silam saya disponsori oleh kakak untuk mengikuti seminar semacam ini. Kakak yang saya sayangi memang sangat menyayangi saya. Dia prihatin ketika saya belum punya kerja. Sedangkan kakak saya yang paling sukses di keluarga kami ini sudah mengikuti salah satu MLM dan berpikir ada baiknya saya ikut MLM.

Sebenarnya sebelum disponsori kakak, saya sudah pernah ikut beberapa kali kelas MLM. Dan tentu saja kehadiran saya di beberapa kelas MLM tersebut “atas desakan” para teman saya. Tidak ada satu pun yang merupakan inisiatif saya sendiri. Dan saya akhirnya tidak terdafar di satu pun MLM yg para teman rekomendasikan.

Oke, balik ke seminar. Akhirnya dengan kebaikan hati kakak, saya dijemput dan kami bersama mengikuti seminar tersebut. Sampai di salah satu gedung olah raga di pusat Jakarta itu saya tertegun. Rupanya para pesertanya sangat banyak. Di parkir VIP banyak sekali mobil-mobil mewah. Jangankan BMW, Mercy dan Jaguar pun parkir dengan anggunnya. Saya pikir tentu acara ini tidak sembarangan.

Dugaan saya tidak salah

Di pintu masuk pun kami disambut orang-orang dengan pakaian perlente. Para bapak dan pemuda menggunakan jas mahal yang bersih. Sepatunya mengkilat. Senyumnya sangat ramah dengan deretan gigi putihnya. Sayang saya tidak bisa menilai senyuman orang, apakah mereka tulus atau hanya pamer gigi putih mereka saja.

Para ibu dan pemudi pun tak kalah cantik. Pakaian mewah yang mungkin hanya bisa dibeli di butik-butik ternama yang tentu sangat mahal. Gaji saya sekarang pun mungkin tidak cukup untuk membeli satu gaun mereka. Sayang para pemudi cantik ini hanya menyalami saya yang datang dengan pakaian ala kadar dan sandal gunung buluk ini. Padahal asyik jika pakai acara cipika-cipiki. Hehehe…

Boleh dikata kami datang telat walau pun sebenarnya kami sudah datang 20 menit sebelum acara. Ya, kami telat karena GOR sudah penuh sekali. Untungnya banyak sekali petugas yang mengatur tempat duduk para pengunjung. Rupanya tempat duduk GOR yang ala kadarnya tidak menyurutkan para pengunjung memadati tempat ini. Bahkan ada yang sudah datang lebih dari 1 jam sebelumnya demi mendapatkan tempat terdepan.

Singkat kata, akhirnya kami dapat tempat duduk yang lumayan. Bagi yang tidak dapat tempat duduk, disediakan bilik-bilik di bagian luar ruang utama. Bilik-bilik ini dilengkapi TV dengan sound system yang kuenceng. Pokoknya bisa buat budeg jika kita ada di ruang tersebut selama 2 jam penuh. (Ya mbok dikecilin tho)

Pembicara-pembicara Hebat

Akhirnya acara pun dimulai. MC yang ganteng dan cantik pun dengan fasih memandu acara. Tentu saja pakaian mereka tidak kalah dengan para MC ternama atau bahkan artis/diva ternama.

Para MC ini pun membawakan acara dengan sangat baik. Selain komunikatif, mereka pun bisa mengajak para pengunjung bernyanyi dan menari. Saya sendiri dengan kaku berusaha ikut larut walau pun hanya sebatas tepuk tangan. Itu pun karena rasa tidak enak dengan orang-orang di kanan-kiri yang dengan semangat bernyanyi dan menari. Sesekali kami diharuskan bergandengan tangan. Hem… masak harus menolak sih? Padahal sebelah ada yang cantik?

Acara akhirnya dimulai. Para pembicara mendapat giliran satu per satu. Untuk menyingkat tulisan, perkenankanlah saya menuliskannya dalam bentuk daftar. Inilah daftar penilaian saya kepada para pembicara tersebut:

