Gonta-Ganti Laptop

Kalau Jumat (12/01/07) kemarin sempat menggunakan laptop lungsuran seorang programmer yang sudah keluar dari perusahaan, Senin ini (15/01/07) aku dapat laptop baru. Laptop ini langsung dibawa dari Belanda oleh owner perusahaan yang menghabiskan liburan Natal & Tahun Baru di Belanda. Maklum, doi itu keturunan Belanda. Yo wis, yuk kita bahas latopia, eh… laptopnya.

Kalau sebelumnya 2 tahun menggunakan Tablet PC (Acer TravelMate C113 TCi) nan mungil, maka belakangan mata cukup dimanjakan oleh layar lebar 15 inchi. Oh iya, notebook lungsuran adalah Acer TravelMate 2700 sedangkan yang baru MSI MegaBook M670. Kalau Acer 2700 memiliki layar XGA 15 inchi, maka MSI M670 memiliki layar 15,4 inchi dengan resolusi WXGA. Extra bright membuat layarnya tampak kempling.

Performa

MSI M670 ini memiliki tampilan yang kaku. Mungkin karena memang ditujukan untuk kalangan bisnis ya? Jadi tidak terlalu mementingkan faktor tampilan. Sebangsa Toshiba Tecra gitu. Tapi yang bikin keren adalah logo MSI di bagian belakang LCD yang bisa menyala putih. Ada lampunya yang menyala saat laptop nyala. Jadi eye catching gitu.

Walau pun tampilannya kaku bukan berarti performanya buruk. Kenyataannya sih biasa saja. Hihihi… sebenarnya sih sudah cukup baik untuk pekerjaan yang tidak terlalu keras dan intensif. Paling tidak, bisa untuk ber-multimedia ringan. Soalnya prosesornya menggunakan AMD Mobile Sempron 3400+ yang memiliki clock 1,8 GHz.

Tapi cukup salut juga dengan prosesor AMD ini karena walau pun clock-nya cuma 1,8 GHz performanya bisa disamakan dengan Pentium IV dengan clock 3,4 GHz. Paling tidak itulah klaim dari AMD. Kenyataannya? Belum tahu juga sih. Belum mencoba secara intensif sih. Tapi kok boleh dibilang mendekati juga sih. Uniknya adalah karena cache-nya sangat kecil, yaitu 128 KB untuk L1 dan 256 KB untuk L2. Bandingkan dengan Intel Pentium yang jor-joran memberikan cache L1 sampai 1 MB (Banias) dan 2 MB (Dothan) demi mengejar performa tinggi. Jadi dari segi kinerja seharusnya Sempron 3400+ ini cukup bisa dibanggakan.

Tapi sayangnya jarang sekali notebook resmi yang beredar di Indonesia yang menggunakan prosesor AMD. Padahal AMD ini memiliki harga yang lebih rendah dari pada Intel walau pun performanya tidak kalah. Memang ada beberapa vendor yang mencoba meluncurkan laptop versi AMD, tetapi kayaknya kurang laku. Sempat juga sih heboh dengan sistem bisnis Intel yang dinilai curang karena memaksa vendor laptop untuk menggunakan prosesor Intel demi diskon atau demi kelangsungan pasokan prosesor. Tetapi khusus di Indonesia rupanya brand Intel cukup bercokol kuat di otak kita sehingga menjadikannya pilihan utama ketika membeli laptop.

Well, kalau dulu waktu jamannya Pentium 1, 2 dan III mungkin iya. Tetapi semenjak era Pentium IV rupanya AMD sudah berhasil menggerogoti dominasi Intel. Dan sudah selayaknya jika kita beralih ke AMD karena jajaran prosesornya cukup menyakinkan dan berhasil menggoyang Intel dengan strategi rasio price-to-performance yang sangat baik.

Multimedia

Kembali ke…? Laptop! Bagaimana dengan fitur multimedia M670? Hmm… Speaker internalnya tipikal laptop, kurang bulat suaranya. Tapi suaranya bisa sangat lantang. Yap… bisa keras banget kalau dimaksimalkan. Sebenarnya soundcard-nya keren banget. Mendukung sistem suara 4+1. Fasilitas yang kian jamak di laptop multimedia modern. Belum mencoba konfigurasi 4+1 sih. Maklum, tidak punya speaker 4+1 sih. Yo wis, kapan-kapan pinjem dulu speakernya. Ada yang mau meminjamkan gak? Kalau tidak ada, ya ngembat dulu. Husss…

Lebih asyik lagi karena di CD bawaannya menyertakan CyberLink DVD Solution. Mau mainkan filem DVD oke. Mau buat VCD atau DVD sendiri juga oke. Belum sempat nyobain sih. Ntar kalau sempat kucoba ya? Tapi tidak janji.

