Mudik Dengan Motor

blog-05110225.jpgPemudik tahun 2006 ini yang menggunakan sepeda motor diperkirakan naik 40% dari tahun kemarin. Mengantisipasi lonjakan ini, sekaligus untuk menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan pemudik, maka Polisi berinisiatif untuk mengawal para pemudik dengan roda 2 ini dengan cara estafet. Para pemudik dapat berkumpul Kemayoran, Monas, dan Senayan pada hari H-5 sampai dengan H-2 dan diberangkatkan bersama mulai jam 9:00 sampai selesai. Asyik kan?

Aku jadi tergoda ikutan mudik naik motor yang sebenarnya sudah menjadi obsesi sejak lama. Maklum, jiwa petualanganku masih menggebu, serasa masih muda saja. Dulu waktu masih kuliah sering menggunakan motor dan sewaktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Rembang naik motor sendiri. Demikian juga saat kuliah S2 di UGM Yogyakarta, perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta jadi rutinitas. Cuma dulu memang jaraknya tidak terlalu panjang, jarak Semarang – Yogya kurang lebih 140 km, sedangkan Semarang – Rembang ditempuh dalam waktu 3,5 jam. Kurang menantang gitchu.

Nah, kali ini sangat tertantang dengan rute Jakarta – Semarang yang kurang lebih 500 km itu. Sebenarnya menyetir naik mobil sudah beberapa kali dilakukan, terutama saat antar jemput Axel tercinta. Tetapi obsesi bertualang naik motor Jakarta – Semarang belum terlaksana.

Kalau dihitung-hitung, seberapa sih iritnya naik sepeda motor Jakarta – Semarang? Mari kita coba berhitung. Jarak Jkt-Smg kurang lebih 500 km. Jika motor Yupie MX konsumsi bbm (bahan bakar minyak)-nya 50 km/liter, maka dibutuhkan: 500 km / 50 km/liter = 10 liter. Jika harga bensin Rp 4,500 /liter, maka dibutuhkan Rp 45,000 untuk konsumsi bbm.

Walau pun isi tanki bensin Yupie MX adalah 4 liter, tetapi 1 liternya adalah cadangan. Jadi paling tidak setiap isi bensin sekitar 3 liter. Hmm… bisa 3-4 kali isi bensin selama perjalanan. Kalau motor sport/laki-laki tankinya bisa menampung 12 s/d 15 liter. Mungkin sekali isi bensin sudah bisa sampai Semarang. Atau paling tidak isi 1 kali lagi.
Kalau perjalanan lancar, berdasarkan pengalaman menyetir mobil Jkt-Smg, kurang lebih dibutuhkan waktu 9-10 jam perjalanan. Itu dengan kecepatan variatif dengan maksimal 130 km/jam di jalan tol. Oh, iya, kalau naik mobil bisa 3 kali lewat tol, yaitu Tol Cikampek, Tol Kanci dan Tol Semarang. Kalau naik motor selain tidak bisa lewat tol juga tidak bisa ngebut sampai 130 km/jam. Kalau mau nekat sih bisa saja ngebut sampai 130 km/jam, tetapi bukannya sampai rumah malah sampai Surga (iya kalau masuk Surga ya?)

Untuk pengemudinya jangan lupa bahan bakarnya. Lha ini yang rada boros. Paling tidak harus bawa air minum yang banyak, terutama minuman isotonik atau mineral untuk segera menggantikan ion tubuh (duh… termakan iklan nih). Tidak lupa bawa bekal makanan atau roti untuk cadangan bila tidak ada rumah makan atau warung di pinggir jalan. Mungkin ada, tetapi bisa aja untuk jaga-jaga, terutama jika kita meragukan kebersihan dan kualitas makanan di pinggir jalan.

Sedangkan untuk sepeda motornya, sebenarnya kita tidak perlu terlalu khawatir dengan sepeda motor karena pasti pada masa liburan Lebaran ini banyak bengkel dan produsen motor dan oli yang memberikan subsidi servis gratis dan menyediakan banyak sekali pos servis/bengkel. Bahkan ada yang memberikan oli gratis. Tetapi lebih baik sebelum berangkat harus dicek kondisi motor kita, terutama ban, rem dan tentu saja mesinnya. Malu dong kalau harus mogok di jalan.

