Emanuel Setio Dewo

Keluarga

Pada tanggal 17 Oktober 1999 aku menikah dengan Agustina Renny Laksi Lestari (Sisi) di Yogyakarta. Kemudian pada tanggal 16 Juli 2000 kami dikaruniai seorang anak yang manis dan ganteng yang kami beri nama Ignatius Axel Renantio. Nama yang aneh? Axel diambil dari buku nama-nama bayi yang berarti Pria Pendamai (atau pembawa kedamaian). Tetapi nama ini sejalan dengan idenya Mbak Pipit yang mengusulkan gabungan namaku dan Sisi. Axel adalah gabungan dari Agustina dan Emanuel, yang merupakan gabungan nama Baptis kami. Sedangkan Renantio adalah dari nama Renny dan Setio. He… he… he… Kakakku yang satu ini memang kreatif.

Sayangnya Axel mengidap salah satu spektrum autis, yaitu dengan di-diagnosa ADHD (attention defisit hyper dissorder). Karena terapi dan pengobatan yang sangat besar dan juga oleh karena kesulitan-kesulitan teknis, maka aku dan Sisi+Axel harus tinggal di kota yang berbeda. Aku di Bekasi dan Sisi+Axel di Semarang dan tinggal di rumah orangtua Sisi.

Walau pun demikian, kami tidak pernah menyesal memiliki Axel. Bahkan kami sangat menyayangi dan mencintai Axel. Apa pun kami prioritaskan demi Axel. Walau pun sayangnya aku harus terpisah dari mereka karena harus mencari nafkah di Jakarta. Dan aku secara rutin mengunjungi Sisi+Axel. Bersyukurlah karena dalam pemeliharaan Tuhan kami dijauhkan dari segala hal yang sekiranya berbahaya bagi kami.

Kami juga tidak pernah putus asa dalam pemeliharaan Axel walau pun kami sering kali jatuh-bangun baik secara emosional, mental mau pun finansial dalam keluarga kami. Kami menyerahkan semua penyelenggaraan kehidupan dan masa depan Axel kepada Tuhan semata. Tetapi kami tetap berusaha dengan segenap hati dan tenaga dalam memelihara dan mendidik Axel.

Berikut adalah tulisan-tulisanku yang berkenaan dengan autis dan Axel (Anakku tercinta dan tersayang):

Sedangkan blog untuk menyuarakan kata hati Axel kutulis di: Axel Renantio.

Pada tanggal 30 Desember 2008 kami sangat bersuka cita saat dianugerahi seorang putri yang manis dan cantik bernama Emanuella Kirana Rosari. Hidup kami pun berubah dan serasa indah karena Kirana hadir seolah menjadi penghiburan bagi keluarga kami.

Semoga Kirana menjadi puteri yang baik hati, cerdas dan sehat. Dan tentu saja berbakti kepada Tuhan. Supaya kelak menjadi puteri yang berhasil.

77 Tanggapan ke "Keluarga"

Salam kenal pak, blognya saya link ya pak..
banyak yang mencerahkan disini
terima kasih..

Hi Noel,

Gimana masih inget ma aku and Vida nggak…SMA 1 ? Salam ya buat AXEL, GBU

@ Dear Tatas Wicaksono,

Salam kenal juga.
Terima kasih atas perhatian & dukungannya.

