Agama Cuma Ada 2

Dapat inspirasi kemarin dari audio-book. Bahwa sebenarnya agama di dunia ini cuma ada 2.

Lho?
Lha yang lain-lain pada kemana?
Bukankah konon agama itu ada ribuan?
Yang kita kenal saja sudah ada 5 agama?

Benar, tapi secara garis besar hanya ada 2, agama yang pertama yakin bahwa keselamatan itu datang dari diri manusia itu sendiri dan agama yang kedua yakin bahwa manusia itu butuh penyelamat.

Hampir semua agama di dunia ini mendasari keselamatan dari diri manusia itu sendiri. Misalnya kalau manusia berdosa, maka jika berbuat baik itu sudah melunasi dosanya. Atau dengan membayar zakat atau menolong sesama, maka itu bisa dianggap membayar dosanya. Dan masih ada beberapa mekanisme lain tergantung dari masing-masing ajaran.

Namun hanya ada 1 agama yang memiliki landasan iman yang unik, yaitu Kristen, dimana Kristen mengimani perlunya Sang Juru Selamat. Bahwa manusia itu perlu seorang penyelamat untuk terlepas dari dosa-dosanya.

Jadi memang hanya ada 2 kan?

62 pemikiran pada “Agama Cuma Ada 2

  1. Enggak juga. Ada juga agama yang memberikan ritual pengorbanan darah manusia, bahkan dengan menyiksa diri, bunuh diri dengan racun atau bom. Sekte-sekte sesat ini ada di dunia.

    • @Mbak Fitri,

      Itu bukan agama kali ya? Kalau tidak salah itu masuk kategori pagan (paganisme).

      Kalau pun ada juga agama yang seperti itu, maka itu termasuk apa yang saya katakan sebagai: “Dan masih ada beberapa mekanisme lain tergantung dari masing-masing ajaran.”

      Salam.

  2. Kalau setahu saya sih… zakat dan menolong sesama (dalam Islam) tidak menghapus dosa, tetapi untuk menambah amal baik agar seimbang dengan perbuatan dosa. Jikalau ingin menghapus dosa, maka ia harus bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan dosanya lagi. Jadi berbeda kan??

    Jadi, walaupun ia berzakat tapi ia kelak tetap akan dihukum dosa2nya di akhirat kelak…. kecuali kalau bertaubat… dan taubatnya diterima Allah swt. Itu yang saya tahu sih…. Ada mungkin yang mau mengkoreksi??

    Mengenai seseorang butuh penyelamat atau tidak untuk menghilangkan dosa2nya, ya itu saya no comment…. hehehe…..

  3. Agama cuma ada 2?
    Menurut saya agama cuma ada dua mksdnya begini mas bro dewo!
    Yang satu punya agama dan yang satu lagi ga punya agama/212 wiro sableng
    Di dalam hidup cuma ada 2/ber pasang2an
    Yang pertama laki2 dan perempuan hidup dan mati terang dan gelap pahala dan dosa baik dan jahat surga dan neraka dstnya
    intinya
    kalo mau hidup pilih mana yang menurut kamu baik
    misalnya agama..
    Agama mana yg menurut kamu baik buat kamu dan jalan kan sesui agamamu dan hargai agama orang lain
    dan saya yakin agama manapun di larang menghina agama lain

    • Maksudnya adalah bahwa ada 2 macam agama. Kalau macam orang yang beragama ya memang benar ada 2: yaitu orang yang beragama & yang tidak beragama. Tapi yg sedang kita bahas adalah macam agamanya.

      Salam.

  4. Ada juga usaha lain dalam Islam jika berpuasa sebulan penuh ketika bulan Ramadhan maka dosanya akan di hapus dan kembali putih bersih seperti kertas. Tapi ini juga masuk mekanisme bahwa keselamatan manusia berasal dari diri sendiri.

    Kalau tentang pengorbanan Yesus untuk menebus dosa manusia, yang saya dengar dari teman-teman Kristen bahwa dosa yang di tebus adalah dosa turunan Adam, bukan dosa yang diperbuat oleh diri manusia sendiri seperti pernah berbohong atau mencuri.

