Nabi Isa Mirip Yesus

Masih ingat kasus Luna-Ariel-Cut Tari? Kalau sudah lupa, ya kebangetan. Lha wong sampai sekarang aja masih heboh kok. Hihihi…

Lha yang lucu kali ini adalah saat Menkominfo Tifatul Sembiring berpidato tentang kasus video porno “mirip” Ariel-Luna-Cut Tari yang kemudian dianalogikan dengan kasus “kemiripan” dalam cerita Nabi Isa di Al-Quran. Berikut adalah berita-berita tentang hal itu yang diberitahukan oleh Bro Jephman ke saya:

~ “Bikin Perumpamaan Terkait Video Porno, Tifatul Tuai Kritik” (detiknews)
~ “Ngebet Buka Topeng Ariel Cs, Tifatul Bawa-bawa Nabi Isa dan Yesus” (RakyatMerdeka)

Ya jelas saja Tifatul menuai banyak kritik. Bahkan ada yg menghujat, membodoh-bodohkannya dan menganggap wacananya sebagai pelecehan.

Kalau saya sih tidak hendak menghujat, membodoh-bodohkannya atau menganggapnya sebagai pelecehan, hanya saja saya ingin mengungkapkan keberatan bahwa analogi tersebut tidaklah tepat, yaitu:

1) Kasus Nabi Isa/Yesus ini berada di ranah agama yang melibatkan 2 keyakinan yang berbeda. Tentu keduanya berbeda keyakinan mengenai hal penyaliban ini. Bahkan tidak sedikit yang menganggap bahwa Nabi Isa (di Alquran) ini benar-benar sosok yang berbeda dengan Yesus Kristus (di Alkitab). Dari sini jelas kalau tidak bisa disandingkan dengan kasus Ariel yang tidak mengandung muatan “KEPERCAYAAN”.

2) Lebih lanjut, di Alquran dituliskan kalau yang disalib adalah orang yang berbeda yang “dimiripkan” dengan Nabi Isa. Sedangkan Kristen mengimani bahwa yang disalib adalah Yesus. Jelas ini konteks yang sangat jauh berbeda dengan “kemiripan” dalam kasus Ariel. Karena pertanyaan sederhana untuk kasus Ariel adalah: “mirip” atau “memang Ariel”?

Sedangkan dalam ranah AQ/Alkitab pertanyaannya adalah, apakah kita meyakini Alquran yg menyatakan bahwa yang disalib adalah “seseorang yang dimiripkan Nabi Isa” atau meyakini Alkitab yang mencatatkan bahwa benar-benar “Yesus Kristus yang disalibkan.”

Jelas-jelas karena sumber keyakinannya berbeda, yang satu percaya adanya 2 sosok dengan “kemiripan” dan yang lain mempercayai hanya ada 1 sosok yang lahir, menderita sengsara, wafat di kayu salib dan kemudian bangkit dan naik ke Surga, yaitu Yesus Kristus. Dengan begitu, kasus Nabi Isa/Yesus ini bukan masalah “mirip” atau “tidak mirip” atau “memang Yesus”, tetapi lebih ke pemilihan apakah kita akan mengimani “kemiripan” atau mengimani “Yesus Kristus.”

3) Lebih lucu jika kita lihat konteks zaman kejadiannya. Jika pada kasus Ariel, kita masih bisa membuktikannya secara langsung lewat bukti-bukti yang ada. Atau bisa juga dengan mendapatkan pengakuan dari para pelaku. Lha jadinya lucu banget kalau kita mau minta agar Nabi Isa mengaku apakah Beliau disalib atau digantikan oleh stuntman.

4) Memang di berita di atas tersirat bahwa Tifatul ingin segera menuntaskan kasus “kemiripan” ini. Tersirat saking ngebetnya sampai menganalogikan kasus Ariel ini dengan Nabi Isa. Jelas bahwa penggunaan analogi ini tidaklah tepat secara konteks “kengebetan”, karena kasus Ariel bisa dituntaskan sedangkan kasus “kemiripan” Nabi Isa tidak akan pernah bisa dituntaskan kecuali salah satu keyakinan tersebut “MENGAKU BERSALAH.” Hihihi… tambah ruwet kan?

5) Sejatinya tulisan saya ini sedikit lebay dalam mengungkapkan keberatan. Saya tahu kalau Tifatul sekedar menganalogikan “kasus mirip” dengan kisah kemiripan dalam penyaliban Nabi Isa di Alquran. Tapi beliau lupa kalau “kasus kemiripan” ini tidak terjadi di Kristen. Jadi analogi ini jelas ngga nyambung karena tidak bisa dipahami oleh semua orang.

