Archive for the ‘Energi’ Category
Membuat Solar Cell Sendiri
Membuat solar cell sendiri? Mengapa tidak?
Dari kerinduan akan solusi alternatif pembangkit listrik menuntunku untuk mencari petunjuk pembuatan solar cell secara mandiri. Dan rupanya semuanya tersedia di internet, bahkan ada panduan praktikum untuk siswa sekolah. Coba saja googling dengan keyword: “making solar cell”. Di sana kita akan mendapatkan banyak sekali petunjuk.
Salah satu yang menarik adalah dari Dept Kimia dan Biokimia UCLA yang menyediakan panduan praktikum kimia dalam format PDF. Silakan unduh di: sini. Cukup lengkap panduannya. Metode praktikum yang sejenis juga digunakan di Cornell Center for Materials Research. Silakan unduh panduan praktikumnya di: sini.
Coba juga kunjungi situs The Solar Guide yang menyajikan cara pembuatan solar cell yang diklaim “easy and fun experiment” dalam membuat prakarya solar cell dengan material yang “easy to find.” Silakan kunjungi panduannya di: sini. Bahkan Science Toys mendemokan pembuatan solar cell yang dapat dilakukan di dapur. Silakan klik di: “Make a solar cell in your kitchen“. Untuk versi flat panelnya dapat dilihat di: “A flat panel solar cell.”
Ada lagi metode yang lebih mutakhir, yaitu dengan screen print. Metode ini dibahas oleh Photovoltaic Education Network di “Screen-printed Solar Cell.” Sangat menarik…
Apakah benar teknologi pembuatan solar cell sudah mudah dilakukan bahkan oleh perorangan atau pun siswa? Apakah benar material pembuatnya sudah sedemikian mudah didapatkan?
Saat ini aku sedang membaca beberapa petunjuk tersebut. Jika memang sudah sedemikian mudahnya, bukankah lebih baik jika kita mencoba membuatnya sendiri? Alangkah bahagianya jika energi listrik itu gratis.
Seringnya Pemadaman Listrik Di Bandung
Menurut ibu penjaga mess, pemadaman listrik sering terjadi di Bandung. Itu pun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Client kami di Bandung pun sering mengeluhkan hal tersebut. Dulu saat tidak ada isu kenaikan BBM, PLN rajin memberitahukan kalau akan ada pemadaman. Tapi setelah BBM naik, pemberitahuan tentang pemadaman jarang dilakukan. Tiba-tiba listrik mati begitu saja. Padahal efeknya sangat merugikan bagi industri. Selain produksi akan berkurang, mesin-mesin bisa rusak jika listrik tiba-tiba mati. Kerugiannya bisa berlipat-lipat di dunia industri. Secara keseluruhan akan menyebabkan kerugian yang besar di tingkat nasional.
Beberapa industri kuat belakangan mencoba untuk menyediakan cadangan pembangkit listrik secara mandiri. Ada yang menggunakan pembangkit bertenaga batu bara. Sebenarnya sudah banyak yang memiliki cadangan pembangkit bertenaga solar/bensin, tapi mengingat harga BBM sekarang sangat tinggi, bisa-bisa biaya produksi jadi membumbung tinggi.
Mungkin lebih baik jika pemerintah mulai memikirkan pembangkit listrik alternatif seperti surya, angin, gelombang, panas bumi, dll. Atau malah blue energy? Sebenarnya sih kita bisa saja membuat pembangkit tenaga nuklir yang memiliki efisiensi tinggi seperti telah digulirkan bertahun-tahun silam. Mungkin kita yang belum bisa menerima kehadirannya.
Ah, sudahlah. Saat ini aku mau mandi tapi nunggu giliran. Sayangnya mungkin aku tidak kebagian air karena listrik mati sehingga pompa air tidak berfungsi.
Sel Surya Untuk Mengatasi Pemadaman Listrik Jawa Bali
Rupanya pemadaman listrik Jawa Bali masih akan berlangsung. Pemadaman ini adalah akibat dari kenaikan harga BBM dalam negeri yang menyesuaikan harga minyak mentah dunia. Sebagai informasi, rupanya pembangkit listrik kita masih banyak dipasok dari pembangkit listrik dari bahan bakar fosil tersebut.