    Sementara dalam Islam tidak mengenal dosa turunan Adam ini, tapi cuma mengenal dosa-dosa yang di perbuat manusia itu sendiri selama hidup di dunia.

    Jadi, konsep dosanya sudah beda.

  5. Malah pendapat saya mah agama cuma 1 (satu)
    Lho?
    Lha yang lain-lain pada kemana?
    Kita mulai dengan definisi agama, sederhananya agama adalah Petunjuk/Ajaran Tuhan atau jalan menuju Tuhan. Siapa Tuhan itu? adalah yang menciptakan kita dan alam semesta dimana kita tinggal. Logikanya Tuhan yang menciptakan alam semesta ini pasti hanya ada satu Tuhan. kalo lebih dari satu, suatu saat Tuhan akan berantem gara-gara misalnya bagaimana cara mengelola alam semesta. Kebayang kan kalo Tuhan berantem? Matahari dilempar, galaksi ditendang, mau jadi apa kita manusia di bumi.
    Nah, Tuhan yang satu ini tidak mungkin menurunkan agama kepada manusia berbeda-beda. misalnya Zaman purbakala mah agamanya A,B,C, Zaman Modern mah agamanya X,Y,Z atau berbeda2 kepada tiap bangsa.Tuhan tidak konsisten adalah mustahil. Ajaran Tuhan harus sama dari zaman dulu hingga sekarng. Tuhan manusia Zaman Purbakala akan sama dengan Tuhan Manusia Zaman Modern, Tuhan bangsa A akan sama dengan Tuhan Bangsa B, karena yang menciptakan Manusia di Zaman dulu dengan manusia modern adalah tuhan yang sama,atau Tuhan yang menciptakan Bangsa A dan Bangsa B adalah Tuhan yang sama
    Timbul pertanyaan, jadi agama yang satu itu agama mana? mengingat faktanya agama didunia ini banyak.
    Inilah tugas kita untuk mencari dan membuktikannya, konon katanya kita manusia ini diberi akal fikiran dan terbukti bumi kita yang kita tempati asalnya gelap gulita menjadi terang benderang berkat akal fikiran manusia.
    Yang jelas logikannya, jika agama A benar yang lain pasti salah, atau jika agama B benar pasti yang lain salah. Satu Agama saja.

  6. Dalam bahasa yang lebih gaya sedikit, kadang ada kata ortodoksi dan ortopraksi. Ortodoksi lebih fokus pada ajaran yang dianggap benar, atau dalam bahasa gaul mungkin kita bisa ngomong penekanannya pada iman. Beriman bahwa itulah yang terjadi Lha iman itu macem2 termasuk iman bahwa Allah telah menjadi manusia 🙂 dsb

    Sedangkan ortopraksi penekanannya lebih ke arah perbuatan. Memang ada sedikit perbedaan penekanan dua hal itu dalam berbagai agama , tetapi bagaimanapun kedua hal itu juga diakomodasi dalam agama2 itu sendiri.

    Iman tanpa perbuatan itu nggak bunyi apa-apa. Begitu juga jika ada yang berpikir bahwa yang penting adalah berbuat, dasar dari perbuatannya ya sebenarnya karena iman.
    Mengapa seseorang berpuasa misalnya, ya dasarnya karena orang tersebut beriman kemudian dia berusaha melaksanakan ajaran agamanya. Begitu juga pada sisi sebaliknya karena seseorang berimanlah maka iman perlu diimplementasikan antara lain dengan berpuasa, berdoa, dsb.

  7. Sisi lain yang juga dilihat adalah hak prerogatif Tuhan dan usaha manusia.

    Dua konsep ini juga sebenarnya diakomodasi atau ada dalam banyak agama. Ini kaitannya dengan ortodoksi ortopraksi tadi.

