Tertabrak

Kecelakaan tabrakan memang tidak pernah menyenangkan. Demikian juga dengan diriku saat balik ke Tangerang dari Semarang. Saat jalanan macet dan dalam kondisi berhenti, tiba-tiba dari belakang sebuah motor ngebut menabrak mobilku. Motornya jatuh, tapi nampaknya orangnya tidak kenapa-kenapa.

Saat daku meminggirkan mobil, ternyata si pengendara motor malah ngebut melarikan diri dengan motornya. Padahal daku tidak akan marah, cuma mau melihat kondisi pengendara itu dan tentu saja bagian belakang mobilku. Melihat dianya sudah ngebut, berarti dia dan motornya baik-baik saja. Namun bagian belakang mobil jadi baret. Hiks… Untung ada asuransi.

Namun rupanya pengalamanku itu belum seberapa, karena di hari yang sama ibu kantin belakang mengalami peristiwa yang sangat mengerikan karena anaknya tertabrak mobil. Si anak yang tadinya digandeng ibunya ini tiba-tiba terlepas dan lari di pelataran parkir supermarket. Naas tiba-tiba ada mobil melaju dan menabraknya.

Si anak terluka di kepala dan tidak sadarkan diri. Daku yang menjenguknya tidak tega saat melihat si anak tergeletak lemah di ICU. Semoga lekas sembuh ya Nak, dan kita bisa segera becanda seperti biasanya.

3 pemikiran pada “Tertabrak

  1. Pembelajaran buat kita para ibu. Anak-anak jangan sampai lepas dari pengawasan orang tua. Banyak kejadian anak-anak yang kecelakaan di mall, dsb. Semoga tidak terulang lagi.

    Untuk mas Dewo, thanks artikelnya. Bikin aku makin hati-hati terhadap anakku. GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.