Terror Kucing

Belakangan ini di rumah kami selalu disambangi sekeluarga kucing. Ehm, tidak lengkap sekeluarga sih karena cuma ada seekor induk dengan 2 anaknya. Entah dimana ayahnya. Sebenarnya lucu juga sih mereka itu.

Masalahnya adalah lama-kelamaan kami merasa terterror dengan kehadiran mereka. Seandainya saja mereka tidak ekspansi atau seandainya mereka anteng-anteng saja, mungkin kami tidak akan keberatan. Tapi ternyata tingkahnya makin menjadi.

Mulai dari eek sembarangan di taman & teras, tiduran di baju yang terjatuh dari jemuran, tidur & bermain beralaskan keset atau jejeran sepatu & sandal, dan yang mengerikan adalah karena mereka mau masuk rumah. Ya, kami agak ngeri kalau mereka masuk rumah karena kami tidak mau Kirana Tercinta bermain dengan mereka. Hem, padahal Kirana nampaknya suka kucing. Tapi melihat betapa comel kotornya mereka, rasanya tidak rela jika Kirana bermain dengan mereka.

Oh, gangguan di atas belum seberapa walau pun sudah cukup menerror kami. Terror yang sebenarnya akan daku ceritakan di halaman selanjutnya. Tapi daku peringatkan kalau cerita ini akan mengerikan bin menjijikkan. Jadi kalau pembaca tidak kuat dengan hal ini, sebaiknya tidak meneruskan membaca posting ini.

Woke, rupanya pembaca cukup bernyali membaca lanjutannya. Jangan salahkan daku jika pembaca jadi ikutan terterror dengan kengerian & kejijikan cerita ini. Jadi kalau merasa tidak kuat, silakan tinggalkan cerita ini!

Tapi kalau merasa kuat, yuk kita simak bagian mengerikan dan menjijikkan dari terror ini.

Bermula dari bau-bauan tak sedap yang kami endus tapi tidak kami temukan sumber baunya. Baru beberapa waktu sesudahnya kami tahu sumber bau itu, yaitu dari bangkai seekor tikus. Dan yang mengerikan adalah karena bangkai ini sudah tidak utuh. Perutnya sudah terburai, kepala & ekornya sudah terpisah dari badannya. Hoeks… kontan kami menjauhkan Kirana Tercinta dari pemandangan sadis ini.

Membersihkannya adalah tugas yang sungguh mengerikan. Bagaimana tidak, daku harus memungutnya satu per satu dan memasukkannya ke dalam tas plastik. Tentu saja memungutnya dengan potongan karton dus, karena betapa menjijikkannya jika harus mengambilnya dengan tangan. Howeks…

Memungutnya juga bukan pekerjaan yang mudah. Coba lihat potongan kepala dengan mulut menyeringai memamerkan gigi-gigi tajam. Jauh dari kelucuan tikus kartun Jerry yang selalu bermusuhan dengan kucing Tom. Jangan lupakan badannya yang terbuka perutnya. Belum lagi baunya! Howeks, cuih-cuih…

Setelah tugas mengerikan ini, daku pun langsung cuci muka, cuci tangan & kaki berkali-kali. Kemudian dilanjutkan mengguyur teras dengan desinfektan.

Tapi tingkah laku para teroris itu belum selesai sampai di sini. Suatu malam Sisi berjalan dan menginjak sesuatu. Coba tebak apa yang diinjak! Es Krim? Hayah… Yang benar adalah bangkai tikus lagi. Karena sudah terinjak, tentu jadinya mencedel. Hem… apa ya padanannya mencedel? Pokoknya jadi gepeng dan isinya terburai-burai gitu. Hi…

Langsung saja sang bangkai disemprot air sampai masuk selokan. Dan teras sekali lagi harus dibersihkan dengan desinfektan. Hiii…

Saat ini kami benar-benar terterror oleh keluarga kucing ini. Berkali-kali diusir, tapi berkali-kali pula kembali. Bukannya kami tidak suka binatang apalagi kucing, tapi kami ingin melindungi Kirana Tercinta dari bahaya yang bisa timbul dari keluarga kucing ini. Bukankah bangkai-bangkai tikus itu bisa menimbulkan penyakit?

