Yang Menarik Tentang Sisfo Kampus (1)

Tahun ini Sisfo Kampus telah berusia 6 tahun. Artinya Sisfo Kampus telah melewati masa balita-nya. Dan selama masa itu telah banyak hal-hal menarik yang terjadi yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang banyak.

Seperti halnya Sisfo Kampus yang open source, mungkin lebih asyik jika cerita-cerita menarik seputar Sisfo Kampus di-open juga. Oleh karena itu, kutulislah serial YMTSK (Yang Menarik Tentang Sisfo Kampus) ini.

Walau pun secara sepihak daku nyatakan menarik dan kenyataannya kurang menarik, namun daku berharap bahwa tulisan-tulisan ini dapat sedikit menarik hati pembacanya. Dan tentu saja daku berharap supaya dapat menjadi inspirasi atau pun motivasi bagi pembacanya.

Woke, kita mulai…

Cerita pertama YMTSK ini adalah tentang seseorang yang sebenarnya sangat terkenal, namun tidak banyak yang tahu bahwa beliau adalah orang yang sangat penting bagi Sisfo Kampus. Bahkan personal Sisfo Kampus sendiri tidak banyak yang tahu tentang beliau.

Dia adalah “Prof”

Prof, sebut saja dia dengan sebutan itu, adalah seseorang yang telah memberiku kesempatan untuk membuat sebuah software di institusinya. Ketika itu bulan Maret 2003. Kejadiannya cukup unik. Dan setelah itu membuat jalan hidupku banyak berubah.

Kala itu daku sedang berusaha berbisnis setelah 2 kali perusahaan tempat diriku bekerja bangkrut dan tutup. Tekadku berbisnis tentu saja ditentang banyak pihak, terutama oleh istriku sendiri.

Kalau pun aku memutuskan berbisnis, itu bukan karena tidak ada perusahaan yang menerimaku. Tapi banyak perusahaan yang standard gajinya di bawah ekspektasiku. Dan aku ingin pendapatanku jauh lebih besar dari pada itu.

Ternyata memulai bisnis sendiri itu sulitnya minta ampun. Tapi menjadi lebih baik ketika kita menggunakan semua jaringan kita. Nah, upaya menembus jaringan pertamaku adalah dengan menghubungi Prof. Beliau adalah seorang entrepreneur sejati. Paling tidak begitulah beliau di mataku. Karena banyak usaha di bawahnya yang sukses.

Saat itu daku memutuskan terjun di bidang software pendidikan, maka daku pun menghubungi beliau untuk menawarkan software di bidang pendidikan. Dan seketika itu pun beliau minta daku untuk presentasi. Wah, harus segera di-follow up. Maka sore itu pun daku langsung meluncur ke kantornya. Namun daku sempat bingung harus presentasi apa ya? Kan daku sebenarnya belum membuat software pendidikannya. Ya sudah, pokoknya nekad saja.

Saat bertemu beliau, daku cuma bisa meyakinkan beliau bahwa daku memiliki kompetensi yang cukup untuk membangun sistem informasi akademik. Daku juga menawarkan ide SIM berbasis web yang pada tahun 2003 belum banyak sistem atau aplikasi yang menggantungkan diri pada web. Daku pun menggambarkan banyaknya manfaat jika sistem informasi berbasis web.

Rupanya gayung bersambut. Prof tertarik dan memintaku untuk membuat proposal. Proposal harus masuk esok hari. Dan ternyata proposalku disetujui keesokan harinya. Dan dimulailah perjalananku sebagai bisnisman.

Dia Yang Memulai, Apakah Dia Yang Mengakhiri?

Wah, seperti lagu dangdut saja. Namun itulah yang terjadi dengan Sisfo Kampus.

Daku bersentuhan lagi dengan dunia Prof ketika akhir 2008 group-nya membutuhkan daku untuk memberikan training tentang pemrograman berbasis web. Tentu daku pun bersedia memberikan training pemrograman tersebut.

Namun awal 2009 ada sesuatu yang membuatku sulit tidur karena daku harus bergumul untuk memutuskan sesuatu. Karena secara tiba-tiba Prof menghubungi dan memintaku untuk bergabung dengan groupnya. Beliau memintaku memimpin pengembangan sebuah sistem informasi untuk rumah sakit.

Tentu saja daku bergumul (tentu berdoa) berhari-hari. Di satu sisi daku masih ingin berkiprah untuk Sisfo Kampus dan sayang jika harus meninggalkan sahabat-sahabatku, namun di sisi lain daku harus realistis dimana posisiku di Sisfo Kampus sedang tidak baik. Eh, posisiku dalam arti jabatan memang baik di Sisfo Kampus karena daku menjabat CIO alias direktur IT. “Posisi” yang kumaksud adalah posisiku dalam arti di lingkup rekan-rekan sekerjaku, terutama di ranah politik. Banyak hal yang membuatku kecewa dengan laju Sisfo Kampus.