  • Tidak dapat dipungkiri bahwa para pembicara ini sangat jago dalam memberikan seminar. Mereka mampu membangkitkan emosi dan semangat para pengunjung. MC kondang pun mungkin masih kalah.
  • Semangat dan tenaga mereka hebat. Mereka tidak pernah berjalan. Naik-turun panggung selalu berlari. Kalau pun diam di tempat, sesekali mereka melompat jika diperlukan. Saya tidak tahu apakah mereka dalam kesehariannya begitu juga atau hanya pada acara ini? Atau mungkin karena pengaruh minuman atau makanan suplemen yang mereka jual? Wah, kalau memang begitu, mereka sehat sekali ya?
  • Mereka hebat ilmunya. Buktinya mereka banyak sekali membawa (dibaca nggak ya?) buku-buku best seller dari penulis-penulis top luar negeri. Salah satu buku yang bisa dianggap sebagai kitab suci bagi mereka adalah buku-buku karangan Robert T. Kiyosaki. Bahkan buku “The Seven Habits” karangan Steven Covey pun disambung-sambungin untuk mendukung dalil-dalil MLM mereka. Sebenarnya masih ada beberapa buku dari penulis top dunia lain, tapi saya tidak ingat.
  • Mereka sangat sukses. Buktinya mereka mampu membeli pakaian mahal, jam mahal, sepatu mahal, dll. Saya mengira bahwa merekalah pemiliki mobil-mobil keren yang parkir di area VIP. Tidak salah! Pada setiap kesempatan mereka menceritakan rumah mewah, mobil mewah, kapal mewah (Yatch), bahkan ada yang punya helicopter dan pesawat jet pribadi!
  • Mereka sangat aktif. Atau bahkan bisa dikategorikan hyperaktif? Selain selalu bergerak cepat seperti yang sudah saya tulis di atas, mereka juga dengan semangat dan antusias selalu tersenyum dan ketika tidak sedang membawakan seminar, mereka dengan segera menyalami banyak orang sambil membagi-bagikan kartu namanya.
  • Mereka Lucu. Memang harus diakui bahwa jika Anda lucu, maka Anda dengan mudah mendapatkan perhatian dan simpati. Nah, demikian pula dengan para pembicara MLM yang kebanyakan lucu ini. Tapi kok ya banyak kelucuan yang basi gitu. Kurang kreatif. Mungkin mereka aslinya tidak lucu tapi karena tuntutan pekerjaan akhirnya mereka harus lucu. Alhasil mereka menculik banyolan-banyolan dari komedian terkenal atau bahkan dari internet.

Terus terang saya harus mengakui bahwa para pembicara ini memang hebat. Buktinya banyak sekali pengunjung yang terlarut dengan seminar ini dan serasa terhipnotis ketika disuruh apa pun seperti lari di tempat, melompat, berteriak, menari, dan lain-lain.

Tetapi maaf, rupanya saya tidak bisa terlarut dalam seminar ini. Rasanya ada yang janggal. Sungguh menyesal kalau saya harus mengorbankan Misa di Gereja. Walau pun kalau boleh jujur, acara seminar ini sangat menghibur, heboh, mewah, dll dibandingkan Misa di Gereja yang bagi sebagian orang sangat membosankan dan sangat menyita waktu itu.

Tetapi sekali lagi maaf, saya salah jika memutuskan untuk mengalahkan acara Misa dan menjadi sehat di acara seminar ini. Mengapa sehat? Karena pada seminar itu saya pun akhirnya harus “berolah raga.” Dalam hati saya menyesal, seharusnya saya tidak melewatkan Misa.

Setelah acara tidak terlupakan itu beberapa kali saya ikut acara serupa karena diajak (dipaksa) kakak atau teman atau sahabat. Beberapa kali saya terpaksa ikut demi menghormati kakak, teman dan sahabat. Ya, saya tahu mereka sangat menyayangi saya. Buktinya mereka mau mensponsori saya untuk ikut acara-acara tersebut. Saya tahu harga tiketnya amat-sangat mahal. Apalagi untuk ukuran kantong saya yang cekak ini.

Saya tahu mereka sangat menyayangi saya dengan berupaya keras mengubah paradigma saya yang selalu menentang MLM. Sejak pertama hingga detik ini saya tidak pernah suka MLM. Apa pun yang mereka dan para pelaku MLM lain lakukan untuk mengubah paradigma saya adalah hal yang sia-sia.

Boleh percaya boleh tidak, terakhir saya bertemu dengan militan MLM yang juga seorang pendeta. Perdebatan kami sampai membawa-bawa ayat-ayat suci Alkitab. Semakin banyak ayat suci yang dia lontarkan, semakin mudah saya mematahkannya. Bukan karena saya ahli Alkitab, tetapi saya dengan mudah menjelaskan esensi ayat-ayat tersebut yang tentu saja sebenarnya tidak bisa digunakan untuk “membenarkan” MLM.

