Babak ke-3 Axel Berobat

Axel, anakku tercintaJumat (29/06/06) rencana aku akan mulai cuti. Mungkin harus off beberapa hari selama minggu depannya. Cuti ini dalam rangka berobat Axel babak ke-3 di MMC. Jadi Jumat aku pulang dulu ke Semarang kemudian kami sekeluarga ke rumah Bekasi. Oh, iya, lupa cerita hasil berobat dan test laboratorium Axel pada beberapa waktu yang lalu. Berikut adalah hasil lab beberapa test yang lalu.

Beberapa waktu yang lalu Axel sudah beberapa kali test lab. Yang pertama adalah test darah. Dari test ini diketahui Axel alergi pada beberapa makanan (atau bahan makanan). Kasihan Axel, dia tidak bisa makan makanan yang enak-enak. Termasuk susu sapi dia juga tidak boleh. Alhasil Axel hanya minum susu kedelai atau susu beras (tajin). Sedangkan kebutuhan akan kalsium dipasok oleh obat. Demikian pula dengan kebutuhan akan vitamin yang juga dipenuhi oleh supplemen.

Sedangkan makanan juga harus dirotasi, jika tidak, maka makanan tersebut akan menjadi alergen. Jadi tidak boleh ada makanan yang dimakan selama beberapa hari berturut-turut. Setiap hari harus makan 3 menu yang berbeda. Setiap hari harus ganti.

Kalau makanan/bahan makanan alergen ini dimakan oleh Axel, maka kondisinya akan semakin parah. Autoimun dalam tubuhnya akan bereaksi membasmi zat-zat yang justru diperlukan oleh tubuhnya. Yang sering terjadi adalah zat-zat yang dibutuhkan oleh perkembangan dan penunjang kerja syaraf dan otak. Padahal zat-zat ini sangat penting. Tetapi karena adanya autoimun yang salah, maka zat-zat ini malah dibasmi.

Test kedua adalah test rambut. Seperti halnya test darah, test rambut juga harus dikirim ke sebuah laboratorium di Amerika. Hasil dari test ini diketahui bahwa kandungan logam Aluminium (Al), Bismuth (Bi) dan Lead (timah) Axel cukup tinggi. Cukup berbeda dengan kasus autis/hyper anak yang lain, yang biasanya karena keracunan logam berat seperti mercuri (Hg) atau timbal (Pb). Adanya alumnium, Bismuth dan Lead dalam tubuh juga mengganggu kerja syaraf & otak anak sehingga dapat mengakibatkan autis. Diduga kuat karena obat-obatan yang diminum Axel atau pun Sisi (ibunya) saat hamil. Pada anak/bayi, logam-logam ini tidak bisa diproses atau disekresi sehingga menumpuk dalam tubuhnya. Sedangkan logam berat ini mengganggu atau menghambat kerja syaraf dan otak.

Dari hasil test kandungan logam ini juga diketahui bahwa Axel menderita kekurangan beberapa zat esensial, yaitu: Magnesium (Mg), Zinc (Zn), Selenium, Sulfur, Cobalt, Germanium, dan Zirconium. Mineral ini cukup diperlukan oleh tubuh. Oleh karena itu Axel harus mendapat pasokan dari luar, terutama Magnesium, Zinc dan Selenium.

Test berikutnya adalah test faeses. Dari test ini diketahui bahwa kandungan jamur Kandida dalam usus Axel cukup tinggi. Nah, untuk membasmi atau pun mengurangi jamur ini juga perlu obat. Itu pun dengan aturan. Artinya 1 bulan minum obat, kemudian minum beberapa waktu dan kemudian minum lagi. Setelah itu harus ditest lagi. Syukurlah, tidak seperti test rambut dan test darah yang harus dikirim ke Amerika, test faeses ini sudah bisa dilakukan di laboratorium di Bandung.

Itulah hasil test dari beberapa kali berobat kemarin. Kasihan Axel karena harus menderita. Walau pun secara fisik tampak normal, tetapi dia mengalami disfungsi terutama masalah sosialisasinya. Kasihan juga karena selain harus diet super ketat, dia juga harus minum obat-obatan yang cukup banyak. Seperti kita tahu, minum obat-obatan juga memiliki dampak tersendiri bagi tubuh, terutama untuk seorang anak/bayi.

Tetapi usaha ini harus dilakukan demi masa depan Axel. Semoga dapat semakin baik kondisinya. Tidak lupa menyerahkan segalanya dalam berkat rahmat Tuhan. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagi Axel, baik kesehatan, kehidupan dan masa depan Axel. Amin.

Tulisanku yang lain yang terkait:

Iklan

12 pemikiran pada “Babak ke-3 Axel Berobat

  1. Wo, kamu pernah konsultasikan ke dokter gak mengenai obat-obatan yang diminum Axel? Karena semua itu kan bahan kimia yang bisa memperberat kerja hati dan ginjal? Kalo mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu lama bisa merusak fungsi hati dan ginjal. Kamu tanyain dokternya ya? Axel kan masih kecil banget kasihan kalo banyak obat. Cium buat Axel. GBU.