Belum bisa disebut laptop multimedia kalau belum dilengkapi piranti pembakar. Nah, M670 sudah dilengkapi DVD Multi Recorder yang bisa menulis ke DVD+R DL. Hihihi… jujur saja aku sendiri bingung dengan format-format DVD ini. Yo wis, yang penting bisa dipakai dan bisa memakai.

Tidak lupa disediakan card reader di bagian depan laptop. Card reader ini bisa membaca 3 format kartu, yaitu SD, MMC dan MS. Sudah dicoba untuk membaca SD punya PDA-ku dan baca tulis bisa dilakukan dengan baik. Ogah mem-benchmark. Soalnya aku tidak memiliki kompetensi untuk itu. Biarlah para benchmarker yang melakukannya.

Sayangnya… dan beribu sayangnya… M670 ini tidak menyediakan koneksi Bluetooth atau pun infrared. Sedih? Yo jelas… karena berarti aku tidak bisa menikmati komunikasi antara device lain ke laptop ini via wireless. Maklum, selama ini untuk koneksi PDA Eten M500 dan MotoRAZR V3 ke Tablet PC bisa dilakukan dengan cara mewah, yaitu via Bluetooth atau Infrared. Kemunduran? Bisa jadi. Yang jelas sekarang aku harus menggunakan kabel USB yang sebelumnya sudah kusimpan rapi di box. Syukurlah M500 dan V3 memiliki koneksi via USB. Hitung-hitung saat koneksi bisa sekaligus mengisi baterai device.

Wi-Fi

Nyebelin kalau laptop hare gene tidak punya modul Wi-Fi. Syukurlah M670 sudah memilikinya dan mendukung standar 802.11b/g. Soalnya sebelumnya sempet merasa

ngenes

karena TM 2700 tidak memiliki modul Wi-Fi. Jadi harus pakai kabel ethernet. Lebih kenes lagi karena TM 2700 tidak punya modul Bluetooth walau pun sedikit tertolong karena punya Infrared. Sedikit tertolong? Ah… infrared tidak terlalu menolong sih. Soalnya tidak bisa dibuat koneksi ke RAZR V3, lha wong V3 tidak punya infrared… Sudah gitu bobot TM 2700 itu ha-ajubile. Eh, mengeja ha-ajubile yang bener bagaimana sih? Embuh… Nah, M670 ini juga termasuk golongan yang berat. Kayaknya sekitar 2,8 Kg. Padahal sebelumnya sangat menghemat tenaga dengan menenteng Tablet PC yang beratnya cuma 1,4 Kg. Ya sudah, makannya dibanyakin biar kuat gotang-gotong laptop yang beratnya dua kali ini.

Mengenai koneksi ke dunia maya M670 memang sudah cukup lengkap. Selain Wi-Fi juga disediakan port untuk Ethernet dan juga modem dial-up. Mestinya modul bluetooth dan infrared itu ada ya? Soalnya biar hubungan ke dunia maya bisa dilakukan juga lewat HP GPRS lewat bluetooth atau pun infrared.

Keunggulan & Kelemahan Lain

Kalau di atas sudah sedikit menyanjung dan juga mencela M670, sekarang kita coba cari lagi keunggulan dan kelemahannya yang lain. Oh iya, keyboardnya komplit. Ada 103 tombol. Cukup unik karena menyediakan numeric key

di sebelah kanan tatatan keyboard normalnya. Jadi sekomplit keyboard desktop biasa. Walau pun begitu ternyata tatanannya juga mengandung kelemahan. Coba saja dibandingkan dengan tatanan tombol Acer. Kayaknya lebih asyik menggunakan tombol Acer yang selain melengkung juga didukung ergonomi peletakan tombol yang baik. Di M670 ditemukan peletakan tombol yang kurang nyaman. Misalnya tombol Fn yang terletak di paling kiri. Padahal lebih asyik jika tombol Ctrl yang berada paling kiri. Mungkin aku lebih cocok dengan keyboard Acer yang meletakkannya di paling kiri.

