Evaluasi 2009 dan Target 2010

Tahun baru, saatnya untuk evaluasi apa saja yang telah dilakukan di tahun sebelumnya. Ini perlu, karena kita bisa interospeksi dan memperbaiki diri di masa mendatang. Juga untuk merencanakan apa saja yang akan dicapai di tahun yang baru.

Daku sendiri mengalami banyak perubahan di 2009 dan nampaknya perubahan ini masih bakal berlanjut di 2010. Bermula dari pindah kerja, pindah kota, berganti peminatan (2008 software dan otomotif, 2009 dari gadget ke musik & elektronika, hehehe), tambah banyak teman di bidang yang berbeda, dll.

Melanjutkan perubahan, di tahun 2010 ini rencananya kami akan melakukan reuni keluarga. Kalau tadinya hidup di 2 kota, yaitu Semarang dan Tangerang, maka 2010 ini akan menjadi satu di Tangerang. Banyak hal yang harus dilakukan untuk menyatukannya.

Harus diakui kalau pencapaian prestasi di 2009 belumlah nampak, atau malah tidak ada? Wah… gawat kalau begitu!

Tidak juga sih. Di 2009 daku tidak mengutamakan prestasi pribadi, namun lebih ke membangun prestasi kolektif dalam tim. Dan ternyata itu semua tidak mudah karena daku berhadapan dengan banyak karakter yang unik. Dan perlu ketelatenan, kesabaran dan terutama keteladanan untuk mereka. Padahal apa sih yang bisa diteladani dariku? Hehehe… Di sinilah tantangan terberatnya. Dan ini bakal terus berlanjut di 2010 dan seterusnya.

Terus terang dalam hal ini daku masih banyak belajar dan kuakui bahwa 2009 belumlah sukses dalam membentuk tim yang berkinerja tinggi. Dan daku harus bekerja lebih keras lagi dalam hal ini.

Apa yang ingin dicapai di 2010? Hem, mungkin agak nyeleneh, karena rada menyimpang dari kompetensi yang telah dibangun sebelumnya, yaitu daku pengen punya album rekaman sendiri. Pengennya punya lagu-lagu instrumentalia buatan sendiri. Memang sih saat ini permainan gitarku belum seberapa, namun boleh dong punya cita-cita setinggi langit? Siapa tahu bisa jadi musisi beneran. Hehehe…

Semoga semuanya dapat dicapai. Amin.

40 pemikiran pada “Evaluasi 2009 dan Target 2010

  1. Kalau dengan menghinaku di blog jelasnggak bisa membuatmu puas dan tertawa, silahkan! Saya nggak peduli! Di situ sudah saya jelaskan, saya tak pernah minta diskusi dgn iman kristen. Apa pantas, mempertanyakan artikelku dgn membuat tulisan di blog jel? Kalau saya jawab pun, paling2 hanya hinaan yang saya terima. Saya tiap ingin bertanya maka saya bertanya langsung di blog tersebut, kecuali komen saya diblokir baru saya memuat tulisan pertanyaan di blog saya. Apa salah kalau saya tak mau menjawab? Saya tak menjawab bukan karena nggak bisa jawab. Untuk sementara saya tutup blog saya daripada jadi bahan tertawaan dan pertanyaan di blog jel. Sampai kapanpun saya tak pernah suka dengan jel!

  2. @Mbak Fitri,

    Saya tidak menghina kok. Tidak ada maksud menghina juga. Awalnya maksud saya adalah supaya tidak usah mengurusi IP dari teman-teman diskusi. Maksudnya adalah supaya semuanya tetap bisa diskusi dengan baik.

    Tapi kok Mbak Fitri merasa terhina ya?

    Jadi saya tanya, komentar mana yang membuat Mbak Fitri terhina. Jadi saya bisa interospeksi gitu.

    Mengenai kebersediaan Mbak Fitri menjawab di forum tersebut memang murni hak Mbak Fitri. Tetapi jika menuliskan sesuatu di forum tersebut, sebaiknya merupakan jawaban dari pertanyaan yang sudah dilontarkan. Sebaiknya tidak menuliskan yang tidak ada sangkut paut-nya seperti IP & membuka identitas-identitas peserta diskusi. Itu malah tidak etis.

    Sayangnya Mbak Fitri memang tidak pernah suka dengan Mas JelasNggak. Jadi diskusi memang tidak akan pernah baik karena sudah ada perasaan tidak suka.

    BTW, biasanya dari rasa tidak suka bisa jadi cinta loh!

  3. Kalau enggak percaya Islam,ya sudah. Apa sih untungnya menjelekkan lawan diskusi seperti saya dengan membuat argumen-argumen seolah-olah saya tak mampu menjawab?

    Beberapa minggu yang lalu saya sebenarnya sudah berhenti menjawab postingan – postingan blog jelasnggak. Bisa dicek sendiri di blognya jel itu. Karena saya capek menghadapi lawan diskusi sepertijelasnggak yang selalu pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan yang saya tulis.

    Dari pertamakali saya lihat komentarnya saya memang tidak suka. Siapa yang suka kalau agamanya dijelekkan begitu?

