Memotong Pembicaraan

Seringkali daku mengamati seseorang yang memotong pembicaraan orang lain. Mungkin dia tidak sabaran dengan omongan orang lain yang tidak berujung pangkal. Mungkin juga untuk mengkoreksi omongan orang lain tersebut. Tidak dipungkiri, dulu daku pun sering melakukan pemotongan ini. Namun kini sudah tidak lagi. Apalagi ternyata memotong pembicaraan orang lain secara semena-mena itu termasuk tidak baik, terutama dalam etika bergaul. Kalau pun harus memotong, maka itu harus dilakukan dengan sesopan mungkin, bisa dengan kata pendahuluan “maaf” atau dengan bahasa tubuh yang lain.

Sayangnya etika ini tidak dijunjung tinggi dalam banyak kesempatan di tingkat tinggi. Sebut saja pada ajang rapat DPR atau wawancara eksklusif di stasiun TV. Kalau di rapat DPR malah sampai terjadi keributan dan kericuhan demi “memperjuangkan” pendapatnya walau harus memotong pembicaraan anggota dewan lain yang sama-sama terhormatnya. Sampai-sampai Gus Dur (Alm) sempat menyindirnya sebagai anak-anak TK.

Sedangkan pada wawancara eksklusif di TV, daku sering sekali mengamati cecaran pertanyaan kepada narasumber yang bahkan belum sempat menyelesaikan penjelasannya terhadap pertanyaan sebelumnya. Daku pun sangsi apakah si penanya ini sudah mendapatkan jawaban dari narasumber atau malah bersikap tidak mau tahu? Terbukti seringkali daku amati si narasumber berusaha mengulang penjelasan sebelumnya karena sebenarnya terkait dengan pertanyaan berikutnya.

Yang disayangkan adalah karena acara ini ditayangkan oleh stasiun TV besar yang banyak memiliki audience. Keterbatasan waktu tayang memang seringkali menjadi alasan klasik. Namun diskusi yang baik dan sehat tentu seharusnya tetap menjadi prioritas.

Jadi ingat nasehat bijak yang mengingatkan kita bahwa mulut kita cuma 1 dan telinga kita ada 2. Artinya kita harus lebih banyak mendengar dari pada ngomong.

~~~

Catatan: Seperti biasa, gambar diculik dari Mbak Wiki.

8 pemikiran pada “Memotong Pembicaraan

  1. @ Mas Dewo

    Kalau memotong perdebatan orang biasanya akan melahirkan pertumpahan air mata .. ( ditonjok)..
    Tapi yg pasti tidak sopan adalah memotong percakapan orang dgn Tuhan ( lg berdoa) .. dosanya dua kali lipat. Menyakitin yg berdoa dan Tuhan …

    • iya ya, kemarin katanya yang lagi shalat ditembak ama densus. duh itu mah benar-benar ya. :mrgreen:

      memang sangat dilarang memotong pembicaraan….

  2. memotong pembicaran gak boleh gak sopan tahu mana yg punya intelek gak ada sopan santuan ya sih ya iya laha mana s3 gak pnya tuh nama sih etika ygxasusenggak ada tuh etika ya sih ya iya lah harus ya sih waca kali ya sih biar ya dar kali ya sih kalu udah ya dar baru tahu rasa tembak aja kali orang gitu ya laha bila perlu mati yayaya lah yayaya

  3. Mas Dewo …
    Saya juga sebal sekali jika ada pewawancara di TV yang memotong pembicaraan nara sumber …
    Sangat tendensius kadang-kadang …
    Entah apakah ini tekhnik wawancara … menggali informasi yang baik atau bukan ?
    namun saya percaya … sepertinya ada cara yang lebih Eiylekhan untuk menggali informasi dari nara sumber

    salam saya Mas Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.