Paling menyebalkan adalah karena banyak tombol yang ukurannya lebih kecil dari pada tombol yang lain. Coba saja simak tombol “>”, “/”, dan tombol panah-panah yang ukurannya kurus. Sebelum menekan harus memastikan tombol yang benar yang akan dipencet. Rawan salah pencet soalnya.

Tapi paling tidak layout-nya lebih nyaman daripada layout tombol Toshiba yang nyeleneh itu. Tapi beberapa notebook di kantor dari lain merek malah lebih parah. Terhitung ada MaxData atau MSI tipe lain memiliki layout yang tidak nyaman babar blas. Selain bikin salah pencet juga keras. Oh iya, tombol MSI M670 agak keras. Tapi asyiknya adalah karena tombolnya lebar-lebar selayaknya lebar tombol keyboard desktop. Kalau urusan layout dan keempukan keyboard kayaknya aku lebih memilih Acer. Tapi seminggu dua minggu menggunakan keyboard M670 pasti menjadikanku terbiasa dan melupakan Tablet PC-ku.

Sedangkan Touchpad-nya lumayan luas. Di sisi kanannya terdapat bidang untuk scroll. Untuk melakukan scroll cukup letakkan jari di lingkaran kecil (ada di tengah) di area scroll tadi. Kemudian geser ke atas atau ke bawah untuk melakukan scroll. Mekanisme ini sedikit berbeda dengan Tablet PC. Di Tablet PC kita cukup menggeser jari di mana pun asal masih di bidang kanan touchpad untuk melakukan scroll. Sensitivitas touchpad M670 juga kurang. Padahal level acceleration di seting mouse sudah dibesarkan, tapi rupanya tidak terlalu akurat perpindahannya.

Penutup

Kembali ke… Laptop! (Gaya Tukul). Acara instal-menginstal adalah pekerjaan yang membosankan. Tapi harus tetap dilakukan. Untunglah sebagian dibantu Markes. Sisanya kerjakan sendiri. Oh iya, sistem operasi bawaan aslinya adalah MS Windows XP Home tapi versi Belanda. Nah loh! Akhirnya menginstal versi bajakan. Toh stiker lisensi hologram tertempel di bagian bawah laptop dan CD asli Windows juga ada. Bisa jadi excuse ga sih? Ah, main bureng aja lah.

Tidak lupa menginstal driver TV Tuner Gadmei. Ini wajib hukumnya. Kalau tidak, setiap malam bakal bete karena tidak bisa nonton TV. Hihihi… asyik ya? TV-ku kemahalan nih. Seharga laptop.

Agenda selanjutnya adalah menyalin data eks Tablet PC yang telah kubackup di harddisk server yang ukuran totalnya kurang lebih 30 GB. Hm… Mungkin sudah saatnya beli harddisk untuk backup. Sebenarnya casing harddisk USB eksternal sudah punya, tinggal beli harddisknya saja. Ntar deh habis gajian.

Sebenarnya asyik juga gonta-ganti laptop. Apalagi aku sangat suka mencoba hal yang baru. Tapi seringkali konsekuensinya membosankan, yaitu instal ulang program dan copy ulang data yang sering kali membutuhkan waktu lebih dari 1 hari 1 malam. Tidak full 1 hari 1 malam sih. Soalnya disambi makan, tidur, mandi, jalan-jalan, membaca, dll. Hihihi…

Kapan-kapan nyobain pakai Linux ah. Sayang Flashdisk USB-ku masih intensif dipakai untuk menyimpan data sementara semua data belum dicopy ke laptop ini. Soalnya mencoba linux memang lebih enak jika boot-up lewat USB. Jadi tidak perlu instal di harddisk. Pakai CD aja? Ah, terlalu lambat jika pakai CD Linux. Gak sabaran gitu loh.

Well, terima kasih Bos karena telah mempersenjatai aku dengan laptop baru ini. Tapi kalau diganti lagi dengan Centrino Core Duo tidak bakalan kutolak. Suwer deh… Walau pun begitu dengan ini pun sudah cukup. Tapi belikan bluetooth dongle-nya dong… Hihihi…

23 pemikiran pada “Gonta-Ganti Laptop

  1. waaaaahhh… kecewaaaa 😦 kirain dah pake centrino dual processor or minimal centrino solo yang FSB na dah lebih tinggi… ga taunya AMD sempron aja huaaaaaa :((

    eh klo tablet pc na dah ga kepake lungsurin ke aku aja dah 😛

  2. mas tolong bantu aku donk, aku lagi bingung niy, g tau msti milih mana? aku dihadapkan antara toshiba terbaru yang pk core solo dan dan acer yang pk amd turion.. mnrt mas aku msti milih yang mana spy aku g menyesal ke depannya?ok?thx before

  3. @Dear Lynda,

    Sebenarnya pertimbangan memilih notebook tidak hanya memilih prosesor yg dipakai semata. Sebagai catatan, Core Solo bisa jadi performanya di bawah Turion. Lagi pula sistem operasi modern lebih kompatibel dengan sistem hardware.

