Dasar Malaysia Kambing!

Tadinya daku sudah berusaha menahan diri tidak menulis apa pun tentang konflik RI dgn Malaysia. Tapi ternyata daku tidak tahan lagi. Apalagi setelah membaca banyak status dari berbagai jejaring sosial yg isinya mencela SBY. Ya benar, keputusan pemerintah dalam mengatasi konflik ini dengan diplomasi seperti yg dituangkan dalam pidato presiden malam ini memang mengundang banyak cercaan. Selain dari lawan politiknya, juga dari banyak masyarakat.

Benar-benar memprihatinkan. Mengenai hal ini, daku cuma punya opini sederhana. Daku menganalogikannya begini: ada seekor kambing jantan nakal yang hobinya ngajak berantem mulu. Hobinya memamerkan tanduk panjang bergelung indah kebanggaannya. Seandainya saja kambing nakal ini diladeni secara kambing juga, pasti terjadi adu tanduk antara dua kambing. Hem… tidak heran kan kalau sering terjadi adu kambing?

Lha kita ini bukan kambing, Saudara-saudara! Dan Indonesia ini bukan negara kambing, Sobat-sobat! Ya kalau ketemu kambing jantan nakal kayak gini, mestinya kita bisa ngelus-ngelus, syukur-syukur berhasil menjinakkannya. Nanti kalau sudah jinak, kita bisa menyembelihnya dengan suka cita. Apalagi kalau waktunya pas perayaan. Ya, tho?

Jadi, daku sangat setuju dengan keputusan pemerintah dan pidato SBY mengenai upaya diplomasi dalam mengatasi konflik ini. Ini jelas-jelas sikap manusiawi, bukan hewani! Coba dipikirkan jika kita meladeni Malaysia kambing dengan cara kambing juga, ya pasti bakal jadi kambing semua bangsa kita. Kalah atau menang tetap saja rugi. Ya tho?

Nah kemudian daku pun membuat status di FB yang berisi pesan:

Banyak status yg kecewa thdp SBY. Bagiku, SBY tetap pahlawan! Pahlawan jaman skrg tidak memanggul senjata dgn nyali dengkul, tapi lebih menggunakan akal & hati dalam memperjuangkan kedaulatan. Sekian pidatoku (lho?)

Hahaha… benar-benar melawan mainstream opini masyarakat. Tapi bukan Dewo kalo tidak begitu. Ciaooo…

21 pemikiran pada “Dasar Malaysia Kambing!

  1. Keputusan pemerintah untuk menyelesaikan “sengketa” dengan negara tetangga sudah benar yaitu diplomasi. Diplomasipun ada stratanya dari yang lunak sampai yang paling keras yaitu perang.

    Protes secara resmi oleh pemerintah terhadap negara lain sudah merupakan pukulan bagi suatu negara yang diprotes lho. Seorang dubes yang di pesona non gratakan juga sebuah hal yang memalukan bagi negara yang bersangkutan.

    Kalangan bawah sih maunya perang, tapi lihatlah dilapangan. Apa yang dilakukan oleh pihak sana bukanlah kebijakan resmi pemerintahnya, tetapi hanya ulah segelintir aparatnya. Berbeda misalnya jika pihak sana sudah mendeklarasikan perang atau sudah ada tanda-tanda mau melakukan perang.
    Perang juga menyengsarakan rakyat yang tak berdosa dikedua belah pihak.

    Lawan politiknya mengecam, tentu saja. Mana ada sih lawan politik yang memuji-mujinya.

    Jai, yo wis ikuti saja policy pemerintah yang tentu juga sudah dipertimbangkan secara sungguh-sungguh. keputusan itu tentu juga sudah mendapat masukan dari para pakar politik dan hubungan internasional.

    salam hangat dari Surabaya

    • @Pakde,

      Setuju banget, Pakde. Menurut daku sih, policy pemerintah sudah yang terbaik. Dan daku yakin SBY & jajarannya juga orang-orang yg terbaik, jadi segala keputusannya pasti sudah dipertimbangkan dgn sebaik-baiknya.

