Emanuel Setio Dewo

Ingin menjadi garam dunia

Penggambar Komik Amatiran Bisa Menghasilkan Uang?

with 5 comments

Kalau ada yang bertanya: “Menggambar komik bisa menghasilkan uang?” Tentu jawabnya bisa, malahan bisa banyak sekali. Banyak kok penggambar-penggambar komik yang terkenal. Bahkan banyak perusahaan penerbit komik yang sangat sukses dan komik-komiknya dibuat filem layar lebar.

Tetapi bukan itu maksudku. Yang kumaksud mungkin seperti seorang Ghostwrite dalam dunia penulisan. Sebelum menulis lebih lanjut, kita bertanya dulu sama Mbak Wiki tentang arti dari Ghostwriter:

A ghostwriter is a professional writer who is paid to write books, articles, stories, reports, or other content which are officially credited to another person. Celebrities, executives, and political leaders often hire ghostwriters to draft or edit autobiographies, magazine articles, or other written material. In music, ghostwriters are used in classical music, film score composition, and popular music such as top 40, country, and hip-hop. The ghostwriter is sometimes acknowledged by the author or publisher for his or her writing services.

Nah, yang kumaksud bukan penulis, tetapi penggambar komik. Jadi kalau ada orang lain yang membutuhkan pembuatan suatu komik, maka ada yang menggambarkannya. Lengkap dengan ceritanya.

Tapi kurasa sih seharusnya sudah ada ya? Tetapi mungkin tidak sepopular ghostwriter. Lantas apa istilah dari penggambar komik profesional ini?

Written by Emanuel Setio Dewo

Nopember 16, 2008 pada 1:18 pm

Ditulis dalam Dewo, Ide, Iseng, Komik

Tagged with ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. di sini, di indonesia, banyak kok studio-studio ‘penggambar komik profesional’ yang dibayar sebagai ‘ghost-illustrators’. tentu saja nama mereka tidak akan tercantum di buku-buku yg mereka garap karena dalam kontraknya memang hanya sebagai ‘tukang gambar suruhan’.

    (cmiiw)

    ~~~
    BTW, Bro Richoz termasuk yang studio-studio “penggambar komik profesional” juga? Soalnya gambar2 dari Bro Richoz sangat bagus.

    richoz

    Nopember 16, 2008 at 5:59 pm

  2. Ehemm.. Ehemm… Saya termasuk kategori ghostwriter nih Mas Dewo. Hehe.

    Dulu, saya dan teman-teman masih ngomik. Bahkan sampai sekarang sih. Kalau teman-teman masih jadi ladang usaha. Kalau saya mah tinggal hobi.

    Proses bikin komik ghostwriter cukup unik.

    Proses pengerjaannya bisa bermacam-macam. Mulai dari layout tutur dari pemesan hingga cerita utuh jadi yang kemudian dibuat jadi komik.

    Kalau dari layout tutur itu artinya, misalnya begini; seorang pemesan bilang “Saya mau buat komik relijius nih. Targetnya buat anak-anak. Intinya pendidikan”. Maka prosesnya, saya meriset data, mencari bahan tulisan, mengembangkannya melalui sketsa pensil, lalu masuk ke tinta. Setelah itu, kalau pemesan oke dengan ceritanya, tanpa editan lagi, masuklah ke proses pewarnaan komputer. Setelah dummy jadi, dibawalah ke percetakan dan diedarkan pada publik.

    Kalau dari cerita utuh, misalnya pemesan sudah punya cerita tapi bingung mau bagaimana illustrasinya, maka dia tinggal datang ke kami lalu diskusi model karakter apa yang cocok untuk komiknya. Mungkin dia mau karakter yang dekoratif atau cenderung naturalis. Bisa juga ingin agar juxtapose komik mirip dengan style Belgia atau manga Jepang.

    Kalau yang sudah ada cerita utuh, biasanya sudah punya percetakan dan jalur distribusi sendiri.

    Tapi dari semuanya, kami tidak dicantumkan dalam kredit. Jadi, banyak komik yang telah dibuat dan beredar, tapi tidak dapat diklaim hak ciptanya.

    Ini masalah percetakan dan distribusi sebenarnya. Biasanya percetakan dan jalur distribusi mayor besar menyukai trik ini. Sebab akan menaikkan reputasi mereka di mata saingan, apabila punya production house yang produktif.

    Selain itu, masalah royalti. Dengan menempatkan nama mereka pada titel, otomatis royalti mengalir terus ke kredit titel.

    Banyak teman-teman yang mengeluh soal ini. Namun yaah memang beginilah salah satu trik penerbitan major label, yaitu ghostwriter.

    Jadi ghostwriter kebetulan kalau lagi butuh duit cepat. Sebab biasanya bayarannya lebih tinggi daripada biasanya.

    Ini hanya pendapat pribadi loh. semoga ada rekan-rekan pengomik ghostwriter lainnya bisa juga memberikan pendapatnya disini.

    ~~~
    Wah, rupanya Bang Arif seorang ghostwriter. Tapi tidak perlu heran karena tulisan-tulisan Bang Arif sangat luar biasa. Saya adalah salah satu dari banyak sekali penggemar tulisan-tulisan Bang Arif.

    Komentar Bang Arif sangat mencerahkan. Sangat detail. Terima kasih banyak karena telah bersedia mengajari saya (dan banyak pembaca lainnya).

    Salam.

    bangaip

    Nopember 16, 2008 at 6:57 pm

  3. Waahhh…….
    Keyeeeenn…….

  4. Aku jadi ghostreader aja deh… :D

    ~~~
    Hihihi…
    Asal jangan jadi “ghost” beneran.

    chocovanilla

    Nopember 17, 2008 at 4:16 am

  5. Wah yg gini2an saya ngga ngerti dah. Tapi menarik juga mengenai dunia satu ini. Thanks utk ulasannya.

    mutiara25

    Nopember 23, 2008 at 7:20 pm


Tinggalkan Balasan