Kenaikan harga BBM ini tentu menaikkan biaya produksi PLN. PLN sendiri telah menaikkan tarif dasar untuk segmen industri yang membuat dunia industri kalang kabut. Bahkan PLN telah beberapa kali memadamkan listrik dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan kepada industri sehingga berpotensi merusak mesin-mesin industri.
Sudah saatnya kita mulai berpikir untuk melakukan swadaya listrik. Sebenarnya masih banyak sumber energi alternatif yang dapat diterapkan untuk skala rumah tangga. Tidak usah menunggu blue energy yang belum ketahuan juntrungannya tersebut. Kita bisa kok menggunakan tenaga surya dengan solar cell. Mungkin belum dapat menggantikan 100% peran PLN di pasokan listrik rumah tangga, tapi paling tidak dapat menjadi pelengkap sehingga jika PLN padam, pasokan listrik masih terus berlangsung.
Tenaga surya sekarang memang masih mahal. Tetapi jika pemakainya semakin banyak, maka harganya juga bakal turun. Untuk saat ini memang masih diperlukan metode pembiayaan yang baik untuk menggunakan tenaga surya.
~~~
Internal Links:
- Swadaya Listrik: Mengatasi Pembodohan TDL PLN
- Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (Surya-Diesel) Untuk Daerah Terpencil
- Kemana Mencari Solar Cell?
- Kok Baru Mulai Melirik Sumber Energi Alternatif?
Kebut-kebutan Tapi Tetap Hemat BBM
Mau kebut-kebutan tapi tetap hemat BBM? Gunakan saja mobil elektrik Wrightspeed X1 buatan Ian Wright. Dijamin bakal menghemat BBM karena mobil ini tidak menggunakan BBM sama sekali.

Lebih lanjut mobil eksotis ini telah diuji akselerasinya dengan hasil yang sangat menakjubkan, yaitu akselerasi 0-60 mph (97 km/j) hanya membutuhkan waktu 3 detik dan 0-100 mph hanya butuh waktu 11.2 detik. Dengan akselerasinya yang luar biasa ini, X1 dapat dikategorikan sebagai supercar sekelas dengan Ferrari, Porsche, Lamborghini, Bugatti, dll.
Sayangnya prototype X1 memiliki problem, yaitu singkatnya waktu hidup baterai. Dengan baterainya yang seberat 538 pound, X1 hanya mampu menempuh 100 mil perjalanan ringan. Ketika digunakan di balap atau medan normal, baterai X1 sudah menyerah di jarak 25 mil. Sayangnya prototype ini sampai sekarang masih dalam tahap prototype tanpa ada kejelasan komersialisasinya.
Walau pun demikian, Ian Wright telah menjanjikan prototype berikutnya, yaitu Wrightspeed SR-71 yang akan memiliki kemampuan lebih fantastis, yaitu 0-60 mph hanya butuh waktu 2.5 detik.
~~~
Sumber:
- “Wrightspeed SR-71 electric car will do 0-60 in 2.5 seconds” (engadget)
- “Wrightspeed SR-71 will deliver 0-60 in 2.5 seconds” (AutoblogGreen). Ada video-nya.
- “Wrightspeed builder touts his electric supercar” (AutoblogGreen)
- Gambar diambil dari: AutoblogGreen
Panel Surya Tidak Lagi Mahal
Berkat Pak Budiharyono (guru mata pelajaran elektronik di SMK Armada, Magelang), kini panel surya tidak lagi mahal. Berawal dari rasa prihatin akan kurangnya pasokan listrik dan juga karena anggapan bahwa negeri tropis seperti Indonesia yang berkelimpahan cahaya matahari seharusnya tidak perlu kekurangan energi listrik, maka beliau membuat panel surya dengan biaya murah.
Budi mampu menghasilkan 1 unit panel yang dapat memproduksi daya 1.000 watt dengan biaya Rp. 700.000. Uraian lengkap mengenai hal ini dapat dilihat (video) di “Panel Energi Surya, Sumber Listrik Murah” (Liputan6)
~~~
Update:
Menurut klarifikasi dari SMK Armada, harga pembuatan yang hanya Rp 700.000 seperti yang dimuat oleh SCTV adalah tidak benar. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat diperoleh dengan menghubungi SMK Armada Magelang secara langsung di:
Telepon: (0293) 314240 pada jam kerja
E-mail: elkaarmada@yahoo.com
Kopdar Dengan Paijo
Hari ini saya beruntung karena bisa mencuri sedikit waktu seorang blogger experimenter yang baru saja memperoleh penghargaan peringkat 3 Ristek-Medco Energi Award dengan mesin STX-2. Tak lain dan tak bukan, dia adalah Paijo. Sayang sekali Bune dan Mbelgedez tidak bisa ikut serta.