Salam.
~~~

@ Dear Yanti,

Tentu ingat dong…
Bagaimana kabar Vida? Masih sering kontak2an?
Salam akan kusampaikan.

GBU2.

bengkel hati

assalamualaikum w.w
saya berusia 71tahun
saya mempunyai penyakit jantung membekak.
dan mata saya yang sebelah kanan tidak melihat,
dan sebelah kiri samar samar.apa obatnya mas danu?
terima kasih.

ah ngehe ah

Allah memberikan sesuatu pasti dengan sebuah tujuan, setiap anak yg lahir pasti memiliki kelebihan.. Bukan hny krn pandai seorg anak dikatakan spesial, tp bgmn cara kita membuatnya mjd spesial..Kita hny perlu yakin utk itu..

mas dewo aq adik sepupunya mbak sisi yang ada di purworejo semoga keponakan aq sehat dan diberikan ketabahan yang berlimbahan buat mas dewo dan mbak sisi.semoga2 axel dapat adik perempuan.

Saya juga mempunyai anak autis. Saya sering kehilangan kesabaran. Dunia ini rasanya tidak ada yang berguna bila ingat bahwa saya punya anak autis. Sampai saya menulis komentar disini anak saya yang autis ini sedang marah-marah. Anak saya selalu marah dan nangis tanpa tahu sebabnya dan celakanya ketika ia marah dia membuang semua yang ada di sekitarnya bahkan, ketika dia sedang kelihatan gembirapun saya coba ucapkan rasa sayang saya dengan mengatakan dia ” Wah yusuf pinter ya…” apa yang terjadi diluar fikiran anda tiba-tiba dia memukul wajah saya dan marah sejadi-jadinya nangis sambil teriak-teriak dan melempar semua yang ada disekitarnya. Setiap hari uminya (ibu yusuf) menggendongnya kesana – kesini agar dia merasa gembira. Ya Allah, kalau ada yang tahu bagaimana cara menyembuhkan anak saya. Sujud syukur hamba pada-Nya. Sungguh saya ini orang miskin, tetapi diamanahi anak autis. Sangat berat cobaan ini.
Bagi siapa yang bisa menolong ataupun info yang berguna bagi kesembuhan anak saya tolong email saya di Bagelen_net.nano@yahoo.com atau sms ke 081228226969. Saya tinggal di daerah Purworejo yang tidak ada tempat untuk terapi autis, Saya pernah coba bawa ke RS. Sardjito Jogja. tetapi tidak punya dana untuk melakukan terapi. Tolong saya…….. Tolong saya………… Tolong saya………

Dear Pak Nano,

Maaf saya agak lama membalas email Anda.
Memang sungguh membutuhkan kesabaran dan kebesaran hati saat kita dikaruniai anak autis (ABK = anak berkebutuhan khusus) seperti keluarga bapak dan juga keluarga saya.

Untuk treatment, rasanya perlu dikonsultasikan kepada ahlinya, karena autisme ini disebabkan oleh banyak faktor, tidak hanya karena satu hal saja. Beberapa faktor yang seringkali disebut sebagai pencetus autisme misalnya: keracunan logam berat (dari makanan atau vaksinasi), autoimun, masalah di pencernaan (misalnya karena jamur), gangguan perkembangan otak, faktor genetis, dan lain-lain. Tidak ada klaim mutlak bahwa kasus autisme disebabkan oleh satu faktor, tetapi biasanya karena banyak faktor atau kombinasi darinya.

Tentu saja treatmen yang bisa dilakukan untuk memperbaiki autisme berbeda-beda tergantung dari pencetusnya. Misalnya saja untuk anak dengan paparan logam berat yang tinggi di tubuhnya, maka treatmen bisa dilakukan dengan melakukan detoksifikasi, atau mengeluarkan logam berat dari tubuhnya.

Jika karena adanya gangguan di pencernaan, maka kita harus perbaiki gangguannya. Biasanya adalah karena banyaknya jamur di lambung atau saluran pencernaan yang mengganggu pencernaan anak sehingga gizi-gizi yg dibutuhkannya tidak dapat diserap dengan baik. Penanganan untuk masalah ini tentu dengan membasmi jamur yang ada di lambung si anak.

Ada juga yang karena autoimun atau alergi terhadap suatu zat sehingga tubuh membuat zat penolak zat tersebut, padahal bisa saja zat yang masuk tersebut adalah zat yang berguna bagi tubuh. Dan seringkali antibodi yang dibuat oleh tubuh tersebut malah menjadi bumerang bagi tubuhnya sendiri karena menciptakan zat lain yg bersifat seperti morfin.

