Buku Financial Revolution
Rupanya aku banyak hutang. Bukan hutang uang sih, tapi hutang bacaan. Ada beberapa buku yang aku beli atau aku pinjam tetapi belum aku baca. Salah satunya adalah buku “Financial Revolution” karangan Tung Desem Waringin. Buku ini aku pinjam (lho, kok kayak syair lagunya Iwan Fals), dari Bune. Tadinya mau beli sendiri tapi karena Bune sudah punya, ya pinjam saja. Hehehe… ngirit gitu loh.
Dengan hardcover yang eksklusif berstempel “National Best Seller”, buku ini memang layak dijual mahal karena selain isinya oke dengan banyaknya ilustrasi plus kualitas kertas yang bagus, juga karena buku ini melampirkan 2 buah CD audio. Bagi yang males baca kayak saya, kedua CD Audio ini amat sangat membantu. Tetapi waktu saya mendengarkannya tempo hari, saya malah ketiduran. Maklum, dengerinnya tengah malam.
Isinya apa saja sih? Keren ga?
Bagi yang sering mengikuti kursus atau kelas motivasi, maka nama Tung Desem Waringin bisa jadi top abis. Boleh dbilang, doi adalah gurunya motivator ulung. Banyak provokator-motivator lahir berkat dirinya. Seminar-seminarnya yang banyak itu selalu dipadati pengunjung. Bahkan doi perlu memiliki sebuah helicopter demi memberikan seminar-seminar yang padat jadwalnya. Seminarnya apa saja sih? Selain seminar motivasi dan keuangan, doi juga sering (dulu) memberikan seminar tentang (ehm…) MLM.
Nah, jika Anda memiliki banyak pertanyaan seperti di bawah ini dan ingin mendapatkan jawabannya, maka Anda harus segera ke toko buku dan membeli buku ini.
- Bagaimana membuat uang mengejar Anda
- Bagaimana mempunyai peternakan uang
- Bagaimana cara orang kaya mengumpulkan uang ribuan kali lebih banyak dibandingkan orang biasa dalam waktu yang sama
- Bagaimana memulai usaha dengan kemungkinan berhasil 98%
- Bagaimana memulai usaha tanpa modal
- Bagaimana sebagai karyawan bisa naik gaji tiga kali dalam setahun
Oh ya, walau pun doi banyak juga berbicara di seminar-seminar MLM, tetapi buku ini (sejauh yang baru saya baca) tidak menyinggung MLM.
ehm jadi inget ma safir sendug hihihi….
napa yaaa si motivator justru memilih mencari pundi uangnya lewat koar – koar ? koq ga memotivator dirinya berkarir secara real
, tp emang dilihat tingkap keberhasilanya emang lebih tinggi ngapusi via teori dari pada melakukan sendiri he… he…
(* ehm.. minyak dah diisi nehh hi… hi… kabuurrr ahhh *)
Ferry ZK
September 15, 2007 at 3:00 am
Tung Desem gak bagus. Orangnya saja kurus begitu. Dan senyumnya dipaksakan. Senyum orang menderita.
Buku itu untuk orang yang sudah jadi pekerja. Bukan untuk orang yang gak punya kerja.
Cari uang itu mudah, gak perlu pake buku-buku segala. Yang penting baca sikon, buka usaha, tunggu pemasukan. Untuk apa bergenit-genit pakai buku managemen. Bukan apa-apa mereka itu masih belum optimal ilmu managementnya. Rugi uang kalian untuk membeli buku-buku seperti itu.
Pendekar Tapak Buddha Supersakti Dewa Siluman Awan Api Ratu Adil Satria Pinandhita
September 15, 2007 at 3:28 am
Dari raut wajahnya, umur Tung Desem tak akan lama. Sebentar lagi dia mati.
Pendekar Tapak Buddha Supersakti Dewa Siluman Awan Api Ratu Adil Satria Pinandhita
September 15, 2007 at 3:30 am
@ Bro Ferry ZK,
Aku punya bukunya Safir Senduk. Mau pinjem?
~~~
@ Ratu Adil,
Wah, rupanya Anda bisa meramal juga ya? Tapi setiap manusia memang akan mati, tidak peduli sebentar lagi atau masih lama.
