Presentasi e-Business

Hari Rabu (15/05/2013) kemarin saya menghadiri presentasi e-Business yang disampaikan oleh dr. Erik Tapan di RS Awal Bros Bekasi. Sungguh menarik bahwa dunia bisnis sudah harus menggunakan saluran media sosial dengan efektif demi memenangkan persaingan bisnis. Dan dewasa ini pemanfaatan saluran media sosial sudah menjadi suatu keharusan.

Hanya saja, eksekusinya menjadi PR tersendiri bagi institusi bisnis, terutama supaya bisa selaras dengan strategi perusahaan. Bagi para individu yang telah memiliki akun di media sosial diharapkan mampu secara selaras mendukung perusahaan di media sosial terutama untuk membangun imaji yang positif.

dr. Erik Tapan

dr. Erik Tapan

Presentasi diakhiri dengan diskusi teknis pelaksanaan pemanfaatan media sosial di group RS Awal Bros. Karena walau pun telah memanfaatkan media sosial, ternyata masih banyak PR untuk membenahi mekanisme selama ini supaya selaras dengan strategi perusahaan.

Apa Sih Fungsi e-KTP?

Mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu secara jelas apa fungsi e-KTP itu (termasuk saya, hehehe). Untunglah kita bisa membaca fungsi e-KTP dari situs e-KTP: Fungsi e-KTP. Berikut adalah kutipan fungsi e-KTP dari situs tersebut:

  1. Sebagai identitas jati diri
  2. Berlaku Nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya;
  3. Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP; Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.

Nampaknya desain awal fungsi e-KTP ini cukup baik, walau pun sebenarnya penerapannya bisa lebih luas lagi.

Benarkah e-KTP Tidak Boleh Sering-sering Difotocopy?

Menurut Mendagri Gamawan Fauzi, e-KTP tidak bisa diperlakukan seperti KTP biasa. Lebih lanjut beliau menyebutkan kalau e-KTP jangan sering-sering difotocopy apalagi di-hekter (di-staples) karena akan merusak chip di dalam e-KTP (sumber: Mendagri: e-KTP Jangan Terlalu Sering Di-fotocopy dan Di-hekter). Tapi apakah benar demikian?

Beberapa praktisi IT & elektronika tentu tidak sependapat dengan Mendagri, termasuk salah satunya yang dimuat di: “Praktisi IT Bantah E-KTP Rusak Akibat Fotocopy”. Secara pribadi saya juga meragukan pernyataan Mendagri Gamawan. Jika di-hekter (stapples) mungkin bisa saja merusaknya secara fisik chip. Namun sering-sering mem-fotocopy belum terbukti bisa merusakkan chip dalam e-KTP. Kecuali jika chip di dalamnya tidak memenuhi standard industri elektronika.

Lantas kekhawatiran apa yang mengakibatkan timbulnya himbauan untuk tidak sering-sering memfotocopy e-KTP? Untuk diketahui, mesin fotocopy memang mengeluarkan cahaya & panas dalam proses duplikasi. Tetapi cahaya yang digunakan untuk proses saya pikir tidak akan mudah merusakkan chip di dalam e-KTP. Karena (tentu saja) chip dalam e-KTP tidak sensitif cahaya seperti EPROM yang itu pun perlu sinar ultraviolet yang kuat. Dan sekedar informasi, EPROM tidak lagi banyak digunakan dan diproduksi.

Jikalau yang dikhawatirkan adalah panas dari mesin fotocopy, mungkin bisa saja. Tapi panas terbesar bukan diterima oleh obyek yang diduplikasi, tetapi justru pada kertas copy-nya. Dan lagi kebanyakan chip elektronika didesain mampu bekerja pada rentang suhu yang lebar. Rentang yang jamak diadopsi dalam industri chip adalah antara -40° sampai dengan 85° Celcius. Jika mesin fotocopy menghasilkan panas di atas 85°, mungkin memang bisa merusakkan chip e-KTP.

Namun jika memang itu adalah himbauan dari Mendagri, walau pun tidak dirilis secara resmi/nasional, mungkin ada alasan khusus yang memang ada unsur teknisnya. Saya berharap himbauan tersebut bukan karena penggunaan chip yang di bawah standard industri.

Kopi Luwak

Anda pecinta kopi? Anda pasti mengenal Kopi Luwak. Bagi yang belum tahu (termasuk saya), proses pembuatan kopi luwak ini sungguh menggelikan. Karena biji kopi harus masuk ke sistem pencernaan Luwak (Musang Kelapa) terlebih dahulu dan kemudian dikeluarkan bersama dengan kotoran. Biji kopi yang keluar bersama kotoran ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk dan kemudian disedu dengan air panas. Walau pun proses pembuatannya membuat geli, konon rasanya maknyus…

Di balik itu, Kopi Luwak asli Indonesia itu menyimpan sejarah yang kelam. Ceritanya bermula saat Belanda membuka perkebunan komersial di koloninya, yaitu Indonesia pada abad ke-18. Dengan konsep Tanam Paksa (cultuurstelsel), Belanda memaksa rakyat untuk menanam kopi Arabika yang didatangkan dari Yaman. Para pekerja perkebunan pribumi dilarang memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi.


{ Foto dipinjam dari Wikipedia }

Ceritanya berlanjut saat penduduk lokal ingin pula mencicipi kopi yang sangat terkenal itu. Maklum, cerita kenikmatan kopi itu sangat mendunia. Sangat ironis ketika rakyat Indonesia yang menyediakan perkebunan dan menanamnya tidak bisa turut mencicipinya.

Lanjut membaca

SBY di BB Z10

Salah satu fitur yang saya sukai dari BlackBerry Z10 adalah keyboard touch screen-nya. Dia memiliki fitur prediksi yang bagus yang membantu kita dalam mengetik berdasarkan tata bahasa dan apa yang pernah kita ketikkan. Cukup cerdas karena Z10 akan mengingat apa yang sering kita ketik untuk seseorang. Intinya dia cukup cerdas karena bisa mengingat kata-kata yang kita ketik untuk seseorang.

Sus...

Walau pun dia bisa belajar, dia telah dibekali prediksi standard. Yang saya temui, dia bisa memberikan usulan nama orang. Mungkin Z10 telah dibekali dengan nama-nama standard yang sesuai dengan negara atau bahasa yang kita pakai. Contohnya saat saya mengetikkan “Sus”, maka Z10 menawarkan nama Susan (generik) dan yang menarik adalah “Susilo”.

Lanjut membaca