Almarhum Listrik
Akhirnya kami menikmati giliran pemadaman listrik. Tit-tit-tit-tit… bunyi alarm UPS yang menandakan pasokan listrik utama terputus. Terpaksa beberapa server dipadamkan sebelum pasokan listrik dari UPS memadamkan server secara paksa.
Pekerjaan kami memang benar-benar tergantung pada yang namanya listrik. Ketika listrik mati, kami pun kesulitan untuk bekerja. Padahal banyak hal yang harus dikerjakan.
Waktu pun terbuang sia-sia sampai akhirnya kami memutuskan jalan-jalan ke mall untuk belanja piranti elektronik. Dan tentu saja… makan-makan. Hehehe…
Tentu saja makan-makannya sambil meeting. Habis itu pulang. Dan di kos listrik tidak mati. Aduh… bahagianya.

Mati listrik ada hikmahnya lho mas, coba cek di sini
Habis bingung jug, mau ngapain coba
Tyok
Juni 25, 2008 at 8:42 am
@ Dear Mas Tyok,
Wah bener-bener pengangguran. Hehehe…
BTW, tadi aku juga sempat coba-coba foto lilin. Sayangnya karena pakai kamera ponsel, hasilnya jelek banget.
BTW, foto-fotonya Mas Tyok bener-bener keren…
Makin ahli memfotonya nih.
Salam.
Emanuel Setio Dewo
Juni 25, 2008 at 10:49 am
Mas coba dipajang fotonya, saya pengen lihat juga, soalnya saya mengalami kesulitan memotret lilin, barangkali komposisi, angle dan pencahayaannya bisa didiskusikan, soalnya saya mentok ide dan foto saya masih jauh dari bagus mas.
Makasih sudah berkunjung ke site saya.
Tyok
Juni 26, 2008 at 2:39 am
@ Bro Tyok,
Halah, Mas. Fotoku kemarin jelek banget. Banyak noisenya. Begitu tahu jelek langsung kuhapus. Jauh banget dengan hasil fotonya Mas Tyok.
Salam.
Emanuel Setio Dewo
Juni 26, 2008 at 2:51 am
Halah…jangan gt mas Dewo, wong jepretan saya itu waton njepret aja kok hehehe, kalau saya berkunjung ke fotografer net, nyali saya langsung habis sama sekali, minder pol tenan
)
Tyok
Juni 26, 2008 at 8:26 am
@ Dear Mas Tyok #5,
Halah, mas ini merendahkan diri meninggikan mutu. Hehehe…
Salam.
Emanuel Setio Dewo
Juni 27, 2008 at 5:37 am