Kok jadi menulis tips sih? Yang jelas aku sedang ingin banget mudik naik motor. Padahal keluarga dan sahabat-sahabat tidak ada yang setuju aku naik motor. Duh, bagaimana dong? Kepada si Bos aku cuma bilang: “Tantangan itu bikin hidup lebih terasa hidup!”

Tentu saja minta didoakan supaya perjalanan lancar dan tidak ada kendala. Loh? Kan belum tentu berangkat juga? Kok sudah minta doa sih? Nyicil gitu loh.

Arsip:

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Otomotif, Personal. Tandai permalink.

21 Balasan ke Mudik Dengan Motor

  1. Pipit berkata:

    TIDAK BOLEH!!!! Di atas kamu itung-itungan iritnya naik motor, coba sekarang kamu bikin itung-itungan klo terjadi sesuatu di jalan, bukannya ndoain yang jelek (emang ada doa jelek?), tapi semua tantangan pasti ada bahaya n resikonya kan? Klo ada apa2 di jalan, coba hitung gimana kamu bisa mendukung pengobatan Axel? Kemungkinan terjelek adalah wafat (hiiiii….jangan sampe deh…!) gimana Axel harus menjalani hidup tanpa Papanya? Memang tantangan bikin hidup terasa lebih hidup, tapi tantangan juga bisa bisa bikin hidup jadi mati!

    So, masih mau mudik naik motor?

  2. dewo berkata:

    Sudah jadi obsesi sih…
    Ntar kita lihat lagi ya?

    Salam.

  3. lalahanun berkata:

    Dewo kamu posisi di jkt mana? Trus mudik smg mana?… bareng aja ama kita2 dari bekasi tujuan semarang (ada yang di tugu, krapak, dsb), rencana start tgl 20-21…

  4. dewo berkata:

    Semarangnya di Pedurungan. Naik apa Pak?

  5. jsofian berkata:

    bok yah dipikirkan mateng2 dulu. kalo bener2 kebelet naek motor mgkn bisa pake pesawat saja sekalian dengan motornya 🙂

  6. Hmmm… Pakai pesawat telpon aja 😀

    BTW, ini petualangan & olah raga yg menantang.

  7. septi berkata:

    mas dewo saya mo tanya, kalo mo nyetir mobil jakarta semarang rutenya lewat mana yah? jalan tol cikampek saya udah tahu tp kalo udah masuk pakalongan saya jadi bingung lewat mana. trus masuk tol semarang yang mana ya? krapyak ato manyaran? tujuannya jatingaleh. thanks ya mas.

  8. IAn berkata:

    om dewo, mo nanya nih. ke semarang naik motornya jadi gak? klo jadi di ceritaiin dong…(klo aku obsesinya jakarta-jogja, hehehe beda tipis)

  9. @ Dear Septi,

    Wah, jelasinnya bgmn ya? Harus pake peta nih. Tetapi yg jelas, selama arus mudik, petunjuk jalan banyak kok. Kalau mau ke Jatingaleh masuk tol Manyaran terus keluar Jatingaleh (PLN).
    ~~~

    @ Dear IAn,

    Tahun kemarin jadi naik motor. Ceritanya ada di:
    Perjalanan Penuh Keprihatinan
    Tahun ini tidak naik motor karena dapat tebengan. Hehehe…

    Mas IAn mudinya pakai motor? Wah kalau Jakarta-Yogyakarta lumayan jauh tuh.

    Salam.

  10. choirr berkata:

    boleh tuh………..gabung

  11. Ping balik: Mudik Naik Motor? « Emanuel Setio Dewo

  12. arangwhite berkata:

    Jiwa seorang bikers tidak bisa dipahami semua orang. Hanya mereka yang memiliki jiwa bikers yang bisa merasakannya, walau tidak akan pernah bisa mendeskripsikannya.

