Jalan-jalan ke Makassar

Tim Sisfo KampusRabu sore (07/02/07) aku & Mbake berangkat ke Makassar. Keberangkatan kami kali ini dalam rangka memberikan pelatihan Sisfo Kampus di Universitas Islam Makassar (UIM). Syukurlah pada hari ini Faozy telah kembali ke kantor setelah beberapa hari tidak masuk karena kebanjiran sehingga dapat membantu kami menyiapkan materi pelatihan.

Kami sengaja berangkat awal dari kantor, yaitu pukul 16:00, padahal jadwal penerbangan baru pukul 20:00. Tapi lebih baik menunggu dari pada ketinggalan. Ya kan?


Saat menunggu di Executive Lounge kami manfaatkan untuk diskusi materi pelatihan. Juga sempat koordinasi tentang jadwal pelatihan Sisfo Kampus yg seharusnya dilakukan tanggal 12-13 tetapi kemudian diundur menjadi tanggal 19-20 Februari. Maklum, kami berjaga-jaga karena situasi Jakarta masih berantakan. Apalagi peserta pelatihan dari luar Jawa. Kasihan jika terjebak di Jakarta.

Perjalanan ke Makassar (Ujung Pandang) lancar. Cuma agak terguncang saat hampir sampai Makassar karena cuaca yg hujan. Kami dijemput Pak Raflie & Mas Ratomy. Dari cerita punya cerita, rupanya Mas Ratomy ini sudah mengenal Sisfo Kampus sejak versi 0.8, yaitu sekitar tahun 2003. Dan rupanya aku pernah mengirimkan CD Sisfo Kampus kepadanya. Hihihi… aku sendiri lupa. Kayaknya sih tahun 2005 awal.

Day 1

Bersama Pak Raflie & Mas RatomyPelatihan Sisfo Kampus yg kami lakukan di UIM adalah pelatihan standar penggunaan Sisfo Kampus. Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama 2 hari. Sayang pelatihan agak terganggu karena listrik beberapa kali padam. Dan ternyata karena daya listriknya tidak mencukupi.

Tetapi secara garis besar pelatihan hari 1 dapat berlangsung walau pun ada sebuah modul yang dilewati, yaitu Setup Parameter. Selain karena terbatasnya waktu, juga karena peserta pelatihan tidak ada yg berlatar belakang TIK (teknologi informasi & komunikasi). Jadi biarlah tim Pak Raflie & Mas Ratomy yg melakukan setup parameter.

Peserta PelatihanMalamnya kami berempat makan di rumah makan Lae-lae. Wah, rupanya Sea Food. Eh, sebenarnya aku tidak hobi makan sea food, tetapi berhubung masakannya enak, jadilah makanku banyak.

Yang asyik adalah saat kami mampir ke Pantai Losari. Keren banget. Kayak di Singapura. Eh, bohong ding. Aku kan belum pernah ke Singapura. Jadi mana tahu Pantai Losari kayak Singapura. Hihihi… Ndobos bener…

Konsepnya adalah pantai modern. Sebuah jalan searah yg cukup lebar memisahkan pantai dengan gedung-gedung modern. Di area ini terdapat hotel, pub/diskotik, rumah makan, dan juga rumah sakit. Tetapi yg asyik dari pantai ini adalah adanya lantai terapung. Untuk menuju ke apungan ini kita harus turun tangga & melewati jembatan kayu yg juga merupakan apungan. Tetapi gelombang air laut lebih seru dirasakan di lantai apung. Kayaknya sih lantai apung ini terbuat dari plastik tebal atau mungkin dari fiber dan disatukan dengan engsel antar lantai sehingga lantai ini menjadi fleksibel dan dapat mengikuti ayunan gelombang laut. Supaya lantai apung ini tidak lepas di laut lepas, maka dipasang beberapa pasak beton. Pasak ini diapit oleh roda lantai apung sehingga lantai apung tetap bisa fleksibel mengikuti gelombang air laut. Sayangnya lantai apung ini tidak diberi pagar. Jadi ngeri seandainya sampai tercebur karena gelombang yg cukup besar.

