Kisah Konyol Libur Lebaran 2009

Rupanya daku masih berlaku konyol. Kekonyolan kali ini dalam rangka libur lebaran. Dan konyolnya ampun deh, daku jadi rugi banyak: uang, waktu, tenaga, dan pikiran. Hihihi…

Tadinya tidak ingin kutulis di blog, secara kemaluanku rasa maluku yg besar. Tapi tidak seru juga kalau tidak kutulis, secara blog ini kan memang berisi kekonyolanku. Jadi dengan menebalkan muka & kulit, akhirnya tertulislah petualangan konyolku. Dengan harapan daku bisa mentertawakan diriku sendiri suatu saat nanti. Atau agar bisa ditertawakan oleh para pembaca juga. Lumayan jika bisa menghibur para pembaca. Hehehe…

Konyol #1

Jauh-jauh hari sebelum libur daku sudah memesan tiket pesawat PP (pergi-pulang). Maklum, karena musim liburan kalau tidak pesan segera, bisa-bisa daku tidak kebagian tiket. Singkat cerita, dapatlah daku sepasang tiket untuk mudik tanggal 18 Sept dan baliknya tanggal 22 Sept. Agak mahal memang, terutama tiket mudik. Maklum, peak season, moda-moda angkutan berkesempatan menaikkan tarifnya secara gila-gilaan.

Merasa terjamin transportasinya, daku pun bisa santai bekerja karena tidak perlu memikirkan perkara tiket lagi. Namun daku pun terhenyak saat melihat sebuah selembaran yang tertempel di dinding belakang kursiku. Selebaran print out ini sejatinya sudah lama nempel di situ. Hanya saja daku tidak pernah memperhatikannya. Namun karena kemudian daku tersadar kalau itu adalah sebuah kalendar dan kebetulan bertepatan dengan acara mudik, maka daku jadi lebih serius memperhatikannya.

Di situ tertulis kalau tanggal 18 Sept dan 23 Sept adalah cuti bersama. Langsung saja daku mengkontak agen agar mengubah tanggal tiketku. Pulangnya kumajukan menjadi tanggal 17 malam dan baliknya mundur menjadi tanggal 23. Beruntung tiket untuk kedua tanggal tersebut masih tersedia dan daku bisa mengubah jadwal liburanku. Sayangnya daku harus rugi banyak karena tiket sebelumnya dianggap dibatalkan. Sudah begitu tiket untuk tanggal tersebut lebih mahal. Hiks…

Beberapa hari kemudian daku ngobrol dengan bagian HRD dan salah satunya membahas libur lebaran ini. Dan apa yang terjadi? Ternyata perusahaan tidak memberlakukan cuti bersama.

*Melongo? Gaya ayam keselek cacing*

Rupanya selebaran itu (yang mirip surat resmi) tidak dikeluarkan oleh perusahaan. Dan memang setelah diselidiki memang tidak ada tanda tangan yang berwenang di situ. Mungkin itu hasil print kalendar umum oleh seseorang dan iseng ditempel di situ.

Wah, terpaksalah daku mengambil cuti 2 hari. Padahal akan asyik kalau cutinya dipakai saat libur Natal & tahun baru. Jadi ruginya 2x, yaitu uang pembatalan tiket dan cuti. Hiks…

Konyol #2

Berusaha mempersingkat cerita liburan (detail menarik akan dituliskan terpisah), sampailah saatnya daku harus kembali ke Tangerang. Semuanya sudah rapi. Sudah sampai di bandara dengan diantar sopir taxi yang rajin bekerja. Waktu masih cukup untuk bersantai.

Check in pun lancar. Trus masuk ruang tunggu. Berhubung penerbangannya 2 jam lagi, maka daku berusaha berpose (*halah*) sesantai mungkin. Yayaya… daku memang kecepetan sampai di bandara. Taxi yang njemput pun kecepatan 20 menit dari jam pemesanan. Sudah begitu jalanan sepi sehingga bisa segera sampai bandara. Jadi daku memang kecepetan. Hihihi…

Singkat kata daku pun mengusir kebosanan dengan mendengarkan lagu-lagu. Sesekali ngecek & balas email. Tentu tidak lupa main Travian dan FB. Tambah heboh saat menyaksikan video musik dari youtube.

Karena serombongan anak-anak yang duduk di belakangku super berisik, maka kukeraskanlah musik dari XM yang kudengarkan dari earphone hingga terusirlah suara-suara berisik. Dan lagu-lagu pun dapat mengiringi kesibukanku berinternet ria.

Tak terasa waktu pun berlalu…

Setengah jam sebelum boarding aku mengecek daftar penerbangan. Ternyata di situ tercantum penerbanganku jam 19. Padahal yang tertera di tiket adalah 20. Langsung saja daku panik dan bertanya pada petugas.

