Malu Sama Kumis

Kalau tidak salah istilah “Malu sama kumis” itu dulu dipopulerkan oleh komedian Opi Kumis. Dan nampaknya setelah itu menjadi istilah yang cukup populer di kalangan pria berkumis. Daku sendiri pernah beberapa kali mengobrol dengan pria berkumis lebat dan gondrong yang kemudian menyitir istilah ini pada suatu kesempatan.


(Foto diculik dengan semena-mena tanpa seijin pemiliknya)

1) Kisah pertama adalah saat daku membezuk teman yang berkumis lebat yang sedang sakit. Temanku ini bukan termasuk yang bertipe humoris. Namun entah mengapa berubah menjadi kocak saat sakit, terutama saat curhat kalau ternyata beliau itu takut disuntik.

“Saya itu paling takut disuntik. Baru melihat suster menenteng suntikan saja sudah gemeter. Sampe malu sama kumis.” Demikian kisahnya yang kemudian disambut gelak tawa para pembezuknya.

2) Pada kesempatan lain ada seorang teman yang didapuk maju ke pentas. Namun karena malu dia menolak. Kontan saja dia diperolok-olok teman yang lain, “Ayo dong maju! Jangan takut! Malu dong sama kumis!”

3) Kesempatan lain yang pernah daku temui adalah saat seseorang berkumis tidak kalah lebatnya menangis tersedu-sedan karena sedih. Kami yang tadinya bersimpati plus empati kok jadi tersenyum simpul karena menahan tawa ketika dia bilang, “Maaf ya, saya nangisnya berlebihan. Saya sendiri sampai malu sama kumis.”

Tidak dipungkiri bahwa kumis itu selain berfungsi sebagai hiasan juga berfungsi untuk meningkatkan dan meninggikan image seorang pria. Pria dengan kumis lebat bin tebal punya kesan macho, jantan, garang, dan pemberani.

Tidak dipungkiri pula banyak pria yang berusaha keras untuk memiliki kumis yang indah dan lebat demi mendongkrak image-nya. Terutama para ABG yang sedang berusaha menggaet cewek incarannya. Mungkin dengan kumis yang indah bisa mendongkrak wajahnya yg pas-pasan.

Makanya dulu pernah populer dan laris manis obat penumbuh kumis dan cambang. Eh, mungkin sekarang pun masih populer ya?

Sedikit curhat, masa remajaku pun pernah bermasalah dengan kumis ini. Dulu pas awal-awal berkumis sering diledekin karena jarangnya kumis yang tumbuh. Ngeledeknya lucu sebenarnya,

“Kamu itu kayak lapangan voli aja. Itu kumis 6 di kiri dan 6 di kanan kayak lagi main voli. Wakakaka…” Eh, jangan tanya mana bolanya ya? Soalnya bolanya ada di dalam hidung. Wakakaka…

Begitulah kurang lebih isi ledekannya. Daku yang diledek tentu saja cuma ketawa. Dan besoknya kumis sudah terbabat rapi.

Ketika mulai tumbuh lebat pun bukannya tidak bermasalah. Justru semakin menyebalkan karena malah memancing jerawat tumbuh. Mungkin karena dulu sering ngelayap naik sepeda dan kurang higinis. Diperparah oleh pertumbuhan hormonal. Hehehe…

Tidak kondusifnya kumis di wajah, alhasil daku tidak pernah memelihara kumis lagi sampai sekarang. Begitu nampak mulai tumbuh langsung babat habis. Kecuali kalau lagi males mencukur. Hihihi…

Dan nampaknya daku lebih cocok tanpa kumis. Kalau pun memelihara kumis bisa-bisa daku bakal sering malu sama kumis. Hahaha…


(Foto diculik dengan semena-mena tanpa seijin pemiliknya)

Lalu bagaimana dengan cerita teman-teman lain tentang kumisnya? Silakan berbagi cerita di sini. Terutama bagi pemelihara kumis tipis, lebat, atau bahkan berkumis jarang, misalnya seperti PakDhe Cholik, Ompakmas Nh18, Om Budi? Atau bagi pria yang memutuskan untuk tidak berkumis: Kang Usup, Simbah Mbel, Bro Rodry, Bro Afez, dll.

Para wanita juga boleh unjuk komen mengenai kumis ini kok.

20 pemikiran pada “Malu Sama Kumis

  1. Lebih setuju dengan ‘malu sama kumis’ karena memang kumisnya sudah ada,dari pada ‘kumis yang malu-malu’, kepingin berkumis tapi malah nggak pantes berkumis,ha..ha..

  2. “Kamu itu kayak lapangan voli aja. Itu kumis 6 di kiri dan 6 di kanan kayak lagi main voli. Wakakaka…” Eh, jangan tanya mana bolanya ya? Soalnya bolanya ada di dalam hidung. Wakakaka…

    =)) nasibnya kok sama yah :))

  3. saya juga berkumis tebal dan lebat, kalau dicukur memang rapi, setelah beberapa hari tumbuh lagi dan menimbulkan rambut2 tajam di atas bibir dan wajah juga jenggot.
    pada sore hari pulang kerja saya disambut anak saya umur 3 tahun, saya peluk saya cium…. tadinya ketawa….eh… tiba2 nangis ngadu sama ibunya, ternyata pipinya merah kena kumis saya…. memang susah punya kumis…. tapi banyak orang yang pengen punya kumis. itulah manusia…. kalau punya gak puas…….kalau dak punya kepengen punya.
    bukan soal kumis aja tapi segalanya, orang punya mobil……kita pengen punya mobil,,,,,,,,,orang punya istri cantik kta juga pengen punya istri cantik…….
    kalau istri orang yang kita suka gimana? kalau anda berani, samperin suaminya bilang ama dia “kita barteran ya“ jangan selingkuh… berbahaya.. betul gak mas dewo?
    (cerita kumis nyambung porn lagi nih)
    salam dugem

  4. Saya keberatan …
    Mengapa foto sedakep saya disini cuma satu !
    mestinya kan paling tidak dua atau tiga gituh …
    huahaahahahaha … narcis eiylekhan …

    Tetapi …
    Mengenai kumis ??
    Ahhhaaa ini triger nih …
    nanti saya cerita dipostingan tersendiri ya mas dewo
    Thanks mas Dewo

    Salam saya

    • @Ompakmas Nh18,

      Hahaha… sejatinya pengen masang banyak. Tapi takut malah dikira ini blog-nya Ompakmas, karena lebih banyak foto Ompakmas di sini. Wakakaka…

      Saya tunggu posting-nya ya, Om.

      Salam hangat.

  5. om, aku punya kumis tidak sama antara kiri dan kanan…..
    cara agar biar sama antara keduannya gimana ya…..

    biar kumisku oke kayak milik om…..

    ya om……
    balas tolong pliss…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.