Orang Dengan Perbedaan (=Cacat?)

Saya terharu membaca banyak artikel tentang penyandang cacat, baik fisik mau pun mental. Bermula dari membaca artikel “Penggunaan Istilah ‘Difable’ atau ‘Difabel’” yang merupakan respons dari “Perda Penyandang Cacat Disahkan” yang berpolemik pada istilah “difabel” sampai akhirnya membaca blog Cakfu yang diciptakan oleh seorang penyandang cacat. Ya, saya terharu ketika banyak membaca blog Cakfu ini.

Lebih terharu karena Perda ini baru sekarang disahkan. Mengapa tidak dari dulu? Mengapa penyandang “kekurangan” (=cacat) yang kebanyakan justru memiliki “kelebihan lain” ini seolah diabaikan? Tetapi satu yang saya bisa tangkap, walau pun fisiknya cacat, banyak penyandang cacat yang hatinya tidak cacat. Justru lebih banyak orang yang normal secara fisik yang hatinya cacat, tingkah lakunya cacat bahkan ahklak & moralnya cacat.

Jadi ingat ketika Yesus ditanya tentang penyandang cacat. Berikut adalah cuplikan dari Yohanes 9:1-7:

9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
9:3 Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”
9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Seharusnya kita lebih mengasihi para penyandang cacat. adalah tempat dimana kita dapat menyalurkan kasih Allah, dimana pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan dalam dia. Tetapi mengapa banyak dari kita yang justru mengabaikan mereka? Mengapa kita menjauhkan diri dari mereka? Mengapa kita takut? Justru mereka harus kita rangkul!

Kangen Axel. Cium sayang untuk Axel tercinta.

3 pemikiran pada “Orang Dengan Perbedaan (=Cacat?)

  1. Salam kenal juga Mas Nurmadi.
    Kemarin saya melihat nasib banyak orang dengan perbedaan yang terpinggirkan di hari difabel (di acara TV). Jadi sangat prihatin karena pemerintah kurang memperhatikan sarana & prasarana untuk mereka.

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.