Jangan Pernah Menghadiri Seminar MLM

Ini adalah anjuran saya. Saya menganjurkan demikian karena ada suatu alasan khusus, bukan karena saya benci MLM atau sangat sentimen MLM. Berikut adalah alasan saya untuk tidak menganjurkan Anda mengikut seminar tersebut:

  • Buang-buang Uang. Apakah seminar ini bermanfaat? Bagi saya: TIDAK! Mengapa? Karena saya tidak mendapatkan ilmu apa pun darinya. Mungkin banyak orang lain merasakan manfaatnya, terutama untuk memompa semangat mereka yang selama ini loyo. Juga bagi mereka-mereka yang tidak sukses dan selalu sial.
  • Jangan Buang Uang Anda. Dari pada beli tiket seminar yang mahal, lebih baik Anda bisa menggunakannya untuk membuka usaha kecil di rumah. Jika sudah punya usaha, pergunakanlah uang itu untuk tambahan modal. Akan sangat lebih baik jika uang tersebut dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan Anda lewat kursus atau bahkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda lewat sekolah atau kuliah. Percayalah, manfaatnya akan jauh lebih besar jika uang tersebut digunakan untuk kursus keterampilan.
  • Tidak Berguna. Sekali lagi saya mengatakan seminar ini sebagai hal yang tidak berguna karena pada acara berdurasi 2 sampai 3 jam itu Anda tidak akan memperoleh ilmu yang sejati. Kalau boleh saya katakan, banyak sekali mereka menyadur buku-buku terkenal demi mendukung dalil MLM. Padahal jika Anda mau dengan hati-hati membaca bukunya, Anda akan mendapati bahwa apa yang mereka cuplik itu tidak sejalan dengan MLM. Atau jika sejalan, maka dalil itu akan jauh lebih berguna dan bermanfaat jika dilakukan di bidang lain.
  • Pamer Kekayaan dan Kesuksesan. Terlepas dari betapa hebatnya para pembicara, hampir 80% dari apa yang mereka omongkan hanya memamerkan kekayaan dan kesuksesan yang mereka raih. Ke-80 persen itu juga berisi perjalanan hidup mereka, dari terpuruk, bingung, ketemu MLM sampai akhirnya sukses dengan MLM.
  • Cuci Otak. Saya sempat diomelin seorang ibu gara-gara saya menuliskan bahwa MLM adalah cuci otak. Dan gara-gara komentar keras ini pun akhirnya saya dianggap Spammer. Tidak salah jika saya menganggapnya demikian. Para pelaku MLM harus jujur mengakui bahwa MLM adalah program terstruktur untuk mencuci otak orang sehingga akhirnya mereka akan menjadi militan MLM sejati. Coba saja bercermin, apakah yang Anda (sebagai militan MLM) inginkan saat ini dan untuk masa depan? Tidak lain dan tidak bukan adalah mengejar materi/harta melimpah.
  • Serigala Bernama Cinta. Yang lucu adalah saat dengan pongahnya mereka mengatakan bahwa kekayaan mereka itu juga diamalkan bagi orang lain. Entah itu dalam program anak asuh, panti asuhan, panti jompo, yayasan yatim piatu, beasiswa, dan masih banyak lagi. Dengan semangat sucinya mereka memamerkan foto-foto, filem-filem, piagam-piagam penghargaan berkenaan dengan kegiatan sosial mereka. Anda pasti merasa bahwa para pelaku MLM ini adalah orang yang suci lahir batin. STOP! Jangan pikirkan itu! Begitu mereka menceritakan program amal mereka, saat itu pula program amal mereka tidak berguna lagi di mata Tuhan. Setiap kali mereka menceritakan kegiatan sosial mereka, setiap kali pula malaikat akan mencoretnya dari buku kehidupan mereka. Mereka telah mendapatkan upahnya di dunia ini sehingga tidak berhak atasnya di surga. Ya, mereka telah mendapatkan upah atas kegiatan sosialnya di dunia ini berupa: pujian, pengakuan, ketenaran, kesuksesan, kekayaan, dll. Yang ironis adalah karena mereka berkata bahwa mereka melakukan itu atas nama cinta. Betulkah cinta sejati bisa dibeli? Itu kalau dilihat dari agama saya ya? Saya rasa agama lain pun akan sejalan.
  • Pada Akhirnya: IKLAN. Semua pada akhirnya beriklan. Semua pembicara selalu mengiklankan produk-produk unggulan mereka. Entah benar atau tidak, ada yang memberi kesaksian selamat dari maut karena meminum obat ANU, padahal dokter telah memvonis usianya tidak lama lagi alias tinggal menunggu dijemput Malaikat Maut. Boleh percaya boleh tidak, harga produk-produk MLM selalu jauh lebih mahal dari pada harga produk sejenis yang bukan MLM. Tentu saja mahalnya harga ini karena produk ini terbebani bonus para upline Anda. Bolehkah saya beri contoh? Salah satu shampoo MLM berharga 60 sampai 80 ribu. Coba bandingkan dengan shampoo generik pada saat itu yang cuma berharga lima ribuan. Ya-ya-ya, para militan MLM akan mengatakan kalau produknya punya kandungan luar biasa dengan khasiat luar biasa. Kalau perlu khasiatnya sekelas mujizat. Akhirnya saya dengan menyesal mengatakan bahwa sebenarnya Anda hanya membayar iklan ketika hadir di acara seminar ini.
  • Banyak Lagi…

