Gagal Ujian Praktek SIM

Hari Sabtu (26 Jan 2008) kemarin saya membuat SIM. Dalam pembuatan SIM ini ada 2 ujian, yaitu ujian tertulis dan ujian praktek. Dan saya harus mengaku kalau saya GAGAL dalam ujian praktek. Wakakaka…

Padahal saya sudah fasih nyetir mobil sejak kelas 5 SD. Sudah kemana-mana pula. Melalui medan berat pun sudah. Gesar-geser parkir di tempat yang sulit pun sudah jago. Bahkan kerap kali dimintai tolong memparkirkan mobil saudara atau teman saat medannya sulit. Tapi rupanya saya dikalahkan oleh ujian praktek SIM. Huuu…

Pagi itu saya sudah mruput ke SAMSAT Bekasi. Dengan rada kebingungan akhirnya saya bisa mengikuti alur proses pembuatan SIM. Yap, saya memang harus membuat SIM, bukan memperpanjang. SIM saya yang lama adalah SIM Semarang. Itu pun sudah kadaluarsa 2 tahun. Kalau mau memperpanjang SIM Semarang tersebut, maka saya harus membawa surat pengantar. Walah, berarti saya harus pulang ke Semarang dulu dong untuk membuat surat pengantar? Belum lagi KTP saya yang masih aktif sekarang memiliki wilayah Bekasi. Padahal sekarang saya tinggal di Tanjung Duren Jakarta. Hem… rasanya saya penduduk gelap Jakarta ya?

Yo wis, saya memilih untuk membuat SIM baru saja.

Kali ini SAMSAT bersih dari calo dan polisi-polisi nakal. Tidak ada yang menawarkan jasanya. Padahal jika ada yang menawarkan, saya tidak keberatan kok. Hehehe… bukan karena senang jalan pintas, tapi saya hari ini harus segera menjenguk ayah yang sedang sakit sekaligus menjemput istri yang mengantarkan ayah ke Bekasi naik ambulan. Rupanya fenomena ini terjadi karena ada sterilisasi, begitu istilah yang saya dengar dari kanan-kiri. Bagus juga. Dan rupanya ditaati oleh semua jajaran.

Biaya-biaya yang dikeluarkan:
1. Test kesehatan : Rp. 15.000
2. Asuransi : Rp. 15.000
3. Formulir SIM A : Rp. 75.000
Jadi total yang sudah dikeluarkan adalah Rp. 105.000. Kalau lewat calo bisa membumbung sampai 300 ribuan. Bahkan ada yang lebih. Tapi sempat lihat pula seseorang yang menggunakan jasa “orang dalam.” Terbukti belum lama datang tapi jam 9an sudah dipanggil untuk mengambil SIM-nya. Wah, mana sterilisasi-nya?

Setelah urusan pembayaran dan pengisian formulir selesai, acara selanjutnya adalah test tertulis. Soalnya gampang, tapi jawabannya sulit. Soalnya ada beberapa jawaban yang mirip-mirip dan cenderung menjebak. Tapi bukan Dewo namanya kalau tidak bisa mengerjakan soal teori. Maklum, Dewo kan suka berteori. Hehehe…

Dari 30 soal, syarat untuk lulus adalah 16 jawaban yang benar. Jadi harus benar 60%. Lulus ujian teori dilanjut ujian praktek di stadion Bekasi. Saat mau berangkat ke sana malah terhambat para polisi yang sedang apel. Rupanya Kapolres sedang memberikan briefing tentang PILKADA. Alhasil kami tidak bisa keluar karena tidak diperbolehkan polisi dengan tulisan lengan PROV (provokator?). Ya sudah, kami menunggu sampai apelnya selesai. Dari pada babak belur gitu loh…

Di stadion peserta test mulai berdatangan tapi sang penguji belum datang. Salah satu peserta test rupanya sudah test untuk yang kedua kalinya. Padahal peserta tersebut sudah nyetir tahunan. Hehehe… jadi deg-degan juga. Sambil deg-degan saya beli nasi soto dulu. Supaya test nanti lebih tenang. Tenang perutnya maksudnya. Hehehe…

Oke, cerita langsung saja ke test-nya ya? Soalnya saya juga capai nulisnya. Hehehe…

Singkat kata kedua penguji datang. Satu naik mobil dan satu naik motor. Rupanya mobil dan motor ini adalah sarana pengujian. Lalu patok mulai dipasang. Patok kanan-kiri rupanya sempit sekali. Hanya selisih beberapa sentimeter dari lebar mobil.