  2. selamat sore mas dewo..yg gokil.! setelah aku membaca beberapa artikel mas dewo yg berkaitan degan anak autis..aku sangat simpati sekali..yg aku pikirkan saat ini adalah,,,betapa tabahnya dan kuatnya mas dewo menghadapi semua cobaan hidup ,,, aku sungguh kagummm..^^ tak lupa doa ku untuk kesembuhan anak mas dewo yach…oc..jd ttp lah menjadi supermen seperti yg mas dewo inginkan oc…. Tuhan selalu berasama org yg sabarrrr,,,^^ :)) bdw kapan main ke pontianak lagi gth yach….bye cu..sukses…buat mas dewoo…@@@@ salam manizz dari kalimantan@@@@

  3. Sugeng damai mas dewo.
    Aku juga punya anak kayak gitu,gak th mungkin autis tingkat rendah. Namanya orchid. Orchid seperti mesin foto kopi,apa yg dia lihat & baca, pasti teringatnya. kebetulan udah bisa baca & sangat lancar. Tapi susahnya, jarang banget mau membaur sm tmn sebaya. Seperti punya dunia sendiri.
    Umurnya mau 6 thn, udah saya terapi,tp ku tendang juga tu terapi,habis orchid kurus & sering batuk. Ngomongnya udah lancar, tp 50% gak jelas, sering mem-beo (ngomong berulang2) udah mau masuk SD. Sama, susah nyari SD, pada nolak!
    Ada sekolah nya kak seto yg bisa.
    Orchid aneh, kl diajak ngomong pk bhs indo,agak susah nagkepnya. Tapi kalo diajak ngomong sama inggris, wah nangkep total, yg cilaka, mertuaku (yg ngasuh) gak bisa bhs inggris. Ibunya sih lumayan..
    MAs dewo, inilah share story ku
    Sekalian mau tanya,
    kalo mau test logam tu tahapannya apa dulu mas?
    Dan di mana tempatnya?
    Aku tinggal di batam, katanya di singapore ada ya?

  4. @ Dear Yoyok (#7),

    Salam damai juga.
    Anak autis memang manifestasinya macam-macam. Ada yg hyperaktif, ada yg seperti Ananda Orchid yg sering membeo.

    Selain terapi, anak autis juga harus diet ketat terhadap makanan yg dapat memicu autoimun. Untuk melengkapi kebutuhan gizi-nya, anak autis juga harus memakan/minum suplemen.

    Anak autis bisa jadi karena keracunan logam berat atau pun adanya gangguan penceranaan karena jamur di lambung (mis: jamur kandida). Untuk memastikannya memang harus dilakukan test laboratorium. Untuk test logam berat, kalau tidak salah sudah banyak laboratorium di Jakarta yg sudah bisa melakukannya. Dulu anak saya melakukan test logam dengan mengirimkan sample rambut ke Amerika.

    Sedangkan untuk test jamur, kebanyakan laboratorium di Indonesia sudah bisa. Caranya cukup mengirim sample urine & feses ke laboratorium. Dulu anak saya mengirimkan sample ke sebuah laboratorium di Bandung. Sayang saya lupa nama laboratoriumnya.

    Coba konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau spesialis anak dengan kebutuhan khusus untuk mendapatkan rujukan Rumah Sakit atau Laboratorium yang dapat menangani test-test tersebut.

    Seharusnya di Singapore ada juga fasilitas laboratorium yang mampu melakukan test logam dan jamur di lambung.

    Demikian sedikit balasan dari saya. Semoga dapat membantu.
    Salam.

  5. hallo mas dewo..

    salam kenal ya..
    sy ank fak psikologi uin sunan gunung djati bandung yang lg dpt tugas mata kuliah pedologi,,kebetulan tugasnya penelitian anak autis…

    setelah baca2 artikelnya mas dewo saya merasa terharu….(uh…..)
    semoga sukses y mas….

  6. shalom, saya sangat diberkati sekali dengan blog ini, saya baru menjadi guru tk dan Tuhan mempercayakan seorang anak autis dikelas saya namanya Darrent, saya tidak tahu apa-apa tentang autisme karena itu saya tidak tahu bagaimana sebenarnya pola pengajaran yang efektif bagi anak dengan kebutuhan khusus, puji Tuhan melalui browsing dan bangku kuliah, Tuhan mulai membukakan dan memberikan hikmatNya, saya melihat perkembangan yang sangat signifikan atas Darrent yang sangat saya kasihi, saya berharap dapat share bagaimana cara pendidikan yang baik bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Jesus bless u all

  7. Mas Dewo, saya juga punya anak dengan problema yang sama. Anak saya sejarang usia 13 th, tapi masih di kelas 5 SD (sekolah umum). Saya memasukkan ke TK memang terlambat, karena pada awal2 saya menyekolahkan/membawanya ke terapis. Saya domisili di Semarang. Barangkali anak saya (Richard Immanuel) pernah bertemu dengan ananda Axel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.