    Manusia memang harus berusaha tetapi dalam usahanya tersebut juga diharapkan ada kesadaran bahwa manusia berencana Tuhan yang menentukan.

    Bukan karena Tuhan yang menentukan maka manusia tidak berusaha, atau karena manusia merasa sudah berusaha maka segalanya pasti terjadi menurut kehendak manusia.

    Lha keselamatan di agama manapun ya datangnya dari Tuhan, Ketika ada sebuah perbuatan dianggap menyelamatkan atau mengurangi dosa dsb perspektifnya adalah karena manusia tersebut percaya bahwa dia justru sedang melaksanakan perintah Tuhan. Jadi perbuatan itu dilakukan dalam konteks melaksanakan perintah yang diimaninya. Bukan semata-mata “perbuatan itu sendiri” yang menyelamatkan. Tetapi karena perbuatan itu dilakukan dalam rangka menjalankan sesuatu yang diimani.

    SALAM

    • @Mas Lovepassword,

      […] Bukan semata-mata “perbuatan itu sendiri” yang menyelamatkan. Tetapi karena perbuatan itu dilakukan dalam rangka menjalankan sesuatu yang diimani.

      Cukup dalem nih…

  8. sayang tema yang diusung berat tapi pembahasanya tempe…

    “Misalnya kalau manusia berdosa, maka jika berbuat baik itu sudah melunasi dosanya. Atau dengan membayar zakat atau menolong sesama, maka itu bisa dianggap membayar dosanya….”

    entah dapet ilmu dari mana bisa berteori kayak gini, kalaulah teori ini dipakai maka katolik juga tidak memerlukan juru selamat, tinggal ke gereja aja bikin pengakuan dosa, dosa terhapus pus pus dengan sendirinya qiqiqi…

    Juru selamat itu apa ? dosa itu apa ? Tuhan itu apa ? bahas dulu dengan jelas baru mulai beretorika !

    • @Bro Ferry,

      Hihihi… Ngga menyimak ya?

      Itulah bedanya, yang satu membutuhkan Penyelamat dan yang satu lagi tidak memerlukannya. Tentu masing-masing punya teorinya sendiri-sendiri.

      Salam.

  9. Seperti ungkapan umum dari balik bilik suci “I forgive you my child…” entah yang bicara mewakili Tuhan atau juru selamat atau entah siapa yang jelas koq bisa ya mengampuni dosa ?…

  10. Kalaulah Juru selamat itu adalah Tuhan yang menitis atau Tuhan dalam bentuk manusia atau apalah yang intinya Tuhan, maka bedanya apa dengan agama samawi yang lain dalam konsep pemisahan agama menjadi 2 tersebut ? toh agama – agama tersebut juga mempercayai bahwa hanya Tuhan yang mampu menentukan siapa yang selamat dari dosa dan siapa yang tidak, kalaulah yang dimaksud membutuhkan juru selamat dalam konsep bahwa juru selamat tersebut membawa ajaran keselematan bukankah agama samawi yang lain juga seperti itu ? sungguh postingan ini sangat dangkal dengan menagndalkan logika berfikir anak kecil !

    • @Bro Ferry,

      Hihihi… Jelas beda lah. Belum tahu bedanya ya? Yang dibawa-Nya tidak hanya ajaran kok. Jauh lebih besar dari itu.

      BTW, tertarik untuk diskusi di postingan dangkal yang menggunakan logika berfikir anak kecil ini?

      Salam.

  11. Dalam konsep ISLAM tidak ada cara menghapus dosa, bahkan taubat yang se taubat – taubatnya itu juga tidak otomatis menghapus dosa, yang ada adalah bahwa manusia berharap bahwa taubatnya diharapkan menghapuskan dosa yang telah terbuat jika di ridhai oleh ALLAH sebagai Tuhan hakim yang adil, dan hal tersebut hanya bisa diketahui nanti setelah mati dan hari hisab/penghitungan datang setelah datangnya hari kiamat.

