Emanuel Setio Dewo

Ingin menjadi garam dunia

Belajar Jadi Jahat Di Travian

with 5 comments

Dulu daku pernah bermain Travian di server internasional. Saat itu daku sudah cukup berjaya dengan 3 desa dengan ranking 3000an di server internasional. Waktu itu daku lengah karena selain merasa pertahanan telah kuat, populasiku cukup besar, sehingga kupikir bisa membuat keder para penyerang. Beberapa penyerangan memang berhasil digagalkan tanpa dapat membawa jarahan dari ke-3 desaku.

Tapi apa daya, rupanya kebesaran itu menarik minat musuh dari aliansi yang kuikuti. Dengan pasukan yang besar sekali plus level senjata dan perisai yang tinggi, mereka bersekutu menyerangku. Tidak tanggung-tanggung, pasukan yang dikirim ratusan, di atas 300an. Hiks… Gila bener…

Tidak hanya pasukan biasa (infanteri) dan kalvari, tapi juga Ram (untuk menghancurkan tembok/benteng) dan Catapult (untuk menghancurkan bangunan). Sekali diserang kehancurannya parah banget. Mereka tidak menyerang untuk menjarah resources, tapi memang karena perang antar aliansi. Daku yang saat itu belum paham benar masalah ini langsung terkapar dan sulit untuk bangkit. Beberapa kali mencoba bangkit tapi seketika itu pula dihancurkan lagi. Seharusnya kan bisa minta tolong aliansi ya?

Benar-benar misi penghancuran yang sukses dari mereka. Dari sebuah pemain dengan 3 desa hingga hancur lebur berantakan. Daku pun tidak ingin meneruskan bermain di ketiga desa tersebut. Hiks…

Tapi awal Oktober lalu daku memulai lagi game Travian tapi di server Indonesia. Inginnya tumbuh perlahan tapi pasti. Kali ini strategi yang kujalankan adalah “Balance.” Soalnya jika cuma mengandalkan “Trading”, bisa-bisa dihancurleburkan oleh desa dengan kekuatan militer yang besar. Sedangkan jika “Military”, bisa-bisa perkembangan desa agak lambat karena harus memprioritaskan pasukan. Memang sih dengan strategi Militer bisa saja kita menjarahi desa-desa tetangga. Tapi bikin musuh gitu loh.

Dengan strategi balance, daku bisa berdagang sekaligus menjarah. Hehehe… Namun sayangnya ternyata beberapa desa tetangga tutup. Tercatat sudah 4 desa terdekat yang tutup. Mungkin karena banyak diserang oleh desa lain, termasuk dari desaku. Hehehe…

Sedangkan desa terdekat yang tersisa adalah desa besar dengan aliansi yang kuat. Populasinya 2x lipat populasiku. Bagaimana dengan pasukannya ya? Hihihi… serem juga sih. Tidak berani mengintai, apalagi menyerangnya. Sama saja cari perkara bagi desaku dan aliansi yg kuikuti. Hihihi…

Walah… Rupanya daku sedang belajar jahat di dunia maya dengan bermain Travian. Siapa tahu bisa jadi diktator yang sukses. Hihihi…

Written by Emanuel Setio Dewo

Nopember 25, 2008 pada 2:21 am

Ditulis dalam Dewo, Game, Internet, Iseng, Travian

Ditandai dengan ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Pantesan situh ngojok-ngojokin sayah maenan beginiyan….

    Ternyata sayah mau diajakin jadi penjahat, to….

    :roll:

    Mbelgedez™

    Nopember 25, 2008 at 9:52 pm

  2. @ Dear Mbelgedez

    Hihihi…
    Tapi kayaknya si bos ga usah diajarin deh… Wkakaka…

    *Kabur*

    Emanuel Setio Dewo

    Nopember 27, 2008 at 7:41 am

  3. S2 Apa S1 Nich atau S3!!!

    galih

    Desember 1, 2008 at 11:06 am

  4. waduh..bingung ne cara mulainya…baru daftar..pas mau mulai..gk tau menunya…udah klik sana-sini,tapi gk paham….gimana sih cara maen awalnya???

    dolphine

    Januari 22, 2009 at 8:19 pm

  5. Hahahah… benar tuh bung !!
    Saya sudah main game Trav sejak tahun lalu, disana saya sangat sukses dan berhabung di Aliansi No.1 di Idx.
    disana saya sangat jahat, karena tidak segan mengabisi Lawan dengan pasukan Yang Gilaaa Beneeer… “PULUHAN RIBU TROOPS MELUNCUR”

    Sekali Menghabisi Desa lawan, saya lansung kaya mendadak (kaya karena banyak dapat SDA pastinya, hehe ).
    tak jarang, aku mendapat IGM (messages) kecaman dari berbagai Pihak. dan bahkan ada yang tidak senang dengan cara bermainku malah membawa masalah itu ke REAL LIFE (aduh,… Serba salah jadinya)hehe…
    Walau saya Seorang Perempuan, tapi strategi saya tidak kalah dengan laki-laki.

    Happy Banget kalo liat Desa orag hancur..wkwkwkwk

    susan

    Maret 10, 2009 at 5:23 am


Tinggalkan Balasan