Soalnya adalah:
1. Maju dari start kemudian belok kanan di ujung.
2. Mundur ke kanan kemudian mundur lurus sampai start.
3. Maju dari start kemudian belok ke kiri di ujung.
4. Mundur ke kiri kemudian mundur lurus sampai start.

Peserta akan dianggap gagal atau di-diskualifikasi kalau:
1. Menjatuhkan 2 patok atau lebih.
2. Mengganti gigi ke arah berlawanan. Jadi kalau soalnya mundur ya harus pakai gigi mundur terus. Kalau soalnya maju ya harus pakai gigi maju terus.

Kelihatannya gampang, tapi rupanya sulit karena:
1. Sempitnya lebar jalur yang disediakan.
2. Tinggi patok cuma kurang-lebih 30 cm. Dari spion mobil tidak tampak kecuali kalau sudah dekat sekali.
3. Grogi dan belum terbiasa dengan mobil test karena kondisinya kurang bagus. Saat belok kreot-kreot.
4. Mau pakai mobil Xenia tapi rupanya malah akan jadi blunder karena ada hidungnya. Mobil test adalah model pick-up tanpa hidung. Jadi akan lebih mudah pandangannya dari mobil test ini dari pada mobil Xenia.

Woke… sekarang kita mulai test prakteknya. Peserta pertama telah gagal karena menjatuhkan 3 patok di soal ke-2. Weks…

Soal 1 dan 2 dapat dilampaui dengan sempurna. Sampai-sampai sang penguji bilang kalau saya pasti berhasil. Wah, jadi tambah semangat nih.

Soal ke-3 juga berhasil. Tapi begitu soal ke-4, yaitu mundur ke kiri, ternyata spion tidak bisa menangkap patok kiri. Baru tampak setelah mepet ban kiri belakang dan hampir tersenggol. Saya langsung mengoreksi setir mencoba untuk menghindari patok ini. Tapi rupanya langkah saya salah. Benar-benar salah besar. Karena menghindari patok kiri ini, mobil jadi melebar ke kanan. Padahal di sebelah kanan telah menanti patok-patok jebakan. Alhasil saya menjatuhkan 2 patok kanan dengan sukses. Saya dinyatakan gagal. Huhuhu…

Analisis

Setelah direnungkan, saya salah strategi. Ah, padahal saya tidak menerapkan strategi apa pun saat test. Seharusnya kalau tahu begitu, saya lebih baik menerapkan strategi mengorbankan 1 patok, yaitu patok belokan kiri. Paling tidak 1 patok saja yang jatuh. Dan itu sudah cukup membuat saya lulus.

Yah, memang tidak terpikirkan sebelumnya. Maklum, saat itu yang terpikir di benak saya adalah sukses melampaui semua soal tanpa kesalahan. Tetapi dari sini saya jadi bisa belajar dari pengalaman. Hari Rabu besok saya harus bisa menuntaskan ujian praktek ini. Saya sudah janji untuk mengulang ujian hari Rabu ini. Doakan ya?

About these ads

Tentang Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Tulisan ini dipublikasikan di Dewo, Personal, Sebel. Tandai permalink.

47 Balasan ke Gagal Ujian Praktek SIM

  1. mbelgedez berkata:

    Sayah ndak pernah nyogok sama nyang namanya mbikin SIM.

    Doloo waktu mbikin SIM A di Daan Mogot, sayah cuman dikasi nilai 6. Ys smpyuuuunnn.

    Padahal nyetir mobil udah dari SD….

  2. mbelgedez berkata:

    Sayah ndak pernah nyogok sama nyang namanya mbikin SIM.

    Doloo waktu mbikin SIM A di Daan Mogot, sayah cuman dikasi nilai 6. Ys smpyuuuunnn.

    Padahal nyetir mobil udah dari SD……

  3. kabarihari berkata:

    Kalo ngulang mesti mbayar lagi ngga mas?
    Selamat berjuang mas, semoga rabu besok berhasil.