    Lebih baik jika memilih notebook harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Misalnya untuk pengguna multimedia ringan, Anda bisa memilih keduanya tanpa perlu khawatir. Demikian juga dengan pengguna rumahan atau office ringan.

    Tetapi jika Anda adalah seorang programmer atau membutuhkan multimedia berat untuk desain atau pengolahan film, lebih baik jika memiliki sistem yg lebih bertenaga dengan kapasitas harddisk & juga RAM yg besar.

    Jika dibutuhkan multimedia berat, maka lebih baik jika Anda memilih Core 2 Duo yg memiliki 2 inti prosesor. Jangan lupa RAM & kapasitas harddisk yg besar. Tetapi jika tidak diperlukan sistem yg canggih, Anda bisa memilih prosesor apa saja.

    Salam.

  4. kl sy sih pakai dell latitude d 510 dah atau acer travelmate 250p juga dah cukup baik.emang serba salah.acer cepet tapi nga ada wi-fi.dell ada wifi lapi terasa bolot.kita pakai NB sesuai kebutuhan aja jng yg segala ada.

  5. sekitar dua minggu lebih aku pake lap top toshiba yang terbaru yang pk core solo, but nothing special.Aku pikir type terbaru bisa bikin aku tambah greget, tapi malah tambah jengkelin, karna tidak sesuai yang aku bayangkan, padahal aku buat office ringan aja..ck.ck2..tau gn acer aja kali ya?!he.he2.. thx atas advicenya mas dewo..

  6. @Dear Bobby,

    Sayang Anda memilih laptop dengan spesifikasi lama. Seharusnya laptop modern sudah menyertakan Wi-Fi sebagai bagian standar, bukan lagi sebagai opsi.

    @Dear Lynda,

    Sayangnya Anda memilih Core Solo. Lebih greget jika menggunakan Core Duo. Tapi pemilihan sistem operasi juga sangat menentukan. Kalau dengan Core Solo/Duo tetapi Anda menggunakan Vista, maka sistem lebih cepat jika laptop Anda memiliki RAM di atas 1 GB dan didukung kartu grafis yang bertenaga. Jika RAM dan kartu grafis tidak mumpuni, maka sistem akan terasa lambat.

    Beda jika Core Solo/Duo tetapi menggunakan XP, performanya akan tampak gegas karena requirement hardware utk XP lebih rendah. Intinya merek Toshiba ata Acer tidak masalah, tetapi Anda harus memperhatikan spesifikasi sistem operasi dan hardware-nya.

    Salam.

  7. mas tolong bantu aku…aku lagi nyari lap top,but…danaku cuma ada 4jt doank…menurut mas ni…aku kudu nyari lap top yang baru ato second?.trus..kalo aku nayri second kira kira aku dapatnya yang kayak gimana ya…?please help me….thanks

  8. @Dear Aldo,

    Dengan budget 4 jt rasanya akan sulit dpt notebook baru. Harga notebook baru paling murah kurang lebih 5 jt. Ada sih yg kurang dikit dari itu, tapi dari merk tdk terkenal. Sedangkan jika membeli 2nd, maka pilihannya cukup banyak. Tetapi membeli barang 2nd seperti membeli kucing dalam karung karena Anda tdk tahu riwayat pemakaiannya. Anda harus hati2 dan teliti jika membeli brg 2nd.

    Semoga dapat membantu.

  9. Mas saya mau tanya nih..
    Saya baru memesan Acer Aspire 4710, katanya keluaran terbaru.. kira-kira peformancenya gimana ya? apakah sudah cukup bagus?
    terima kasih

  10. Maz, laptopnya yg gk kepake lungsurin ke aq za?! Hwehehehe…. Sayang khan low gk kepake neh jg lg bth laptop bwt jurusan quwh hwehehehe…

  11. mas mau nanya, kalo ada dana segar 10 juta nih bagi orang yang mau beli laptop bagusnya apa ya yang memepet-mepet dikitlah harganya… trus klo liat brand kalo diurutin kayak klasemen bisa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.