    • @Bro Ferry,

      Masak sih?
      Berarti bertentangan dengan apa yang dikatakan Sdr. Yari dan Sdri. Fitri dong? Tuh dituliskan bahwa berpuasa bisa menghapus dosa sehingga bisa menjadi putih bersih seperti kertas.

      Salam.

  12. Lg iseng liat2 … eh seru banget disini hehehe.
    Tp kok cenderung jadi perdebatan ya? Walopun suhunya anget sih, ga panas2 amat. Trus konteksnya macem2 lg hehehehe. Walaupun … teteuppp … Semua pendapat punya dasar argumentasi sndiri2 & benar dlm konteks masing2.

    Bicara agama nggak perlu perdebatan ah, lha wong acuannya ke Tuhan (Yang Maha Benar) + di dalamnya diatur “pagar2” yg kalo dikaitkan kehidupan sosial (baca: kehidupan sehari2) biasa kita sebut norma/nilai kok … yang nota bene bikin hidup jd enak+damai … jadi intinya … baik2 saja.

    Anyway, mas Emanuel juga cuma mengangkat wacana yang terinspirasi dr audiobook yang berusaha diperdalam tho hehehehe ..

    Semakin dalam semakin gelap kayaknya ya.
    Just believe in Him & do what He says through your own faith right now, let the rest remains as mystery …

    ps : Does He ever ask you to argue each other? 🙂

  13. “Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.” (QS. Yunus:19)

  14. Syukur lah kpd Allah yg hanya saya kenal dalam nama Yesus. Lebih bagus saya tidak beragama tetapi tetap dikenal oleh Bapa yg dari padaNya segala sesuatu ada dan oleh kasihNYa didalam Kristus maka saya hidup bagi kemuliaanNya dan hanya untuk Dia saja.

    Amen Halelujah

    • Beragama atau tidak, Allah tetap kenal kita bahkan lebih mengetahui dari apa-apa yang kita tidak ketahui, kenapa? karena Allah itulah yang menciptakan kita dan alam semesta tempat kita hidup. Jadi beragama atau tidak Allah tidak akan rugi, yang rugi kita sendiri.
      “Syukur lah kpd Allah yg hanya saya kenal dalam nama Yesus”, pengertian saya syukur kpd Allah dikenal lewat ajaran Yesus. (apakah Mas Robinson A. Sihotang, Mas Dewo atau yang lain setuju?
      Dalam bahasa agama secara umum, kata “dikenal” oleh Bapa mengandung pengertian karena kita menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya melalui ajaran-Nya, “tidak dikenal” berarti berlaku sebaliknya.
      Logikanya: tidak mungkin dong ada pilihan “lebih baik tidak beragama” kalo ketidak beragamaan itu kita tetap dikenal oleh Bapak, apalagi ditambah dengan pernyataan “…saya hidup bagi kemuliaan-Nya…” disini tersirat rasa ketaatan terhadap petunjuk. Kalo secara sadar kita memilih tidak beragama, tentunya kita akan sanggup menolak petunjuk/ajaran itu.
      Betul ga?

  15. Lama-lama beragama itu nyusahin ya? Agama yang satu dengan yang lain gak pernah bisa akur. Setidaknya akur tanpa saling merendahkan ato melecehkan ato menganggap diri paling benar.

    Kalo gini jadi males beragama. Tapi aku percaya pada Nya, kasih Nya, bahkan disaat susah pun aku selalu mengadu pada NYa. Dan untungnya DIA itu selalu mendampingiku.

    Siapa DIA? Biarlah itu menjadi rahasia antara aku dan DIA. Yang pasti DIA ku ini tak pernah meninggalkanku.

    • @Mbak Choco,

      Sebenarnya ngga susah kok. Di posting ini tidak ada pelecehan kok dan tidak ada yg menganggap diri paling benar. Ups… kalau dari komentar2 yg lain sih mungkin memang ada yg begitu. Hihihi…

      Mosok hanya gara-gara kayak gini jadi males beragama?

      GBU

  16. Saya setuju dengan pendapat penulis. Kristen mengimani Juru Selamat, yaitu Yesus : “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yg datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. (Yoh 14:8).