Dan masih banyak cara penanganan yang lain. Lebih baik jika Bapak berkonsultasi dengan ahlinya untuk ditemukan solusi terbaik. Memang biaya yang dibutuhkan sangat besar. Namun tentu masa depan anak kita jauh lebih berharga.

Salam.

Hmmmm…semoga anak anda lekas sembuh deh ya…

Dear Mas LovePassword,
Terima kasih Mas.
Tuhan memberkati.

Dear Setio Dewo,

Masih ingat saya, saya alumnus TekniK Elektro UNIKA Soegijapranata (tahun 1994) senang sekali hari ini bisa menemukan blog Saudara dan cukup simpati dengan perjuangan untuk keluarga.

Saudara adalah orang yang pandai dan baik hati, terus berjuang demi Keluarga dan bangsa dan saya yakin semuanya akan sukses.

Saya sekarang tinggal di Salatiga (baru setahun), pada tahun 2005 – 2008 saya tinggal di Aceh – Program Tsunami. Kegiatan saya pasti geli karena sekarang saya sedang mengurus peternakan sapi di Salatiga. Saat ini baru 30 ekor dan satu bulan lagi akan bertambah menjadi 60 ekor dan saya meyakini pertengahan tahun depan bisa berkembang menjadi 150 ekor.

Salam untuk keluarga.
Dedy Prasetio

@Mas Dedy,

Hallo Mas. Apa kabar? Terima kasih atas pujian dan doanya. Semoga demikian juga dengan Mas Dedy keluarga, diberi berkat, rahmat & rejeki yang melimpah dari Tuhan.

Wah, perjuangan Anda juga luar biasa. Dan cukup mulia karena membantu pemulihan Aceh paska tsunami. Oh iya, peternakan sapi juga bagus lho. Yang penting karena jiwa kewirausahaan Anda yang luar biasa. Semoga usaha Anda dapat sukses.

Salam juga untuk keluarga.

halo … mas dewo … saya senang baca2 blog-nya menarik dan menyentuh hati … salam utk keluarga. HDN

@ Pak Hemat,

Terima kasih atas kunjungannya Pak. Saya sangat tersanjung dengan kehadiran Bapak di blog saya yang sederhana ini. Salam juga untuk keluarga.

GBU.

Salam kenal mas Dewo. Sy Yudi Solo. Usia sdh 42 th, anak 4, Katolik sejati, sama pake Emmanuel, tp m-nya 2. Lengkapnya Emmanuel Iswahyudi.
Sbtlnya sy sdh kenalkan diri sy ke email Anda, tp gak dibls, maksud sy kalo di blog kan dibaca banyak orang, jd gak enak. Sy ingin komunikasi lanjut, tp nanti yg bersifat pribadi akan sy tulis ke email Anda.
Sy salut sama mas Dewo, orangnya pinter banyak hal yg bs diperbuat. Salut jg dgn sangat tabah telah mengasuh Axel dgn segala daya upaya. Sy pun seandainya dikaruniai anak spt Axel jg akan sy terima dgn ikhlas.
Pd prinsipnya setiap orang pasti punya permslhan sendiri-sendiri, hanya sj beda-beda versinya. Spt sy mslhnya ekonomi/keuangan, tp secra kehidupan berkeluarga kami harmonis.
Untuk itu bsk sy akan berkonsultasi dgn mas Dewo tentang bisnis sampingan yg bs menghasilkan uang, khususnya bisnis di internet. Krn kalo tdk slh lihat mas Dewo punya beberapa bisnis di internet. Paling tdk bs memberi kiat-kiat kpd sy bgmn yg baik.
Sy kira gt dulu mas perkenalan dr sy, bsk lain hr disambung lg. Tp sy cuma bs ngenet di kantor sj. Sy orang gak punya apa-apa.

Thanks & Salam buat Axel.

@Pak Yudi,

Salam kenal Pak Yudi. Mohon maaf karena saya tidak menerima email dari Bapak. Mungkin lebih baik jika emailnya ke account saya yang di Gmail.

Terima kasih atas pujian dan penguatannya Pak. Kita memang harus memanggul salib kehidupan ini.

Saya akan senang sekali jika bisa berdiskusi masalah bisnis dengan Bapak. Saya akan balas juga ke email pribadi Bapak, sehingga bisa saling berkomunikasi lebih private.

Salam juga untuk keluarga Bapak.

GBU.

Tinggalkan Balasan

Powered by PrMania.Net

Alnect computer Blog Contest

hit counters

Yang sudah mampir

  • 1,183,486 bloggers

Arsip