Ya, masih banyak lagi yang bisa saya tuliskan. Tetapi saya tidak mau menuliskannya lebih lanjut. Saya mengajak Anda (para militan MLM) untuk dengan jujur bercermin. Silakan berkomentar dengan jujur di sini. Forum ini terbuka bagi Anda, sekeras apa pun komentar Anda. Saya akan membuka forum ini walau pun Anda menghujat saya. Tentu saja karena saya merasa lebih dewasa dari pada blogger MLM.

42 Tanggapan ke "Anda Jangan Ikut Seminar Best of The Best"

Kalo menurut g mah namanya usaha semua sama aja…
ada perjuangan,ada sakit, ada saat2nya mentok…
pada posisi itu keputusan ditangan kita sendiri…
komitmen awal waktu ngerjain sesuatu seperti apa.
kalo kerja cuman coba2 hasil kerjanya pasti ga karuan..
beda kalo orang yg punya niat kerja ato usaha..
kalo usaha jualan produk tertentu misalnya tanggo, teh botol ato sprite.n kerasa ga profit di 2 atau 3 bulan pertama,trus tutup..Ya rugi dunk…

coba deh kita liat dari MLM atau Network marketing yang sehat (No Money game).. Kita jualan produk tertentu jg, dengan range modal tertentu,trus di bulan2 pertama ga profit, nyerah n mundur…trus yang disalahin lingkungan, MLMnya, kondisinya, orang lain…menurut g si sempit bgt pemikirannya..

Menurut g MLM ga gampang buat sukses n nyampe kya yang diceritain dewo. Cuman menurut g sistemnya sederhana, n bisa diduplikasi, trus di bantu (kalo uplinenya bisa jadi mentor yg bener, kitanya jg teachable)..Masalah konsistennya kita bisa liat dari arah n komitmen kita jelas apa nga.. inget yg g ceritain org kerja cuman coba2 ?..

Kalo kita mau open mind tentang peluang ga da salahnya kita dtg k satu seminar untuk sekedar dpt infonya.. toh jg paling abis 1 2 jam. kalo ada info yg bagus mungkin itu bisa buat point plus..informasi itu hal yg dikonsumsi otak kita, kalo seminar itu mang ada peluang bikin orang berhasil kenapa nga liat dl,ada irang bijak bilang kalo kita berani invest banyak untuk otak kita,maka kita udah invest untuk masa depan kita.

jangan ikut MLM deh..kalo mo aman. soale sekuat-kuat apapun iman anda, pasti akan goyah kalo otak anda dicuci tiap hari ma upline yang seolah-olah menjelma jadi nabi baru buat orang MLM.kata2nya dikutip, tingkah laku dan gayanya diikuti hingga cara bicara ma cara berpakaian. teman saya malah ngikutin ampe gaya rambutnya.yang bikin sedih, temen saya sekarang jadi materialistis banget dan boongnya tambah menjadi-jadi, ngomong bonusnya udah gede banget. padahal, saya juga pernah ikutan mlm itu tapi dah tobat, jadi saya tau kira-kira penghasilan dia. soalnya di internet bisa diliat kok berapa point dia ma donline2nya (www.k-link.co.id).penghasilan seupil bilang segunung, kacian…

Tinggalkan Balasan

Powered by PrMania.Net

Alnect computer Blog Contest

hit counters

Yang sudah mampir

  • 1,180,017 bloggers

Arsip