Mengembalikan Boot Manager XP Tanpa CD Installer XP

Beberapa hari ini saya menggunakan Ubuntu 8.04 di Acer 3045 dan saya cukup puas. Jarang sekali saya boot ke Windows Vista yang sudah bawaan dari Acer 3045 ini. Mengapa?

  1. Walau pun Ubuntu 8.04 ini saya instal di drive virtual dengan Wubi 8.04, tetapi kinerjanya masih lebih cepat dari pada Vista. Soal ini tampaknya Vista harus mengakui keunggulan Ubuntu.
  2. Efek desktopnya keren banget. Compiz Fusion yang membuat lingkungan kerja Ubuntu menjadi sangat menyenangkan. Jika Vista dan (sedikit) animasinya pernah membuat saya terpukau, kini tidak lagi. Saya sangat menyukai Ubuntu + Compiz Fusion. Satu lagi angka untuk Ubuntu. (Lihat demonstrasi singkat Compiz Fusion di Youtube).
  3. Kalau dulu saya selalu was-was dengan kompatibilitas dokumen di Ubuntu, sekarang tidak lagi. Sudah banyak dokumen dari lingkungan Windows bisa dibuka di Linux. Dan OpenOffice.org cukup powerful dan lebih baik dalam menangani dokumen olahan MS Office. Yang terpenting adalah bahwa sekarang waktu loading OpenOffice.org sudah cepat. Atau karena kompie yang sekarang semakin canggih ya? Paling tidak nilainya draw antara Vista & Ubuntu.
  4. Yang membuat saya tambah sumringah adalah karena Linux sudah bisa menulis di file sistem (NTFS) Windows XP/Vista. Tambah membuat saya jatuh cinta kepada Linux. Eh, sebelumnya juga sudah jatuh cinta, tapi sering was-was dalam masalah simpan-menyimpan file karena sebelumnya Linux belum bisa menulis ke file sistem Windows.
  5. Tidak lupa masalah hardware yang semakin sempurna dikenali oleh Linux. Dari wifi, bluetooth, modem GPRS PCMCIA, sekarang malah saya dengan sukses bisa berkoneksi antara ponsel ke Ubuntu via kabel data. Seharusnya sebelum ini bisa dilakukan juga, tapi sekarang hal-hal seperti ini sudah sangat mudah dilakukan.
  6. Keunggulan yang paling utama adalah karena Ubuntu gratis-tis-tis. Begitunya kita sudah mendapatkan software pendukung yang lengkap, baik untuk produktivitas & office, programming, server, desain, dll. Jika kurang tinggal pilih dari daftar dan biarkan Ubuntu yang melakukan sisanya, yaitu download dan instalasinya. Rasanya XP/Vista kalah telak dalam hal ini. Seperti yang sudah saya katakan, semua dari Ubuntu gratis-tis-tis.
  7. Sekarang Linux sudah sangat stabil. Kalau di Ubuntu 7.10 (dan Linux Mint 4.0) kadang masih ada crash, maka di Ubuntu 8.04 saya jarang mengalaminya. Kalau di Vista malah lebih sering, terutama masalah kompatibilitas aplikasinya. Sekali lagi angka bagi Ubuntu Linux.

Untuk sementara segini dulu catatannya. Kayaknya sih bakal nambah banyak daftar alasan (ngeles) untuk tidak kembali ke Vista.

“You’ll never go back”

Eh, kok judul tulisan ini sama isinya kok tidak sinkron? Ngelantur ya? Bukan-bukan, saya memang belum selesai!

Nah, karena cocok dengan Ubuntu 8.04, rencananya saya juga akan menginstal Ubuntu 8.04 di Lenovo untuk menggantikan Linux Mint 4.0 Xfce. Seperti halnya di Acer 3045, saya rencananya akan menggunakan Wubi juga. Untuk itu saya perlu membasmi Grub bawaan Linux Mint dulu dengan mengembalikan boot manager XP. Biasanya sih saya menggunakan CD installer XP dan masuk ke menu recovery untuk menjalankan fixmbr. Tapi ternyata CD Installer saya rusak. Weks…

Adakah cara yang mudah dan aman untuk mengembalikan boot manager XP tanpa CD installer-nya?

7 pemikiran pada “Mengembalikan Boot Manager XP Tanpa CD Installer XP

  1. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  2. bro Dewo,

    gw dah liat demonay di YouTUBE, biasa aja animasinya??? emang sich lebih bagus dari vista, tapi menurut gw efek2 kaya gitu bakalan nguras memori banyak tuh…

    secara gw juga gamer mania… efek2 gitu di vista aja sering gw matiin. butuh memori berapa ya klo mau pake buntu….

    gw lebih suka tampilan yg benar2 beda (gw lupa) klo ga salah di mac yg baru versinya gw lupa, tampilannay benar2 beda dengan windows yg biasa kita pakai.

    tapi Bro dewo, boleh juga untuk nambah2 ilmu, tapi kompabilitas Buntu dengan software-software yg lain?

    thx

  3. @ Dear Max (#2),

    Sekarang efek Compiz Fusion di Ubuntu tetap saya nyalakan dan tidak mempengaruhi kinerja sistem. Artinya sistem tetap dapat berjalan dengan cepat.

    Untuk efek2nya, mungkin bagi penggemar game tentu tidak terlalu heboh ya? Kalau saya sih seneng dengan efek2 tersebut. Desktop jadi lebih dinamis dan tidak membosankan. Sedangkan kalau pakai Vista jadi berat sistemnya.

    Oh ya, saya pernah menulis tentang Project Looking Glass di:
    https://dewo.wordpress.com/2007/03/21/bosan-aero/

    Sedangkan demo Project Looking Glas dapat dilihat di:
    http://www.sun.com/software/looking_glass/demo.xml

    Salam

  4. Bro Dewo,

    emang kinerja sistem dan CPU mu tidak berasa berat jadinya? klo di Vista emang gw akuin, memroi 1 GB dng processor yg lumayan, masih aja berat. Visat emang banyak bug sichm itu gw akuin juga, terus terang gw lebih saranin ke client gw itu agar make XP aja dulu, klo dah biasa baru make Vista, soalnya di visat lebih mengarah pada security jaringan dan proteksi terlalu (maaf) mengada-ngada, walaupun mungkin di indonesia tidak begitu kepake…ga tau klo di luar sana.

    bro Ewo, klo boleh nih ,source nya Ubuntu dapat dimana? boleh ngopy ga ya … hehe, gw rada2 malas ke Binus lagi nyari CD, di goldok pinangsia 1 cd software 20 rb, 1 DVD = 55 rb sedangkan di Binus cuman 1 CD=15 rb, 1 DVD prog /games hanya 45 rd… beli 3 dpt 1 lagi .. hehehehe cuman malas aja, macet.

    Bro Dewo, loe kayaknya banyak sumber ya, boleh nanya soal motor ga? gw make New SP 125 SP, pake premium ok ga ya? (sori agak menyimpang)-soalnya thread mu yg laen rame abisssss..

    thx

  5. @ Dear Bro Max (#4),

    Suwer, ga jadi berat kok. Spek: Prosesor T7200 (2 GHz) dengan RAM 1 GB. BTW, Vista memang membuat prosesor kenceng tampak lelet.

    Kalau mau download Ubuntu bisa di:
    http://kambing.vlsm.org
    http://ubuntu.or.id

    Hehehe… kalau 125 SP pakai premium tidak apa2 kok. Kompresinya kan masih belum terlalu tinggi. Lain soal kalau kompresinya sudah di atas 10, baru lebih baik pakai Pertamax.

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.