    Artinya tanpa Yesus, manusia tidak dapat diselamatkan. Titik.

    Tulisan di sini bukan merupakan pelecehan atau merendahkan agama lain, tapi sebagai sesama mahkluk ciptaan-Nya, sudah menjadi kewajiban untuk saling sharing apa yang diyakini.

    Keselamatan yang saya Imani menjadikan saya berkewajiban untuk mewartakan kepada sesama yang belum mengenal sang Juru Selamat. Karena saya tidak boleh egois untuk “selamat sendiri, sementara yg lain tidak selamat”. Bukankah sungguh rahhmat bila kelak “kita semua” dapat memandang wajah Allah ?

    Semoga bermanfaat.

    Salam.

    • Maaf kalo repost, kayaknya yang pertama error

      Mbak Sisil, setuju banget (Yoh 14:8), tapi konteksnya dijelaskan pada ayat selanjutnya Yoh 14:15, juga Matius 7:24, (Intinya: beriman kepada Yesus harus diikuti dengan melaksanakan segala ucapan Yesus baik berupa perintah ataupun yang dicontohkan Yesus).

      Dalam hal ini saya beda pendapat dengan penulis mengenai: “Namun hanya ada 1 agama yang memiliki landasan iman yang unik, yaitu Kristen, dimana Kristen mengimani perlunya Sang Juru Selamat. Bahwa manusia itu perlu seorang penyelamat untuk terlepas dari dosa-dosanya.
      Disini tersirat, tidak perlu melaksanakan apa yang diperintahkan Yesus (bertentangan dengan Yoh 14:15, juga Matius 7:24)

      Mengomentari pendapat Mas Dewo dalam komentarnya kpd Lovepassword, “[…] Bukan semata-mata “perbuatan itu sendiri” yang menyelamatkan. Tetapi karena perbuatan itu dilakukan dalam rangka menjalankan sesuatu yang diimani.”
      Kesimpulan : Iman saja sudah cukup? atau Iman + perbuatan, atau perbuatan saja (saya pikir tidak mungkin, pepatah aja mengatakan tidak ada asap kalau tidak ada api).
      Jadi menurut Mas dewo yang mana nih?

  17. There is only one religion,
    the religion of love,
    …..
    There is only one language,
    the language of the heart,
    …..
    There is only one caste, the caste of humanity,
    …..
    There is only one God, He is omnipresent
    ….
    kalo semua udah mikir kyak gtu kyaknya bakal damai deh..

  18. @ Emanuel :

    Hehehehehe … jd sensi ah. Maksudnya mbak Choco males bukan gara2 postingan ini kali :p … Mungkin maksudnya suasana umum yg biasanya terjadi ya mbak 🙂
    Saling lempar argumen dari “kebun” masing2. Yg satu bilang “timun”nya paling enak, yg lain bilang “labu”nya paling ok. yg lain bilang “duren”nya paling dahsyat. Tp kalo emang pada suka lempar2an ya sok atuh hehehehehehe. Asal inget, namanya “buah” pasti penting buat “kesehatan” … any fruit.

    GaBU (God always Bless Us)

  19. @Mbak Sisil,
    Setuju banget (Yoh 14:8), tentunya dalam pengertian apa yang dikatakan dan dicontohkan oleh Yesus harus betul-betul kita ikuti dan laksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

  20. @Ha,

    Sedikit koreksi : “Jadi beragama atau tidak Allah tidak akan rugi, yang rugi kita sendiri”.

    Menurut hemat saya (saya hemat dlm pengeluaran) kata-2 di atas kurang tepat. Tersirat bahwa Allah tidak berbuat apa-2 atas kesalahan kita. Menganggur. Apa iya ?

    Tidak ! Tidak sama sekali. Allah kita tidak pernah berhenti bekerja. PenciptaanNya dilakukan terus menerus sampai saat ini. Dan hasil ciptaanNya ‘baik adanya’.