Dan bukan berarti tulisan saya ini bermaksud membodohkan, menghujat atau menganggap perumpamaan Tifatul sebagai pelecehan loh! Saya tahu kalau Tifatul termasuk orang yang pandai, pintar, cerdas, dan kompeten. Bahasa kerennya: sehat lahir & batin. Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk melakukan hal itu.

~~~

Update terkait:
~ “Wahid Institute Sesalkan Pernyataan Menkominfo” (Liputan6)
~ “Menkominfo Klarifikasi Soal Analogi Kemiripan” (Liputan6)

Jangan lupa berkunjung ke “Yesus Tidak Pernah Disalib?” (Jephman)

46 pemikiran pada “Nabi Isa Mirip Yesus

  1. Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi orang lain….Saya berdoa buat Bapak Tifatul…agar bapak bisa berjumpa dengan Yesus dan memegang tangan Yesus yang berlubang paku itu…agar bapak bs buktikan omongan bapak sendiri….JBU

  2. “Lha jadinya lucu banget kalau kita mau minta agar Nabi Isa mengaku apakah Beliau disalib atau digantikan oleh stuntman.” << kenapa aku gak ketemu kata ini ya? 🙂

  3. @ Mas Setio Dewo terkasih

    Tanpa mengurangi rasa hormat dgn opini yg berseberangan.., jauh dilubuk hatiku terdalam saya sangat senang dgn pendapat pak Menteri Tifatul itu. Walau niat beliau memang hendak mengambil suatu contoh tetapi justru disitulah semua orang Kristen yg tidur akan dapat dibangunkan spy mengambil peran serta dlm pemberitaan INJIL itu. Jujur saja bhw pak Menteri itu sebenarnya sudah membaca posting sdr Jephman itu dan mulai bertindak berkata-kata berdasarkan apa yg ia ketahui bukan dari sumber yg sebenarnya yakni orang-orang Kristen yg lahir baru. Nah, hal itu sudah diijinkan Tuhan sehingga berita Injil itu tidak lg menjadi suam-suam kuku tetapi harap kita catat bhw Allah sepertinya sengaja menempatkan perkataan itu ke mulut pak Menteri dgn maksud bhw pemberitaan Yesus Kristus jauh lebih mulia dari pemberitaan video yg sangat bertabiat moral rendah.
    Bukan begitu mas ..
    Shalom .. ves Alelujuah

  4. Orang Indonesia bisanya selalu membanding2kan sesuatu dengan yang ada hubungannya dengan agama. Sampai video porno dianalogikan dengan tokoh2 agama. Kayak nggak bisa menganalogikan dengan hal/bidang yang lain saja. Padahal bidang lain juga banyak yang bisa dianalogikan dengan kasus kemiripan ini. Misalnya, di primatologi ada kemiripan antara Bonobo dengan simpanse misalnya yang serupa tapi memang beda spesies, dsb.

    Mbok ya kreatif dikit gitu, apa beliau tahunya kalau cuma dihubung2kan dengan agama saja ya?? Mungkin kepikirannya cuma segitu kali! Atau hanya mau cari sensasi aja?? Tauk deh…

    • @Pak Yari NK,

      Wah, analoginya asyik banget nih. hahaha…
      Mungkin benar sekali, mgkn beliau diskusinya selalu ngga jauh-jauh dari agama. Kalau hanya mencari sensasi, kayaknya enggak juga. Soale mencari sensasi model gini malah cenderung seperti bunuh diri.

      Salam.

    • Yah mungkin karena Pak Menteri kita kan pakar agama, jadi kalo membuat analogi sedikit banyak terkait dengan agama sebagai bidang yang beliau cukup dekat… Memang saya rasa nggak terlalu nyambung dengan topik Ariel Luna, analoginya rada lebay bawang bombay, tetapi juga tetap terlalu jauh rasanya kalo dianggap pelecehan…

      kayaknya gictu sih…

    • @Lovepassword,

      Mungkin sebagai pejabat negara alias negarawan, mgkn beliau perlu meluaskan wawasannya sehingga tidak melulu agama yg ada di perbendaharaan ilmunya.

      Salam.

    • Kalo dikau berkenan yah kau ajarilah dia ilmu TI kau itu… Hi Hi Hi.. Biar analoginya pake analogi yang lain barang, bukan cuma agama. kalo pake analogi TI, contoh yang enak apaan ???

  5. Ya, itu hanya pendapat manusia. . .ya gak apa apa tapi seharusnya tidak mengganggu ketentraman umat manusia. . .oke. .
    Yang terpenting buat umat kristiani marilah kita tunjukan bahwa murid-murid Yesus adalah manusia-manusia yang dapat menjadi garam dunia. Salom. . .

  6. video itu membawa korban lagi…tunggu aja korban-korban berikutnya…selama tidak ada keseriusan disitu muncul potensi bencana

  7. Yang mungkin paling enak jawabannya belah bahwa Tifatul benar-benar tidak meragukan fundamen Kristen yang penuh Kasih sehingga dia enteng menganalogikan masalah secara tidak etis terta konyol tersebut. Berikutnya mungkin sudah memang fundamennya demikian, sejak Al-Quran banyak mengutip kisah-kisah Injil secara salah dan kacau tidak pernah menimbulkan protes berdarah dari kaum Kristen, ini kontras seperti sikap muslim terhadap Muhamadiyah misalnya.