  4. Ferry ZK berkata:

    wahhhh ribet juga yakkkk…

    dolo saya mau bikin sim lurus – lurus malah rak entok, kata polisinya bisa tapi bakalan lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaa prosesnya…

  5. @ Dear Mbelgedez,

    Nilai 6 dari 10? Sudah termasuk lulus, tuh.
    ~~~

    @ Dear Kabarihari,

    Tidak membayar lagi kok.
    Terima kasih doanya.
    ~~~

    @ Dear Ferry ZK,

    Ho-oh.
    Wah, jadi lewat calo ya?
    Hem… lebih praktis sih :D

    Salam.

  6. mbelgedez berkata:

    Menyuap itu Haraaaammmm !!!!

    Dosa !!!
    Dosa !!!

    Ntar mangslup Neraka jahanam !!!

  7. @ Dear Mbelgedez,

    Menyuap anak juga haram yak? Dosa dong?

    (** Kabur… **)

  8. artofnet berkata:

    Halo mas Dewo,

    Hari senin 28/01/2007 saya juga test untuk SIM C di samsat daan mogot, tapi bener kata mas di samsat sini pun lagi ada sterilisasi jadi ga ada calo sebijipun, padahal saya berharap ada calo yang nyamperin saya, hehehe… Apa boleh buat daripada mesti balik lagi kerumah akhirnya saya ikut aja ujian dengan prosedur resmi dengan biaya persis sama dengan yang mas tulis diatas. Soal teorinya kayanya ga terlalu sulit tapi sialnya saya cuma bener 13 soal dari 30 soal, padahal kayanya saya udah ngisi dengan benar semuanya. Alhasil saya mesti ngulang tanggal 5 Feb 2008. Kalo dipikir2 mendingan pake calo juga deh, walau agak mahal tapi pasti lulus, hehehe. Padahal saya hari itu udah cuti dari kantor terpaksa tanggal 5 nanti minta cuti lagi. Doain saya ya sodara2, hehehe

  9. kumpul berkata:

    wah masih enak jaman saya..calonya banyak dan juga ramah2

  10. gemblung berkata:

    Numpang komentar soal SIM ini.
    Saya terakhir ngurus SIM tahun 2006, setelah bertahun-tahun bawa kendaraan di jkt (mobil dan motor) tanpa SIM, sehingga kepingin juga rasanya menikmati kendaraan tanpa degdegan ketemu polantas.
    Mendengar kabar bahwa saat ini pengurusan SIM lebih mudah dan ‘agak’ bersih dari praktek curang dan pencaloan, tergerak juga hati untuk ikut-ikutan jujur, ngikutin prosedur yang bener.
    Singkat kata, setelah ngikutin test tertulis yang sangat gampang, saya sangat yakin seyakin-yakinnya kalu cuma 60% doank pasti dapetlah. Sambil nunggu hasil ngobrol2 sama pemohon SIM yg lain, isi obrolan utama adalah apakah ada di ‘geng’ obrolan tsb yg make calo, jawabannya ada yg iya dan tidak.
    Dan ternyata setelah hasil ujian keluar, sulit dimengerti kok hanya yg lewat calo saja yg lulus. Sy dan teman yg ‘jujur’ laiannya tidak lulus, dan lucunya nilainya kok mepet banget sy dan yg lain dpt 15 (1 poin lagi) lulus. Sedangkan yg pake calo nilainya ada yg 17 dan 16, juga mepet.
    Ini kebetulan apa emang sistem yg disengaja ya. Iseng2 coba deh kita pooling kecil2an, bagi temen2 yg gak lulus ujian tulis, nilainya berapa, dugaan saya tidak jauh dari passing grade (16).
    Ok lah gitu dulu aja takut kepanjangan. Nanti kalo temen2 berminat sy ceritain bagaimana akhirnya sy ke calo. hehehe.

  11. @ Dear Artofnet (#7),

    Wah, Mas Arto tidak lulus tes teori ya? Minimal harus 16 jawaban yg benar.

    Selamat ujian lagi, Mas. Semoga tanggal 5 berhasil. Jangan lupa bahwa jawabannya banyak yang menjebak.
    ~~~

    @ Dear Kumpul (#8),

    Wah, Anda beruntung sekali. Saya kesulitan mencari calo nih. Hehehe… sterilisasi sih.

    Salam.

