Ikutan Berpolitikana

Daku pun ingin turut dapat berpartisipasi dalam hingar-bingar pesta politik demokrasi di negeri ini. Untuk itulah daku bergabung dengan Politikana. Bermula dari rekomendasi seorang sahabat maya yang sebenarnya dengan ogah-ogahan bin terpaksa daku pun menilik situs politikana. Awal mulanya biasa saja. Namun lama-kelamaan kok jadi semakin melekat dan akhirnya keranjingan. Makanya pepatah “tak kenal maka tak sayang” benar-benar mengena. Untuk itulah daku akhirnya turun ke kancah pesta demokrasi negeri ini di dunia maya.

Walau pun turun ke kancah politik di dunia maya, daku tidak memiliki ambisi apa pun. Tidak ada terbersit ambisi menjadi caleg, apalagi jadi presiden. Hayah, rasanya kok sangat tidak mungkin. Pembaca pasti tahu mengapa daku bisa sepesimistis seperti ini. Hahahaha…

Sejatinya daku memang tidak hobi di dunia politik. Membaca berita-beritanya pun sebenarnya ogah. Kalau akhirnya membaca dan terakhir menerjunkan diri dan menulis sesuatu di Politikana, itu tidak lebih karena geregetan saja.

*Geregetan bagaimana tho Pakde?*

Hehehe… yah, pokoknya geregetan saja. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. *halah* Dan ada sedikit rasa peduli di lubuk hati yang paling dalam untuk turut berwacana di sana. Paling tidak daku ingin dapat menuliskan sesuatu dari sudut pandang yang sedikit berbeda dengan kebanyakan orang karena memang daku memiliki latar belakang yang sedikit banyak berbeda dengan orang lain.

*halah, setiap orang kan memang unik Pakde!

Ya mungkin karena memang daku memiliki lebih banyak lagi perbedaan. Hehehe… (pembelaan yang ga penting)

Dan akhirnya banyak waktu yang kuhabiskan dengan membaca Politikana, berkomentar di sana (nge-junk tepatnya) dan pada akhirnya menulis sesuatu di sana. Daku berharap dapat menulis yang berguna di sana. Tidak lupa berharap agar dapat menulis yang baik dan kalau bisa netral. Juga berharap agar dapat menulis dengan kerendahan hati. Dan yang terpenting tidak membuat para pembaca menjadi sebel atau bahkan sampai muntah.

Tulisan “pertama”-ku di sana adalah: “Nahkoda Kapal Bocor”.

Oh ya, Anda juga bisa bergabung di sana dan turut meramaikan panggung (maya) politik Indonesia. Kita kan demokratis. Namun walau pun bebas, seharusnya tetap bertanggung jawab, seperti azas dari para sesepuh kita: kebebasan yang bertanggung jawab. Hore, hore, hore…

*ini posting lebay banget sih…*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.