Pekerja Teknologi Informasi

Pekerja TI (teknologi informasi) biasanya dibekali dengan beberapa gadget untuk menunjang pekerjaannya. Seringkali gadget yg dibawanya memiliki spesifikasi yg tinggi dengan kemampuan komunikasi yg baik. Ini menjadi jamak terutama sekarang marak konsep kantor-maya (virtual office) yg mengijinkan para pekerja TI bekerja di mana saja & kapan saja.


Apa saja kiranya gadget yg perlu dimiliki oleh para pekerja TI ini? Berikut adalah daftar gadget yg mungkin (baca: harus) dibawa oleh pekerja IT profesional:

1) Notebook. Ini adalah mesin utama yg sangat penting bagi pekerja IT. Selain dinamis & mobile, mereka dituntut dapat bekerja di mana saja & kapan saja sesuai dengan konsep kantor-maya. Mereka dituntut agar dapat segera memberikan respons saat dibutuhkan demi memuaskan pelanggan. Tidak lupa selain spesifikasi mesin yg tinggi, notebook perlu memiliki fasilitas komunikasi & jaringan yg lengkap. Jika dahulu kala notebook cukup memiliki modem internal & IrDA (Infra Red), sekarang telah komplit dibekali LAN-card (ethernet), Wi-Fi & Bluetooth. Bahkan FlyBook telah memiliki modul GSM (via GPRS) buit-in.

2) Handphone. Ini adalah suatu keharusan supaya pekerja TI dapat dihubungi kapan saja & di mana saja mereka berada. Biasanya tidak cukup 1 buah handphone, para pekerja TI terbiasa membawa 2 handphone atau lebih. Salah satu handphone ini dapat digunakan sebagai modem GPRS/CDMA 1x ketika tidak ada jaringan LAN kabel atau Wi-Fi (WLAN) di lokasi mangkal para pekerja ini. Jika sekedar browsing situs sederhana mereka masih rela melakukannya dengan SmartPhone. Tapi ketika dibutuhkan pengiriman data yg kompleks & berukuran besar lewat email, maka fungsi notebook masih belum tergantikan.

3) PDA (Personal Digital Assistant). Fungsi utamanya adalah untuk mengelola tugas & jadwal bagi pekerja TI. Beberapa tugas ringan seperti menulis dokumen sederhana dapat dilakukan dengan PDA dari pada harus membongkar & mem-boot notebook. Fisiknya yg ringkas, ringan & always-on membuat para pekerja dapat bekerja lebih gegas. Mencari info dari internet juga dapat dilakukan dengan PDA-Phone via GPRS/CDMA 2000 1x. Walau pun bagi sebagian orang PDA (PDAPhone) dianggap dapat menggantikan peran notebook, tapi bagi para pekerja TI, mereka masih terus menggunakan notebook untuk menuntaskan pekerjaannya.

Konvergensi

Semakin nyaman jika terjadi konvergensi lebih lanjut dari beberapa gadget ini sehingga para pekerja TI dapat lebih mobile lagi karena makin sedikit gadget yg harus dibawa olehnya.

1) SmartPhone vs PDAPhone. Mulanya ada 2 jenis gadget dengan fungsi & tugas mandiri, yaitu handphone untuk komunikasi & PDA untuk asisten digital pribadi. Kini handphone telah memiliki kemampuan & kinerja mendekati PDA walau masih memiliki bentuk fisik sebuah handphone. Inilah cikal-bakal lahirnya SmartPhone. Di lain pihak PDA (yg dulu sempat menjadi kandidat pengganti notebook & pernah disebut sebagai Palmtop) sekarang memiliki modul GSM/CDMA terintegrasi (buit-in). Maka nama PDA berubah menjadi PDAPhone. Bentuknya pun masih mengambil bentuk PDA yg konservatif.

2) Notebook vs TabletPC. Tidak dapat dipungkiri kalau fungsi notebook masih belum tergantikan bagi para pekerja TI. Tapi [r]evolusi teknologi terus bergerak maju. Notebook telah memiliki fitur utama PDA, yaitu input dengan “tulisan tangan” (hand-writing). Layarnya pun dapat diputar & dilipat menutup keyboard-nya sehingga menyerupai PDA raksasa. Bahkan TabletPC modern telah dibekali modul GSM/CDMA. Tidak hanya untuk koneksi ke internet tapi juga bisa digunakan untuk menelepon secara langsung.