Hingga pada akhirnya berdasarkan petunjuk Tuhan, daku memutuskan untuk bergabung dengan group-nya Prof. Sangat menyedihkan memang karena daku harus meninggalkan semua yang telah dibangun sejak 2003 dan memulai sesuatu yang baru. Demikian juga daku harus meninggalkan sahabat-sahabatku seperjuangan.

Namun dengan optimis daku menerima tantangan Prof.

Pertanyaan berikutnya adalah:

Prof telah memberi kesempatan padaku untuk memulai Sisfo Kampus. Namun ketika beliau menarikku dari Sisfo Kampus, mampukah Sisfo Kampus bertahan?

Memang terlalu naif jika daku berpikir bahwa Sisfo Kampus akan berakhir begitu saja ketika daku mengakhiri keterlibatanku di Sisfo Kampus. Daku yakin bahwa perusahaan memiliki banyak personal yang memiliki kualifikasi bagus untuk tetap meneruskan Sisfo Kampus. Tapi di satu sisi banyak orang yang pesimis ketika tahu bahwa daku keluar dari Sisfo Kampus. Banyak koresponden yang bilang bahwa Sisfo Kampus itu identik dengan Dewo. Banyak yang mengaitkan Dewo dengan Sisfo Kampus. Siapa kenal Sisfo Kampus secara otomatis akan mengenal Dewo. Demikian pula sebaliknya.

Hem… ini bukan sombong atau narsis karena yang mengatakan itu adalah orang lain, bukan dari diriku sendiri.

Kemudian banyak pula yang bilang kalau Sisfo Kampus bakal mandek alias tidak berkembang. Hem… daku sendiri sering meneguhkan mereka dan bilang kalau ada tim yang tangguh di balik Sisfo Kampus.

Di sisi lain daku harus mengakui bahwa bisa saja itu terjadi. Karena sebelumnya daku yang melakukan R&D dan men-drive pasar. Sedangkan sekarang arahnya sekedar kustomisasi untuk dapat digunakan di perguruan tinggi. Bisa saja tidak ada hal baru yang bakal muncul dari Sisfo Kampus yang akan membedakannya dari pesaing sekaligus untuk meningkatkan daya saing.

Tapi semoga saja daku salah. Semoga saja Sisfo kampus tetap hidup dan terus meningkatkan kinerja dan keunggulannya. Semoga Sisfo Kampus tetap dapat tumbuh dan berkembang seperti motto yang kusandangkan kepadanya, yaitu:

“Sistem yang tumbuh dan berkembang.”

7 pemikiran pada “Yang Menarik Tentang Sisfo Kampus (1)

  1. Ternyata saya sudah lama sekali tidak ngeblog, mungkin sudah hampir setahun. Maklum pak, selain sibuk di kantor juga sibuk eksperimen dengan anak-anak. Seringkali sampai larut malam dan kadang-kadang sampai pagi. Selain itu, PC di kantor rusak dan belum ada penggantian sedangkan laptop saya lagi rusak LCD-nya sehingga tidak ada gambar sama sekali. Beberapa minggu lagi liburan, tapi kesibukan justru memuncak untuk mempersiapkan 5 team binaan yang lolos ke babak final LCEN XIV 2009 di ITS. Salah satu finalis tersebut adalah anak sulung saya (Paijo yunior) yang duduk di kelas 2 SMP. Untuk LCEN tahun ini, team saya relatif mendominasi jumlah finalis (5 dari 16 finalis tingkat SMP-SMA), dan sedang berusaha mendominasi perolehan juara juga. Untuk itu saya mohon dukungan moril dan dukungan doa dari pak Dewo agar semuanya lancar dan sukses sampai pada babak final Oktober nanti. Terimakasih dan salam eksperimen.

  2. Hallo Pak Paijo,

    Salam kembali. Iya, sudah lama sekali blog-nya Pak Paijo tidak di-update. Tapi saya yakin pasti padat dengan karya.

    Saya akan turut mendoakan, semoga tim Pak Paijo (termasuk puteranya) dapat meraih prestasi yang maksimal. Tuhan memberkati. Amin.

    Amin.

  3. tanya pakde,

    sisfo kampus itu open source atau closed source?

    kalau open source dimana saya bisa download source codenya, dimana bug trackernya dan dimana situs komunitasnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.