  12. @ Dear Gemblung (#9),

    Saat saya selesai test, jawaban saya langsung diperiksa di depan saya. Si pemeriksa memiliki template jawaban dari plastik berlubang. Jadi yang benar langsung dilingkar-lingkari oleh si pemeriksa. Dari situ ketahuan berapa jawaban yang benar.

    Sayangnya si pemeriksa tidak memberi tahu saya berapa nilai saya. Tapi yg saya yakin, nilainya bagus. Wakakaka…

    Salam.

  13. Tyok berkata:

    saya punya sim B1 umum**walah mau bawa bus AKAP ya..** dulu iseng dapetin setelah nyetir sekitar 4 tahun. tapi sim dah kadaluwarsa 2 tahun, kira2 susah ngga ya ngurusin perpanjangannya berhubung KTP saya sekarang malah penduduk Jogja

    ** udah 6 bulan ini saya beralih jd biker, cape macet mulu**

  14. felix berkata:

    “nembak” aja kali yaahhh???

    hahaha…
    :mrgreen:

    “jangan lupa daftar DJ Felix Private MC !!!”
    :D

  15. atmo4th berkata:

    berkebalikan dengan saya yang disambut calo begitu masuk ke lingkungan kantor polisi, hihi…

    Mas Dewo hebat, masih niat untuk ujian lagi.
    teman saya gagal ujian SIM, langsung menyerah..

    hihi, semoga bisa lulus .

  16. Ping balik: Gagal Maning Bos « Emanuel Setio Dewo

  17. @ Dear Tyok (#12),

    Walah… kalau gitu sekalian jadi sopir bis AKAP. Wakakaka…
    Kalau ngurus SIM sekarang harus sesuai prosedur. Maklum, ada sterilisasi. Tapi tidak sulit kok. Tinggal ngikutin prosedur seperti yang tertuang di papan petunjuk. Kalau datangnya pagi, sehari pasti jadi kok.

    Tapi kalau KTP-nya Yogya, maka SIM-nya juga harus Yogya. Soalnya harus sesuai dengan KTP.
    ~~~

    @ Dear Felix Radioholix (#13),

    Hehehe… sekarang tidak bisa “nembak.” Maklum, ada sterilisasi.
    Saya mau daftar DJ Felix Private MC, tapi di Jakarta dong…
    ~~~

    @ Dear Atmo4th (#14),

    Wah, ngurusnya dimana? Sampai sekarang masih banyak calo? Wah, kalau begitu program sterilisasinya gagal? Atau memang belum sampai sana?

    Hehehe… saya berhasil menuntaskan ujian praktek hari ini.

    ~~~

    Dear All,

    Terima kasih doanya. Tuhan memberkati.

  18. b_setiadi berkata:

    Dear mas Dewo,

    Mas, tolong info tahapan secara rinci mengenai Ujian Praktek SIM A supaya bisa lulus. Anak saya (17 th) sudah 2x gagal (agak patah semangat dan kecewa, karena dia sudah lima tahun bisa stir mobil) dan tgl. 31 Maret Ulang lagi.

    Umpamanya:
    1. Pasang seatbelt
    2. Hidupkan mesin kendaraan
    3. Masukkan perseneling ke gigi 1
    4. Nyalakan sign ke kanan waktu mau jalan, dan lihat belakang melalui kaca spion.
    ……. terus yang mesti diperhatikan apa lagi Mas?

    Kesalahan anak saya yg lalu:
    1. Waktu jalan pertama engga kasih sign ke kanan
    2. Waktu belok melewati garis pemisah jalan
    3. Setelah oper gigi, kaki kiri masih di pedal kopling
    Kalo udah salah 2x engga diterusin, makanya anak saya engga tau lagi poin yg diniilai dan harus diperhatikan.

    Waktu jalan naik, untuk keseimbangan apakah harus berhenti dulu? lalu jalan lagi? atau terus jalan saja?

    Mohon tanggapan Mas Dewo dan terima kasih atas perhatiannya.

    Salam,
    B. Setiadi

  19. @ Dear Bapak Setiadi (#19),

    Kalau boleh usul, lebih baik Bapak mengkursuskan anak Bapak. Biasanya pengajar lebih tahu seluk-beluk ujian praktek ini. Terutama karena setiap daerah bisa berbeda materi ujian prakteknya. Malahan bisa saja tempat kursus ini membantu menguruskan SIM anak Bapak.