3) Fitur multimedia. Fitur ini telah melekat hampir di setiap gadget yg telah disebutkan di atas. Terutama karena termasuk unsur fun yg wajib ada di gadget agar laku dibeli konsumen. Sebenarnya bermula dari jenis device yg lain, yaitu TV, radio, pemain-music (music player), perekam suara dan fotografi (imaging). Kini semuanya telah terangkum dalam notebook, SmartPhone mau pun PDAPhone. Sudah tidak jaman jika memiliki device terpisah untuk kamera (still image & video), music player, perekam suara, handphone, dan PDA. Karena sekarang SmartPhone, PDAPhone atau pun notebook telah dapat melakukannya.

Untung-Ruginya?

Memiliki gadget lengkap adalah dambaan bagi para pekerja TI. Lebih asyik lagi jika semua fungsi gadget tadi telah dikonvergen menjadi 1 device saja. Walau pun demikian masih banyak para pekerja TI yg merasa nyaman jika masing2 fungsi masih berupa gadget terpisah. Selain dapat memilih hanya membawa gadget yg terpenting saja, juga pemikiran bahwa jika salah satu gadget rusak, maka tidak akan mengganggu gadget yg lain. 

Untungnya membawa 1 device konvergen adalah dari jumlah & berat gadget yg harus dibawa selain kepraktisannya. Sayangnya kita harus berkompromi dengan ketidaknyamanan dari device konvergensi ini, misalnya untuk menelepon harus menggunakan headset. Cukup ribet walau pun sudah mengadopsi wireless (dengan bluetooth). Bagaimana jika diinginkan melakukan panggilan telepon tapi koneksi internet tetap tersambung? 

Menjadi Trend & Gaya Hidup

Gaya pekerja TI yg cenderung cuek ditambah gadget canggih yg dibawanya telah menjadi trend bagi sebagian orang yg bahkan sebenarnya bukan pekerja TI & tidak memiliki kompetensi TI. Kini banyak orang awam yg memiliki gadget canggih walau tidak digunakan secara optimal. Ini telah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang yg ironisnya bukan pekerja TI. Mereka tidak mau dicap sebagai orang yg tidak gaul atau orang “gaptek” (gagap teknologi) hanya karena tidak memiliki gadget canggih & mutakhir. Bahkan kini banyak orang yg gayanya melebihi gaya pekerja TI tulen. 

Kepemilikan gadget mutakhir juga telah menjadi hobi & berfungsi untuk menunjukkan strata sosial mereka. Terutama dari kalangan artis. Para pekerja TI hanya berkata dalam hati, “Seharusnya saya yg menggunakannya untuk memanfaatkan seluruh fiturnya untuk menunjang pekerjaan saya.” 

Sayangnya masyarakat Indonesia yg tergolong konsumtif malah memanfaatkan gadget ini hanya untuk alasan gengsi, bukan untuk urusan pekerjaannya.

7 pemikiran pada “Pekerja Teknologi Informasi

  1. Konvergensi yang saya inginkan antara handphone dan komputer hanyalah: HP saya bisa detect USB flash disk,…apakah bisa pakai fasilitas USB On The Go (OTG)??

  2. Hallo Mas Imam,
    Konvergensi kan berarti penyatuan? Mungkin yg dimaksud oleh Mas Imam sebagai konvergensi HP dgn komputer adalah HP yg bisa sekaligus sebagai komputer? Atau komputer yg punya fungsi sekaligus sebagai HP?

    Kalau ini yg dimaksud, maka sudah ada! HP yg sekaligus sebagai komputer misalnya PDA. Sekarang PDA tidak hanya sekedar Personal Data/Digital Assistant, tetapi kemampuannya sudah mendekati komputer. Sedangkan komputer dengan fasilitas komunikasi juga sudah ada, yaitu di Notebook Flybook dari Dialogue.

    Sedangkan pertukaran media penyimpanan tidak harus selalu lewat USB. Bisa saja pakai memory card yg banyak diadopsi oleh HP/PDA. Kebanyakan HP/PDA sudah mengadopsi MMC, SD card atau kartu memory sejenis. Malahan sekarang sudah ada MiniSD card yg memiliki 2 interface, yaitu interface SD di salah satu ujung dan ujung yg lain memiliki interface USB.

    Kalau komputer/notebook Anda belum memiliki card reader, Anda bisa membeli card reader external yg jamak dijual. Bahkan ada yg mampu membaca banyak format kartu memori.

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.