      Salam hangat dari Pekanbaru, Pakde.

  2. Setuju ma Pakde. Aku juga benci perang. Cari aja provokatornya, adili dan hukum tapi jangan perang. Ngeriiii… Wong kalo perang dah pasti kita yang menang kok! Aku juga sebel banget sih liat tingkah mereka, tapi klo bisa gak usah angkat senjata. Para provokator di sini juga sudah cukup menghina kok. KIta juga pasti marah kan kalo dilempari kotoran gitu.

    Dah gitu kalo gak ada jalan lain selain perang, itu para TKI suruh pulang dulu semua. Kalo ada apa-apa dengn mereka kasihan kan?

    • @Mbak Choco,

      Iya benar. Toh pelecehan & hujatan yang timbul bukan dilakukan resmi oleh pemerintah Malaysia. Demikian pula dengan pelecehan & hujatan dari rakyat Indonesia juga dilakukan oleh oknum-oknum saja alias bukan pernyataan protes resmi oleh pemerintah.

      Oh iya, surat protes Indonesia ke Malaysia belum ditanggapi oleh Malaysia. Mungkin mereka bingung mau jawab apa. Hehehe…

      Salam.

  3. pastinya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan presiden sby dalam pidatonya…salah satunya adalah keadaan TKI di Malaysia yang jumlahnya mencapai 2 jutaan dan itu belum termasuk TKI yang ilegal..SBY mungkin takut malaysia “mengganggu” para TKI (terlebih lagi TKI Ilegal), sehingga mencoba untuk berhati-hati thd Malaysia

  4. Kata-kata pak De …
    Lawan politiknya mengecam, tentu saja. Mana ada sih lawan politik yang memuji-mujinya.

    Lalu saya tersenyum …
    Apalagi kalau mereka punya media Televisi … hehehe … wajib tayang itu …!
    (seperti OrBa dulu …)

    Salam saya

    • @Ompakmas Nh18,

      Wah iya… apalagi media-nya tidak hanya TV, tapi juga majalah dan koran/harian. Pasti heboh dengan character assassination, walau pun sekarang bahasa pembunuhannya lebih halus tapi bisa membunuh karakter secara perlahan2.

      Salam

  5. waaaaaaa kalok saya setuju perang..tapi kan perang ndak melulu tembak2an…Lihatlah bagaimana pertandingan sepakbola jika Argentina ketemu Inggris, sentimen perang malvinas betul2 santer dan kental di pertandingan itu, kita ngeliatnya juga jadi seru kan?

    • @Mbak nDaru,

      Wah, kalau pertandingan sepak bola sih tidak masuk kategori perang. Atau paling tidak perangnya via games ya? Misalnya Travian, Age of Empire, Warcraft, Starcraft atau Counter Strike atau game2 perang lainnya ya?

      BTW, sekarang sedang marak perang di dunia maya sih. Misalnya dengan men-deface, meng-hack, meng-crack situs-situs Malaysia.

      Salam.

  6. Kamu benar2 tampil beda ? apa cuma sok tampil beda ? paling banter karena SBY itu kebanyakan bikin lagu mellow, jadi lagak lagunya ya sama mellownya….
    Memang Gak usah perang, tapi setidaknya tunjukkan ketegasan. Ngomong di Cilangkap kebesaran gaya, kok endingnya malah jadi dubes Malaysia.

    Lha SBY itu jendral beneran apa jendral kancil …? hik hiks…Dia bisa jadi jendral itu jangan2 cuma karena dia menantu Jendral terkenal Sarwo Edi ?? Mudah-mudahan sih dia bisa menunjukkan kalo dia itu gak terlalu memalukan .

