Kopi Luwak Jepara

Saat saya menuliskan kisah Kopi Luwak tempo hari, rupanya saya punya teman yang memiliki bisnis Kopi Luwak. Dia adalah Rifqy Roosdhani teman kuliah di Elektro UNDIP. Sebuah kebetulan banget ya? Beliau lalu mengirimkan sample Kopi Luwaknya.

Produknya bernama Kopi Luwak Jepara yang memiliki website resmi di Kopi Luwak Jepara. Senang sekali saat saya menerima paket Kopi Luwak Jepara. Saya pun membagikan ke 4 teman saya supaya mereka turut mencicipi.

Hore dapat paket Kopi Luwak Jepara

Hore dapat paket Kopi Luwak Jepara

Saya sendiri baru sempat mencicipi Minggu pagi kemarin. Saya mengikuti petunjuk pembuatan. Hanya saja saya tidak tahu apakah seluruh isi sachet disedu atau cukup beberapa sendok teh? Karena saat saya buka isi sachet-nya lumayan banyak.

Sachet 10g

Sachet 10g

Lanjut membaca

Kisah Sebuah Sepatu Ultimatum

Sepatu saya, yang sudah beberapa tahun menemani saya bekerja sudah jebol. Sol sepatunya terbelah dari kiri ke kanan. Terbelahnya di kedua sisi sepatu. Imbang. Sudah beberapa bulan saya memakai sepatu yang terbelah itu.

Yang kemudian saya renungi, kok ya saya betah pakai sepatu terbelah itu? Selama beberapa waktu itu saya sudah membeli sekitar 4 gadget yang harganya lumayan, tetapi kenapa tidak untuk membeli sepatu baru? Rupanya saya lebih mengutamakan pembelian gadget dari pada sepatu kerja. Hufff dasar orang IT.

Sampai suatu saat Ibunda memberikan ultimatim, jika saya tidak segera membeli sepatu, maka Ibu yang akan membelikan sepatu. Horeee… Ups!!! Mungkin kalau saya masih SD tentu senang kalau dibelikan sepatu baru oleh Ibu. Tapi saya kan sudah dewasa, mandiri, dan punya penghasilan sendiri, masak masih dibelikan Ortu? Ehm, sejatinya beberapa waktu yang lalu saya dibelikan sepatu OR Ibunda tercinta sebagai hadiah ultah, hehehe…

Dapat dimaklumi, Ibunda sangat prihatin melihat sepatu yang sudah butut dan terbelah itu. Padahal saya makainya juga santai & cuek-cuek saja, hehehe…

Akhirnya saya pun membeli sepatu. Bingung milihnya. Biasanya kan dipilihin Sisi atau kakak atau teman. Atau paling tidak ada seseorang yang bisa dimintai pendapat. Jadilah saya milih yang murah saja, soalnya yang bagus itu mahal, hahaha… Sudah murah didiskon 2× pula, hahaha…

Sepatu Ultimatum

Sepatu Ultimatum

Yang saya suka, ternyata sepatu baru ini nyaman dipakai. Rasanya nge-plak alias ngepas. Berbeda dengan pengalaman membeli sepatu sebelumnya yang pasti bikin sakit pertama kali pakai, yang ini tidak bikin sakit. Memang saya baru pertama kali beli sepatu merk ini. Seneng deh…

Mimpi Buruk Ujian Nasional

Saya tidak hendak membahas carut marut Ujian Nasional tahun ini. Saya cuma ingin bercerita sedikit tentang Ujian Nasional yang pernah saya alami. Dulu namanya adalah EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional).

Nampaknya UN/EBTANAS ini menjadi hal yang menakutkan bagi semua siswa, termasuk saya. Bahwa ujian yang dilakukan sekali itu saja akan menentukan nasib siswa selanjutnya. Hasil belajar siswa selama hampir 3 tahun harus dikuasai dan diujikan dalam beberapa hari ujian. Padahal saya bukan tipe siswa yang rajin belajar! Saya hanya belajar jika akan ulangan atau ujian saja. Serem kan?

Yang lebih mengerikan adalah jika dalam ujian tersebut kita gagal. Mau ditaruh dimana muka kita? (*ya ditaruh di kepala laaaah*). Dan jika orang tua kita cukup terpandang, maka kegagalan adalah sebuah aib. Belum lagi jika harus mengulang di tahun berikutnya, bisa mati gaya jika harus sekolah bareng adik-adik kelas yang imut-imut bin menggemaskan tapi setiap hari bakal mencibir kita.

Lanjut membaca

UDOO

Menarik sekali membaca berita di What to do with the UDOO? dari Makezine. Saya pun berkunjung ke situs kickstarter yang bertujuan mengumpulkan dana bagi proyek-proyek inovatif.

UDOO adalah sebuah mini-PC berbasis prosesor ARM yang dapat menjalankan Sisop Android atau pun Linux. Istimewanya adalah karena UDOO telah memiliki board kompatibel Arduino yang menyatu.

{Video dipinjam dari Youtube}

Bayangkan sebuah Raspberry Pi yang digabung dengan Arduino Due. Menjadikan UDOO piranti pembelajaran yang sangat hebat. Jangan lupa, UDOO memiliki spesifikasi 4× lebih powerful dari pada Raspberry Pi. Dan Arduino Due merupakan versi Arduino terbaru yang pertama menggunakan prosesor ARM yang menjanjikan kemungkinan lebih besar dari pada Arduino versi sebelumnya yang menggunakan ATMega.

{Gambar dipinjam dari Kickstarter UDOO}

Tujuan dari UDOO adalah:

  1. Mengembangkan produk inovatif di pasar yg sedang berkembang
  2. Memberikan visi baru dalam kerangka pembelajaran: idenya adalah untuk melatih generasi baru insinyur, perancang dan pengembang software yang terlatih di teknologi digital: physical computing, seni multimedia, seni interaktif, dll
  3. Mendorong dunia DIY (do it yourself, kerjakan/buat sendiri)
  4. Menawarkan platform embedded yang berbiaya rendah untuk seni interaktif dengan piranti yang powerful: Processing, OpenCV, PureData, openFramework
  5. Menyediakan piranti yang hebat untuk perancangan yang cepat bagi perusahaan2

Detail spesifikasi dari UDOO bisa dilihat di: “UDOO: Android Linux Arduino in a tiny single-board computer” (Kickstarter). Waktu pengumpulan dana per hari ini masih tersisa 55 hari. Namun UDOO telah mengumpulkan dana melebihi dari yang dibutuhkannya untuk memulai produksi. Hebat!