Petugas bilang kalau penerbangannya memang dimajukan 1 jam sejak seminggu terakhir. Semua penumpang sudah diberitahu via telepon. Dan ironisnya yang tertera di tiketku adalah nomer telepon lain yang sudah tidak aktif lagi. Jadi kata petugasnya, mereka sudah berusaha menghubungi aku via nomer tersebut.

Saat aku sibuk itu pesawatnya memang belum berangkat. Tapi penumpang sudah boarding dan pintu sudah ditutup. Berarti tangganya pun sudah dicabut. Kalau begitu berarti sudah tidak bisa nyusul naik.

*Daku pun melongo lagi… Kali ini berpose kayak monyet ditulup*

Tiket pun hangus karena daku sudah check in. Dan ironisnya mereka sudah memanggil-manggil para penumpang untuk segera boarding namun daku sibuk menikmati lagu-lagu dengan volume nyaris maksimal.

Benar-benar konyol… Selain rugi tiket, taxi, juga waktu & tenaga. Syukurlah daku dapat tiket pesawat Garuda untuk penerbangan pertama keesokan harinya, yaitu jam 06. Syukurnya lagi, harganya bersahabat banget. Tidak seperti harga Garuda yang biasanya. Masih promo libur lebaran katanya. Puji Tuhan, ruginya tidak terlalu besar.

Konyol #3

Kalau pesawat berangkat jam 6, maka sampai di Tangerang jam 7. Berarti masih ada waktu bagiku untuk pulang dulu dan baru kemudian bersiap-siap berangkat ke kantor dengan rapi & wangi. Jadi daku tidak perlu mandi pas berangkatnya, selain karena masih pagi banget & tentunya dingin banget, juga masih ada waktu untuk mandi setibanya di Tangerang.

Namun kenyataan berkata lain. Pesawat ternyata delay 2 jam. Ada masalah teknis dan menunggu spare part dari Jakarta yang nebeng pesawat dari Jakarta yang baru tiba di Semarang jam 07.

Syukurlah para penumpang diberi makan pagi oleh Garuda. Cukup menghibur sih. Tapi menunggu 2 jam bukanlah perkara mengasyikkan. Selain daku tidak mau lagi menggunakan earphone/headset untuk mendengarkan musik selama menunggu, juga karena ada janji meeting jam 09 yang terpaksa dijadwalkan ulang.

Tapi yang lebih ironis… Daku belum mandi! Padahal kalau sudah mandi kan bisa langsung dari bandara ke kantor. Bisa menghemat kurang lebih 30 menit. Hihihi…

Jadi daku pun terpaksa menjalankan rencana sebelumnya, yaitu pulang dulu dan mandi baru ke kantor. Walau pun waktunya tidak cocok dengan rencana semula. Hiks…

Puji Tuhan semuanya baik-baik saja. Meeting bisa dijadwalkan ulang besok. Terima kasih Tuhan.

Pelajaran Yang Bisa Dipetik

1. Selalu memastikan segala sesuatunya. Kalau perlu cek ulang. Biasanya daku begitu, tapi kok ya kali ini tidak. Hiks… dasar sotoy dan sok pe-de.

2. Kalau dalam situasi menunggu lebih baik aware dengan situasi & kondisi sekitar. Jangan sampai lengah karena hal-hal sepele seperti musik, dll. Sejatinya daku selalu aware, tapi sekali lagi, kok ya kali ini tidak. Dan baru kali ini daku menunggu dengan disambi dengerin musik lewat earphone. Sebelumnya tidak pernah. Biasanya paling banter baca-baca buku. Hiks…

3. Selalu siap untuk situasi & kondisi yang bisa berubah kapan saja secara tidak terduga dan melenceng dari rencana semula. Nah, kasus ini memang beberapa kali kualami. Seringkali tidak siap juga. Hihihi…

4. Berbesar hati untuk mau mengakui kesalahan. Hem… berat memang, tapi orang lain (dan Tuhan) pasti mau mengerti kalau kita jujur. Hihihi… jadi curhat nih ceritanya.

5. Selalu bersyukur kepada Tuhan walau pun seringkali situasi & kondisi amat-sangat tidak mengenakkan. Jangan khawatir karena Tuhan selalu menyediakan jalan lain. Dan seringkali lebih baik.

6. Ada lagi?

16 pemikiran pada “Kisah Konyol Libur Lebaran 2009

  1. Syukur banyak belajarnya nih Emanuel … dan yang paling penting pulang kampung bertemu orangtua dan sanak saudara itu tak ternilai harganya bukan? …..
    Salam

  2. Hwakakakak 😆
    Oh ya blog oom ada berapa sih 😕 ada yang belakangnya **.wordpress.com dan **.com. Mana yang bener? 🙄

    =Salah satu jamaah-nya Madzab Bocor Alus=

  3. Aduuuuhh, kok ya siyal bener sih? Mangkanya klo nunggu tuh jangan pasang ear phone, paling aman baca buku aja. Untunglah semuanya terkendali.

    6. Jangan suka menyepelekan urusan mandi. Selalu ikuti hati nurani, hehehe…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.