    Allah selalu berusaha supaya manusia selalu dekat denganNya. Teguran2 yg manusia terima adalah harapan Allah agar manusia kembali bersekutu denganNya.

    Pengorbanan Kristus di kayu salib adalah contoh bagaimana usaha keras Allah agar manusia memperoleh Keselamatan.

    Lalu apabila kita tidak beragama (yg berarti tidak mengenal Penyelamat), sia-sialah pengorbanan sang Maha Kasih tergantung di kayu salib.

    Semoga berkenan.

    Salam.

  21. @ Mbak Sisil
    Mohon maaf kalo kurang jelas!

    Maksudnya begini:
    Allah telah menurunkan agama/ajaran/petunjuk kepada manusia melalui utusan2Nya (para Nabi) dan terangkum didalam yang namanya KITAB SUCI.
    Tinggal terserah manusia, mau atau tidak untuk mengikuti agama/petunjuk Allah yang telah diturunkan tersebut.
    Mau mengikuti berarti keuntungan yang didapat. Tidak mau mengikuti/tidak beragama berarti kerugian besarlah yang akan didapat.
    Seandainya semua manusia di dunia tidak mau mengikuti petunjukNya/tidak mau beragama, Allah tidak akan turun derajat dari jabatan ke-Tuhan-anNya, dan yang jelas manusia itulah yang rugi besar.

    Allah Maha Tahu segala kelemahan manusia karena Dia yang menciptakannya,walaupun manusia diberi kelebihan berupa akal fikiran.
    Logika sederhananya begini :
    Pabrik menciptan TV beserta petunjuk penggunaanya.
    Kita mau mengikuti petunjuk penggunaannya berarti kita akan mendapat keuntungan, misalnya wawasan kita menjadi luas dengan menonton berita di tv.
    Sebaliknya kita tidak mau mengikuti petunjuk penggunaannya misalnya “turn on” putar kekanan, kita malah putar kekiri, atau pasang pada tegangan 110 Volt, malah dipasang pada tegangan 220 Volt. Sudah dapat diduga tv tersebutakan hancur. Maka kerugianlah yang akan kita dapat. Tetapi Pabrik mah tidak akan rugi dan tidak bisa dituntut.
    Mudah-mudahan mengerti maksudnya.

    Maaf balik bertanya, ga apa-apa kaan?

    Pendapat Mbak Sisil: (saya copy paste)
    “Lalu apabila kita tidak beragama (yg berarti tidak mengenal Penyelamat), sia-sialah pengorbanan sang Maha Kasih tergantung di kayu salib.”

    Pertanyaanya:
    Kalo begitu dimana posisi KITAB SUCI sebagai petunjuk manusia? Bagaimana cara kita mengenal Penyelamat kalau kita tidak mempelajari KITAB SUCI?

  22. @Mbak Sisil

    Tidak ! Tidak sama sekali. Allah kita tidak pernah berhenti bekerja. PenciptaanNya dilakukan terus menerus sampai saat ini. Dan hasil ciptaanNya ‘baik adanya’.

    Setuju sekali!
    Juga artinya Allah tidak pernah lengah dan Maha Mengetahui dari hal sekecil apapun didunia baik yang tersembunyi dalam hati manusia ataupun yang terang-terangan di alam semesta. Keteraturan perjalanan alam semesta (hukum alam) adalah salah satu bukti adanya Sang Pencipta.

  23. @Mbak Sisil & Mas Ha,

    Wah, bahasan yang cukup berat.
    Saya memahaminya adalah bahwa sebenarnya Mbak Sisil & Mas Ha ini sependapat, yaitu bahwa agama & Kitab Suci adalah panduan hidup kita yang harus kita imani. Dan Allah dengan cara-Nya sendiri tetap bekerja dalam kesetian-Nya untuk selalu menyertai manusia.

    Namun sebagai konsekuensi kita beriman, maka kita pun dituntut untuk tumbuh, berkembang dan berbuah. Dari buahnyalah kita dinilai. Ini berarti bahwa kita harus mengamalkan ajaran agama kita dan dapat memberikan buah yang baik.

