Guru: Masihkah Menjadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?
Dahulu dikenal sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.”
Masihkah kini engkau dikenang sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?”− Dewo Retoricaman
Guru atau dosen kerap kali dianggap sebagai pekerjaan “panggilan hati.” Hanya orang “terpanggil hatinya” saja yang dapat menjadi guru/dosen yang sebenarnya.
Di sisi lain daku menjumpai banyak sekali guru/dosen pelarian. Maksudnya adalah karena banyak orang yang tidak diterima atau tidak mampu bekerja di ladang lain kemudian melarikan dirinya menjadi guru/dosen.
Atau banyak juga yang “menyambi” menjadi dosen di samping pekerjaan utamanya yang belum tentu stabil alias beresiko tinggi.
Bukan hal yang buruk sih. Dan juga tidak salah. Cuma rasanya semakin sedikit saja orang yang benar-benar “terpanggil” yang menjadi guru/dosen sejati. Dimana merekalah yang sebenarnya berhak menyandang “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.”
Selamat di Hari Guru bagi para guru, “Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.”
untuk beberapa tempat di pedalaman barangkali guru masih pahlawan tapi buat guru perkotaan pa lagi sekolah top markotop guru sudah jadi broker percetakan, penerbit, perusahaan kompeksi, lembaga kursus, dll.
Ferry ZK
Nopember 25, 2008 at 7:20 am
@ Dear Bro Ferry
Hihihi… iya.
Apalagi yg seperti tulisanku yg terdahulu tentang “Nilai Dosen Honorer.”
Salam.
Emanuel Setio Dewo
Nopember 27, 2008 at 7:46 am
Masih ada sih tapi ya paling 1:10 he…he…
Kebanyakan lulusan sekolah guru jadi marketing, penyiar,
chocovanilla
Nopember 27, 2008 at 9:13 am
Guru yang “pelarian” pun seiring berjalannya waktu ada juga yang mulai mencintai profesinya dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya.
Mesti belum diangkat PNS …..
sigid
Desember 1, 2008 at 12:54 am