    Bikin gregetan rakyat lama-lama. Daku ini pemilih SBY di pemilu kemarin, tapi akhir2 ini lagi dongkol betul ^_^. SBY beraninya cuma nyalahin pembantu-pembantunya…

    Kalo kamu menunjukkan bahwa kamu kuat, kamu berani, lalu kamu sok rendah hati ya gak papa, semua orang rada mikir kalo mau main-main. Lha Indonesia ini , gak ada nilainya di mata pemerintah Malaysia kluprut…
    Kalo gw jadi presiden, karena sederet peristiwa kurang asem ini, sudah tak rudal perbatasan Malaysia. Nembak laut kosong juga gak papa. Kasihan kalo nembak rakyat kan. Cuma nunjukin Indonesia siap perang. Egp.
    Ya kalo Malaysia protes, ya bilang saja akan diselidiki secara internal. Dah mereka mau ngomong apa silahkan.

    Kebanyakan menjaga citra endingnya cuma jadi tertawaan. Citra apanya ? Citra bangsa kuli yang nyembah2 bangsa lain …?

    Ngomong saja : Hai, Malaysia seupil …Kalian tidak bisa terus-terusan bersikap begini.
    .

    jangan jadi anak sekolah korban bullying terus pasrah. Endingnya cuma mengasiani diri sendiri… ^_^ atau kemudian berani membalasnya cuma sama yang lebih rendah . Sama PM Malaysia gak berani, kalo sama menterinya sendiri kan berani..^_^, apalagi sama menteri yang gak punya cantelan parpol, siap2 deh jadi divisi kambing hitam. duh duh…SBY SBY….Heran aku lama-lama.

    hik hiks

    See You

  7. Buat pernyataan yang proporsional : Kami protes atas tindakan-tindakan anda ini. Saya tidak ingin peristiwa2 semacam A, B, C, D kamu ulangi.

    bukan malah ngomong : TKI kita berapa, investasi mereka berapa.. . Duh…

    sedikit2 perang itu lebay emang, tetapi kalo klemak klemek , rakyat dongkol ya sama saja suhu dalam negeri bisa meningkat. Intinya diplomasi dengan Wibawa.

    • kayaknya kalo nasehat kayak gitu sudah banyak disampaikan deh. Cuma SBYnya emang kebanyakan menjaga citra ^_^ … ya sok sendu merayu gitu… sedikit sedikit curhat…Mestinya ya gak usah kebanyakan curhat pribadi mikirken negara. ^_^

  8. Kalau saya setuju sama diplomasi pak SBY, karena menurut saya menghadapi negara sombong dan arogan seperti itu jgn asal “ganyang” aja, kita juga harus memikirkan kedepan bila kita memilih untuk langsung berperang, setahu saya Malaysia tergabung dalam suatu perjanjian (saya lupa namanya) yg beranggotakan Inggris, Australia, dll yg isinya mengenai bila salah satu negara anggota terancam maka itu menjadi ancaman bagi negara lainnya, bagaimana kalau Indonesia perang sama Malaysia dan mereka dibackup sama Inggris, dll ???
    Mungkin Indonesia akan dibackup oleh USA, Rusia, Cina, Jepang, dan negara Arab, tapi hanya kemungkinan, kalau tidak ??? kalau Indonesia perang sama Malaysia one-by-one tanpa bantuan negara lain, ane yakin gag perlu 24 jam untuk menguasai Malaysia.

    • @Dunia aMe,

      Bener banget. Kalau benar-benar sampai perang, kalah atau menang tetap rugi kok. Rasanya kok “sakit hati” tidak sepadan dengan pengorbanan nyawa orang utk perang.

      Salam

    • Rusia memang bisa saja tidak membantu Indonesia, tetapi Inggris juga gak sedemikian begonya ngajak perang Indonesia. Ngurus dalam negeri saja berantakan, pemerintahnya pusing, apalagi ngurusi Malaysia. Lagian juga gak perlu sampe perang, yang penting beri kejutan dikit-dikit, jangan bisa nya pemerintah kita cuma inggih inggih melulu. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.