Kopdar dengan beliau perlu menunggu waktu yang pas dan tidak bisa sembarangan. Tentu saja begitu karena beliau berdomisili di Soroako, Sulawesi Selatan. (Bagi yang belum tahu dimana itu Soroako, silakan berkunjung ke: “Soroako Yang Indah”) Perlu pengaturan waktu dan tempat secara seksama mengingat lebih enak kopdar dilakukan saat beliau berada di Jakarta.
Elektrifikasi PLN Baru 54%
Membaca artikel “PLN Diminta Perbaiki Rasio Elektrifikasi Indonesia” akhirnya terungkap bahwa PLN baru sanggup menjangkau 54% kebutuhan energi listrik masyarakat Indonesia. Jadi masih sekitar 46% kebutuhan yang belum terpenuhi. Sebesar apakah pangsa 46%? Yang jelas: “masih sangat besar!” Terutama bagi Indonesia yang sangat luas dengan penduduk yang luar biasa.
Kesimpulannya adalah: masih ada peluang untuk para wirausahawan yang jeli memandang masalah ini! Misalnya apa? Membuat modul pembangkit hibrida. Kalau bisa portable dan modular. Selain itu bisa scalable sehingga bisa dikonfigurasi dengan mudah untuk skala kecil sampai menengah. Atau mau sekalian membentuk perusahaan tandingan PLN? Tentu semuanya harus ada modal yang cukup: dana, pengetahuan dan keterampilan.
Yuk digarap.
Situs Swadaya Energi untuk Rakyat Indonesia
Hari ini terbit situs/blog baru yang khusus untuk mencari dan menciptakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, yaitu: Swadaya Energi untuk Rakyat Indonesia. Diharapkan pencarian & penciptaan ini dapat digunakan untuk swadaya energi bagi rakyat Indonesia. Beberapa kontributornya adalah para praktisi yang meneliti dan mengembangkan pembangkit energi alternatif yang ramah lingkungan ini.
Semoga dapat bermanfaat bari masyarakat Indonesia. Amin.
Kok Baru Mulai Melirik Sumber Energi Alternatif?
Biasanya memang setelah ada krisis baru bisa kreatif dan inovatif. Seharusnya selama belum krisis kita sudah kreatif dan inovatif. Proaktif gitu loh. Eh… ngomongin apa sih? Iya, pagi ini aku membaca berita tentang krisis listrik yang terjadi di Sumatera Barat (baca: “Melirik Sumber Energi Lain untuk Atasi Krisis Listrik Sumbar”).
Dari situ terbetik berita bahwa pasokan listrik dari PLN tidak dapat diandalkan sehingga mulai akan dilakukan pencarian sumber listrik lain, misalnya: PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) skala mini-menengah dan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro). Sedangkan di Sumbar terdapat sedikitnya 45 lokasi yang memiliki potensi energi air untuk PLTA dengan kapasitas 40 ribu KW. Wauw…
Bagaimana kalau masyarakat secara mandiri mengadakan inisiatif pembuatan pembangkit listrik secara swadaya ya? (Baca: “Swadaya Listrik: Mengatasi Pembodohan TDL PLN” atau di kategori energi).
Kemana Mencari Solar-Cell?
Ketika beberapa tulisan saya mengulas tentang penggunaan sel-surya (solar cell) sebagai pembangkit tenaga matahari, rupanya banyak juga yang berminat dengan teknologi tersebut. Banyak juga yang ingin mengaplikasikannya. Tetapi dimana mendapatkannya? Atau adakah yang memproduksinya? Masak tidak ada produsennya di Indonesia? Sulitkah memproduksi sel surya ini?
Seorang pemerhati memberikan link berikut ini: Solitedia. Sayang, kayaknya importir saja. Jadi bakalan lebih mahal.