Beberapa hari belakangan daku BW ke blog para sahabat dan rupanya banyak yang membahas Page Rank (PR) dari Mbak Google. Sepanjang-pendek yg daku ketahui, PR ini membuat peringkat WWW berdasarkan algoritma yang dikembangkan oleh Larry Page yang kemudian digunakan oleh Google. Algoritma yang digunakan akan membobot setiap halaman berdasarkan link dan keterkaitan link dgn website lain. Semakin sering dikunjungi dan di-refer oleh situs lain, maka page kita akan semakin berbobot. Istilah kerennya: popular.
![]()
Gambar diculik dari Mbak Wiki
Namun algoritma ini bukan harga mati. Rupanya algoritma ini terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak lagi parameter. Mungkin juga karena saking ruwetnya plus semakin banyaknya page, perhitungannya jadi lebih lama. Makanya sekarang mungkin periode rilis PR jadi 6 bulan bahkan 1 tahun. Padahal dulu cuma 1~3 bulanan.
Jadi berkilas balik dengan blog ini. Dulu saatnya masih menjabat “Tukang Sulut Sumbu Kompor”, blog ini punya PR 5. Namun setelah bertransformasi menjadi blog biasa-biasa saja dan sederhana, PR turun menjadi 3. Kurang lebih selama 2 tahun blog ini mentok di PR 3. Tapi sekali lagi kutekankan, PR tidaklah menentukan segalanya. Karena hubungan dengan sesama jauh lebih penting dari pada sekedar ranking PR. Itulah sebabnya blog ini bertransformasi ke arah yang positif dan tidak peduli lagi dengan PR.
Namun ketika kemudian kemarin kutemui kalau PR blog ini menjadi 4, daku yakin itu diperoleh dengan hal yang baik. Bukan lagi dengan jalan pintas seperti menyulut sumbu kompor dan membakar jenggot orang lain. Mungkin apa yang kupraktekkan saat ini, yaitu konsistensi menulis, meningkatkan kualitas tulisan, menjalin persahabatan di dunia di dunia maya, membuat semuanya jadi baik-baik saja. Setelah itu PR akan ngikut dengan sendirinya.
Karena blog ini fokusnya tidak lagi mengejar trafik dan PR. Tapi mengejar persahabatan dengan sahabat dari dunia maya dan berharap dapat bermanfaat bagi pembaca. Merekalah yang akan dengan setia mengunjungi dan mengangkat blog kita.
Demikian “tips” (hayah) sederhana berdasarkan pengalaman pribadi. Yang tentu saja belum maksimal. Dan pasti lebih banyak lagi blogger yang lebih jago dan kompeten untuk memberikan tips PR karena mereka punya PR di atas 5 yang bobotnya konsisten dari tahun ke tahun. Namun banyak hal yang positif yg dapat dipetik, yaitu konsistensi untuk terus menulis dan selalu meningkatkan kualitas tulisan. Jadi mohon maaf jika tulisan di sini belum berkualitas, belum konsisten, belum bermanfaat, karena PR-nya memang baru 4. {*hehehe… ini cara ngeles yang eiylekhan (Ompakmas, pinjem istilahnya ya?)*}
~~~
Terkait:
~ Page Rank (wikipedia)
~ Google Page Rank Checker
~ Google improves Larry Page rank
oooo itu to maksudnya PR……iya lagi rame di mana2 dibahas
*Mantan bloger seleb (seleb peran baik atau seleb antagonis?) buka suara*
Semoga selalu meng-aura-kan positif ya mas, jadi kita juga selalu menerima energi positif pula….
ikut bahagia dengan reformasi blog-nya. Acung jempol ….
Membuat yg baca tersenyum, beroleh informasi, dan bersahabat tentunya lebih damai dan indah…dan terwujud harmony…
Salam saya
@Mbak Devi,
Terima kasih atas doa & dukungannya, Mbak.
*nunggu terusan tulisan harmony*
saya juga menunggu
Supaya harmony, yuk kita nunggu bareng-bareng
(hayah)
lah jare kon nunggu nang Matraman, wis dienteni kok ra muncul qiqiqiqi
(sempurna sudah ngarangnya)
Ini penjelasan yang Eiylekhan Mas Dewo …
Jujur saja saya selama ini banyak mendengar mengenai Page Rank ini …
Dan saya menterjemahkannya menjadi kadar kepopuleran …
entah benar entah salah …
yang jelas … tetap menulis … tetapi menjalin persahabatan …
salam saya Mas Dewo
@Ompakmas NH18,
Terima kasih, Om.
Benar Om, seringkali PR diterjemahkan sebagai popularitas. Asal jangan popular karena tercemar. Hehehe…
Setuju Om, blog bisa menjadi penyatu & media yang asyik utk menjalin persahabatan.
Salam hangat
Waduh, nek wis ngomongin PR nyerah deh aku
Nek jadi tukang sulut sumbu komper emang PR jadi tinggi, tapi karena banyak musuh hahahaha….. Tapi sejak warga dipaksa pake kompor gas, jadi dah jarang yang juwalan sumbu kompor kan?
(Untunglah kau sudah insap, Dik
)
@Mbak Choco,
Hehehe… memang tidak enak kalau banyak yg memusuhi. Terima kasih Mbak. Sekarang daku sudah pake kompor gas. Hehehe…
GBU
ehm, itu ya maksudnya
@Bro Hafid,
Hehehe… apa hayo?
blog bunda juga punya PR 4, dan tidak pernah berubah lagi, naik maupun turun.
dan, hal ini sama sekali gak mempengaruhi utk terus mencoba menulis, syujur2 bila bermanfaat bagu yg membaca, namun seringnya tulisan bunda utk mengingatkan diri sendiri ,Mas Dewo.
apakah BW atau silaturahim juga berpengaruh terhadap PR?
bunda jg gak tau pasti dan memang gak ngerti.
yg jelas memang bunda suka BW, krn selalu ada saja yg baru utk menambah wawasan dan ilmu.
seperti sekarang ini membaca di blog Mas Dewo
salam
@Bunda,
Kalau BW tidak mempengaruhi karena secara otomatis komen ditambahi tag “nofollow”. Jadi tidak akan diindex. Tapi paling tidak bisa digunakan utk memperkaya teman dan notifikasi kalau ada tulisan baru di blog kita.
Tapi tulisan Bunda memang sangat bermanfaat bagi kita semua. Sarat dengan tips yang applicable. Daku jadi rajin berkunjung ke ke-2 blog Bunda dan menanti kalau ada postingan baru.
Terima kasih Bunda telah bersedia singgah di blogku. Sungguh merupakan suatu kehormatan.
Salam hangat.
keren banget mas pencerahannya
kesimpulannya : Kembali ke jalan lurus…… he he….. salam kenal…