Memang Harus Pakai Linux

Kemarin kami ngobrol dengan vendor SIM yang secara keseluruhan menggantungkan teknologinya di platform Windows. Secara tampilan bagus sekali. Apalagi ketika menampilkan BI (business intelligent) yang sangat atraktif tampilannya. Sangat mirip dengan dashboard mobil ketika menampilkan grafik-grafik data.

Namun kemudian diskusi tidak lagi mengarah ke software lagi, tetapi lebih mengarah ke kehandalan platform. Seperti diakui oleh vendor tersebut, salah satu client-nya pernah bermasalah besar dengan virus. Dan itu sangat sulit sekali diatasi. Bahkan sistem harus down selama beberapa hari.

Dan kemudian kami secara diam-diam sepakat bahwa “mungkin” Windows bukan solusi terbaik bagi sistem informasi perusahaan. Walau pun secara terbuka kami harus mengakui bahwa Windows adalah solusi yang “mudah, cepat dan indah” bagi implementasi sistem informasi. Tapi ketika sistem informasi menjadi tulang punggung perusahaan berskala besar, apakah mampu?

Tentu jawabnya adalah MAMPU. Tapi belum tentu perusahaan mampu membeli solusi dengan platform Windows. Secara kasar kita harus berhitung banyak sekali, mulai dari database server yang dihitung per seat/CAL; Windows Server (lagi-lagi harus dihitung per seat/CAL); Windows Workstation (bisa XP atau Vista) per client; dan ironisnya platform ini sangat tergantung dengan software lain seperti software antimalware (antivirus, antispyware, antitrojan, dan anti-anti yg lain). Belum lagi jika kita menggunakan aplikasi MS Office yang juga dihitung per lisensi (per client).

Kalau dihitung-hitung, jatuhnya bakal mahal sekali. Belum lagi harga software SIM yang kita beli yang kadang-kadang mengikuti sistem lisensi Windows, yaitu per user. Hiks… Sebegitu mahalkah implementasi TIK di platform Windows? Atau pakai bajakannya saja? Hiks…

Secara kontras kami pun membandingkan dengan penggunaan platform Linux yang boleh dikata minim pembelian lisensi. Lha wong lisensinya GPL (general public license), jadi kita bisa menggunakannya tanpa beli. Sudah begitu platform Linux lebih kebal terhadap virus. Paling tidak untuk saat ini. Entah 10 tahun ke depan, mungkin sudah ada virus untuk Linux. Tapi paling tidak kita dapat menikmati keamanan dari malware sampai beberapa tahun ke depan.

Jika kita memilih Linux, maka banyak biaya software yang dapat dipangkas, yaitu: lisensi database server, Sisop server, sisop workstation, aplikasi office, dll. Dan untuk saat ini malah tidak perlu diinstal antivirus. Jadi tidak perlu beli software-software antimalware.

Nah, kita tinggal memikirkan aplikasi SIM-nya saja. Syukurlah, biasanya aplikasi SIM berbasis Linux (atau berbasis web) harganya relatif lebih murah dari pada yang Windows based.

Jadi, jika ingin solusi yang handal & biayanya relatif rendah, nampaknya kita memang harus pakai Linux.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.