    Seorang teman bikers bercerita, ketika akan touring Surabaya – Jakarta dengan motor Honda Megapro-nya orang tuanya berkomentar, “memang sopir bus udah mati semua, sehingga ke Jakarta harus naik sepeda motor?” Tapi itu touring rame-rame, memang masih lebih dapat diterima.

    Saya sendiri, pada bulan lalu baru saja melakukan single trip Surabaya – Semarang. Dari rumah di Sidoarjo, trip meter saya set 000000, dan sampai di tugu muda Semarang trip meter menunjuk angka 00345. Jadi saya menempuh jarak 345km dalam waktu 9 jam dengan rute Surabaya – Gresik – Babat – Tuban – Lasem – Rembang – Pati – Kudus – Demak – Semarang.

    2 malam di Semarang, saya kembali ke Surabaya dengan rute yang sama, hanya saja dari Tuban saya tidak mengarah ke Babat, tapi saya mengambil arah Sedayu, baru masuk ke Gresik.

    Tanggal 6 Nopember ini, saya akan kembali bersepeda motor ke Lasem atau paling sampai Rembang. Teman di Semarang akan menuju ke Surabaya dengan sebuah motor lawas dan saya akan menjemputnya dan membarenginya dari pertengahan Semarang – Surabaya.

    Kita sering merasa tidak mampu melakukan sesuatu hal besar, tapi kita tidak akan pernah tahu batas kemampuan kita sebelum kita mencobanya.

    Oya, saya punya 3 orang teman bikers yang melakukan touring keliling Indonesia sendirian dengan sepeda motor.

    Bro Utep, Banjarsari, Jawa Barat, keliling Indonesia (baca: seluruh kabupaten di Indonesia) dengan sepeda motor Suzuki Shogun. Sudah selesai, memakan waktu lebih dari 2 tahun.

    Bro Lucky, Pekabaru, Riau, keliling Indonesia (baca: seluruh kabupaten di Indonesia) dengan sepeda motor Honda Tiger. Sudah melewati seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua, Maluku, dan saat ini sudah hampir selesai dengan Sulawesi. Akan menyeberang ke Kalimantan. Sudah 2 tahun.

    Bro Wibi, Medan, Sumut, keliling Indonesia (baca: seluruh kabupaten di Indonesia) dengan sepeda motor Honda C70 (ini motor tua loh). Sudah selesai Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara. Saat ini dah di Papua. Baru sekitar 3 – 4 bulan.

    • @Arangwhite,

      Wah, rupanya Anda & teman-teman benar-benar petualang sejati. Dan bener sekali bahwa sebenarnya kita bisa membuat langkah besar, namun seringkali terhambat dan bahkan tidak pernah melakukannya.

      Keep the spirit!

      Salam.

  13. Yoan Wibowo berkata:

    Bos kalo jalan dari Yogyakarta – Semarang rute nya lewat apa aja ya? belum pernah je! Pengen coba sendiri nh! trms

  14. Faiz berkata:

    Bismilahirrohmanirrohiim,..saya niat mudik naik motor,..doakan selamat sampai tujuan mudik dan baliknya,amiin,..alhamdulillah sdh 7 tahun ini mudik selalu pake motor,..asal hati2 dan menjaga kondisi badan qt sblm brngkt,insya allah semuanya lancar,..jngn lupa berdo’a…patuhi rambu dan jngn kebut-kebutan,..yg penting biar lambat asal selamat,..

  15. Dedy Hermawan berkata:

    aku mau kejakarta besok tanggal 29 oktober 2011, ……. gmn ni perjalanan menyenangkan kan yang sudah pernah?

  16. fanzy berkata:

    pak kalo dari rembang ke semarang
    . naik motor pling brp jam dan rute apa saja yang di lewati.

  17. whisnu berkata:

    saya saat ini berada di serpong dan saya kpn2 pgen pulang k semarang naik motor tapi tdk tau rute yg harus saya ambil…ada yang tahu rutenya tidak y jika dari ITC serpong? kalau ada yg tahu tlg krimkan ke email saya m3nodcaem@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s