    Bapak Setiadi:
    Waktu jalan naik, untuk keseimbangan apakah harus berhenti dulu? lalu jalan lagi? atau terus jalan saja?

    Kalau jalurnya lurus, maka langsung naik saja. Tetapi kalau berbelok, maka harus berhenti terlebih dahulu untuk mempelajari medan di depannya. Hehehe… tapi ini pendapat saya pribadi sih.

    Semoga dapat membantu.
    Salam.

  20. Edbert berkata:

    ehm… mang.. bikin sim a skrg calonya gaq ada yach??? huhu.. sulit2……^9^

  21. Ping balik: woX stiLL bLogGing » gak lulus ujian SIM

  22. bekti berkata:

    wah mang susaaaahhhh banget bikin sim C yah, tes teori sih lolos tp pas tes praktes gak lulus9Jadi bulan depan ngulang lg deh). Kenapa jg yah waktu ke polres bekasi gak da calo (he3..) habis dulu punya sim malang gak pake tes sih, langsung dateng trs foto jadi deh simnya. Eh tadi pagi denger info ada tetangga yg mo bikin sim C bisa express. Duh kok ya dapet yang susah ya. Btw pak gimana tipsnya biar lolos tes praktek motor yah, wong jalurnya sempit banget gimana bisa, secara aku bukan pembalap yg bisa meliuk-liuk lwt jalur zig-zag :(

  23. artie berkata:

    ikut comment donk..

    sabtu 05/04/08 gw juga bikin sim A di daan mogot
    ujian praktek gagal dan yang gw sebel gw ngga tau kesalahan gw apa
    padahal awal sampai jalan lancar (udah nyetir/pernah punya sim A dari thn 93 ngga diperpanjang lagi), tes baru ngiter sekali masa udahan…malah ada yang baru start udah ndet2an eh langsung suruh turun..hikhikhik…

    ada ibu2 bilang kalo dia ngga lulus juga (doi udah ngulang) doi ngga mau ngulang lagi, biar aja ngga pake sim

    kalo bokap nyuruh gw bikin sim A di purwodadi, soale disana ada sodara jadi polisi udah senior kali aja bisa mbantu…hikhikhik…

    suami gw waktu nganter gw bikin sim nyeletuk sama polisinya; wah..sekarang disini ketat ya pak ngga ada calo lagi…trus dengan ketus si polisi itu menjawab; bukankah yang kaya gini ini yang masyarakat mau??!!
    bete banget suami gw tinggal pergi aja tuh polisi

  24. tamie berkata:

    giliran polisi mau jujur, malah kitanya yg repot ya? hehehe..
    saya januari kemaren jg bikin sim a. pake sim kolektif byar 300 rb itu jg udah harga mahasiswa. karena udah bayar mahal saya kira prosesnya bakal cepet, trus gak pake ujian2 segala, gak taunya saya dateng jam 9 pagi baru selesai jam 5 sore, kumplit ada ujian tertulis dan prateknya, parahnya orang pertama yg diuji dikelompok saya berhasil menjungkir balikan mobil kijang polisi daan mogot. haha.. saya cuma bisa melongo aja waktu itu. tapi justru karena orang pertama sudah seperti itu maka polisi memutuskan praktek sim nya hanya berkeliling satu kali saja, tanpa ada tes parkir dan lain2. untungnya.. karena saya yakin kalo tesnya lengkap dan pake patok2an, buat saya yg baru belajar nyetir 1 bulan, mustahil lulus.

  25. Agnes berkata:

    Saya hari ini jg ambil ujian sim a, & spt yg lain2 gagal di ujian praktek, padahal saya jg sdh 12 thn menyetir, keliling jawa & bali, keliling jkt jgn ditanya, kalo urusan parkir saya sdh lulus ujian parkir atmajaya th ’95 (thn segitu sptnya julukan tmpt parkir atma jaya “hell parking lot” saking ribet & semrawutnya) tanpa pernah nyenggol mbl manapun dlm proses msk keluar parkir..
    jd sampe skrng saya msh nggak bisa percaya knp sampe nggak bisa lulus ujian praktek sim di polda depok yg cuman tanjakan turunan trus parkir menukik di kiri. Saya yg kurang handal, mobilnya yg kopling-gas+remnya nggak matching ato polisinya yg cerewet bgt di sblh saya? baru nyalain mbl aja udh mati2, tp mblnya apv keluaran terbaru, jd apa dong? or nervous got the best of me x ya..

