Carut Marut di Hari Pendidikan Nasional

Tgl 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional. Teringat dahulu kala ketika masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA dimana pada hari tersebut selalu diadakan upacara. Tetapi Hari Pendidikan Nasional 2005 ini upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dibatalkan di UGM karena ada masalah dengan gaji dosen UGM. Walau naik 25% sampai 40%, mereka tetap belum puas. Memang sih dibandingkan gaji rektor yg naiknya 400% memang jadi tampak sangat tidak adil. Berita selengkapnya ada di http://www.detik.com, yaitu: Gesekan di UGM Makin Ramai?.

Antara pihak manajemen dan pihak dosen saling bersitegang dan para dosen akan mengadakan mogok kerja pada Hari Pendidikan Nasional besok pagi. Mahasiswalah yg akan sangat dirugikan, sementara pihak manajemen (rektorat) masih terlena dengan kenaikan gaji 400% tanpa mempedulikan aspirasi para dosen dan juga nasib para mahasiswa. Buktinya SK kenaikan gaji telah keluar dahulu yg belakangan menuai protes dosen.

Saya hanya merenung saja. Saat ini saya adalah seorang dosen honorer yg hanya dibayar sesuai dengan jumlah kehadiran mengajar saya. Itu pun sangat kecil. Juga sering satu semester saya tidak mengajar sama sekali. Saya berpikir: mana cukup jika saya mengandalkan profesi sebagai dosen [honorer]? Selain kecil juga tidak tetap?

Sementara bagi saya kecil, ternyata di daerah sana, dimana teknologi belum menjangkau, para guru SD, SMP dan SMA Negeri yg juga honorer menerima upah yg jauh lebih kecil dari yg saya terima. Parahnya mereka mendedikasikan hidup mereka untuk mengajar tanpa menyambi pekerjaan lain. Tak perlu mempertanyakan dedikasi mereka, saya pernah melihatnya secara langsung di sebuah daerah di tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata) saya dulu, betapa para guru di sana mengajar dengan penuh dedikasi.

Saat ini di tengah carut-marut di dunia pendidikan Indonesia ini, saya cukup berbangga bahwa saya dapat hidup sebagai dosen, tenaga pengajar yg mengabdi di dunia pendidikan bagi masyarakat, tetapi saya tidak perlu kuatir dengan penghasilan saya dari dunia ini. Karena selain sebagai dosen, saya juga seorang wirausahawan. Karena berkat Tuhan, saya mendapat banyak rejeki dari hasil wirausaha saya, dan saya tetap dapat mengabdi di dunia pendidikan.

2 pemikiran pada “Carut Marut di Hari Pendidikan Nasional

  1. tidak puas dengan gaji yang diterima,
    kurang dengan kenaikan yang diberikan
    hanya karena serakah dan kurang bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.