Apa perlu menghubungi Densus 88 ya? Hihihi… lebay deh.

~~~

Catatan: Gambar diculik dari Mbak Wiki

Iklan

36 pemikiran pada “Terror Kucing

  1. Hiii !!… aku paling ga suka kucing, walaupun katanya lucu.
    Selain jorok, kucing sumber penyakit.

    Piara anjing aja, biar kucingnya lari.

    Aku sendiri waktu kecil piara anjing, jadinya kucing ga berani masuk rumah.
    Selain buat nakut-2in kucing, anjing juga bisa buat jaga rumah.

    Anjing tuh binatang yang setia. Nonton kan film Hachiko ??? Nah, waktu kecil dulu anjingku kaya gitu.

    Hehe… jadi curhat. Aku jadi kangen sama anjingku.

    • @Mbak Sisil,

      Dulu keluarga kami juga suka melihara anjing. Benar-benar setia & sopan. Tidak seperti kucing yg suka nyolong.

      Eh, Hachiko kayak gambar di bawah ini ya? Dulu kami juga pernah punya anjing sejenis ini.

  2. Itu kucing nomaden mas …
    Kucing liar yg sangat tidak jelas asal usulnya. Kucing jenis ini disarankan jangan dibiarkan masuk kerumah krn setengah penyakit menular telah menghinggapin badannya. ( Rabies., penyakit pembesaran kepala bayi, flu kucing dsb). Mereka biasanya hanya betah beberapa bulan di sekitar rumah dan setelah itu akan pergi menghilang entah kemana. Saya sarankan mas spy mengantisipasi anak-2 kecil jangan menyentuh kucing yg demikian. Dan sebisa mungkin harus diusir dan dihalau jauh.
    Salam kasih

    • @Pak Robin,

      Iya, pak. Nampaknya begitu. Makanya kami hati2 sekali jangan sampai Kirana berinteraksi dengannya. Semoga keluarga kucing ini bisa segera meneruskan perjalanannya (nomad-nya).

      Terima kasih.
      Salam kasih.

  3. Hiiiiyyy, belon lama kejadian itu juga menimpaku. Pas ngeluarin mobil kok di kolongnya ada sesuatu. Buntut daann……. aaarrrgggg jeroan tikus!!! Huuuwweekkksss…..

    Gak papa sih memberantas tikus, tapi plizz jgn di teras rumah doong. Mbok ya dibawa ke kobon kosong gitu. Huh, dasar kucing gak tau sopan! Aku juga benci sama kucing, sayangnya anak-anak seneng banget 😦

    • @Mbak Choco,

      Howeks… dasar kucing ngga ada pendidikannya babar blas… (hihihi)

      Kirana juga suka kucing. Kalau ketemu kucing pasti langsung bilang “Pus…” dengan nada menggemaskan sambil tangannya mengarah ke kucing. Di Semarang Kirana malah sempat diikuti kucing “mbang telon” pas jalan-jalan naik sepeda.

      Salam.

  4. Kucingnya kasih makan yang banyak. sambil kamu berdoa saja semoga mereka benar2 kenyang sehingga male s ngejar tikus…

    • @Lovepassword,

      Masalahnya adalah, di rumah tidak ada tikus. Entah dari mana tikus yg dimangsa kucing tersebut. Jadi keluarga kucing ini berburu tikus dimana, eh, menyantapnya di teras. Hiks…

      Kalau diberi makan terus, pasti malah jadi piaraan. Ini yang kami tidak mau.

      Salam.

  5. Hm…
    kalau melihat dari kronologisnya, betapa niat si kucing sebenarnya bagus yakni membasmi si tikus, tapi, ya namanya juga hewan, di mana dia dapat, di situ dia embat.

    saya termasuk pecinta kucing, tapi memang untuk kucing yang bersifat nomaden, alias musafir yang datang tanpa di undang, ya, agak risih juga, pernah suatu ketika mau di pindahkan kedaerah yang tidak dikenal, sampai-sampai kami membuat tempat khusus agar dia tidak melihat prosesi berjalannya pemindahpaksaan tersebut, eh, esoknya balik lagi. 😆

    tapi, saya di rumah tidak pernah menemukan tragedi seperti pak dewo kisahkan….

    tapi langkah yang sudah dilakukan bagus. Bagaimana pun, mencegah itu lebih baik. apalagi, jika kirana masih kanak-kanak…

    • @Mas Usup,

      Hihihi… bisa balik lagi ya kucingnya?
      Syukurlah Mas Usup tidak mengalami terror kucing.
      Iya, Kirana masih 1½ tahun. Masih rawan. Jadi harus benar-benar diperhatikan.

      Salam.

  6. Yang jadi masalah itu sebenernya si Tikus, usir dulu tikus2 itu.
    Selama tikus berkeliaran, si kucing pun akan betah.
    Karena makanan natural mereka ya tikus, burung kecil, tokek, dsb.

    Ada cara yg aman dan murah meriah untuk mengusir kucing : Bubuk Cabe.
    Cukup taburkan bubuk cabe itu di sekitar rumah.
    Mereka (si kucing, entah kalo si tikus) ga akan dateng lagi kapok sama pedesnya.
    Selamat mencoba 🙂

    • @Loopen Herveaux,

      Sebenarnya di rumah tidak ada tikus. Jadi si kucing ini membawa tikus entah dari mana.

      Wah, terima kasih tips bubuk cabe-nya. Akan kami coba resepnya. Terima kasih ya…

      Salam.

    • @nDaru,

      Hiks… iya, daku pengen piara anjing. Sayangnya istri ngga suka anjing. Dan kami masih punya bayi yg masih kami khawatirkan dampaknya jika ada anjing di rumah.

      BTW, daku dapat masukan dari @Loopeen untuk mengusir kucing, yaitu dengan bubuk cabe. Akan daku coba sarannya.

      Terima kasih.

  7. Asal kebersihannya terjamin, mandinya teratur, ndak sering2 kluar rumah, aman kok bang, naa buat “menyiasati” istri bang dewo yang ndak sukak anjing, ajaklah dia nonton pelemnya Richard Gere, “Hachiko”..sapa tau brubah pikiran :p, ini berhasil pada tante saya yang ndak sukak anjing

  8. d rmh ku jg lg ada keluarga kucing yg menetap di plafon rumah , berisik , ku jg gk brani ngebayangin udah ada apa aja d sktar mrk ( eek nya mis ) klw mw pelihara anjing pastinya lebih jorok kan ? jijik bngt ku ma lidah nya yg menjulur” itu , bau anjing jg amissss bngt kan ?????????

  9. nah,,,sama nih,,,ada beberapa kucing yang juga tinggal di kosan saya,,pas bgt di atas kamar saya, beranak pula. Stress denger suaranya kalo malem2 soalnya dia sambil nyakar2 eternit. Pertama pernah coba kasih kamper yang udah dihalusin tapi ga mempan babar blas yo…..

    Tapi paling kasian sama bibi kosan….dia tiap pagi dpt surprise….bersiin eek kucing, mana kucingnya suka diare,,kasian…

  10. Konyol tapi ga ada salahnya dicoba, ambil lidi terus ukur sepanjang ekor kucing tsb terus tancepin di tempat itu kucing sering pup. Semoga berhasil…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.