  26. rio praditya berkata:

    barusan saya test ujian teori untuk sim..n hasilnya gagal..saya harus 2 minggu lagi dateng ke daan mogot..sekarang emang susah buat sim

  27. max berkata:

    kalian pada ga tau aja ya???? klo semuanya ujian di lulusin, polisi2 itu dapat uang dari mana?????????????

    peace

  28. Sweet_giRL berkata:

    Yapz,bnr bgt tuwh…
    D malang jg uda b’laku pemutihan..Kbtulan,td aq cr SIM A,n aq kaget bgt pas pakPOL nya blg smw nya hrus lewat tes…N alhasil aq bserta mas2 n bpk2 laenx gag lulus tes teori, prasaan aq njawab bnr lbh dr 15 deh…N Pdhl aq dah mbaca buku Pengetahuan berlalulintas d jalan raya…Huehehe, dulu tp…Jd td pas tes luwpa smw…Cz ta pkr msi bsa jalur TOL,hehe,Btw seminggu lg q muzti balik k SAMSAT nh,ad yg pny soal ujian SIM C gag? Plizz…Aq minta dung?
    Kirim k emailQ dung?Help Me prend!

  29. Sweet_giRL berkata:

    Upz,maksudku td aq cr SIM C…

  30. ahmad jaiz berkata:

    wah gk bener, masak ujian buat sim c sekelompokku yg lewat calo lulus semua, dan yg gk lewat calo sebalikny gk lulus semua.
    usut2 calonya POLISI sendiri padahal sdh ada pengumuman larangan pembuatan lwt perantara/calo.
    Sebenarnya yg buat larangan itu tukang becak/ojek?

  31. ibnu berkata:

    alahh… percumaa lo punya soal dan jawaban lo betull apa ga???masa gw betul cuman 12 jawaban….emang gw bego bangttttt apaaaaaa????cuman betul 12..temen test gw yang jawaban ya A dari 1 – 30 masuk dia lulus…tapi dia pake calo….
    nah gini neh .. gw ajarin…. caranya … ga usah pake calo… biaya cuman 400 an bersih…
    (lokasi daan MOgot)

    1.pertama lo dateng .. cuekin aja calo2 yang nawarin lo…pertama kan test mata tuh.. mata lo harus bener2 bagus..dan jelas..ya kalo ga jelas pake kacamata,,,itu bayar 10 rb.. untuk daftar .. tidak perlu uang sogokan.. tapi kalo mata lo udah jelek.. mending langsung pake calo..karena di mata ga bakal isa di sogok..
    (rp 10000) lulus

    2.bayar asuransi (15000) + formulir (75000)
    3.bayar test teori 10000
    4.test teori……..test teoric pertama kali..
    lo lulus… lo hebat… tapiii:
    1.elo anaknya jendral besar yang di akuin di
    indonesia ( seperti anaknya suharto,dai
    bachtiar,dll)
    2.elo pacaran sama yang koreksi ujian…alah
    ga jelas.. yang pasti lo ga mungkin
    lulus…!!
    3.gambling perbandinganya (0,1 : 1000000000)
    jadi caranya.. lo ikut aja test petama kali… misalnya di tawarin..mas mau di bantu.. ga usah… di bantu.. karena paling dia minta 300000 biarin aja…nah setelah itu kan di umumi tuh test ya…palingan ga lulus..nah setelah di depan lo tau hasilnya ga lulus… lo langsung ngomong.. mas bisa bantu saya… baru deh dia tetapin harganya 280000 lo tawar aja 260000.. kalo dia mau ya sukur.. tapi kan lumayan dari 300rb – 280rb.. = 20 rb <–disimpen buat loket selanjutnya….
    bayar loket
    -mobil : 10000
    -motor : 5000
    dan di lapanganya lo siapin 10000…
    pasti polisi nawarin.. MAS ga usah test ya… bayr uang rokok aja mas…siapin uang pas…10000 kalo 20000 bisa di ambil semua….

    trus lo ke loket pengambilan test praktek..
    setelah itu foto…dan nunggu di loket 30

    UDAH DEH TRUS FOTO ..JADI DECH .. GA USAH KELUAR UANG LAGI!!!!!

