Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Oktober 21, 2007
Menabung itu terbukti sangat sulit. Ada yang sulit menabung karena saking banyaknya kebutuhan dan selalu tekor dimana pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan. Tapi banyak pula yang merasa sulit menabung karena saking banyaknya keinginan atau pun kebutuhan sekunder/tersiernya. Padahal keinginan dan kebutuhan sekunder/tersiernya tidak penting-penting amat.
Bukankah lebih baik jika kita bisa menabung? Terlepas seberapa besarnya kebutuhan dan keinginan kita, alangkah asyiknya jika kita bisa menyisihkan sebagian dari pendapatan kita untuk ditabung. Entah caranya dengan memperkecil pengeluaran untuk kebutuhan/keinginan kita atau dengan memperbesar pendapatan kita, yang penting kita bisa menabung.
Menabung itu sendiri tidak perlu dalam bentuk uang di bank, tetapi bisa juga dalam bentuk aset atau pun investasi. Anggaplah menabung itu sebagai latihan untuk mengalahkan diri-sendiri, yaitu dengan menahan diri dari keborosan finansial.
Tetapi ada juga orang yang gemar menabung demi menumpuk kekayaan. Saking gemarnya menabung sampai sulit sekali mengeluarkan uang/kekayaannya alias PELIT. Mengeluarkan uang bagi dirinya sendiri saja sulit apalagi untuk sesama?
Menabunglah dan jangan sungkan memberikannya bagi sesama yang membutuhkan.
***
Catatan: Saya menulis ini karena saya sendiri merasa kesulitan dalam menabung. Sudah saatnya saya mengalahkan diri sendiri terhadap keinginan-keinginan yang tidak perlu.
@ Dear Sigid,
Wah iya betul. Salam.
@ Dear Bro Ferry,
Hehehe… apa ya kira-kira yang jadi pemicunya?
Weh,nabung to?hal yg plg susah tu.caranya coba pndapatan 1bln brp dibagi 30hari.jd 1hr pengeluaran ga blh lebih dr jatah.gw nyoba cr gini ke istriku n lmyn brhsil.jd kl ada sisa 100/200rb ya ditabung hehehe…lmyn kan,skaligus bs kontrol keinginan.
[...] kekayaan pun saya tidak terlalu berminat. Atau karena justru sifat dasar saya yang boros sehingga sulit sekali menabung atau menumpuk [...]
[...] 24, 2007 Hari ini aku membuat blunder. Seharusnya bulan ini aku bisa menabung, tetapi ternyata tidak bisa. Gara-gara jalan-jalan bareng Ferry dan Mbak Pipit di Mangga Dua Square, akhirnya aku malah beli [...]
Menabung di Bank atau di Prulink
Menabung di Bank atau di Prulink
Menabung di Bank atau di Prulink
Oktober 22, 2007 pada 2:53 am
Waduh, kalau nabung saja sulit, nabung tapi tetep berbagi rejeki lebih sulit ya mas.