Suzuki Skydrive Dynamatic Alternatif Atau Pengganti Spin?

Suzuki Skydrive Dynamatic

Suzuki Skydrive Dynamatic

Ketika Suzuki akan melansir Skydrive Dynamatic April nanti, daku lantas teringat langkah strategis Yamaha ketika menelurkan Mio Soul. Langkah yang diambil Suzuki mirip sekali dengan Yamaha, yaitu menelurkan varian baru skutik entry level dengan basis yang sama tapi memiliki tampilan baru.

Jika Yamaha berbuat demikian, rasanya masuk akal. Karena kita tahu bahwa Yamaha Mio adalah rajanya skutik di tanah air. Mematikan Mio sama saja mematikan raja skutik. Tapi umur pewajahan Mio telah uzur. Sudah seharusnya didaur ulang. Untuk itulah Yamaha mengeluarkan Mio Soul tanpa perlu membunuh Mio biasa. Tentu saja dengan harapan wajah Mio biasa yang lebih “menjual” bisa dipajang di etalase sampai pada akhirnya masyarakat bosan sendiri. Sedangkan masyarakat yang sekarang sudah bosan, silakan beli saja Mio Soul.

Sebelumnya Yamaha juga cukup sukses meng-upgrade tampilan Mio dengan varian Mio Sporty.

Untuk Suzuki, kasusnya sedikit berbeda. Seperti kita tahu, Spin kurang dapat diandalkan penjualannya. Modelnya kurang mendapat apresiasi. Bahkan varian terbatasnya, yaitu Night Rider juga kurang dapat mendongkrak penjualan Spin.

Lalu apa?

Nampaknya Suzuki ingin memberikan beberapa pilihan kepada kita. Namun sebenarnya langkah ini cukup terlambat. Seperti kita tahu Suzuki kurang cepat dalam merilis tipe baru. Tampilan motor-motornya sudah usang. Sudah cukup berumur. Coba bandingkan dengan kompetitornya yang rajin memperbaharui tampang motornya.

Mungkin Suzuki belajar dari masa lalu dimana Suzuki kurang berhasil ketika melepas Thunder 250 dan Arashi 125. Dan nampaknya Suzuki sangat berhati-hati dalam merilis motor barunya.

Praktis Suzuki hanya mengandalkan penjualan dari Thunder 125 dan Satria FU 150. Sedangkan pamor Smash dan Shogun sudah mulai meredup dimakan usia. Dan 2 motor saja tidak cukup menahan dominasi Honda dan Yamaha. Bahkan kini kue Suzuki sudah terebut oleh Yamaha sehingga semakin mulus saja jalan Yamaha untuk merendengi dominasi Honda.

Sebagai penutup, aku ingin mencoba menilai tampilan dari kuda besi otomatis dari Suzuki ini. Tampilannya sangat macho dan berkesan modern. Sayangnya spakbor depan agak janggal. Tapi secara keseluruhan tampilannya oke. Syukur-syukur pengendaliannya se-ergonomis kakaknya, Skywave.

Daku belum tahu konfigurasi mesin Skydrive yang akan beredar di tanah air. Tapi Skydrive di Thailand sudah mengadopsi mesin injeksi. Semoga saja yang beredar di tanah air pun sudah menggunakannya. Tapi mengingat harganya yang diposisikan di antara Spin dan Skywave, yaitu sekitar 13 jutaan, daku jadi agak khawatir fitur penunjang performa mesin ini bakal dipangkas.

Selamat datang Skydrive.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Opini, Otomotif, Personal dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Suzuki Skydrive Dynamatic Alternatif Atau Pengganti Spin?

  1. Mbelgedez™ berkata:

    .
    Spin baju baru,,,,,

  2. @ Dear Mbelgedez,

    Bagaimana prediksi Sibos tentang SD? Apakah akan sukses? Atau malah tidak?

    Salam.

  3. rsl berkata:

    thanks bos ! 😀

  4. ekobudisantoso berkata:

    secara keseluruhan saya suka suzuki terutama SD ini, tapi agak terganggu suara ngorok saat akselerasi atau bawa boncengan. ada solusi dari suzuki biar lebih 100%???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s