Mangkok Kehidupan Kita

{* Dapat wejangan dari seorang pengkotbah bertahun-tahun yg lalu. Mungkin bermanfaat bagi Anda juga. *}

Konon kehidupan kita ini seperti mangkok dan setiap hari Tuhan mencurahkan rahmat-Nya kepada kita. Kalau mangkok kita itu retak atau berlubang atau bahkan pecah, maka berkat & rahmat yang dicurahkan oleh Tuhan itu akan merembes atau terbuang keluar. Lalu apakah yang tersisa di mangkok kita? Bisa jadi hanya sedikit sekali rahmat yang tertinggal di situ. Atau malah kosong sama sekali? Betapa malangnya manusia yang tidak dapat memperoleh berkat dan rahmat yang dicurahkan Tuhan setiap harinya.

Retaknya, pecahnya atau berlubangnya mangkok kehidupan kita ini bisa saja karena kejahatan, iri hati & dengki, dendam, dosa, atau segala hal yang berhubungan dengan keburukan. Itulah yang mengakibatkan mangkok kehidupan ini menjadi tidak sempurna menampung berkat & rahmat Tuhan. Dan ketika Tuhan tahu bahwa berkat & rahmat-Nya sia-sia saja dicurahkan kepada seseorang, maka bisa saja Tuhan akan menghentikannya.

Betapa malangnya manusia jika demikian halnya.

Pada kasus yang kedua, jika mangkok kehidupan kita ini baik adanya, maka kita bisa menerima berkat & rahmat Tuhan dengan baik. Semuanya dapat ditampung dengan baik di mangkok kehidupan kita. Tapi pada suatu saat mangkok ini akan segera penuh. Dan kalau mangkok ini penuh, maka curahan berkat & rahmat Tuhan akan meluber keluar karena kapasitas mangkok kita sudah penuh. Betapa malangnya kita jika kita menyia-nyiakan curahan berkat & rahmat ini.

Dan kalau Tuhan tahu bahwa curahan-Nya luber dan terbuang sia-sia, bisa saja Tuhan akan menghentikan curahan-Nya kepada Anda! Dan segera saja mangkok Anda akan kosong karena kehidupan Anda dengan cepat akan mengkonsumsi isi mangkok Anda.

Oleh karena itu, jika kita tahu bahwa mangkok kehidupan kita akan segera penuh, segeralah menyalurkan berkat & rahmat kita kepada orang lain yang mungkin tidak seberuntung kita. Dan Tuhan akan dengan senang hati memperbesar curahan berkat & rahmat-Nya kepada kita.

Kita tidak boleh memaknai bahwa pemberian kita dapat menyucikan harta kita, karena apa yang kita perbuat tidak pernah dapat menyucikan harta kita atau hidup kita sendiri. Yang dapat menyucikan harta & hidup kita hanyalah Sang Suci, yaitu Allah sendiri.

Jadi kita memberi karena kita menyalurkan berkat & rahmat Tuhan yang telah kita terima dengan sangat melimpah setiap hari. Bukan karena motivasi menyucikan harta dan hidup kita.

Dari kitalah semua orang akan tahu bahwa Tuhan itu Mahabaik & Penyayang yang selalu mencurahkan rahmat-Nya setiap hari kepada seluruh manusia, orang yang baik mau pun yang jahat. Hanya saja, apakah manusia itu dapat menerimanya dengan baik atau tidak? Perbaikilah mangkok kehidupan kita. Dan kita akan menerima berkat & rahmat Tuhan setiap hari secara berkelimpahan. Jangan lupa untuk menjadi saluran berkat Tuhan kepada sesama manusia!

{* Diceritakan kembali oleh daku. Tentu saja sudah ditambah-tambahin dari kotbah aslinya. Hihihi… *}

4 pemikiran pada “Mangkok Kehidupan Kita

  1. @om Dewo
    terkadang kita harus memberi, bukan dari kelebihan (mangkok) kita, namun justru dari kekurangan yg kita alami. pemberian seperti itu akan terasa jauh lebih bermakna.
    btw tulisannya sangat bermanfaat, thanks om Dewo 😆

    • @Mr Sectio,

      Bener banget… Tidak usah menunggu sampai penuh (atau nyaris penuh) utk saling berbagi.

      Tetapi yg jelas, kita harus “punya” untuk bisa “memberi”. Tidak perlu punya banyak untuk bisa memulai berbagi.

      Salam.

  2. ahaha..kalok orang jawa bilang pak Dollah manggul bedhil…Tuhan Allah maha Adil, saya ndak yakin “Tuhan akan menghentikan curahan-Nya kepada Anda! Dan segera saja mangkok Anda akan kosong karena kehidupan Anda dengan cepat akan mengkonsumsi isi mangkok Anda.”….Bukankah semua orang bisa melihat matahari?

    • @nDaru,

      Bener banget. Saya pun sudah menuliskan:

      Dari kitalah semua orang akan tahu bahwa Tuhan itu Mahabaik & Penyayang yang selalu mencurahkan rahmat-Nya setiap hari kepada seluruh manusia, orang yang baik mau pun yang jahat.

      Saya takutnya seseorang itu menjadi “tidak berguna” bagi sesamanya. Alias seperti pohon Ara yg dikutuk Yesus. Menghentikan curahan-Nya bisa berarti kematian. Karena hidup kita pun sebenarnya merupakan rahmat dari Allah.

      Mungkin terlalu keras kalau dijabarkan ya? Hihihi…

      Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.