  32. Aji S berkata:

    Bapak & Ibu sekalian,

    Pernah terpikirkan nggak,
    1. Kenapa kalau saat test praktek, polisi tidak mencontohkan dulu?
    2. Dari mana standar/metoda test praktek, koq bisa lebar patok hanya beberapa cm dgn lebar kendaraan?
    3. Kenapa saat test, peserta tidak diberikan toleransi 5 kali mencoba?
    4. Lihat aja tampang petugas saat test saat melihat peserta yang gagal & gagal. Apakah dia bisa?

    Yang mengerti pasti tahu jawabannya.

    Pendapat saya pribadi: Mengayomi dan melindungi sebatas tulisan, niat masih jauh apalagi pelaksanaannya. Polisi seharusnya memikirkan metoda & mengarahkan peserta test supaya bisa lulus, apalagi polisi itu sendiri harus bisa lulus test yang dibuatnya.

  33. mbah-kakung berkata:

    Setuju sama mas Aji S, Niatnya sudah lain ..

  34. sofyan berkata:

    saya juga baru gagal ujian tes bikin sim c
    saya ujian di poltabes barelang batam

    setelah baca2 dari komen temen2 semua kok saya jadi males nyoba lagi ya????

    pilih bikin sim tembak aja deh…
    tapi masalahnya saya ga tau caranya..

  35. Reynard berkata:

    aih, kayanya lu uda jago gitu yah..gw juga mau tes sim nih besok..thx for the info yah

  36. budimulyawan berkata:

    Alhamdulillah saya ikut ujian sim c waktu sma …dipolda jaya lancar aja test dan prakteknya (kelas 2 slta) dan bikin sim a dipolda juga lancar teori dan prakteknys (tkt I), ngak ada tuch nyogok2

  37. andreas berkata:

    Barusan aja nyari sim A&C sekaligus nih, emng sjk awal kt mau nyoba bs nggak sih kl lwt jalur yg bener. alhasil kt ber3 brngkat ke polres bangil pasuruan kita dafftar masing2 aku dan tmen2ku. bayar tes mata 30 ribu krn aku nyari simA&C sklgus trus sidik jari 15rb, dan di bank 150rb smtr tmnku cm bayar separo krn emang cm nyari sim A saja langsung lwt calo. stlh semua syarat selesai waktunya ujian tulis tiba.. ujian udah pake komputer jd tinggal pencet tombol tp sbnrnya merugikan peserta soalnya gak ada bukti tertulis jk kt emng ngerjain bener… singkatnya akupun ngerjain dengan sungguh2 walau pengetahuan rambu2 agak minim.. dan akhirya aku dinyatakan lolos walau sbnrnya ada beberapa yg salah dan tmnku dinyatakan gagal. slnjutnya dilanjutkan tes teori untk sim C untung td shbs soal diberikan dikasih jawaban yg bener jd kt tahu kl jwbn kt salah, makanya untuk tes tulis kedua dng PDnya aku pencet2 sesuai jwbnya krn udah tahu td dan paling banyak cuma 5 yg salah dari 30 soal. tp shbs tes dan lihat pengumuman teryata aku dinyatakan gagal, bener2 gak habis pikirdiriku. tapi aku diam aja emang td sjk awal emng cm pengen tahu gimana caranya cari sim yg bener. ujian kedua ujian praktek krn untuk sim A ujian tulis dinyatakan lolos, sementara aku ujian praktek kedua temenku yg satu dinyatakan gagal ujian tulis td dan yg satu tnp ujian apa2 udah antri foto… ya Tuhan…ternyata tmnku stlh dinyatakan gagal lngsung nyari makelar kasus hingga lngsung bs antri foto. akhirya aku ikut ujian praktek, materi ujian praktek 1. maju melewati kedua balok kecil yg sempit kemudian mundur ketempt semula dan lolos 2. maju belok melewati dua balok sempit kemudian mundur dan belok melewati balok td, tp naas satu balok sebelah kanan terserempet sedikit dan jatuh dan dinyatakan gagal. akhirya disuruh kembali 2 minggu lg untk tes ulang, sempat jg aku protes untk tes tulis sim C yg dinyatakan gagal tp malah aku dituduh mengatakan tesnya direkayasa petugas aku jg minta tes ulang krn mmng waktu itu sepi bnget gak ada yg tes praktek tp tdk boleh pdhal yg antri foto dan udh foto ratusan tp ujjian praktek sepi krn mmng pada gak ujian spt tmenku. tdk apalah teringat sjk awal memang pngen tahu kl nyari sim dengan cara bener, akhirya besok tnggal 9 dan 15 des mo ujian lg untuk kedua sim… smoga aja berhasil dan tdk ada rekayasa, kl masih ya ujian lagi dan aku akan masukin surat kabar atau kapolda dapat surat khusus dari aku. kl perlu presiden juga mumpung lg bnyak kasus ini… betul…..oh iya akhirya kt bertiga pulang bareng dengan status hanya aku yg gak bawa sim sendiri…. yah emang udah diniatin sih…

