Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Juli 22, 2008
Siapa yang tidak senang dapat hibah? Masak sih ada yang tidak senang? Bener nih?
Berawal dari keprihatinanku ketika paket koneksi internet unlimited dari salah satu operator selular berakhir di bulan Juni. Bulan Juli ini nyaris tidak ada internet di kos. Pantesan ga banyak nulis di blog. Hiks…
Tapi seperti kata orang bule, “life must go on”, maka aku mencari-cari alternatif koneksi. Sayangnya opsi yang lain tidak begitu menarik. Dari yang tarifnya kemahalan karena berbasis trafik sampai yang koneksinya tepu-tepu. Masak katanya unlimited, tapi begitu lewat 1 Gb koneksinya dicekik? Bagiku yang internet itu sudah seperti candu, itu tentu bukan opsi menarik.
Tapi rupanya Tuhan tidak tinggal diam. Dengan bantuan Beliau, aku jadi bisa punya fasilitas baru berinet-ria. Apa dan dari mana?
Pertama-tama aku mendapat hibah nomer Pleki (flexi) dari kakak tercinta. Nomer Pleki ini adalah bonus dari pembelian bundle Nexian+Simpati+Flexi yang cukup meledak itu. Maklum, dengan harga Rp 888.000, kita sudah disuguhi ponsel dual-on (GSM+CDMA) plus nomer Simpati & Flexi yang 4 digit belakangnya kembar. Padahal ponsel dual-on yang lain masih di atas 1 jutaan.
Hibah kedua datang dari Imam Madzab Bocor Alus yang sekarang menjadi kandidat Presiden Repvblik Bocor Alus. Hibahnya tidak tanggung-tanggung, yaitu sebuah modem CDMA SpeedUp 3G SU-5100U.
Berbekal kedua hibah ini, dengan semangat 45 aku mencoba kembali ke habitat, yaitu ke dunia maya. Tapi untuk kembali ke habitat maya ini, rupanya ada beberapa kendala, yaitu: CD driver yang berukuran mini tidak bisa masuk ke slot CD punya Lenovo. Alhasil aku tidak bisa menginstal driver untuk Winex (Win XP).
Tapi tetap dengan semangat 45, aku mencobanya di Usus-buntu (Ubuntu 8.04). Dan hasilnya mak-jreng. Koneksi modem-notebook dapat di-establish dengan sukses. Tanpa perlu instalasi driver. Modalnya cuma instal gnome-ppp.
Sayangnya koneksi dengan Pleki belum berhasil. Selalu gagal di Config-Requests. Kenapa ya?
Langsung saja aku keluarkan Pleki dan kumasukkan jurus pamungkas, yaitu dengan kartu Prenz (Fren dari Mobile-8). Jreng… koneksi terjalin dengan mulus. Cukup cepat juga. Kayaknya malah lebih cepet dari koneksi unlimited yang tempo hari itu. Tapi ini perasaanku aja, alias belum benchmark beneran. Sayangnya aku masih cukup sibuk untuk melakukan benchmarking. Semoga aja segala kesibukan ini dapat segera berakhir dengan baik sehingga pesta-pora di habitat maya dapat kembali lagi. Hehehe…
Akhir kata, kuucapkan terima kasih kepada Bos Mbelgedez dan kakakku yang telah memberikan hibah kepadaku. Ditunggu hibah selanjutnya. Hehehe…
Wah, welkom bek bro Dewo…
Enaknya dapet hibah modem dari bos Mbel, kalau aku sementara ini baru dapet mug hibah dari bos Mbel… ![]()
Bos Mbel, ditunggu hibah modemnya ya….
@ Dear Mas Sigid,
Sudah berlangganan Centrin? Kalau belum, mungkin koneksi di-reject oleh Centrin. Tapi kalau sudah, apa pesan gagalnya?
Salam.
[...] 24, 2008 Sejak mendapatkan hibah modem CDMA dari Bos Madzab Bocor Alus, baru malam ini aku memiliki kesempatan untuk mengetes bandwidth-nya. [...]
Juli 22, 2008 pada 11:34 am
Pake prabayar ajah, biyar ndak jebol…..