Diskusi Sampai Lewat Tengah Malam…Sayangnya lampu di pantai ini sengaja tidak dinyalakan. Katanya demi penghematan listrik. Syukurlah kami masih tertolong oleh cahaya lampu dari gedung-gedung modern di seberang jalan. Sungguh asyik merasakan ayunan gelombang laut. Asyik juga karena kita tetap dapat merasakan ayunan laut ini setelah beberapa menit kemudian.

Sangat disayangkan karena aku tidak membawa kamera saat ke Pantai Losari ini. Weks… ngga bisa pamer dong? Sebel deh… Sempat membayangkan jika Bos & Faozy ikut, pasti mereka berdua bakal mancing. Sedangkan aku, ngupil aja deh. Hihihi… (Baca: Filosofi Memancing).

Day 2

Senyum Dulu Ah…Seperti hari sebelumnya, training juga terganggu dengan padamnya listrik beberapa kali. Syukurlah materi pelatihan dapat diberikan sesuai target. Setelah itu langsung ke Bandara dan karena pesawat delay 2 jam, maka kami menyempatkan diri ke cafe untuk minum kopi & bakso. Kebetulan Mbake hobi banget sama kopi.

Terima kasih Pak Raflie & Mas Ratomi yg telah memberikan akomodasi yg baik bagi kami. Terima kasih Tuhan karena Engkau telah membantu kami sepanjang perjalanan & tugas kami.

Sampai jumpa lagi di cerita tentang jalan-jalan & Sisfo Kampus. Salam.

17 pemikiran pada “Jalan-jalan ke Makassar

  1. Wah, kisah makassar ini dijelaskan lengkap juga yah…. Kapan-kapan jalan2 ke makassar lagi mas… Makasih juga Mas Dewo dan Mba Lina sudah meluangkan waktunya ke makassar, saya sendiri hampir gak nyangka lho, akhirnya bisa ketemu sama Mas Dewo ini… 😀

  2. 🙂
    kami juga senang bisa ketemu ama mas dewo n mba lina, seandainya hari sabtu mba lina gak ngajar khan bisa di perpanjang waktunya, hehheehe. Kita bakal ajak keliling tempat tempat wisata yang lain.

  3. cuma mau sedikit komen aja nih ( 🙂 jangan marah yah…)

    liat foto ini saya jadi cengar cengir sendiri. Laptopnya belon dicolokin kabelnya…kok seru amat sih ngeliatin laptopnya.

    Pakai battre yah ??
    Salam…

  4. @Pak Riri,

    Iya Pak, asyik deh. Pak Riri naik ke lantai apung ngga? Soalnya foto di blog Pak Riri tidak jelas gambarnya.

    @Mas Tomi,

    Iya, saya juga tidak nyangka bisa ketemu Mas Tomi. Kalau diundang lagi saya pasti ke sana. Hihihi…

    @Pak Raflie,

    Semoga lain waktu bisa ke sana lagi. Dan jalan-jalan lagi. Hehehe…

    @Mas Kumpul,

    Iya, kami pakai baterai. Baterainya bisa 2 jam lebih 😀
    BTW, itu benar2 diskusi loh. Bukan cuma akting 😀

    Salam.

  5. wahhhh… aku baru tau… mungkin bisa lebih terinci tentang sisfo kampus…. spertinya ada file….. bisa dapat dimana yach….. kalau ada yang bisa bantu…. tolong kirim ke aku atau pm kemana gitu…….

  6. @Dear Arul,

    Iya, Makassar asyik kok. Dulunya aku beberapa kali ke Gorontalo dan harus transit ke Makassar. Tapi akhirnya kesampaian juga jalan-jalan ke Makassar.

    Salam.

  7. Salam kenal Mas Dewo. Saya dari Makassar. Senang membaca artikel mas “Jalan-jalan ke Makassar”. Sea food dan Pantai Losari umumnya banyak yang terkesan karena sea food di Mks segar-segar dan pantainya sangat indah. Tapi masih banyak yang bisa dikunjungi, mudah-2an ada rejeki ke Makassar lagi.

  8. @Dear GracetPontoh,

    Salam kenal. Wah, iya, Bu. Makanan seafood di Makassar enak dan segar. Saya senang makan di sana sampai kekenyangan. Semoga sempat ke sana lagi dan menikmati indahnya alam dan lezatnya makanan.

    Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.