Berapa Banyak Nomer Ponsel Anda?

Seorang artis mengaku punya 6 nomer ponsel (telepon selular). Seorang artis yang lain mengaku sering membeli ponsel seturut keluarnya model ponsel terbaru. Uniknya adalah karena di ponsel barunya terselip nomer baru. Gilanya, ponsel lama (+nomer lama) tidak dijualnya, melainkan dikoleksi. Bahkan dia bercita-cita membuat museum ponsel pribadi. Biaya per bulan untuk menjaga nomer lamanya tetap aktif (tanpa dipakai) bisa mencapai jutaan rupiah. (** Huh, dasar artis kebanyakan duit! **)

Tetapi mengamati perkembangan jaman, sekarang memang sudah jamak seseorang menenteng ponsel lebih dari 1. Banyak sekali pertimbangan masyarakat untuk memiliki ponsel lebih dari satu. Ini adalah perubahan paradigma masa lampau yang menganggap bahwa ponsel adalah alat komunikasi nomer dua. Nomer satunya adalah telepon tetap (pontap) di rumah/kantor. Tetapi sekarang sudah berbalik, ponsel menjadi alat komunikasi nomer satu. Bahkan kini banyak yang tidak memerlukan telepon tetap.


Ini memang karena kenyataan bahwa ponsel itu sudah tidak hanya alat komunikasi suara biasa seperti halnya pontap. Kita sekarang sudah dapat menggunakan ponsel untuk banyak hal, dari sekedar berkomunikasi suara, berkirim pesan via sms, bermain game (dan game online) sampai untuk komunikasi data. Komunikasi data pun sekarang tidak hanya untuk mendapatkan info lewat internet, tetapi juga untuk akses ke bank untuk melakukan banyak transaksi keuangan.

Saya sendiri saat ini “terpaksa” memegang 3 ponsel. Ini betul-betul terpaksa! Bukan sekedar untuk gaya-gayaan. Ponsel utama adalah bernomer XL yang selama ini setia menemaniku kemana saja. Seturut dengan kebutuhan komunikasi suara yang semakin tinggi (terutama untuk menelepon pontap), maka aku memutuskan memelihara StarOne pasca bayar. Belakangan aku menambah nomer XL Corp untuk kebutuhan komunikasi data tanpa batas, terutama ke internet (** halah **).

Memang sih jadi terlalu banyak. Dan tentu saja membuat pengeluaran bulanan untuk komunikasi jadi meningkat. Saat ini aku sedang berencana “membunuh” sebuah nomerku. Tetapi yang mana? Pilihan nomer satu untuk dibunuh adalah StarOne. Tetapi nomernya cantik, jadi sayang kalau dibunuh.

XL-ku? Aih… ini nomer utamaku yang tercantum dan terpublikasi ke mana-mana, terutama di bizcard. Tidak mungkin lah yau… XL Corp? Hem… belum sebulan menikmati akses internet tanpa batas, masak mau dibunuh? Ya sudah, dengan terpaksa aku memelihara ke-3 nomer tersebut.

7 pemikiran pada “Berapa Banyak Nomer Ponsel Anda?

  1. Kalo saya megang 4 nomer 3 hp (yg satu masih gantian)

    yang pertama nomer Halo, ini nomer pertama yang saya punya sejak SMA, jadi walaupun si Halo ini pemeras, masih tetep saya simpen dan saya pakai.

    nomer yg kedua Esia, ini saya punya sejak pacaran jarak jauh, sesama esia, sejam 1000 perak. Tapi sejak nomer Esia Bogor dan Jakarta udah beda kode, akhirnya si esia ini gak lagi dipake pacaran, tapi dipake buat orang2 yang lagi  miskin hemat pulsa dan perlu nelpon saya.

    Nah, sebagai gantinya Esia *untuk call kekasih* jadinya saya beli Fren, masih tetep murah kalo sesama Fren ^_^

    nomer yang terakhir yaitu XL, yang katanya murah buat GPRS-an dan lebih gampang untuk ngontrol pemakaiannya.

  2. @Dear Leeloos,

    Sebelum ini saya juga pernah menggunakan Fren untuk komunikasi sesama teman kantor. Tetapi sudah dibunuh duluan karena kebanyakan pengeluaran di post komunikasi. Lagi pula Fren belum bisa dibawa kemana2 terutama di luar Jawa. Padahal saya sering juga ke luar Jawa.

    Ada ga ya, provider yang murah segala2nya? Dari komunikasi suara, sms, sampai data? Lebih baik jika jangkauannya bisa nasional?

    @Dear Luthfi,

    Aku pernah punya teman yang berprinsip begitu. Lebih baik beli nomer baru dari pada beli pulsa. Aku jadi pusing karena setiap dapat sms dari dia nomernya pasti beda. Akhirnya nomernya tidak pernah kusimpan di phonebook.

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.