Emanuel Setio Dewo

Ingin menjadi garam dunia

Keluh Kesah Dari Bangka Belitung

with 6 comments

Berkunjung 2 hari di Bangka sudah cukup untuk mendengarkan keluh kesah penduduknya. Ada 2 keluhan utama di sana, yaitu: sering padamnya listrik dan mahalnya harga BBM. Mengenai sering padamnya listrik ini sudah menjadi keseharian bagi masyarakat Babel (Bangka Belitung).

Suatu kali dalam presentasi Sisfo Sekolah, aku mendapat pertanyaan tentang bagaimana implementasi Sisfo Sekolah jika listrik sering padam. Pertanyaan yang seharusnya tidak perlu ditujukan padaku. Jikalau aku harus menjawabnya, sebenarnya aku dapat menjawabnya dengan sekenanya. Tapi tentu saja tidak mudah untuk mewujudkannya. Syukurlah aku tidak perlu menjawabnya karena sudah dijawab oleh yang berwenang.

Masalah yang kedua adalah mahalnya BBM. Pada kunjungan kami tempo hari, harga premium & solar di Pangkalpinang berkisar antara Rp 8.000 s/d 10.000 per liter. Bahkan di luar kota harganya mencapai Rp 13.000 per liter. Bagaimana dengan pertamax? Hehehe… menembus angka Rp 15.000 per liternya.

Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena pasokan BBM ke Babel dikurangi setengah dari kebutuhan normal. Alhasil banyak sekali dijumpai antrian panjang mengular di setiap stasiun pengisian BBM. Itu pun sering kali kehabisan. Beberapa kali aku melihat mobil yang didorong karena kehabisan bensin.

Keadaan ini mengundang banyak spekulan yang memborong bensin dan menjualnya secara eceran. Walau pun judulnya adalah “eceran”, tapi para penjual ini menjual setiap 5 liter dengan harga Rp 10.000 per liternya. Weks…

Agak mencengangkan melihat fenomena ini, dimana di Jakarta tidak ditemui masalah pasokan BBM. Harga BBM di Jakarta pun relatif stabil.

Bagaimana masyarakat Babel menyikapi kedua masalah utama tersebut? Kalau sering matinya listrik, beberapa mengupayakan genset sendiri, sedangkan sisanya memilih untuk pasrah.

Bagaimana dengan harga BBM yang sangat tinggi tersebut? Rupanya pemerintah sudah mengumumkan hal itu dan telah mengajak masyarakat untuk dapat berhemat. Dan ajakan pemerintah tersebut rupanya disambut baik oleh masyarakat. Buktinya tidak ada demo atau pun kerusuhan berkenaan dengan mahalnya BBM. Bukti bahwa hubungan antara pemerintah dengan masyarakat sangat dekat dan baik? Bisa jadi. Banyak figur di pemerintahan yang diidolakan oleh masyarakat. Dan itu berarti pemerintahan di sana berjalan dengan sangat baik. Patut diacungi jempol.

Semoga Babel dapat maju dan sukses walau pun banyak mengalami hambatan.

Written by Emanuel Setio Dewo

Juli 31, 2008 pada 3:00 pm

Ditulis dalam Celoteh, Dewo, Iseng, Jalan-jalan, Korslet

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cie, yang jalan2 ke Babel, mas jangan lupa oleh2nya ditunggu di Xtro yah ;)

    Desy Hutabarat

    Agustus 1, 2008 at 7:07 am

  2. Sudah lama kepengen backpacking ke Babel tetapi masih belum ada waktunya. Informasi yang menarik mas.

    Harjo

    Agustus 1, 2008 at 8:26 am

  3. Menurut info nyang sangat bisa dipercaya, pasokan BBM ke Babel ituh sudah mencukupi untuk jumlah kendaraan maupun keperluwan sampingan nyang ada.
    .
    Pertamina ndak semena-mena memotong supply ke sana, tapi udah berdasarkeun survey dan study, boss.

    Mangsud dari supply sesuwai kebutuhan kendaraan nyang ada adalah, untuk menghindari penyelundupan ke Singapore.

    Nah, kalok sekarang banyak nyang antre dan banyak nyang njuwal eceran, sebenernya nyang ngantre ituh kaum oportunis nyang mbeli bengsin untuk dijuwal lagee….

    Satu-satunya cara adalah, ndak boleh mbeli bengsin make jerry can, ato ndak boleh juwalan bengsin eceran. Dijamin bengsin akan lancar lagee….

    ***pernah mau diterapkeun da sanah, tapi diprotes….***

    :lol:

    mbelGedez™

    Agustus 1, 2008 at 10:28 am

  4. @ Dear Mbak Desy #1,

    Waduh, oleh-olehnya sudah terlanjur masuk perut semua. Hehehe… Kapan-kapan kalau ke sana lagi ya?
    ~~~

    @ Dear Pak Harjo #2,

    Semoga kesampaian bisa ke sana. Jangan lupa mengunjungi obyek wisata (pantai) yang indah di sana.
    ~~~

    @ Dear Bro Mbel #3,

    Mosok sih Bos?
    Kemarin yang antri tidak ada yg bawa jerigen. Soalnya dilarang beli dalam bentuk jerigen. Mungkin para spekulannya beli dalam tanki mobil ya?

    Salam.

    Emanuel Setio Dewo

    Agustus 1, 2008 at 11:15 am

  5. Mas Dewo .. bulan lalu sewaktu ke bangka, aku dengar dari sopir hotel, bahwa truk2 yang antre itu bukan untuk ngisi BBM kebutuhan mereka, tapi solarnya untuk dijual kembali … katanya sih gitu …

    RIRI SATRIA

    Agustus 11, 2008 at 11:31 am

  6. emanuel ,,,saya pernah baca di blog tentang agama keristen…semua yang kamu jelasin itu ga jelas……………….??semua jawaban yang di tuliskan oleh anda tentang penebusan atau yang lainnya ga nyambung tapi anda mencoba so’ pintertapi saya liat semua jawaban kamu itu kaya jawaban orang BEGO AND SINTING …ketahui aja yah,,, semua orang keristen katolik maupun protestan semuanya salah dan akan masuk neraka semuanya ,,,kamu pikir pastur yang telahmati itu masuk surga………..liat aja nanti pasti kamu akan liat mereka semua di Neraka ………

    azzam49

    Agustus 22, 2008 at 2:25 pm


Tinggalkan Balasan