    Walau saya jawab,apa menurutmu jel bisa menerima isi jawabanku? Dari dulu mana pernah jel bisa menerima jawaban-jawaban muslim,malah dianggap taqiya.

    Dan saya juga enggak pernah minta diskusi dengan siapapun. Lalu apa salahnya kalau saya menolak ajakandiskusi itu.

    Kalau masalah IP,itu karenasaya sudah semakin enggak suka dengan jel!!!

  4. @Dear Mbak Fitri,

    Yah mungkin memang lawan diskusi kita tidak selalu baik dalam bertutur kata. Karena tidak semua orang punya latar belakang dan hati yang baik.

    Menurut saya sih tidak perlu yang buruk itu dibalas dengan keburukan juga. Karena kalau kita pun membalas dengan keburukan, maka apa bedanya kita dengan mereka? Dengan demikian kita sama buruknya dengan mereka. Ya tho?

    Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjawabnya dengan sebaik dan sesopan mungkin. Balaslah keburukan dengan kebaikan, karena dengan demikian putuslah mata rantai keburukan.

    Tapi untuk itu memang tidak mudah, karena diperlukan hati yang besar. Perlu kesabaran dan pengertian. Itulah KASIH.

    Saya sendiri selalu berusaha tidak terpancing dengan kata-kata kasar. Anda sendiri tahu bahwa teman-teman Anda pun berkata sangat kasar di forum tersebut. Namun kita tidak perlu menanggapinya dengan kata-kata kasar pula.

    Salam.

  5. Salam Sejahtera…

    Mba Fitri yang terhormat…, kenapa harus tutup blog segala?

    Mbok ya…, jangan sekesal itu. Ini mah baru ujian kecil saja, masa sudah kalah?

    Apa yang dibilang mas Dewo itu betul sekali.

    Sederhana saja, anda lihat kan saya hanya bermain logika dan tidak berniat menghina siapapun.

    Ini memang ranahnya blog diskusi, yaitu untuk berdiskusi dan bermain logika.

    Ayao…, kita berdiskusi dengan logika. Itu saja kok.

    Salam.

  6. @imankristen

    Justru saya masih ingat kata-kata anda ketika terakhir kali kita berdiskusi sebelum anda menghilang sekian bulan. Saya merasa anda melanggar perjanjian untuk berdiskusi dengan kepala dingin tanpa saling menjelekkan.

    • @Fitri,

      Terakhir kita diskusi di blog lama anda (yang sudah tutup). Kasus dimulai dengan anda menuduh saya terlebih dahulu. Apa anda tidak ingat? Lalu saya katakan ada seorang wanita moslem yang menuduh/memfitnah dengan sembarangan tanpa memberikan bukti.

      Kalau anda sakit hati dengan perkataan saya diatas itu kepada anda sebagai wanita moslem, anggap saja itu sebagai ujian untuk anda lebih dewasa dan matang lagi.

      Jangan cengeng lah…, santai saja…

      Be mature!

      Salam.

    • @Mas Wedul Sherinian
      ๐Ÿ˜€ he.he.he….
      Sayah masih ingat sama @On Johne Gundule pacul iki.

      Al kisah, beliau maen hatam kromo di blognya yang membahas tentang @Mas Danny Dewa 19 menggelar panggung pakai lafadz Allah, lha brita inikan jadi rame !!! ๐Ÿ˜€

      Ocehan beliau sayah sanggah, dan berujung pada debat kusir soal awdio rekordeng….

      Hua.ha.ha…. sayah plonco sisan, perkara sopwer dan hatwer Nuendo….

      Disangkanyah sayah OMDO, hehehe… lalu beliau sayah suruh tehlepon @Oom Anang (mantan suami @Tante KD ) , sayah bilang : “Coba sampean tanyaken pada beliau benul nggak pakai NUENDO orginale sopware dan hatwer…..

      ๐Ÿ˜€ hahaha… Padahal sayah bangunin sistem itu, pakai barang loakan dari glodok + sopwer bajaaan dan Alhamdulillah kualitasnya mendekati, apalagi jika ditambah plug-in2

      ps:
      Setz sampean keep meneng bae… okeh !!! soalnya banyak penyanyi yang suaranya kayak kodok ngorek jadi sebagus kodok ngorok ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜†

      Salam to @All,

    • @Mas Haniifa

      Soal mas @Jokermanzero alias @Kosongan aku masih ingat bahkan sangat berkesan, karena dia itu kafirun yang kritis dan cerdas, …meski kadang idiotnya kumat juga.xixixi===>kalau dia masuk Islam bisa jadi Islam rasional.

      Soal suara kodok ngorek jadi suara
      kadal buntung aku gak terlalu ngerti soale gak sepandai kalian2 yang ngerti spwer hadwer…xixixi. Tapi memang berguna tuh alat, bila bisa dipasang di tenggorokan bisa bikin suara pasukan kodok ngorek jadi kadal buntung…xixixi

  7. Kalau di dunia filem indonesia, ada suster keramas, dan suster ngesot..

    ternyata di dunia blog ada ustadz ngawur…

    yaitu haniifa..

    (udah tua bangkotan ngomong kayak anak kuecil..)

    ha ha ha ha..

    Slimm… slim….

    gumon aku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.