    Seperti Allah yang tidak berhenti bekerja, kita pun dituntut untuk berbuat baik sesuai dengan tuntutan keimanan kita. Bukankah iman tanpa perbuatan adalah kosong? (Yakobus).

    Sedangkan Mbak Sisil lebih menekankan kalau manusia bisa saja menolak agama atau ajaran yang telah diajarkan oleh Tuhan. Tentu saja manusia yang menolak ini akan rugi. Bisa iya bisa tidak sebenarnya. Karena Allah selalu punya cara-cara yang ajaib yang bisa membalikkan manusia 180 derajat. Ingatkan tentang kisah Saul/Paulus? Bukankah tadinya dia adalah penganiaya gereja mula-mula? Namun oleh karya Yesus sendiri, Paulus menjadi rasul yang paling berpengaruh.

    Salam.

  24. @Mas Dewo

    Sebelumnya mohon maaf, bukan berarti saya egois atau bermaksud merendahkan Saul/paulus, melainkan berdiskusi mencari dan berbagi kebenaran, karena kebenaran walau cuma satu adalah milik bersama.

    Kalo tidak setuju saya mohon maaf, dan silahkan dibantah, tentunya dengan alasan2 yang mendukung.
    (biasanya kalo sudah menyangkut idola kebenaran, suka rada2 sensitif)

    Walaupun bagaimana hebatnya Saul/Paulus, tidak bisa dibandingkan dengan Yesus. Alasan: mengapa Yesus tidak bisa dibandingkan dengan Paulus:
    1. Keajaiban kelahiran Yesus
    2. Yesus adalah Mesias
    3. Dengan izin Tuhan, dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita kusta dll.

    Seperti yang dikatakan oleh Mbak Sisil : “Kristen mengimani Juru Selamat, yaitu Yesus : “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yg datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. (Yoh 14:8)”

    Jadi, Yoh 14:8, Yoh 14:15, juga Matius 7:24 adalah standar bahwa kita mengasihi Yesus.

    Kita beriman kepada “Yesus” bukan kepada “Paulus”.

    Dimungkinkan karena :

    1. Walaupun Paulus mengaku menjadi Rasul dan paling berpengaruh, tapi tidak pernah saya mendengar bahwa orang Kristen beriman kepada Paulus. Satu bukti bahwa kerasulan Paulus diragukan.

    2. Kalo Paulus memang Rasul, pokok ajarannya harus sama dengan ajaran Yesus dan Rasul2 sebelumnya.

    3. Seseorang yang dipersiapkan oleh Tuhan untuk kelak menjadi Rasul, umumnya mempunyai track record prilaku yang baik dari semenjak kecil sampai akhir hayatnya.

    Paulus bekas penganiaya Gereja kemudian menjadi Rasul. ini tidak lazim. oleh karena itu kita wajib menguji ajaran Paulus dengan ajaran Yesus. Bukankah Yesus memerintahkan untuk menguji setiap orang yang mengaku Nabi/Rasul?

    Mungkin alasan Mas Dewo karena Allah bekuasa untuk membalikan manusia 180 derajat (seperti postingan terakhir Mas Dewo). Tapi kaidah2/aturan2 tertentu yang telah ditetapkan Allah tidak mungkin Allah sendiri yang melanggarnya.

    Demikian alasannya, sekali lagi Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan atau terkesan menggurui.

    Salam.

    • @Mbak Ha,

      Tidak apa-apa kok kita berdiskusi di sini.

      Oh iya, mungkin Mbah Ha belum mengerti di sini bahwa saya & Mbak Sisil kebetulan memiliki agama yang sama, yaitu Katolik. Jadi jelaslah bahwa kami mengimani Yesus Kristus, dan bukan mengimani Paulus. Bahkan kami selalu mengawali & mengakhiri doa dengan membuat tanda salib dengan berkata: “Demi nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.” Kami tidak pernah berdoa dengan “Demi nama Bapa, Paulus dan Roh Kudus.”