Salam.
dewo
September 15, 2007 at 3:39 am
walah ketahuan suhu…
(* kabur lagi ahhhh… *)
Ferry ZK
September 15, 2007 at 3:43 am
Mas Dewo, saya mbaca komen-komen diatas, langsung ketawa-tawa.
Ada-ada aja emang manusia. Huehehe.
Tapi ada kecenderungan saya setuju dengan Mas Ferry di #1. Ini baru kecenderungan saja loh. Sebab riset mendalam mengenai realisasi aplikatif omongan Tung Desem memang belum dipublikasikan (ketika ini ditulis, kalau tidak salah, kecuali Tung Desem sendiri yang self publish).
Saya sama sekali tidak ada niat untuk memperburuk suasana. Namun isu yang dijual agak-agak mirip dengan rich dad poor dad.
bangaiptop
September 15, 2007 at 8:34 am
Dear BangAipTop,
Iya betul, saya setuju kok dengan pendapat Bro Fery. Para motivator-provokator itu menjual teori-teori. Tetapi banyak di antara mereka yang sukses besar dari situ. Intinya adalah: yang dijual adalah ide. Ini sama saja ketika kita menjual barang dagangan. Cuma, ini yg dijual adalah ide, mimpi, teori, ocehan, dll.
Salam.
(** Jualan blog dulu ah… **)
dewo
September 15, 2007 at 9:38 am
Yang penting maju tak gentar pantang mundur. Hidup Roy Suryo….
Adi
September 15, 2007 at 9:34 pm
Tung Desem orangnya tinggi hati, saya kecewa ikut seminarnya hanya menyombongkan kekayaannya sendiri ttg rumahnya di Karawaci, mobil Mercedesnya, kisah jalan2 dia keliling Eropa, jam Rolex, serta tas Bonia istrinya.
Trus pas selesai seminar malah dijualin seminar dia lagi yang lain…
Kata papa saya Tung cuman mengajarkan daydreaming, tapi tidak mengajarkan step by step utk mencapai mimpi itu…
Isi seminarnya jg mengajarkan manusia utk cepat kaya, menghamba pada uang, dan wishful thinking.
Yang namanya kaya raya itu yah dibangun nya 4 generasi..
Liat aja Putera Sampoerna atau Budi Hartono dng bisnis konglomerasinya yang dirintis berpuluh-puluh tahun yg lalu oleh kakek-nenek mereka…
Jangan wishful thinking tapi juga jangan pernah putus asa.
Jangan sampai ikutan euforia tanpa menghitung secara cermat.
Perjalanan bisnis itu panjang….
Semangat terus Dewo utk Sisfo Sekolahnya,
you`re great…
Teddy
Teddy Rachmat
September 21, 2007 at 9:51 am
weleh-weleh, sekarang udah hobby dunia motivasi to mas
terus semangat mas , kalau saya sedang menuju financial freedom, kalau tujuan mas Dewo apa ?
o iya, saya biasa konsultasi masalah motivasi sama om Kris dari krisnandira.com
*promo mode : on*Yudhi Arie Baskoro
Januari 19, 2008 at 8:22 am
@ Dear Adi,
Lho kok Roy Suryo?
~~~
@ Dear Teddy Rachmat,
Hehehe… iya betul. Tipical marketer sejati.
~~~
@ Dear Mas Yudhi Arie Baskoro,
Masih provokator kok. Cuma kini provokasinya positif. Hehehe…
Memang lebih asyik jika bisa mencapai financial freedom.
Tujuan saya adalah menjadi garam dunia.
Oh ya, saya juga sering baca-baca blog Om Krisna. Bagus-bagus.
Salam.
Emanuel Setio Dewo
Januari 19, 2008 at 4:39 pm
saya sih gak pernah ikut secara langsung seminar TDW. hanya pernah dengar audio CD dia aja.
terlepas dari seberapa efektif apa yang di’ajarkan’ dia, saya lihat bahwa beberapa teman saya termotivasi.
Jadi kalo itu memang yang disuka/diyakini oleh para ‘murid’ TDW yach berarti itu positif. apa yang dia ajarkan diluar negeri sono (terserah kalo mo dibilang negara kapitalis sudah sangat umum.
yadi widjaja
Januari 24, 2008 at 1:46 am
Ketemu lagi dewo
, temen kuliah gw 
Commentku ttg Financial Revolution, menurutku key success faktornya adalah ACTION. ACTION yang didukung oleh continues learning, termasuk adopting metode dari guru yg tepat.
