Perjalanan 23 km Bersama Skywave Ilegal

Minggu ini daku sekali lagi melakukan petualangan ilegal, yaitu berkendara dengan Skywave NR bernomer palsu lagi dari kos Tanjung Duren ke Apartemen Modernland di Tangerang. Perjalanan nekad ini menempuh jarak 23 km. Hem…

Saat membeli Suzuki Skywave Night Rider, daku memperoleh sebuah buku hitam bertajuk Buku Petualangan. Buku kecil yang sekarang entah dimana ini merupakan buku catatan (log) perjalanan biker. Cukup detail sebenarnya karena kita bisa mencatatkan asal dan tujuan perjalanan, tanggal petualangan, catatan km, dan catatan-catatan lain. Nampaknya seri “Night Rider” ditujukan bagi para petualang jalan raya. Dan nampaknya cocok sekali denganku yang sering kali nekad berpetualang walau pun nomer & STNK belum jadi.

Sebenarnya alasannya sederhana saja, yaitu karena nomer & STNK belum jadi padahal daku harus segera pindahan ke Tangerang. Kalau dulu saat mengambil motor ini daku meminjam plat nomernya IMBA, maka kali ini daku meminjam plat nomer adik ipar. Nomer yang dicopot dari Kawasaki Ninja ini rupanya nomer Cirebon, tepatnya berhuruf depan “E”. Hem… benar-benar mencolok kalau dipikir-pikir.

Sore tadi sempat ragu, apakah akan dibawa sekalian Skywave ini atau dititipkan dulu di kos Tanjung Duren. Sebenarnya tante kos tidak keberatan dan bahkan mempersilakan jika motor dititipkan dulu. Tapi rasanya kok kurang afdol gitu ya? Terus terang jiwa petualanganku lebih besar dari pada logikaku. Hehehe…

Rencana semula adalah hari Senin pas hari libur nasional. Asumsinya polisi sedang sibuk mengatur lalu lintas arus utama, atau paling tidak polisi juga sedang santai karena arus lalu lintas dalam kota sedang tidak ramai sehingga tidak perlu pengaturan. Tapi setelah dipikir-pikir, daku harus ke apartemen hari ini karena mau beres-beres plus bersih-bersih. Terus terang barang masih sangat berantakan setelah migrasi pindahan yang dicicil 4 kali. Maklum, barangnya bejibun plus belanja keperluan rumah tangga. Hehehe…

Akhirnya daku nekad berangkat hari ini. Sayangnya kemudian siang itu turun hujan deras. Waduh… alamat kehujanan, mana daku bawa nobie plus barang-barang yang tersisa. Pokoknya daku mau pindahan jam 16, semoga jam segitu nanti tidak hujan lagi, demikian tekadku. Dan ternyata benar, jam 16 hujan sudah reda dan hanya menyisakan rintik-rintik kecil.

Wah ini kondisi yang asyik, soalnya polisi bakal males juga hujan-hujanan. Alhasil daku mengemasi barang-barang dan segera pamitan kepada Om & Tante kos. Habis itu cabut berangkat ke Tangerang.

Masalahnya ini adalah pertama kali daku ke Tangerang naik motor. Biasanya naik mobil lewat jalan tol keluar pintu gerbang Tangerang. Untunglah daku sudah jauh-jauh hari tanya rute perjalanan ke Tangerang via jalan biasa. Rupanya daku tinggal menyusuri jalan Daan Mogot. Dan sore ini jalan Daan Mogot cukup ruwet, ramai sekali. Sesekali macet karena genangan air atau ada angkotan umum ngetem, atau ada antrean kendaraan yang mau putar balik.

Syukurlah semua dapat dilalui dengan lancar. Sangat lega rasanya saat daku memasuki kawasan Kota Modern dan kemudian masuk ke basement untuk memarkirkan motor. Saat kulirik ternyata petunjuk jarak itu menampilkan angka 47 km yang artinya telah menempuh 23 km sejak terakhir kali dibawa nekad.

Puji Tuhan perjalanan lancar. Walau pun menjumpai beberapa polisi di jalan, mereka nampaknya tidak memperhatikanku. Syukurlah tidak ada operasi di sepanjang jalan tadi, karena jika ada, maka bisa jadi daku harus mendekam di penjara. Hiiii…

Terima kasih Tuhan atas perlindungan-Mu kepadaku.

~~~

Terkait:
~ “Angkutan Umum & Bikers Jadi Sasaran, Operasi Patuh Jaya Dimulai” (detikNews)

12 pemikiran pada “Perjalanan 23 km Bersama Skywave Ilegal

  1. .
    @ TIRAKATOR

    Halo Tirakator, apa ada yang salah dengan Suzuki ???

    Motor situh honda butut nan jadul yah ???

  2. @ Dear Mbak Puak,

    Iya, tidak pulkam. Soalnya pindahan & beres-beres tempat baru. Sekarang malah merasa kesepian… Hiks…

    ~~~

    @ Dear bro Mbel,

    Iya, adrenalin juga perlu sesekali dikeluarkan. Tidak hanya cairan tertentu saja yg dikeluarkan. *halah*

    Salam.

  3. eh goblok, motor gw YAMAHA YANG SELALU TERDEPAN
    mampus semua lo suzuki dan honda
    Mbelgedez anjing lo,
    knp ga suka sama omongan gw???????

  4. @TIRAKATOR
    Santai aja bos komennya! Dari kampung ya mas? Wajar! xi..xi. .Emang yamaha lo sekenceng apa seh? Jgn2 mtr lo bebek yg balapannya di jalan. Cemen lo!!

  5. Emang seru juga (mendebarkan, tepatnya!) kalo naek motor tanpa dilengkapi surat-surat. Tetapi aku punya satu tips kalo menghadapi situasi yang demikian. Aku sudah melakukannya berkali-kali dan hasilnya manjur.

    Sebagaimana kita tahu, untuk kawasan Jabodetabek, polisi depok-lah yang paling sangar. Bikers setuju, khan?
    Nah, tips agar kita tidak ditilang dalam kondisi tanpa SIM/STNK dan sedang ada razia adalah naek motor pelan-pelan aja (40 km/jam), lewat lajur kanan, jangan berhenti waktu di-stop, tegakkan dada dan ANGGUKKAN KEPALA…! (dan bersikaplah seolah-olah kita rekan sejawat mereka! hehehe…)

    Percaya gak? Buktikan sendiri!

  6. para Bro sekalian, akhir2 ini ada tikus2 penyusup yg ngerusak suasana ngeblog kita, inisialnya: Tirakator, Mx kenceng, penakluk ninja dll. mereka sering memboikot nama para blogger..so be carefull dan tdk perlu ditanggapi serius 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.