      Dan kami tidak pernah membanding-banding antara Yesus Kristus dengan Paulus. Jadi Anda tidak perlu memperjelasnya dengan membuat perbandingan antara Yesus Kristus dengan Paulus.

      Kalau saya coba pahami, mungkin Mbak Ha ini kurang memahami apa yang saya & Mbak Sisil tuliskan di atas. Jadi mohon dibaca sekali lagi komentar kami. Karena jika Anda dapat memahaminya dengan baik, saya rasa Anda tidak perlu berkomentar seperti di atas ini.

      Terima kasih.

  25. Sekali lagi saya minta maaf.

    Ok. biar fokus, kita diskusikan/kembangkan yang telah kita sepakati yaitu beriman kepada Yesus dan beriman harus dengan perbuatan.

    Kita kembali ke laptop, eh salah,kita kembali ke Yoh 14:8 (canda dikit ah biar rileks).

    Kita telah sepakat beriman kepada “Yesus” dasarnya jelas. Argumen Mbak Sisil sangat kuat karena disertai dengan dalil Yoh 14:8

    Ijinkan saya untuk meluaskan artinya tetapi tidak menyimpang maksud dari ayat tersebut (bukan maksud menggurui).
    Kata Yesus : “Akulah jalan” artinya segala perintah dan larangannya adalah resep bagi kita untuk sampai kepada Allah, “Kebenaran” artinya semua perbuatannya adalah contoh bagi kita bagaimana melaksanakan perintah Allah dan perbuatannya adalah kebenaran. “Hidup” kalau kedual hal tadi dilaksanakan dengan kesadaran, kita termasuk orang yang hidup artinya diperhitungkan dihadapan Allah. Kalau tidak, kita hidup tapi sama saja dengan orang mati, jadi sampah. Apa yang pantas untuk sampah?ya dibuang atau dibakar supaya bersih (dalam pengertian Neraka).

    Lalu permasalahan yang terjadi apa?

    Kita lihat pada ayat Yoh 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”

    Dari ayat tersebut (tersirat) Yesus sudah memprediksi bahwa akan ada orang-orang yang mengaku beriman kepada Yesus tetapi tidak untuk perbuatan, perintah dan larangannya dan ini berlaku umum kepada siapa saja yang mengaku beriman kepada Yesus. Dan ayat-ayat lain yang mengisyaratkan akan adanya pembangkangan terhadap ajaran Yesus.

    Nah dari konteks tersebut mengertilah kita bahwa benar beriman harus dengan perbuatan, tapi perbuatan yang mana yang dimaksud? tentunya seluruh perbuatan yang melekat pada diri Yesus semasa hidup, termasuk segala perintah dan larangannya, seperti yang telah saya bahas Yoh 14:8.

    Banyak perintah2 dan contoh2 perbuatan Yesus yang luput dari perhatian padahal Yesus masih mengatakan kepada umatnya saat itu “banyak hal yang belum Aku katakan kepadamu tetapi saat ini kamu belum sanggup untuk menanggunya”. (maaf ayatnya lupa, mohon dikoreksi kalo salah)

    Salam

    • @Triani,

      Fitri telah pergi. Sebagai gantinya adalah Triani. Tapi saya tetap pesimis nih. Karena Triani sama ngga nyambungnya.

      Saya kok curiga kalau Fitri itu sama dengan Triani? Benarkah?

      Salam.

  26. Maaf baru bisa respon, Benar juga agama hanya dua macam yaitu 1. agama yang dibuat oleh manusia, karena kebutuhan untuk ketenangan, keselamatan dll dan 2. agama yang berasal dari sang pencipta, karena hanya Dia yang tahu kebutuhan manusia untuk keselamatan dirinya di dunia dan nanti setelah manusia mati. Untuk memahami apakah agama itu berasal dari sang pencipta manusia hanya ada kreterianya yang ditentukan oleh sang pencipta manusia bukan adanya campur tangan manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.