Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Juni 9, 2009
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kedalaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang mengibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;
dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
(Mazmur 23)
Mas katanya setio dewo kok yang nggembala Tuhan bukan Dewo, Pizz, jangan marah ya.
Memang banyak tokoh lahir dari penggembala, Jesus, besar di lingkungan penggembala, Muhammad, juga seorang penggembala. Mungkin mereka itu banyak merenung duduk sambil menggembala, hingga klimaksnya menemukan jalan Tuhan Sang Maha Penggembala, kira-kira juga demikian yang dilakukan Budha ketika merenung di bawah pohon Bodhi.
Mas kok postingan tentang motornya nggak berlanjut, mayan buat nambah wawasan.
Juni 10, 2009 pada 9:14 am
waduh dalam rangka apa nih mas Dewo?
Apa untuk mengingatkan saya yg sering tersesat ini?
Juni 10, 2009 pada 10:52 am
Hehehe… enggak kok.
Cuman mengingatkan diri sendiri yg masih sering tersesat juga.