Masalah Kelistrikan

Senin kemarin (02/11/2009) adalah hari yang menyebalkan. Bukan karena macet seperti keluhan kebanyakan orang tentang hari Senin, tapi karena ada masalah kelistrikan dalam hidupku.

Yang pertama adalah matinya baterai remote alarm mobil. Jadi pagi itu daku tidak bisa memakai mobil. Mungkin karena liburan Jumat-Minggu sebelumnya remote ini tombolnya tertekan terus di tas yang kubawa ke Semarang. Kebetulan daku membawa tas biasa dan penuh sesak sehingga ada kemungkinan tombol remote-nya tertekan terus. Syukurlah masih bisa naik motor.

Yang kedua adalah sorenya saat daku berlatih (ceile…) eh, tepatnya bermain gitar (karena memang cuma main-main). Kok tiba-tiba efek Zoom G1X sering restart sendiri. Kupikir ada yang salah dengan adaptornya. Kuganti dengan adaptor generik masalahnya juga sama. Dan kemudian malah disertai suara meletup di amplifier Fender Frontman 15G. Ya sudah, karena suasananya tidak mendukung, maka kuakhiri sesi latihan.

Agak malam kemudian kok ada yang aneh, tiba-tiba lampu meredup dan menjadi terang lagi. Wah, kayaknya ada yang tidak beres dengan kelistrikan. Terus kukaitkan dengan bermasalahnya efek Zoom. Langsung saja kukeluarkan multimeter digital dan mengukur tegangan dari adaptor asli milik Zoom. Tahukah berapa yang ditunjukkan oleh multimeter? 15 volt! Dari adaptor generik malah 18 volt. Switch adaptor kustel ke 3 volt pun tetap mengeluarkan tegangan 18 volt. Aneh…

Dan berakhirlah hidup Zoom G1X-ku. Ketika kucoba menyalakan, efek ini tidak mau menyala. Hiks…

Masalah ketiga adalah saat tak lama kemudian listrik apartemen mati. Ya sudah, daku pun memilih tidur saja. Tentu jendela dibuka lebar-lebar karena puanasnya minta ampun. Kalau sudah mengalami masalah kelistrikan seperti ini, bahkan sampai merusak piranti elektronik, kita harus mengeluh kepada siapa? Kepada PLN? Hem… rasanya tidak mungkin.

Ada yang mengalami masalah ironis tentang kelistrikan sepertiku?

~~~

Update 21:50 Setelah diganti baterai remote, ternyata alarm tetap tidak respons. Langsung saja kubuka pintunya. Dan alarm tidak respons. Tadinya daku sempat khawatir kalau alarm tidak dimatikan, maka alarm akan berteriak-teriak. Tapi ternyata tidak.

Lalu tegangan aki kuukur dengan multimeter. Ternyata tegangannya hanya 0,04 volt. Alias tekor bin modar. Hem… harus beli aki nih. Tapi kayaknya memang sudah seharusnya ganti aki. Soalnya sudah buluk banget akinya. Hehehe…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Elektronika, Energi, Listrik, Personal, Sebel dan tag , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Masalah Kelistrikan

  1. Robinson Agus Sihotang berkata:

    Salam Kenal mas …

    Kalo lagi apes mas , energi apapun pasti lagi down. Energi listrik lagi padam, energi utk membuat hidup menjadi down.. ( eleh-2 sok pakar … ? ) Tapi satu yg nggak down , itulah semangat untuk tidur krn bete. hehehe
    Hidup PLN .. Hidup PLN … ( huh … Perusahaan Loba Ngutang)

    Shalom

  2. chocovanilla berkata:

    Selasa maren di kantor listrik mati total. Begitu baterai laptopku abis maka kuputuskan untuk survey lapangan alias keliling-keliling kota hehehe…. Matinya ampek jam 7 malem. Oh, PLN tersayaaaang….

  3. pushandaka berkata:

    Saya blum pernah mengalami rentetan sial yang berhubungan dengan listrik seperti itu. Memang kadang-kadang kalau lagi sial, apa pun yang kita pegang pastii cuma membawa sial. Hehe!

  4. ERV Pedals berkata:

    Adaptor bawaan fx kadang2 gak bisa dipercaya. Pernah buka adaptor bawaan merk K*RG, isianya cuman trafo dan dioda doang. Loh IC regulatornya mana ? gak ada. Jadi dgn kondisi ini, output tegangan pasti gak konsisten. Outputnya trafo akan naik turun jika input tegangannya juga naik turun. Jadi hati-hati !

    Lebih bagus merakit sendiri adaptor yang menggunakan IC regulator seperti 7809 untuk 9 volt dan 7812 untuk 12 volt. Tegangan keluaran adaptor akan tetap stabil walau input tegangan akan naik turun.

    Selamat mencoba ya!.

  5. Acoy berkata:

    Saya juga pernah mengalami hal yang sama bahkan lebih parah lagi seluruh perangkat studio rekaman saya jebol karena kesambar petir kemudian ada temen yang ngasih advise untuk membeli alat proteksi yaitu ETS (electricity treatment system) untuk memproteksi peralatan elektronik kita dari masalah kelistrikan seperti tegangan turun naik, voltage extrem/petir, surge/trip, grounding jelek. untuk melihat produk tsbt di http://www.mbi.co.id.
    Smoga info ini berguna bagi yg lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s