  38. anik berkata:

    wah, klo di yogya beda lagi mas. dari 30 soal minimal hrs betul 20. saya mengulang 2 kali br lulus teori ( 3x ujian) itupun mlmnya udah dibela2in baca soal jawab yang tak temu di internet (ada hmpri 500 soal test +jwbn).
    tp sayang gagal di ujian praktek hiks hiks,
    rintangan zig zag terlampaui tp ynag gerakan ‘letter U’ nabrak patok.

    tp ttp semangat!!!

  39. wah kawand” saya besok mau ujian sim c, doakan lulus ya ^_^

  40. Agam ucok berkata:

    Gw bener semua jg dinyatakan tidak lulus.. Aneh seumur hidup Baru kali ini “tidak lulus”,

  41. rezki berkata:

    klo skrg dah lulus kan!

  42. lovepassword berkata:

    Kalo programmer , bahkan menjatuhkan patok pun dianalisis beneran :) Sip deh…

  43. MAMAD KECEBUR GOT berkata:

    Gw mah lgs lls tes teori&praktek, kaga pake nyenggol2. org mobilnya gw tenteng! lah?? hercules kali ah.. hehe.. BERJUANG

  44. dian berkata:

    Banyak perbaikan yang saya lihat 4 tahun belakang di SAMSAT KOLOMBO Surabaya..
    singkat kata kalo dulu percaloannya terang2an dan mustahil lulus dengan cara resmi (Mungkin 5%)
    Sekarang masih ada percaloannya tapi berkurang dan kemungkinan lulus juga lebih besar (Menurut saya 40%).
    ini bicara’in test motor (*agak ga nyambung)
    Test kesehatan (*Tepatnya test mata doank) normatif kalo ga parah2 amat matanya pasti lolos.
    Tes tulis proporsional (Nilai 60 untuk dapat lolos) menurut saya lebih bagusnya 70. kalo disini sudah pake komputer dan bisa real time setelah waktu habis pada saat menjawab per soal, kita akan tahu jawabannya salah atau ga, dan di hampir akhir soal kita bisa menyimpulkan sendiri kita lolos pa ga.
    Tes praktek yang menurut saya kurang proporsional, dari 6 macam kegiatan yang di test-kan, harus mulus tanpa satupun kesalahan dan hanya di berikan kesempatan 1x,
    kegagalan bisa timbul karena grogi, lupa teknis praktek (harus melambaikan tangan sebelah kanan/kiri?) atau (harus lambat tidak boleh laju di salah satu test nya) atau kombinasi keduanya grogi terus lupa, hehe
    kemudian klo gagal untuk bisa test lagi kira2 2 minggu dari test tsb, coba bayangkan kalo kita cuma dapat cuti yang beberapa hari saja, dan harus kembali kerja di luar pulau yang jauh dari pemukiman apalagi samsat.

    jadi kesan saya seakan-akan masih ‘ada’ usaha mempersulit agar orang lari ke ‘calo’..

    saya pikir kompetensi untuk mengendarai kendaraan tidak bisa di ukur dengan ujian yang seperti itu, saya tidak bisa lolos di test ini tapi justru dalam tes di perusahaan yang safety nya sangat2 di perhatikan dan tidak ada kepentingan untuk “main mata” meloloskan, bisa saja lolos karena test nya proporsional.

    sori agak panjang curhatannya..

  45. Nike berkata:

    Wah, mestinya Agan cobain tips dari http://michsan.web.id/content/bagaimana-ujian-sim-c-secara-sukses-di-satpas-daan-mogot biar ujiannya bisa sukses tanpa nyogok dalam 1x percobaan :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s