Bicara ttg peternakan uang, saya sarankan belajar dari pakar sekaligus practicioners nya. Jika ingin kaya dari mengajar/memberi seminar mungkin tung desem cocok sbg role model. Tapi jika bicara ttg peternakan uang, i don’t think so.
Menurutku Warren Buffet yg sekarang sbg orang terkaya no 1 di dunia (menggantikan bill gates) lebih tepat sbg role model. Bisa dibaca: http://ilmusaham.wordpress.com/2008/03/13/sukses-berinvestasi-ala-buffet/.
Di ilmusaham.wordpress.com juga banyak bahan belajar investasi, ada beberapa tulisan practicioners lokal yang setahun bisa modalnya tumbuh 500% s/d 1000%. Believe it or not.
Salam sukses,
Budi Wiyono
http://members.lycos.co.uk/budiw
ilmusaham
Maret 17, 2008 at 3:52 pm
Pak Tung Desem Waringin adalah seorang guru yang luar biasa dasyat. Beliau dapat membangkitkan spirit positif bagi yang sungguh-sungguh mendengarkan ilmunya, bagai membangunkan raksasa yang tertidur di dalam diri kita. Kata-katanya begitu memiliki arti yang sangat mendalam di dalam hati saya. Beliau adalah penerima yang baik dan pemberi yang sangat baik.Terima kasih Pak Tung, Indonesia sangat membutuhkan guru seperti anda.
Karen
April 16, 2008 at 3:41 pm
Tung & Kiyosaki dll jual ide, kita bisa jual apa? Semua orang hari ini harus jualan.Masing-masing orang punya cara sendiri untuk nyari uang. Yang penting tahu gunanya uang, uang itu bukan untuk apa-apa, cuma untuk punya martabat & bahagia
Contoh orang yang punya uang tapi nggak punya martabat, berarti gak tahu fungsinya uang (kasihan) yaitu koruptor, uang sudah banyak masih kurang, akhir dihina orang, disumpahin, kalo ketahuan kejeblos penjara pula. Gak bahagia kan?
sorry kalo gak cocok namanya juga ide, gak ada sama
Rita Balqees
April 17, 2008 at 4:17 am
Kalo dapat manfaat ya bagus. kalo gak baru jadi ilmu doang. ilmu yang tidak amalkan seperti pohon gak berbuah. kerennya : APPLIED KNOWLEDGE IS POWER! jadi ACTION aja biar ketahuan manfaatnya.
Saheel
April 17, 2008 at 4:23 am
Jangan lihat siapa yang berbicara tapi lihat apa yang dibicarakan, ambil manfaat positifnya, tinggalkan yang menurut kita tidak bermafaat.
selama semua itu dapat memotivasi kita untuk menjadi orang yang lebih baik, kenapa tidak? apapun profesi dan pekerjaan kita.
ga ada yang sempurna di dunia ini, so jika anda suka, silahkan teruskan semangatnya, jika tidak, beri kesempatan rekan2 lain untuk menilai menurut diri mereka sendiri.
sukses atau tidak itu pilihan.
salam
osis
Juni 12, 2008 at 3:00 pm
setelah baca bukunya TDW penginnya keluar dari serdadu dan usaha lain??..boleh gak???
sapuan
Juni 26, 2008 at 1:00 am
@ Dear Sapuan,
Tentu saja boleh. Tapi Anda harus sudah memperhitungkannya secara matang. Harus ada rencana pendek & panjang dalam memutuskannya.
Salam.
Emanuel Setio Dewo
Juni 26, 2008 at 1:40 am
u semua jangan salah kaprah pak tung tu emang dah benar2 membuktikan teorinya jadio itu nggaksekedar teori saja tapi emang terbukti n maksud semua itu BUKANYA sesweorang harus menghamba uang tapi jiustru kebebasan finansial itu untuk membebaskan kita dari menghamba uang.buktinya dah banyak yang berhasil . so kalian jg sombong n sinis gitu .
joko
Agustus 22, 2008 at 1:33 pm