  8. Analogi tersebut memang benar benar tidak nyambung, tapi dari segi keinginan untuk menuntaskan apakah pemeran adegan itu Ariel atau yang dimiripkan, mungkin beliau juga ingin menuntaskan apakah yang dihukum di kayu salib itu adalah Yesus atau yang dimiripkan.

    Kalau itu yang beliau maksudkan, janganlah dalam kapasitasnya sebagai menkominfo.

    • Itulah yang terlintas dalam benak saya, mas, kalau tidak, itu adalah refleksi dari kaget menjadi menteri.

    • @hh,

      Wah, boleh juga tuh: “kaget jadi menteri.”
      Mungkin kedewasaannya kurang mendukung utk menjadi menteri. Hem… mgkn tdk hanya “fit & proper test”, tapi juga psikotest, dll ya? Supaya ngga mudah kaget.

      Salam.

    • Saya hanya mencoba meraba raba, mas De, dari sekian banyak kemungkinan mengapa seorang menteri membuat analogi separah itu, yah… karena kagetlah yang lebih mungkin.

      salam

  9. Coba dibalik!!!, ada mentri non-muslim, komen sesuatu pakek analogi nabi besarnya orang muslim…dijamin deh, orang jakarta musti brangkat pagi2 buat menghindari macet gara2 demo

  10. kalo saya pribadi, sangat tidak suka dengan analogi tersebut. bertambah kekecewaan saya dengan sosok pak mentri itu.
    analoginya sangatlah tidak pas menurut saya. kalo memang niat meng-agamakan kasus itu, selesaikan dengan cara agama pelakunya.
    kalo opini saya sih, tangkap dulu, penjara, boleh bebas kalo bisa membuktikan videonya itu palsu.

    🙂

  11. saudara2ku,yakinlh bahwa ini adlh cra Tuhan untuk umat-Nya bermazmur dan bersaksi tentang Dia.
    Dia adlh anak Allah untuk menyelamatkan dunia.

  12. memang Yesus selalu mengajarkan untuk selalu mengasihi setiap orang, bagaimanapun dia, sekalipun musuh,,,,,
    itu lah yang patutu di teladani orang kristen yang selalu mengasihi walupun sering dihina….
    agama2 lain harus melihat teladan yang diperlihatkan oleh Yesus dan pengikut-pengikutnya diseluruh dunia, walaupun agama kristen selalu dihina dan dicelah, tapi orang kriten selalu mendoakan mereka dan tidak membalas dengan kekerasan dan anarkis… seperti yang Yesus ajarkan:

    Matius: 5
    5:38. Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
    5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
    5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
    5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
    5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

    5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
    5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
    5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
    5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

    Salam Kasih dalam Yesus Kristus dari orang-orang kristen di seluruh indonesia dan dunia…

  13. # Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali””. (QS. 19:33)
    # Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (QS. 19:34)

  14. Tapi seberanya Alquran sama Alkitab kan isinya hampir sama.. cuma jadi beda karena bahasa asli Alquran sama Alkitab berbeda. Umat Muslim belajar membaca Alquran denga bahasa aslinya sedangkan Alkitab sudah di terjemahakan berulang ulang dan berbagai versi.

    Buat saya sih agama adalah pilihan hakiki manusia paling dasar. yang penting saling menghargai dan saling menjaga kerukunan. Semua agama benar apa adanya. Semua mengajarkan dasar hidup manusia berbuat baik lah selalu.

  15. Oke kasus Ariel yang dianalogikan seperti kemiripan Jesus oleh Tifatul, tidak usah heran, itu sudah nubuat, bahwa, jesus itu akan selalu dihinakan oleh daging (pecinta dunia). Tidak usah heran dalam kelompok kepercayaan Tifatul, merendahkan dan melecehkan kepercayaan/agama orang lain kayaknya seperti perbuatan amal/ibadah. Yang selalu memperbanyak amal termasuk mengusik-usik orang lain. Sesuai dengan kepercayannya, Tifatul tidak akan menyentuh body seseorang wanita yang mungkin bukan muhrimnya.Kecuali wanita itu, adalah wanita terpilih, permaisuri raja dunia, semua orang tahu tentang itu. Dia tidak akan mau bersalaman dengan seorang wanita indonesia, karena takut mengurangi ibadahnya,, najis, wibawa dia dimata umat akan berkurang.
    Sesuai dengan kepercayannya, dia itu ahli agama, walaupun dia itu seorang sarjana teknik, hebat . . . banget. dimata kaumnya dia itu pintar dan intelektual, semakin dia bisa menyindir kepercayannya orang lain, dimata kaumnya akan menjadikan rating kesuciannya akan naik. Itulah kepercayaan yang berlandaskan daging semata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.